
Kalau sebut tentang Makassar, takkan terlepas dari Pantai Losari yang menjadi tempat wisata utama di kota ini. Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.
Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).
Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).
Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari sunset.
Sejak tahun pertama menjejakkan kaki di Bandar Hasanuddin pada 2007, diri memang telah diperkenalkan dengan Pantai Losari oleh senior-senior yang baik hati. Namun baru pertama kali mengunjungi Pantai Losari versi pagi hari setelah 3 tahun bergelar sebagai mahasiswa UNHAS. Ntahlah mungkin sebelumnya tidak pernah terfikir untuk mengunjungi Pantai pada waktu pagi (hari minggu).
Pagi itu siap berpakaian setelah selesai solat subuh. Teringat sms yang dikirim Rahma, teman poskoku yang mengajak diri ke Pantai untuk melihat suasana Pantai pada hari minggu. Menurut temanku itu, sudah agak lama juga dia tidak ke sana. Katanya suasana pagi minggu di Losari agak berbeda dari hari biasanya. Kalau bab berjalan-jalan, diri memang tidak pernah menolak kecuali ada keperluan yang terlalu mendesak. Bab kata guruku, alang-alang belajar di Negara orang, rebutlah peluang untuk meluaskan pemandangan dan menajamkan pengetahuan setempat.
Perjalanan ke Pantai Losari yang memakan masa lebih kurang 30 minit memberi kami ruang waktu untuk menyaksikan terbitnya mentari pagi di ufuk timur dari atas fly over FAJAR. Subhanallah, indahnya panorama alam seakan membuai perasaan agar lebih dekat pada Penciptanya.. Setiba di Pantai, sempat kaget seketika melihat suasana yang bagiku cukup berbeda. Seperti ada pesta yang besar sedang berlansung. Lautan manusia yang kelihatan berdatangan dengan gembira menunjukkan betapa Pantai Losari mampu memaut warga Makassar dalam satu ikatan kesatuan. Gerai-gerai perniagaan yang beragam memeriahkan lagi suasana. Kapal-kapal dan bot penangkap ikan di bawa ke tepi perlabuhan menyebabkan panorama Losari seakan suatu karya alam yang amat memukau.
Melihat gerai jualan yang pelbagai menarik perhatian. Sempat mencoba beberapa jenis makanan tempatan yang kurasakan agak asing pada diriku sebelum menyantap Nasi Kuning sebagai makan siang di salah satu gerai di pinggir jalan. Menaiki bebek (angsa) music mengundang rasa seronok walau tidak terlalu seru seperti yang pernah ku naiki di Bira tak berapa lama yang lalu tetap membahagiakan.
Yah, merasa sangat berterima kasih pada temanku Rahma yang cukup sabar membawaku ke sana dan menemani hari-hariku sekaliguskan melakarkan warna yang lebih indah dalam kanvas hidupku..

0 ulasan:
Catat Ulasan