Skinpress Rss

Isnin, 11 Jun 2012

SORE DI WORKSHOP

0




Menginjak tahun ke-5 keberadaan diri di Makassar baru tahu tempat yang namanya Workshop, Bandar Mahasiswa yang letaknya di belakang Kampus Merah Unhas, tempat mahasiswa menyewa kosan alias (rumah sewa)… murah meriah makanan disana.. melewati jalanan kecil itu bersama Rahmah, teman terbaikku membuatkan ia menjadi taman kenangan. Sejak menjalani fase co-assistancy fase kedua, baru diri berpeluang sering bertemu dengan Rahma di Rumah Sakit. Kerna beliau juga stase Bedah. Meski tidak satu bangsal namun hampir sama jadual kerjanya..


-----------------n------a--------r-r---a------------t--------i----------o-------n------------------
Kamu tahu Rahma, kali pertama kamu mengajakku minum es kelapa di Workshop, saat itu sangat canggung kurasa. minum di warung tepi jalan dan tepi parit besar sepertinya kurang hyginis. Namun aku suka suasananya. Suka saat menjalani detik-detik itu bersamamu.. hingga ia menjadi rutinitas kita kapan ada kelapangan waktu setelah jam kerja. Mungkin es kelapa itu hanya alasan supaya kita bisa duduk-duduk sambil bercerita tentang banyak hal. Melepaskan beban dan tekanan yang memberat di pundak. Iya hanya sepenggal waktu disela kesibukan untuk terus menuai sayang dan menghidupkan rasa.

Aku suka saat kita berkongsi sepiring nasi goreng demi membeli sedikit waktu bersama, suka saat kita bolak balik menyusuri jalanan kecil Workshop untuk mencari bengkel gara-gara ban motor yang sempat bocor..saat keringat jantan menuruni jidat dan kita sama-sama tertawa lucu saat akhirnya ketemu bengkel disudut masuk Workshop.. Aku suka saat kita berhujan-hujan ke sana, dan tetap memesan es kelapa dikala hujan keras menyimbah bumi, meminumnya dalam keadaan menggigil gara-gara kamu lagi ingin sekali..  Aku suka saat kita menebalkan muka untuk berfoto-foto disitu meski orang-orang pada hairan, “kok foto di warung begini??”..Workshop ini sepertinya hanya milik kau dan aku.

Saat kamu mengatakan bahawa kamu akan pergi sedikit waktu lagi,menyeberang laut ke tempat kakakmu, ia seperti sayatan-sayatan kecil yang merobek-robek pembungkus hati yang punya selirat saraf terkaya. Menyakitkan. Tidak tahu kapan kamu akan kembali.. saat kamu pergi jauh, akan adakah lagi peluang untuk kita menjalani hal-hal sederhana seperti ini lagi? Minum es kelapa di warung sederhana.. bercerita hal yang sederhana.. Haruskah semua orang yang akrab denganku pergi sejauh itu? Meski tidak menggunakan paspor dan visa untuk merentas wilayah, namun hamparan laut yang luas membuatkan pertemuan itu menjadi hal yang mustahil. Saat hanya diperbolehkan untuk merindu, tapi tidak lagi berharap untuk bertemu..

Rasa begini sudah cukup menua.. kerna merindui itu sangat melelahkan. Saat waktu akan merubah kita masing-masing. Dan nanti, untuk bertanya “gimana kabarmu?” juga sudah kedengaran agak canggung. Paling-paling “baik” dan diam lagi…Aku tahu, kita akan berpisah juga pada akhirnya..namun tidak secepat ini.. sungguh tidak secepat ini. Tidak bisakah perpisahan itu ditangguhkan dulu? Tidak bisakah kita menghidupkan lebih banyak waktu..   Aku sudah cukup lelah untuk merindui Fit.. Kak Anhy.. Iyan.. Ochy dan sekarang kamu lagi..

Seorang pernah berkata “jangan pernah putus untuk berharap. Jangan pernah berkata selamat tinggal tapi berkatalah semoga bertemu lagi..”
Selalu ada harapan untuk sebuah pertemuan..

0 ulasan:

Catat Ulasan