Skinpress Rss

Sabtu, 23 Februari 2013

MENGURUNG RINDU

0


Kerinduanku,
Bagai ombak yang menghempas pantai
Tahu saatnya untuk pergi
Namun tak pernah lelah untuk kembali

Kerinduanku,
Bagai angin yang bertiup sepoi
Makin lama makin kencang
Hingga akhirnya menjadi puting beliung

Kerinduanku,
Bagai hujan renai
Yang turun mengguyur bumi
Kian menjadi bah yang menghayutkan

Kerinduanku,
Bagai mentari yang bersinar terang
Indah dipandang menebar benderang
Hangatnya memeluk jiwa yang kedinginan

Kerinduanku,
Seperti arus sungai yang mengalir
Makin ditahan makin kuat menghunjam
Mengaliri tiap relung hati yang kontang
Kerinduanku,
Bagai elang rajawali yang ingin bebas
Makin dikurung makin berontak
Maka lepaskanlah..biarkan ia bebas…

Amni_shamrah
02 Februari 2013
12.55 am

Rabu, 20 Februari 2013

SEMANGAT YANG TIDAK MATI

0



Menerima sms dari teman..
“Telah kembali ke Rahmatullah saudara kita Kak Novian, FKG 2005 tadi pagi. Innalillahi Wa Inna Ialihi Rajiun..”

Ya Allah!! Kak Novian!! Innalillahi Wa Inna ilaihi Rajiun..Dari Allah SWT kita datang, dan kepadaNya lah kita kembali..

Kemarin diri dikejutkan dengan berita bahwa Kak Novian dalam keadaan kritis dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo tepatnya di UGD. Beliau kecelakaan sewaktu dalam perjalanan pulang dari salah satu program diksar BSMI Maros paginya. Tepatnya di Jalan Bandara Lama Maros. Sempat dilarikan di RS Maros sebelum tidak tertangani dan dirujuk ke RSWS. Sewaktu itu diri dalam perjalanan ke RS Maros kerna akan bertugas disana selama satu minggu. Lambat mendapat berita tersebut.

Sempat menghubungi teman yang bertugas di WS untuk melihatkan kondisi Beliau. Waktu itu masih GCS 10. Koma ringan. Beliau masih bernafas spontan tapi direncanakan untuk diintubasi untuk mempertahankan jalan napas gara-gara Maxillofacial Injury atau patah tulang rahang. 2jam kemudian masuk sms dari teman yang lain memberitakan jika kondisi beliau berfluktuasi. Naik turun dan cenderung gawat. Darah keluar dari mulut dan hidung seakan ada massif bleeding di dalam. Dokter semakin ragu. GCS menurun menjadi 7. Gencarkan doa.. Ya Allah selamatkanlah kakak ini. Dia orang baik Ya Allah. Orang yang senang membantu orang lain. 

Jam 4 sore, keadaan makin kritis. Darah “O” dibutuhkan. Ingat suatu ketika dulu, diri pernah bertanya pada kakak,
“Kak, jika ada lagi kegiatan donor darah, panggilka juga yah..mahu ikut donor”
Kak Novi yang tahu diri pernah ikut dalam kegiatan donor sebelumnya mungkin penasaran bertanya;
“Kenapa sukaki ikut yang begituan? Kenapa suka donor darah?..”
“Mungkin darah itu satu yang tidak mahal kak, kerna tubuh kita sendiri yang produksi. Jadi kita tak terlalu merasa jika ia berharga. Namun buat setengah orang, ia memberi harapan kelansungan hidup buat  mereka kak. Kita hanya melakukan sedikit pengorbanan untuk menahan pedihnya jarum donor yang besar itu. Tapi dengan itu kita membantu orang yang benar butuh, melanjutkan hidupnya.”
Muncul begitu saja asbabnya. Tercerah dari sebuah kisah yang diri baca tentang PENDONOR YANG CACAT.

“Benar katamu. Jika uang kita kasi ke orang, tidak tentu orang akan menggunakannya dengan penuh bijaksana. Adakalanya ada orang yang bahkan menyalahgunakan uang tersebut untuk kepentingan sendiri. namun jika kita belajar konsep sedekah dari donor darah, kita akan benar merasa bahwa kita ingin membantu orang yang benar memerlukan. Orang yang Allah bantu melalui tangan-tangan dan tubuh yang DIA pinjamkan pada kita. bayangkan jika kita nanti berada dalam kondisi membutuhkan seperti itu, semoga Allah juga akan menghulurkan bantuanNya lewat tangan-tangan orang lain. Jadi untuk membantu juga kita harus memberikan yang terbaik”.

Waktu itu merasa jawaban Kak Novi itu sangat mantap. Dan sama sekali tidak menyangka bahwa Tuhan benar-benar menjadikan kata itu nyata. 

Cepat-cepat menyebarkan sms itu keteman-teman. Untuk mendonorkan darah buat relawan sejati itu. Semoga Tuhan akan membantunya lewat tangan-tangan orang lain yang prihatin untuk membantu..seperti yang beliau yakini.. GCS 5. Edema cerebri dan hemothorax memperberat kondisi kakak. Hampir jatuh ke koma dalam, disertai gangguan jalan napas yang disebabkan oleh darah yang tertumpuk disana. Beliau sudah tidak bisa bernafas spontan. Harus dengan alat bantu ventilator. Suhu tubuhnya makin tinggi. 

Jam 22.00 malam.
“fuzah, kondisi Kak Novi makin parah. GCS 3. Darah keluar dari mulut, hidung dan…telinga”
Ya Allah..airmata yang tertahan menetes juga akhirnya. Sedih dengan kondisi yang semakin menipis harapannya. Perdarahan dari telinga merupakan salah satu petanda dari terjadinya fraktur basis cranii atau patahnya tulang dasar otak. Ia bisa berakibat fatal atau mematikan kerna disana terdapat pusat pernafasan dimedulla oblongata. Waktu kian menipis. Usaha yang dilakukan hanya untuk memperpanjang waktu hidup. Tidak lebih. Tidak kurang.  Hanya bisa berharap pada keajaiban..

Pertama kali mengenali Kakak itu sewaktu kami satu bagian di THT. Alias akhir tahun lalu. Kak Novi adalah salah satu aktivis BSMI Makassar yang begitu berwibawa. Sewaktu itu, Kak Novi mengajak temanku Uni ikut serta dalam Baksos yang akan diadakan di Maros pekan depannya. Uni yang memang akrab dengan diri sejak dari Bagian anak turut mengajak diri menyertai aktivitas itu memandangkan Uni juga tahu jika diri juga sangat berminat dengan program kemanusiaan seperti itu. 

Kak Novi cepat mengenali diri setelah tahu namaku. Kata Kak Novi dia sudah pernah mendengar namaku. [hadeuh terkenal salah-salah. #Tepuk Jidat] Melanjuti hari-hari Ko-ass sangat membantu mengakrabkan diri dengan kakak yang satu ini. Tidak jemu-jemu dia mengundang diri untuk ikut serta dalam program-program BSMI. Ketelusan hatinya untuk membantu sesama sangat terserlah dari kesungguhan dan pedulinya. Meski diri tidak bisa sering ikut serta dalam setiap ajakannya namun beliau sungguh memberikan impak yang baik terhadap peribadi seorang relawan.

Pernah diri bertanya pada Kak Novi,
“Kak, apa yang membuat kakak sangat bersemangat untuk istiqamah dengan BSMI? Tiap kali kakak ketemu ma aku, pasti tentang program-program kemanusiaan itu yang kakak bahas..seakan mengakar dalam dirinya kakak..” 

bukan pertanyaan yang menguji. Tapi lebih pada penasaran. Kerna sebanyak yang pernah kutemui, orang lebih kepada ikut-ikutan atau lebih kepada menginginkan nama besar ataui diakui keberadaannya hingga mereka cenderung ikut serta dalam organisasi-organisasi bebas seperti BSMI.

“Gak tahu juga yah. Merasa terpanggil saja..” senyum.

Terakhir waktu bertemu beliau waktu di Kandea 3 minggu lalu, kakak sibuk memberi update tentang Banjir di Maros. Ada satu kata-kata kakak yang diri melekat di kepalaku;

“Kasihan itu orang-orang di Camba. Air sampai batas pinggang.Harta benda rusak semua. Kenderaan barang elektronik. Bahkan sampai kebutuhan harian saja tidak bisa terpenuhi. Mana yang masalah sanitasi, sakit-sakitan dan syok emosional. Mereka butuh dukungan. Tidak terbayangkan bagaimana mereka begitu kuat menjalaninya. Kita juga jika ke sana banyak belajar dari semangat mereka untuk lebih dewasa menanggapi hidup”

Satu lagi yang paling tidak terlupakan adalah, waktu kakak memujukku mengikuti salah satu aktivitas baksos, beliau berkata

“Dik, saya ini, ilmuku terbatas. Hanya tahu seputar gigi dan sedikit ilmu dasar tentang kesehatan. Kamu ahlinya. jika ada kesempatanmu, ayuhlah bergabung untuk membantu orang lain. Ini amal jariah kita. jika bukan kita siapa lagi? Masih banyak orang diluar sana yang benar butuh bantuan kita dan mereka terkekang biaya. Mereka terhimpit dengan keadaan. inilah kehidupan..dan kehidupan itu harus terus diperjuangkan..Apa kontribusi kita? ilmu itu amanah. Dan ia akan dipertanggungjawabkan”

Subhanallah. Kata-kata yang sangat berbekas. Kepeduliannya itu murni dari hatinya. Disalurkan lewat organisasi. Usaha keprihatinan dan kebaikan hatinya benar sangat menginspirasi. Diri tidak mengenal lama dan akrab Kak Novi namun perkenalan yang singkat itu cukup memberi pembelajaran yang banyak.  Kak Novi adalah sosok seorang pejuang. Bahkan Allah mengambilnya dalam salah satu dari siri perjuangannya. Kini, beliau sudah pergi. …sudah berada di alam baka dan tidak lagi memikirkan rasa takut pada kematian. Tidak lagi diurusi beban dunia yang fana ini. Kitalah yang masih hidup yang justeru masih dibebani dengan rasa takut pada maut itu dan juga rasa takut pada beban hidup ini. Dan seperti kata beliau..kehidupan itu harus terus diperjuangkan..

Mendung. Awan berkabut. Bagaikan bidadari menangis di kaki langit, mengiringi pemergiannya. Hari itu mentari redup terlindung tidak dibenarkan menyinar. Berhias ratapan awan-awan tebal itu.  Harum kemboja siap-siap mengalukan kedatangannya. Semoga beliau terhitung sebagai syahid. Orang yang diambil dalam kondisi berjihad dijalanNya. Semoga beliau tenang ditempat istirehat abadi. 

Mari kita lebih menggunakan logika dari rasa. Memang berat menerima arti kehilangan. Namun kematian pasti akan datang samada kita siap atau tidak. Pejuang akan mati. Sama seperti tokoh-tokoh besar yang pernah mengukir namanya di kanvas sejarah. Namun semangatnya tetap hidup!! Dalam jiwa-jiwa orang yang mengambil ikhtibar darinya. 

“Selamatkan Satu Nyawa Sambung Seribu Asa”

Isnin, 18 Februari 2013

METAFORA CINTA

0



Saat rasa mula menyentuh jiwa
Hadirnya halus menyusup atma
Ada bahagia dalam tiap titiannya
Inikah yang mereka terjemahkan dengan metafora cinta?

Rasa itu susah kita mengerti
Semakin ia disembunyi
Semakin ia gencar mencari jalannya sendiri
Memilih bahasanya untuk berbicara

Rasa itu mengalir tenang dalam diri
Tidak luput dek waktu tidak luluh oleh musim yang berganti
Semakin lama ia menghuni di hati
Semakin ia membina kekuatan sendiri
Untuk kemudian menyanggupi apapun kesulitan yang mendatang

Rasa itu tidak ada yang rancu
Tidak ada yang ambigu
Nyata dalam terang
Namun adakalanya kau tetap membutuhkan aksara dan artikulasi
Untuk kemudian menjelaskan

Metafora cinta meski tidak terwakili
Keseluruhan badai kecamuk yang melanda
Ia tetap saja menanam percaya
Bahwa kau benar cinta…

Amni_shamrah
18 Februari 2013
15.15 pm

Ahad, 10 Februari 2013

ZIARAH AKBAR ANIS MATTA

0



Menyempatkan diri hadir di program Ziarah Akbar Anis Matta, Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah Presiden sebelumnya diinterogasi oleh pihak KPK berhubungan dengan Kasus Suap Daging Sapi Import. Ujian yang maha berat yang ditimpakan Allah mungkin beralasan untuk mendidik jiwa-jiwa tangguh.

Subhanallah.. suatu pengalaman yang menurut diri sangat membangkitkan semangat dan keyakinan yang padu pada tarbiyah Allah Subhana Wa Ta’ala.. suatu bentuk kepasrahan dan pantang menyerah untuk membawa dakwah itu dengan lebih gencar.

Program ini diadakan di Hotel Sahid, tidak jauh dari Pantai Losari. Sesampai disana, disambut dengan barisan solidaritas PKS yang siap memudahkan jalan. Semua menunggu di dalam dalam baris yang teratur. Di auditorium sudah penuh dengan kader-kader PKS yang datang dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan. Ada yang dari Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba. Ada yang dari Maros,Pangkep, Pare-pare, Sidrap, Pinrang, Palopo bahkan dari Palu dan Buton. Sulawesi Tenggara. MasyaAllah sekali pengorbanan mereka semata-mata menunjukkan kebersamaan ini dalam saat getir dan musibah yang maha dahsyat yang melanda. Ada ibu-ibu yang membawa anak bayi berusia 1minggu, ada ibu yang membawa anak-anak kecil dengan pakaian bertulis “Mujahid Muda”. Berbagai ragam. Tak kurang para pemuda yang menjadi tunggak dan tulang belakang masyarakat yang ingin dibangun ini.

Berpeluang ketemu teman-teman sahabat-sahabat koass yang turut berkecimpung dalam DNT ini. Uni, Ety,Izra,Wahyuni dan lain-lain. Diri, adik-adikku Ima,Aine dan Syimah juga diberi kesempatan oleh Allah untuk bergabung dengan barisan ini. Alhamdulillah.

Sebaik Ustaz Anis Matta masuk ke ruangan, bergema nasyid “Bekerja Untuk Indonesia” dendangan Izzatul Islam yang sangat berkobar dan bersemangat. Cukup membuat jiwa bergetar. Ustaz Anis Matta berserta para pimpinan PKS itu Cuma duduk melantai dibawah seperti para peserta yang lain. Tidak ada tanda-tanda tidak selesa dan canggung dengan situasi seperti itu. Wajah yang tenang dan berkaliber itu bercahaya sinar wajah orang soleh..Subhanallah.

Dalam ucaptamanya, ustaz membawa kita kepda suatu sejarah yang simple sebenarnya namun sangat menggugah hati orang-orang yang mendengarkannya. Beliau mengangkat kembali kisah peperangan Ain Jalut yang terjadi pada 3 September 1260 Masehi atau 25 Ramadan 658 Hijriah, meru pakan salah satu pertempuran besar dalam sejarah Islam. Selain itu, pertempuran ini, menurut banyak ahli sejarah, termasuk salah satu pertempuran yang penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah. Dalam perang itu, untuk pertama kalinya bangsa Mongol mengalami kekalahan telak dan tidak mampu membalasnya di kemudian hari. Padahal Mongol (Tartar) telah menguasai banyak daerah Islam dan bahkan menjatuhkan Khilafah Abbasiah. Mereka juga berhasil membunuh Khalifah Mu’tashim Billah di Bagdad pada 656 H/1256 M. Yang uniknya dari perang ini, Allah membalikkan Tentera Mongol yang katanya penuh dengan tipu daya dan kekejian akhirnya diberi sinar iman hingga kemudian mereka terbalik menjadi para pendukung Islam yang membina kekuatan demi menegakkan agama Allah dimuka bumi.

Ustaz juga membawakan kisah Perang Hittin. Pertempuran Hittin adalah suatu pertempuran yang terjadi pada bulan Ramadan tahun 584 H/1187 M, antara pasukan Muslim dibawah pimpinan Salahuddin Ayyubi dan Tentara Salib dari Kerajaan Yerusalem. Pertempuran ini dimenangkan oleh pihak Muslim, dan adalah salah satu pertempuran terpenting dalam Perang Salib. Sebagian besar kekuatan tentara salib di tanah suci terbunuh atau ditawan oleh pihak Muslim (termasuk raja Guy Lusignan yang berhasil ditawan), dan setelah pertempuran ini tentara Muslim dapat merebut kembali Yerusalem dan kota-kota lainnya di tanah suci.

Kisah terakhir yang dibawakan adalah Kisah Penaklukan Konstantinople. Penaklukan Konstantinopel (dan dua wilayah pecahan lainnya segera setelah itu Bizantium) menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi, sebuah negara yang telah berlangsung selama hampir 1.500 tahun, itu juga merupakan pukulan besar untuk Kristen. Intelektual Yunani dan non-Yunani Beberapa meninggalkan kota sebelum dan sesudah pengepungan, migrasi terutama ke Italia. Dikatakan bahwa mereka membantu penanda dimulainya Renaisans. Itu juga merupakan beberapa tanda akhir Abad Pertengahan oleh jatuhnya kota dan kekaisaran.

Kisah-kisah ini ada makna yang tersendiri dimana kita belajar dari sejarah bahwa harus melihat musibah itu sebagai potensi untuk terus bergerak menuju kepada apa yang diredhai oleh Allah. Menjadikan ujian itu sebagai booster atau pemicu supaya kita lebih dekat dengan Allah. Meningkatkan kualitas ibadah dan doa. Dan untuk semakin merapatkan saff dan barisan perjuangan ini agar lebih solid. Subhanallah. Semoga badai yang mengguncang aliran dakwah ini justeru akan menjadikan aliran itu berubah menjadi pusaran, menjadi bah yang akan membanjiri arena bumi Allah ini..amin.

Khamis, 7 Februari 2013

TUESDAY BREAK

0


berjalan, jangan hanya lurus-lurus melihat ke depan. belajarlah untuk menikmati juga warna-warna dalam hidup. jika kita tidak memiliki cahaya yang bagus, kita akan buta warna. perjuangan ini, meski bertatih, meski merangkak..sikapilah dengan lebih santai..dengan itu kita akn mengurangi setengah dari beban dunia yang maha berat..BEBAN PIKIRAN!

belajarlah dari sejarah Ain Jalut..belajarlah dari kisah Perang Hittin.. belajarlah dari pembukaan Constantinople.. percayalah bahwa kegemilangan itu datang dengan adanya cobaan, susah payah dan cekal dalam perjuangan.. ayuh, rapatkan barisan dan bergeraklah maju dengan segala kekuatan yg kita bina..

how far you can walk through the storm?
how strong you will believe that there's a rainbow at the end of road?
how patience you'd be to face the difference and tests?
keep moving..slowly..but certainly..then you'll know, that you can go beyond your limit!


"bersifat keras dan tegas itu kadang perlu untuk mendidik...kerna bukan hanya 1 nyawa yang akan terlewatkan dengan kelalaian kita, tapi 2.atau bahkan 3.peluang itu adalah anugerah dan Tuhan meletakkan penyembuhannya melalui tangan2 kita..jadilah dokter yang baik yang berusaha utk menyembuhkan..."
~dr.W~


hujan sepertinya menjadi irama sempurna untuk menjadi pengantar tidur..mungkin iniLAH yang dikatakan "jeda sejenak" untuk kemudian membuka mata lagi dan mengerahkan sisa2 kekuatan serta memberikan yang terbaik, berusaha maksimal demi orang lain..[SEMANGATT!!] ^__^v

Rabu, 6 Februari 2013

ES PUTAR SPESIAL

0




Kuliner cemilan Makassar.

Jangan sombong dulu sebelum mencicipi salah satu cemilan Makassar yang satu ini. Es Putar Spesial. Actually, iya hanya sebuah gerobak es putar yang kecil yang bertapak di sebelah Rumah Sakit Bersalin Pertiwi. Paling terkenal  dikalangan dokter muda serta semua staff rumah sakit. Hingga es putar ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri buat RSB ini.

Apa yang special dengan es putar ini berbanding dengan es putar lainnya? Secara relative, es krimnya sama. Cuma campurannya yang terdiri dari buah buahan yang segar, tapai, beberapa tipe agar-agar eksotis dan juga diatasnya ditaburi serbuk milo atau coklat dan kacang.harganya terjangkau, Rp7000  dan rasanya pas.. sungguh tidak akan menyesal untuk mencicipi es putar ini. Selamat mencoba.
Soal Rasa Tidak Bisa Bohong.

Selasa, 5 Februari 2013

MENCARI LOCUS STANDI

0



Masih berkutat dititik awal
Mencerna tugas dan ilmu baru
Berperang dengan lelah dan lesu
Bertahan dengan sisa tenaga
Melawan sifat fisiologis tubuh yang menyiksa
Ternyata tidak semudah yang dibayangkan

Terkapai mencari locus standi
Bergelut untuk meminimalisir kesalahan demi kesalahan
Siap mental mengharung badai amarah sang penguasa
Sungguh, menguras habis energy cadangan yang tersedia

Berguru dari pengalaman pahit
Menekuni pembelajaran hidup lewat pengalaman
Mungkin aku sudah sedikit tegar dari semalam
Paling tidak, sedikit pintar untuk mencari pondisi kekuatan

Ingin rasanya menuliskan kata semangatmu
Yang pernah kau coret sewaktu jatuhku
Biar ia memomentumkan energy lewat helaian catatanku
Menggelorakan samudera tika kemarau menyapa
Entah sejak bila, kata-kata itu sudah menjadi
“My own brand of Extra-Joss”

Aku tidak pasti selama mana efeknya bisa bertahan
Aku juga tidak tahu sekuat mana ia bakal menjulang
Aku tidak pasti efek sampingnya ke depan
Yang aku pasti, aku akan mengingatnya disela serebrum yang masih berfungsi

Kau pernah bilang,
Untuk menjadi kuat harus bergantung pada diri
Untuk menjadi tabah ambil jeda sejenak
Untuk tetap semangat kurangkan mengeluh
Katamu, kekuatan itu dibina dari dalam..

Aku ingin menjadi sekuat itu,
Setabah, setangguh dan tetap semangat seperti itu
Mencari locus standi butuh perjuangan
Butuh kerja keras kerja cerdas

Tetaplah menjadi bintang Polaris yang menerangi
Biar saat tersesat
Aku masih bisa merasai benderangmu dan melihat sinarmu
Dari kejauhan yang infiniti..

~amni_shamrah~
05 Februari 2013
08.30pm
Lontara Dua, RSWS


Ahad, 3 Februari 2013

PERAYAAN MAULID NABI

0



Kemarin kakakku kak Murni pulang ke Sulsel. Alhamdulillah ada lagi peluang buat ketemu nih..meski waktu kian sempit, namun menyempatkan juga diri untuk menghadap teriknya mentari menyetir motor ke rumahnya kakak di Maros. Lama juga tidak ketemu dengan Om, tante dan Ayu serta ponakan kecil kak Murni. Hari ini kakak dan keluarga mengadakan makan-makan sempena majlis Maulidurrasul dirumah. Anak-anak pesantren yang dekat diundang untuk memberkati majlis.

Ternyata jika di Maros, orang menyambut bulan maulid dengan mengadakan majlis makan-makan seperti ini. Agak teruja. Di Malaysia juga sebenarnya ada Cuma mungkin sambutannya lebih banyak diadakan di masjid-masjid dan tempat pengajian.

Setelah membantu apa yang mampu, ada tante yang datang mengajak kakak ke Masjid berdekatan. Katanya ada pembagian “ember/baskom/baldi”. Heran, apa hubungannya bulan Maulid dengan bagi-bagi ember/baskom/baldi.

Kemudian kakak menjelaskan, jika disini, sambutan Maulid Nabi itu diadakan juga dimasjid-masjid. Turut diberikan ember/baskom/baldi yang dipenuhi bahan makanan dan buah-buahan. Ia sebenarnya diberikan perkeluarga yang menghuni disekitar masjid atau siapa saja yang datang ke masjid pada hari tersebut.
Mungkin pembagian ini adalah untuk melatih sifat berbagi dikalangan masyarakat dan sekaligus sebagai simbolik untuk mengeratkan silaturrahim. Uniknya pada ember ini, diisi dengan telur yang diwarnakan dengan pewarna yang berwarna warni, pulut, buah-buah seperti apel, dan sebagainya serta makanan yang agak berat dibawahnya seperti nasi dan lauk pauk. Gula dang arm turut dibagi rata. Biasanya menurut kepercayaan orang setempat, pasti setiap item/barang yang dimasukkan ke dalam ember ini punya makna tertentu, namun tidak sempat diri mahu bertanya lebih lanjut.

Meski tidak ada sunnah Rasulullah SAW yang mengharuskan umat Islam menyambutnya, mungkin lebih kepada menjadikan ia asbab untuk mengumpulkan keluarga, silaturrahmi ke jiran tetangga dan berbuat baik pada sesama. Itu inti dari cerita yang dapat diri tangkap dari sambuatan ini.

Hal yang paling menarik adalah bagian akhir dari kisah hari ini..setelah ember itu difoto-foto dan dilihat-lahir, ternyata sampailah pada acara paling kemuncak atau yang paling getir pada hari ini.. acara rebutan ember alias berebut bahan-bahan yang diletakkan ke dalam ember itu sendiri. seperti sukaneka anak-anak waktu kita kecil dulu, yakni rebutan permen. 

Cuma yang menjadi persertanya adalah peserta bebas.kebanyakannya dilopori oleh ibu-ibu. Astagfirullah kagetnya melihat fenomena tidak biasa tersebut. Tidak lupa merekamkan momen yang penting itu lewat lensa kamera. Aktivitas ini sebenarnya hanya sebagai bahan suka-suka dan menghibur banyak orang. Ia menjadi lelucon/jenaka yang menghebohkan buat ibu-ibu mengingat telatah mereka yang seperti anak-anak.





Sabtu, 2 Februari 2013

KIDNAPPED!!

0




Sabtu. Minggu terakhir sebelum masuk ke bagian baru. Bagian “Hidup Tanpa Koma”. Begitu mereka bilang. Bagian Obgyn atau Obstetric & Gynecology.. salah satu department paling berat dalam tingkat 2 ini. Pagi-pagi, membuka laman “burung bercicit” alias Twitter. Ada mention baru dari teman di atas teman, namun sudah menjadi temanku sendiri juga.

R: @AmniShamrah @ZachraRUtami   : tidak ada rencana apa-apa tuh? Maw culik kalian..siap-siap saja.
A: @Diyyarianti : maw kemana emang?
R: @AmniShamrah @ZachraRUtami: halah namax juga culik. Tidak bisa dikasi tahu..siap nah saya menuju tempatmu sekarang..

Semenjak dua menjak memang agak akrab dengan anak berdua ini. Teman sekerja waktu dikoass ini. Meski dibagian yang berbeda, namun kerna pernah sama-sama sewaktu didepartment pediatric dulu membuat kami akrab. Yah, diri dan Angqy pastinya. Riri teman akrab Angqy hingga diri juga ikut akrab dengannya setelah beberapa kali pernah jalan bareng.

Riri tiba tidak lama setelah tweet terakhir. Dia datang menjemput diri terlebih dahulu sebelum kami sama-sama pergi menjemput Angqy di Dahlia.sebelum naik ke mobil, Riri menyita handphone dan gadget kami kecuali kamera. Setelah menjemput Angqy, kami masih tidak tahu ke mana kami akan dibawa oleh teman yang satu ini. Surprise.

Dalam perjalanan baru Riri menceritakan tentang mamanya yang suka pergi-pergi tanpa persiapan ke tempat yang jauh. Istilahnya gamble( redah) saja.kemudian Riri berkata dia berani menculik kami kerna dia sudah menyiapkan bekal makanan yang cukup. Naik saja dimobil, kami sudah disogok dengan mi instant yang dibikin oleh Riri. Menyusul tart, risoles dan berbagai jenis kuih muih. Setelah kami melihat ke belakang mobil Riri, …WAAHHH!! SUBHANALLAH..banyak benar makanan. Seperti kami akan memulakan perjalanan yang berbulan-bulan. Kami serentak terpegun dan berkata 

“WEHH KITA MAHU KEMANAKAH MEMANGNYA??” tidak sabar.penasaran.
“BILI-BILI!! Caught ya!!” kata Riri dengan bersemangat dan wajah polos tanpa dosa.
“WHAT??” serentak lagi. Kaget dengan pernyataan Riri sebentar tadi. 

Bendungan Serbaguna Bili-bili adalah suatu bendungan atau empangan yang melindungi kota Makassar dari bencana banjir. Terletak di Kebupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kira-kira 65-70 km dari Kota Makassar. Atau mengambil masa hampir 2 jam. Tidak termasuk kami tersesat ke Takalar.haha. diam-diam meraba tas yang kubawa. Alamak, tidak ada persediaan antimon.. habislah!! Terasa seperti dalam sinetron Indonesia yang diculik temannya, off-phone dan kami menjalani suatu pengalaman yang sangat menyenangkan. Iseng ini Riri. Begitu pikiran kami pertamanya. Tapi ternyata yang iseng itulah yang seru..

Setelah berfoto ria di empangan/bendungan Serbaguna Bili-bili, kami menyempatkan diri singgah dilesehan yang disediakan khas bagi pelanggan untuk makan dalam suasana kekeluargaan dan menghadap pemandangan indah bendungan Bili-bili. Kawasan tadahan air yang meski tidak menyerlah kerna musim hujan, tapi tetap saja menjanjikan kesegaran dan keindahan panorama alam yang menyenangkan. Kami memakan dua ekor ikan bakar yang lumayan besar disertai sayuran dan es kelapa sambil menikmati view alam. Sungguh tidak terlupakan.

Bertolak pulang ke Kota Makassar sekitar jam 18.00 malam, menyempatkan diri membeli buah rambutan dan cemilan jagung bakar ditepi jalan. Menikmati jangung bakar sambil menonton “Taken” dimobil sungguh membuat suasana seru.

Terima kasih untuk Riri dan Angqy untuk hari yang cukup happening.