Menerima sms dari teman..
“Telah kembali ke Rahmatullah saudara kita Kak Novian, FKG
2005 tadi pagi. Innalillahi Wa Inna Ialihi Rajiun..”
Ya Allah!! Kak Novian!! Innalillahi Wa Inna ilaihi Rajiun..Dari
Allah SWT kita datang, dan kepadaNya lah kita kembali..
Kemarin diri dikejutkan dengan berita bahwa Kak Novian dalam
keadaan kritis dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo tepatnya di UGD.
Beliau kecelakaan sewaktu dalam perjalanan pulang dari salah satu program
diksar BSMI Maros paginya. Tepatnya di Jalan Bandara Lama Maros. Sempat
dilarikan di RS Maros sebelum tidak tertangani dan dirujuk ke RSWS. Sewaktu itu
diri dalam perjalanan ke RS Maros kerna akan bertugas disana selama satu
minggu. Lambat mendapat berita tersebut.
Sempat menghubungi teman yang bertugas di WS untuk
melihatkan kondisi Beliau. Waktu itu masih GCS 10. Koma ringan. Beliau masih
bernafas spontan tapi direncanakan untuk diintubasi untuk mempertahankan jalan
napas gara-gara Maxillofacial Injury atau patah tulang rahang. 2jam kemudian
masuk sms dari teman yang lain memberitakan jika kondisi beliau berfluktuasi.
Naik turun dan cenderung gawat. Darah keluar dari mulut dan hidung seakan ada
massif bleeding di dalam. Dokter semakin ragu. GCS menurun menjadi 7. Gencarkan
doa.. Ya Allah selamatkanlah kakak ini. Dia orang baik Ya Allah. Orang yang
senang membantu orang lain.
Jam 4 sore, keadaan makin kritis. Darah “O” dibutuhkan.
Ingat suatu ketika dulu, diri pernah bertanya pada kakak,
“Kak, jika ada lagi kegiatan donor darah, panggilka juga
yah..mahu ikut donor”
Kak Novi yang tahu diri pernah ikut dalam kegiatan donor
sebelumnya mungkin penasaran bertanya;
“Kenapa sukaki ikut yang begituan? Kenapa suka donor darah?..”
“Mungkin darah itu satu yang tidak mahal kak, kerna tubuh
kita sendiri yang produksi. Jadi kita tak terlalu merasa jika ia berharga. Namun
buat setengah orang, ia memberi harapan kelansungan hidup buat mereka kak. Kita hanya melakukan sedikit
pengorbanan untuk menahan pedihnya jarum donor yang besar itu. Tapi dengan itu
kita membantu orang yang benar butuh, melanjutkan hidupnya.”
Muncul begitu saja asbabnya. Tercerah dari sebuah kisah yang
diri baca tentang PENDONOR YANG CACAT.
“Benar katamu. Jika uang kita kasi ke orang, tidak tentu
orang akan menggunakannya dengan penuh bijaksana. Adakalanya ada orang yang
bahkan menyalahgunakan uang tersebut untuk kepentingan sendiri. namun jika kita
belajar konsep sedekah dari donor darah, kita akan benar merasa bahwa kita
ingin membantu orang yang benar memerlukan. Orang yang Allah bantu melalui
tangan-tangan dan tubuh yang DIA pinjamkan pada kita. bayangkan jika kita nanti
berada dalam kondisi membutuhkan seperti itu, semoga Allah juga akan
menghulurkan bantuanNya lewat tangan-tangan orang lain. Jadi untuk membantu
juga kita harus memberikan yang terbaik”.
Waktu itu merasa jawaban Kak Novi itu sangat mantap. Dan
sama sekali tidak menyangka bahwa Tuhan benar-benar menjadikan kata itu nyata.
Cepat-cepat menyebarkan sms itu keteman-teman. Untuk
mendonorkan darah buat relawan sejati itu. Semoga Tuhan akan membantunya lewat
tangan-tangan orang lain yang prihatin untuk membantu..seperti yang beliau
yakini.. GCS 5. Edema cerebri dan hemothorax memperberat kondisi kakak. Hampir
jatuh ke koma dalam, disertai gangguan jalan napas yang disebabkan oleh darah
yang tertumpuk disana. Beliau sudah tidak bisa bernafas spontan. Harus dengan
alat bantu ventilator. Suhu tubuhnya makin tinggi.
Jam 22.00 malam.
“fuzah, kondisi Kak Novi makin parah. GCS 3. Darah keluar
dari mulut, hidung dan…telinga”
Ya Allah..airmata yang tertahan menetes juga akhirnya. Sedih
dengan kondisi yang semakin menipis harapannya. Perdarahan dari telinga
merupakan salah satu petanda dari terjadinya fraktur basis cranii atau patahnya
tulang dasar otak. Ia bisa berakibat fatal atau mematikan kerna disana terdapat
pusat pernafasan dimedulla oblongata. Waktu kian menipis. Usaha yang dilakukan
hanya untuk memperpanjang waktu hidup. Tidak lebih. Tidak kurang. Hanya bisa berharap pada keajaiban..
Pertama kali mengenali Kakak itu sewaktu kami satu bagian di
THT. Alias akhir tahun lalu. Kak Novi adalah salah satu aktivis BSMI Makassar
yang begitu berwibawa. Sewaktu itu, Kak Novi mengajak temanku Uni ikut serta
dalam Baksos yang akan diadakan di Maros pekan depannya. Uni yang memang akrab
dengan diri sejak dari Bagian anak turut mengajak diri menyertai aktivitas itu
memandangkan Uni juga tahu jika diri juga sangat berminat dengan program
kemanusiaan seperti itu.
Kak Novi cepat mengenali diri setelah tahu namaku. Kata Kak
Novi dia sudah pernah mendengar namaku. [hadeuh terkenal salah-salah. #Tepuk
Jidat] Melanjuti hari-hari Ko-ass sangat membantu mengakrabkan diri dengan
kakak yang satu ini. Tidak jemu-jemu dia mengundang diri untuk ikut serta dalam
program-program BSMI. Ketelusan hatinya untuk membantu sesama sangat terserlah
dari kesungguhan dan pedulinya. Meski diri tidak bisa sering ikut serta dalam
setiap ajakannya namun beliau sungguh memberikan impak yang baik terhadap
peribadi seorang relawan.
Pernah diri bertanya pada Kak Novi,
“Kak, apa yang membuat kakak sangat bersemangat untuk
istiqamah dengan BSMI? Tiap kali kakak ketemu ma aku, pasti tentang
program-program kemanusiaan itu yang kakak bahas..seakan mengakar dalam dirinya
kakak..”
bukan pertanyaan yang menguji. Tapi lebih pada penasaran.
Kerna sebanyak yang pernah kutemui, orang lebih kepada ikut-ikutan atau lebih
kepada menginginkan nama besar ataui diakui keberadaannya hingga mereka
cenderung ikut serta dalam organisasi-organisasi bebas seperti BSMI.
“Gak tahu juga yah. Merasa terpanggil saja..” senyum.
Terakhir waktu bertemu beliau waktu di Kandea 3 minggu lalu,
kakak sibuk memberi update tentang Banjir di Maros. Ada satu kata-kata kakak
yang diri melekat di kepalaku;
“Kasihan itu orang-orang di Camba. Air sampai batas
pinggang.Harta benda rusak semua. Kenderaan barang elektronik. Bahkan sampai
kebutuhan harian saja tidak bisa terpenuhi. Mana yang masalah sanitasi,
sakit-sakitan dan syok emosional. Mereka butuh dukungan. Tidak terbayangkan
bagaimana mereka begitu kuat menjalaninya. Kita juga jika ke sana banyak
belajar dari semangat mereka untuk lebih dewasa menanggapi hidup”
Satu lagi yang paling tidak terlupakan adalah, waktu kakak
memujukku mengikuti salah satu aktivitas baksos, beliau berkata
“Dik, saya ini, ilmuku terbatas. Hanya tahu seputar gigi dan
sedikit ilmu dasar tentang kesehatan. Kamu ahlinya. jika ada kesempatanmu,
ayuhlah bergabung untuk membantu orang lain. Ini amal jariah kita. jika bukan
kita siapa lagi? Masih banyak orang diluar sana yang benar butuh bantuan kita
dan mereka terkekang biaya. Mereka terhimpit dengan keadaan. inilah
kehidupan..dan kehidupan itu harus terus diperjuangkan..Apa kontribusi kita?
ilmu itu amanah. Dan ia akan dipertanggungjawabkan”
Subhanallah. Kata-kata yang sangat berbekas. Kepeduliannya
itu murni dari hatinya. Disalurkan lewat organisasi. Usaha keprihatinan dan
kebaikan hatinya benar sangat menginspirasi. Diri tidak mengenal lama dan akrab
Kak Novi namun perkenalan yang singkat itu cukup memberi pembelajaran yang
banyak. Kak Novi adalah sosok seorang
pejuang. Bahkan Allah mengambilnya dalam salah satu dari siri perjuangannya. Kini,
beliau sudah pergi. …sudah berada di alam baka dan tidak lagi memikirkan rasa
takut pada kematian. Tidak lagi diurusi beban dunia yang fana ini. Kitalah yang
masih hidup yang justeru masih dibebani dengan rasa takut pada maut itu dan
juga rasa takut pada beban hidup ini. Dan seperti kata beliau..kehidupan itu
harus terus diperjuangkan..
Mendung. Awan berkabut. Bagaikan bidadari menangis di kaki
langit, mengiringi pemergiannya. Hari itu mentari redup terlindung tidak
dibenarkan menyinar. Berhias ratapan awan-awan tebal itu. Harum kemboja siap-siap mengalukan
kedatangannya. Semoga beliau terhitung sebagai syahid. Orang yang diambil dalam
kondisi berjihad dijalanNya. Semoga beliau tenang ditempat istirehat abadi.
Mari kita lebih menggunakan logika dari rasa. Memang berat
menerima arti kehilangan. Namun kematian pasti akan datang samada kita siap
atau tidak. Pejuang akan mati. Sama seperti tokoh-tokoh besar yang pernah
mengukir namanya di kanvas sejarah. Namun semangatnya tetap hidup!! Dalam
jiwa-jiwa orang yang mengambil ikhtibar darinya.
“Selamatkan Satu Nyawa Sambung Seribu Asa”