Skinpress Rss

Ahad, 31 Oktober 2010

BENCANA ALAM, SUATU TEGURAN DARI ALLAH

0


Baru-baru ini, tanah bertuah Indonesia digemparkan dengan 2 bencana alam yang melanda dalam jangka waktu yang dekat dan menewaskan sejumlah warga. Bencana itu datang menjadi bayang-bayang ketakutan negeri ini. Pada hari Senin tanggal 26 Oktober 2010 kemarin tsunami yang melanda Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat menelan korban kurang lebih 504 jiwa membuat saudara kita di Mentawai harus menanggung pilu dan duka yang mendalam.

Korban tewas akibat gempa 7,2 SR yang berlanjut dengan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, Jumlah korban diprediksi terus bertambah karena masih banyak lokasi yang belum bisa ditembus tim evakuasi.
Saat ini, tim evakuasi menggali kuburan massal untuk memakamkan para korban yang sudah teridentifikasi. Setidaknya, ada tiga titik kuburan massal untuk memakamkan ratusan jenazah. Sampai hari ini, Kamis 28 Oktober 2010, tim evakuasi yang sudah menyisir 15 dusun terus melakukan penguburan massal seiring ditemukannya jenazah demi jenazah. Sampai saat ini juga kita belum mendapatkan daftar nama korban tewas tsunami Mentawai.

Disusul oleh Letusan gunung Merapi di Jawa Tengah menumpahkan debu panas dan awan gas panas ke desa-desa sekitarnya, menyiram warga dan menelan korban sekurangnya 30 orang.

Gunung Merapi, gunung berapi yang paling aktif di Indonesia, mulai meletus Selasa malam, 26 Ogos 2010 setelah berhari-hari bergemuruh dan peringatan para ilmuwan akan kemungkinan adanya letusan besar. Ribuan penduduk desa yang tinggal di lereng-lereng gunung itu melarikan diri ketika debu dan udara panas melanda mereka, namun sebagian terlambat mengungsi. Tim penyelamat mengatakan mereka menemukan sekurangnya 12 mayat yang terbakar hangus. Antaranya adalah seorang bayi berumur dua bulan meninggal karena terkena muntahan gunung berapi ketika ibunya sedang menuju ke rumah sakit dan juga jenazah Mbah Marijan, lelaki tua berusia 84 tahun yang sebelumnya bertugas sebagai pemegang kunci Merapi.

MasyaAllah betapa besarnya ujian yang melanda negeri ini. Mungkin inilah teguran dari Allah SWT. Supaya kita muhasabah kembali. Salah satu faktornya adalah banyaknya di antara kita yang melakukan hal-hal yang jauh dari fitrah kemanusiaan, jauh dari Allah. Apabila manusia tak lagi memiliki rasa takut pada Allah hampir pasti menyukai perbuatan dosa seperti tega untuk membunuh dan sebagainya. Ketamakan duniawi juga mengakibatkan kebengisan dan tindakan tak bermoral pada manusia. Kebanyakan orang khawatir jatuh miskin, atau tidak memiliki jaminan masa depan. Hal-hal tersebut menjelaskan mengapa suap, korupsi, pencurian, persaksian palsu, dan pelacuran menjadi semacam jalan hidup bagi sesetengah orang.

Kedangkalan pemahaman terhadap agama menyebabkan hilangnya suara hati nurani. Contohnya seseorang yang tanpa ragu-ragu melarikan diri setelah menabrak seseorang di jalanan dengan mobilnya. Inilah petunjuk nyata betapa jauhnya dia dari nilai-nilai agama. Dia mungkin berfikir bahawa dia telah berjaya menyelamatkan diri dari polis dan orang-orang tetapi tak pernah berpikir bahwa Allah ada di mana-mana. Melihat dan mendengar apa yang dilakukannya setiap detik. Allah akan membalas semua ketidak adilan, kejahatan dan tindakan tidak berperikemanusiaan pada hari perhitungan kelak. jenayah demi jenayah berlaku saban hari tanpa berjalannya sistem pengadilan yang mampu membenterasnya.

Budaya hedonism atau hiburan yang melampau juga seolah telah menyihir anak negeri ini. Menghanyutkan mereka dalam dunia fantasia yang menipu. Artis menjadi idola yang dicontohi. Dengan itu terhakislah budaya Islam, tenggelamlah peradaban yang menjalankan hukum Allah, tamadun yang mengikut corakan Allah dan pertimbangan yang di buat juga jauh menyimpang dari apa yang Allah kehendaki.. Semoga kita semua mengambil ibrah (ikhtibar) dari bencana yang melanda. Berhenti sejenak untuk kembali beriman kepada Allah..

0 ulasan:

Catat Ulasan