
Posting di department neurology adalah posting yang paling menarik setakat ini. Di sini diri belajar banyak hal berkenaan asas dalam ilmu kedokteran yaitu ilmu saraf. Membahas tentang neuronal pathway sama seperti membahas tentang basic living sources.. yang mana tanpa neuron dan electrical impulses, manusia ibarat mesin yang tidak dapat diguna pakai dengan maksimal.
Teknik pembelajaran aktif meliputi bedside teaching, case-presentation, mini lecture, discussion team dan clinical-based examination. Department ini hanya memakan masa 4 minggu yang mana waktu yang diberikan ini adalah amat dan tersangat singkat untuk mendalami ilmu neurology yang luas. Minggu pertama, kami diajarkan dan dimahirkan cara melakukan neurologic examination yang meliputi pemeriksaan motoric, sensoric dan reflexes. Mulai dari cara menilai pergerakan, kekuatan dan tonus otot hinggalah pemeriksaan reflex fisiologis dan patologis. Reflex fisiologis yang wajib diperiksa setiap harinya adalah reflex bisep dan trisep, reflex knee-joint dan ankle. Sementara reflex patologis yang wajib dikuasai adalah reflex Hoffman-Tromner (jari tangan), reflex Babinski, Cardock, Schufer, Gordon, Ophemhelm dan juga Gonda pada kaki. Selain menguasai kemahiran mengerjakannya, kami juga diajar teori-teori serta pada kelainan apa saja yang bisa menemukan kelainan pada pemeriksaan fisik (physical examination) tersebut.
Minggu kedua baru kami diberikan lebih banyak pendedahan tentang penyakit neurology dan cara perawatannya. Kes yang terbanyak ditemukan adalah stroke baik hemorrhagic (HS) ataupun non-hemorrhagic (NHS). Di sini juga kami diajarkan cara membezakan kedua jenis (tipe) stroke ini dan pemeriksaan-pemeriksaan lain yang diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis. Contohnya dalam kes HS dan NHS, kita memerlukan pemeriksaan CT Scan untuk menentukan samada terdapat ischemic area atau hemorrhagic area pada kedua hemisphere otak. Setelah itu kami juga diajarkan tentang penanganan mulai dari tujuan pengobatan, perawatan masa akut (acute phase) dan perawatan pasca akut (pasca-acute) hinggalah fisioterapinya nanti.Selain penyakit yang terbanyak yaitu stroke, kami juga diajarkan tentang penyakit-penyakit yang memiliki area competency 4 (clinical student should know up to the treatment) seperti tetanus, rabies, parkinson, trauma kapitis (head trauma : contusio cerebri, commusio cerebri, epidural hematoma, subdural hematoma, subarachnoid hematoma, cranial-base fracture etc). Bertugas dirumah sakit (hospital) perifer (RS Labuang Baji), memberikan kami peluang untuk mendalami penyakit-penyakit ini dengan menemui patient secara lansung dan melihat sendiri gejala dan keluhan yang dialami. Tak kurang pengalaman untuk memberitakan kabar yang tidak baik kepada keluarga pesakit dan juga menentukan waktu kematian pesakit.
Pada minggu 3, diri ditugaskan berkhidmat di hospital tentera (RS Pelamonia) poliklinik. Di situ, mendapatkan kes rawat jalan (clinic-cases) dengan keluhan (chief-complaint) terbanyak itu sekitar sakit kepala(headache), migraine, vertigo, dan sakit belakang(low back pain). Sambil mempelajari kes yang ada sambil mempelajari kembali teori yang pernah didapatkan sewaktu masih dibangku kuliah dahulu.Minggu ke 4, masih di poliklinik. Namun untuk kali ini diri kembali bertugas di RS utama yaitu RS Wahidin. Alhamdulillah dalam minggu ke4 ini banyak menyaksikan procedures dalam pemeriksaan penunjang seperti cara pemeriksaan EEG (electroencephalograph) yang digunakan untuk melihat fungsi otak. Kebanyakannya di indikasikan buat pesakit Epilepsy. Contohnya pada penderita epilepsy type tonic-clonic akan didapatkan spike-wave yang tidak beraturan etc. Ada juga pemeriksaan TCD (transcerebral Doppler) yang digunakan untuk melihat keadaan pembuluh darah otak (peripheral cerebral artery & vein) diindikasikan buat pasakit dengan chronic headache, migraine etc. hari terakhir sebelum ujian sempat melihat procedure lumbar puncture yang dilakukan pada pesakit dengan diagnosis SOL Medulla Spinalis suspect abdomen tumor metastasis.
Walaupun akhirnya agak stress kerna pengujiku (supervisor/specialist) yang perfectionist dan terkenal agak “killing” dan juga tandom (rakan sejawat yang exam bersama) yang terkenal pintar luar biasa, Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar dan baik berkat doa dari ummi dan ayah juga keluarga.. buat dokter-dokter yang mendidik dan memberikan bimbingan sepanjang diri berada di department neurology, terima kasih yang sebesar-besarnya diucapkan. Hanya Allah yang mampu membalas jasa kalian..
Pernah menemani dr.Bayu di kliniknya (praktek) pada malam hari [kebetulan oncall/jaga]. Dokter banyak bercerita masalah halal haramnya rezeki yang dicari dan diraih, tentang bagaimana hati itu sebenarnya harus dilunakkan dengan banyak bersedekah, merasai kesusahan orang lain, dan berbagi-bagi. Dokter juga banyak bertanya tentang kehidupanku di Malaysia. Tentang keluarga, biaya pendidikan dan sebagainya. Banyak lagi hal yang menjadi topik perbincangan seperti issue ketenteraan (militer), pengalaman-pengalam hidupnya yang bisa dijadikan pengajaran dan pelajaran.






