Skinpress Rss

Khamis, 30 Ogos 2012

RUMAH USANG

0


Di langit Ogos,
awan gembira mengkhabarkan
hujan merdeka turun lagi
untuk kesekian kalinya
membasahi bumi keramat ini
dinginnya merangkul perasaan nusa
syahdunya menyelimuti hati pembela
damainya bertakhta di tiap jiwa anak-anak bangsa.

Telah kutemui mutiara yang tersembunyi
dalam denai-denai usia yang menjanjikan kebahagiaan
kukecapi aroma pembangunan
kukucupi wangian pembebasan
dan telah kuwarnai kanvas jati diri
mengikut lakaran budaya dan potret bangsaku.

Hujan merdeka turun lagi
titisnya menjelajahi hati srikandi
pertiwi tersenyum menerimamu
memeluk janji yang termetarai
harapan yang terkota
teguh mengepung cinta.

Terima kasih, hujan merdeka
walau langit Ogos berlalu
titisnya membasahi sepanjang musim. 

 
"ZULKIFLI MOHD TOP"
"Universiti M
alaya"




Kata orang negara itu tanah, air, angin, gunung, hutan, sungai dan lautan;
Tapi sebenarnya,
Negara itu rumah,
Dan rakyat ahli keluarganya…
Mungkin rumah kita ini sudah usang,
55 tahun usianya, dan ada yang bertanya
Apa perlunya diagungkan rumah yang usang?
Barangkali kita lupa,
Zaman kita dibodohkan oleh british,
Kata-kata manis, taburan janji,
kita dihina di tanah sendiri.
Mungkin juga kita lupa,
Pada kemarau yang dibawa
Dari terik matahari jepun.
Kita menjadi abdi ditanah sendiri,
Betapa peritnya bila difikirkan kembali.
Dan kita terlupa,
Setelah terbenam si matahari,
13 malam kita lalui,
Gelap gelita semuanya,
Yang kelihatan, hanya 3 butir bintang,
Dari sinaran itu, Seribu derita seribu bencana kita merasa,
Hanya dari 3 butir bintang…
Mungkin benar, rumah kita sudah usang,
Tapi dirumah usang inilah segala mimpi menjadi nyata,
jangan kita lupa,
Rumah usang ini dibina dari darah keringat,
Air mata dan derita.
Kata orang, melayu mudah lupa,
Tapi sebenarnya,
Melayu, Cina India,
Kita semua memang mudah lupa.
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN MALAYSIA.. ^_^

Selasa, 28 Ogos 2012

WELCOME TO MY WORLD

4


~Ulfa In Baju Kurung Modern~

"Assalamu'alaikum,kak..
afwan ganggu,sya Ulfa kak..temannya kak I.. jgn beritahu I yaa kalo sya kirim message sma kakak..Hmm,sya tahu kak fuzah dari cerita2x beliau kak.."

Bermula dari private massage biasa.. waktu itu kau mengumpulkan energy yang tinggi untuk muncul dihadapanku.. menghulur salam perkenalan  sekaligus meminta pertolongan lantaran “ada sesuatu hal” yang berlaku. Aku membalasnya. Balasan sederhana. Dan persahabatan kita mulai terjalin dari sapaan sederhana itu.

Siapa sangka, private massage sederhana bisa memintal benang persahabatan kian hari kian utuh. Siapa sangka dari private message menjadi “tiap hari mesej” seperti sekarang? Siapa sangka, asbab yang sedikit kita ambil hikmahnya, bisa mempertemukan dua hati serasi yang sebelumnya dipisah darat dan lautan..dihalang awan dan gemintang rembulan. Jiwa kita sama.. Aku melihat diriku didalammu. Persahabatan ini tidak butuh waktu yang lama untuk mencapai tahapan akrabnya. Bisa saling percaya untuk menggenggam rahsia. Bisa saling menguatkan saat salah satunya rebah atau terluka.

Kita dari dunia yang berbeda. Beda bangsa, beda budaya, beda pemikiran dan beda usia. Namun BEDA tidak mampu menjauhkan kita. Beda itu bahkan menjalin keakraban. Beda itu memilin pemahaman. Kau mengajarku tentang cinta. Ya, kerna cinta aku percaya!! Kerna cinta aku berani untuk melepasi jurang yang memisahkan benua. Cinta yang memandu kita untuk membuka tingkap kehidupan.. Berani melempar pandang dari jendela berbeda. Cinta itu cukup luas cakupannya. "Kernanya, kau takkan takut untuk menjadi dirimu..apa adanya."

Menjadi diriku yang cerewet mahu-mahunya. Diriku, yang bisa tertidur di telpon saat kau asyik bercerita lantaran baru habis jaga. Diriku, yang bisa ketawa lepas saat kau bicara tanpa jeda, menarasikan cereka.. Diriku yang LebayBinAlay minta ampun saat ombak galau menerjah pantai hati.. Diriku yang hanya pada kamu, jujur kubilang “hatimu, izinkan kuhuni”.. Diriku yang sungguh berbeda...yang punya kehidupan berbeda, cara berbeda, pakaian berbeda, makanan berbeda.. bahkan sepatu juga.. Dan aku ingin memperlihatkanmu perbedaan itu. Biar "beda" yang kita rasakan tidak menghalang persahabatan yang terjalin dalam rentang waktu ini. Kerna yang punya hati tetap dari sumber yang sama..Allah yang Penyayang sifatNya. Saling menyayang itu tidak peduli batas-batas yang memisahkan kita. biar beda seluas langit dan bumi. Biar beda seperti Lautan Pasific dengan Selat Tebrau..kasih sayang itu akan merentasi semuanya. Dan kau tetap tenang untuk akur pada perbedaan. Merentas garis perbedaan itu untukku sepertimana aku juga merentas perbedaan itu untuk lebih memahamimu..

Waktu kita mungkin tinggal sedikit. Aku mahu berjalan bersamamu dipinggir laut, di tebing danau, dikaki langit untuk mengukir pelangi. Biar pelangi indah itu menebarkan aroma bahagia saat perpisahan menjelang tiba. Jangan terlalu bersedih dengan perpisahan yang masih lama.. kerna sejatinya, kita hanya perlu menghidupkan episode-episode keceriaan dengan batas waktu yang kita masih punya. Percayalah!! Ia tidak akan terlalu menyakitkan.. kerna ditiap pertemuan, akan ada harapan untuk pertemuan semula..Jika tidak didunia, semoga kita tetap dipertemukan disyurgaNya..amin..

AYUH..KITA SAMA-SAMA MENGUKIR PELANGI!!

Jumaat, 24 Ogos 2012

STILL AND CARELESS WITHIN

0


Within you, I’ve found the perfect friend

Someone who I know will be there till the end
And they’re not just thoughts I hope will fulfill
But thoughts that will stand forever still



Still as the wind on a hot summer’s day
Still as your friendship I’ll never betray
Still as the characters in a photograph
Still as your breathless, silent laugh



Within you, I’ve found the perfect friend
A mind that I can comprehend
A person I see is so much like me
A mutual relationship so carefree



Carefree as a child who questions the world
Carefree as a scream that goes unheard
Carefree as an adult blessed with a dream
Carefree as water flowing downstream



Within you, I’ve found the perfect friend
With whom I can be real, and never pretend
You’ve always been someone unique from the rest
You hold a piece of me no other can possess



Within you is reason to live every moment in time
Within you the life I want is always mine
Within you, I have the perfect friend
With you, I see myself till the very end

Ahad, 19 Ogos 2012

EID MUBARAK ALBUM

0

dedicated for my dear brother that didn't able to be home in eid.. Minal Aidil Wal Faizin.. Taqabbalallahu minna wa minkum.. it's more enjoyable if you're here.. ^_~

tetap semangat menjalani ruas perjuanganmu...

~at the airport before departure~
~ready for eid sholah~
~at masjid UniTen..for the first time in my whole 24 years~
~after sholah..a lots of people celebrate hari raya at town~
~Pak Usu's Family without Ana n Bang Ngah,he's working today~
~Dad, mom n Wan..~
~Along's family.. before both umar n amin spoil the Baju Raya with watermelon~
~just us.. without you!~
~Ready to Balik Kampung~
~Kak Long Azi's girls came at noon~
~taking a pic before they're leaving for Johor~
~we and the nieces.. seems they all getting taller and Abby also included~
~our bi family.. all getting sporting for this "family picture" things..haha~
~we and the girls again~
~accompanying umar and zahid playing bunga api~
~our big family at ummi's family tree~
~ gotta chance to meet our nephews and nieces~
~kampung always give and extra sweet memories to behold~
~with Ana at the end.. she came back from Perak on the second day..my childhood bestfriend~
~at home..Kolam Ikan ummi while waiting ayah to go for Lebaran visit to rumah Che Su~
~beloved nephews on hari raya~

Sabtu, 18 Ogos 2012

POHON BULAN

0



by: Ulfa Hidayati on Saturday, December 24,2011 at8.52 am

“Besok penerbangannya pukul 09:00, artinya dia sudah di Bandara sekitar pukul 08:00. Yah, saya harus cepat bangun agar saya bisa tepat tiba di sana tepat waktu”.
Bisikku dalam hati, mencoba menyemangati diri sebelum menggelar selimutku untuk tidur. Denting jam seperti mengerti kalau detak jantungku sangat berharap sejalan seirama dengannya. Mataku mulai letih, tapi saya masih berusaha menatap satu foto yang sengaja ku jepit di pita baju yang ku gantung di samping madingku. Melekat sekali wajah itu seperti ia sedang tersenyum nyata di depanku.
“Tunggu aku besok, tolong jangan pergi sebelum aku datang… please, please, please.. Meski diriku bukanlah sahabat lamamu dan belum menjadi teman karibmu..”

            Kring.. Kring.. Kring… treekkk,,brukkk…pling pling pling..
15 menit kemudian..

“Salsaa, salsa, bangun.. waktu subuh sudah lewat Nak. Cepetan gih”.
 Mama memanggil dari luar kamar berkali-kali.
“Fiuh,, masih juga subuh Ma. Ntar lagi gih.. ??? Apppaaa,, subuuhhh???”.
Saya terperangah. Saya mencari alarm sialku itu yang tidak membangunkanku. Saya nyaris marah saat melihat alarm ku pecah berserakan di lantai. Ku ulang kembali memori, mencari penyebab jatuhnya alarm mungil ini dengan gambar minny mouse nya menambah warna indahnya. Ternyata tadi subuh, saya sendiri yang melemparnya ke lantai. Fiuh,,dengan sangat menyesal.. ku lihat ponselku, menunjukan pukul 05:45. L

            Setelah mandi dan sholat subuh, saya menyiapkan sebuah hadiah kecil. Tak terlalu memang tapi isinya juga berharga seperti dia yang ku anggap saudaraku. Setelah hadiah kecil itu selesai saya beranjak membersihkan diri, menyetrika, lalu kemudian bersiap meretas jalan menuju Bandara. Waktu sudah menunjukkan pukul 07:32, kaki kananku mulai beranjak dari teras rumah setelah pamit sama orang tuaku tercinta. Hmm, mereka tak tahu kalau hari ini saya keluar rumah bukan untuk kepentingan mengajar tapi untuk bersua sahabat ku yang kini benar-benar akan pergi meninggalkan NKRI ini. Kenapa mesti ke Indonesia kalau juga toh kau akan pergi juga nantinya meninggalkan Negara ini? Kenapa kau hanya menyisakan kenangan saja? Kenapa tak kau simpan raga mu bersama kami? Ah, pikiranku memang ngaco terus dari kemarin.

Sebut saja sahabatku ini Vinta. Ia mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia. Mengambil Fakultas Kedokteran. Cerdas memang dia, ku acungkan jempolku. Memang tidak lama saya mengenalnya. Hanya berawal dari perkenalan kecil dari temannya yang Alhamdulillah masih bisa terjalin hingga detik ini.
Sms masuk:
“Saa,,dimana?? Vinta dah mau tiba di Bandara nihh.. lammaaa kali kau sa..”.
“Dasar Sessy cerewet,sabar aja napa???  Ini juga dah di jalan. Macet tau.”
Balasanku di Sessy ternyata juga membuatku panic. Nyaris jam 08:00 sekarang. Macet, sekitar 2 blok. “Pak, bisa cepetan gak?”.
“Iyya neng, ini juga dah cepetan tapi yah mau gimana lagi. Macet neng”.
Si Bapak taksi ini benar. Mau cepat pun tak bisa. Macet beneran panjang skali. Kalau saya menunggu jalan ini mungkin  pesawat Vinta sudah take off. Hmm,saya harus lari meskipun jarak yang ku tempuh masih sekitar 10 km. minimal sekarang saya meleewati macet ini dulu. Setelah memberi sopir taksinya uang, saya pun berlari di tengah jalan raya.

 Kaki ku mulai sakit, apalagi jalan juga banyak yang rusak karena saat ini musim sedang berganti dengan hujan. Bicara tentang hujan, saat ini benar-benar ada tanda-tanda akan turun hujan. Saya sudah melewati pusat kemacetan. Tak ada taksi, angkot pun jadi. Pukul 08:10 saat ini. Ngos-ngosan sudah saya, badan mulai berkeringat berinringan dengan sebuah sms masuk lagi.
“Sa, aku gak tahu apa kamu ke Bandara apa tidak. Tapi, aku benar-benar sedih harus meninggalkan Indonesia tanpa ketemu kamu untuk terakhir kalinya”.
Sekejap, air mataku mengalir. Tak ku pedulikan penumpang mau bilang apa tentangku. Ku pencet tombol panggilan.
“Halo Vin, sekarang aku menuju Bandara. Tolong jangan pergi sebelum aku datang Vin. Aku mohon. Dah deket kok, nyaris nyampe aku ni. Vin, Vinta??”.. hanya isak tangis ku dengar di seberang sana.
“Vin, aku gak peduli. Bagaimana pun keadaan kamu sekarang aku Cuma mau bilang. Tolong jangan pergi sebelum aku datang. Aku janji akan lebih cepat Vin, Oke?!!”.. tut..tut..tut..tut..tut..

            Saya hanya bisa menghela nafas panjang. Angkot hanya bisa berhenti di depan Bandara. Sekitar sekilo lagi perjalananku baru bisa sampai. Tak ku lihat 1 pun Bus Bandara terparkir ria di sana. Terpaksa, lagi dan lagi saya berlari. Rasanya nafasku sudah setengah-setengah. Tenagaku terkuras. Kaki ku sakit. Badanku basah karena keringat, kalau tahu begini kejadiannya tak perlu repot-repot tadi ku setrika sedemikian rapinya Karena toh ujungnya pun akan kusut singset tak karuan begini. Hujan kini menemaniku berlari. Banyak mata yang memandangku. Sedkit lagi Salsa, 10 meter lagi. Ayo lari Sa, lari, lari. Ku bayangkan kini diriku di kejar sebuah buldoser yang akan menghaluskan badanku dengan tanah. Lari ku sangat kuat dan akhirnya sampai juga saya di pintu pemberangkatan. Cepat mataku mencari sosok sahabatku itu.

“Vinta, vinta, kamu dimana Vin?”. Saya belum menemukannya. Saya masih mencari di kerumunan orang. Dann, ku dapat Vinta itu tapi sudah memberikan tiketnya pada petugas.
Segenap tenagaku teriak “Vintaaaaaaa…… Vintaaaaa…. Tungguuuu…!!!!”
Ku lihat teman-temanku yang lain menoleh ke arahku. Air mataku berlinang. “Vintaa..” masih saja ku teriaki anak itu. Dasar anak keras kepala kau Vinta, saya sudah capek-capek ke sini dank au tak menemui sedikitpun sementara kau akan pergi dan entah akan kembali apa tidak???

Vinta menoleh ke arahku. Ia langsung menjatuhkan tasnya dan berlari ke arahku. Ku rasakan dengan sangat badannya menubruk badan kurusku. Benar-benar seperti adegan romantic di film-film india tapi saya masih juga memeluk badannya dengan tak mampu berkata-kata lagi. Saya juga Vinta, menangis sejadi-jadinya. Vinta melepaskan pelukannya, begitupun aku. “Sa, makasih kamu sudah mau datang. Saya menunggu mu dari tadi. Sampai kamu harus basah kuyup begini. Benar-benar kesan terakhir yang jelek yang ku titipkan padamu Sa”. “Vin, gak ada kesan jelek. Semua indah, saya mencintaimu karena Allah. Tolong jangan lupakan kami sahabat-sahabatmu. Ini ada bingkisan manisku untukmu. Buka saat kamu sudah di Malaysia. Maaf, nilainya mungkin tidak semahal kasih sayangmu Vin tapi hanya itu yang bisa ke berikan untukmu. Ku tahu kamu sulit lagi kembali ke Indonesia. Vin, dulu kita pernah mimpi. Kalau harus memilih, maka kamu mau kita jadi pohon agar kita tidak akan terpisah 1 sama lain. Meskipun kita di tebang, layu, dan akhirnya mati tetap akar kita akan tetap menyatu dan berdekatan. Kini, susah untukku menjadi pohonmu lagi karena kini kita benar-benar jauh. Tapi Vin, kalau kamu merindukan kami sahabat-sahabat mu.. keluarlah, tutup matamu dan rasakan angin. Angin akan meringankan beban rindu itu dan membawanya pada kami. Dan, lihatlah bulan di malam hati Vin. Pohon Bulan itu adalah diriku yang akan selalu memandangmu dari jauh hingga Allah lah yang mempertemukan kita”. Ku sebarkan senyumku, tapi Vinta hanya bisa mengangguk dan terisak.

Perlahan, Vinta menghilang di kerumunan orang. Mungkin kini dia sudah tersenyum memandang Bulan Pohon itu.. Miss U, Siztah..!!!

Jumaat, 17 Ogos 2012

TRIBUTE TO INDONESIA

0



Negeri itu bukan negeriku
Tapi ia banyak mengajarku memaknai kehidupan
Disanalah aku menuntut ilmu dunia akhirat
Menyingkir gelap menjemput cahaya nan benderang

Negeri itu bukan negeriku
Tapi disanalah aku mengenal banyak perkara
Disana aku mengenal hati-hati yang ikhlas
Belajar untuk saling menyayangi dengan telus
Merentasi batas Negara, passport dan visa

Negeri itu bukan negeri sempurna
Masih ada si papa kedana tidak tercukupi
Masih ada anak yatim yang tidak terbela
Masih banyak yang sakarat terdampar, tidak sanggup dengan biaya

Namun negeri itu tetap terhormat
Didalamnya lahir ilmuan dan cendikiawan
Anak negerinya rela bermandi darah membela nasibnya
Mereka meyanjung tinggi adat budaya dan warisan pancasila

Negeri itu negeri terbilang,
Ia menaungi ratusan pulau dan negeri
Turut meneduhi ratusan suku yang berbilang
Namun ia mempersatukan semuanya

Negeri itu negeri bertahan
Pantang menyerah sebelum tumpas
Biar acap kali bencana menggegar
Meski kian kali rusuhan mengobrak abrik keamanan
Ia tetap saja bangkit dan berdiri semula

Negeri itu,
Negeri yang mengajarku arti sejatinya sabar
Negeri yang mendidikku, keadilan itu saat ia diletakkan pada tempatnya
Negeri yang membuatku belajar.. bahwa tawakkal itu harus totalitas
Negeri yang membuatku melihat dari jendala yang berbeda..

“Happy Independence Day, Indonesia!!”

~amni shamrah~
17 Augustus 2012
08.00 am

Khamis, 16 Ogos 2012

ZIARAH KUBUR

0



SEMEMANGNYA amalan menziarah tanah perkuburan merupakan suatu amalan yang lazim dan menjadi tradisi turun- temurun masyarakat kita. Terutama di musim perayaan Aidilfitri mereka menziarahi tanah perkuburan bagi tujuan berdoa dan menyedekahkan ayat-ayat suci al-Quran kepada mereka yang pergi lebih awal meninggalkan dunia ini.

Sesetengah kelompok tertentu mengecam keras perbuatan atau tradisi membaca al-Quran atau surah Yasin di kalangan umat Islam ketika menziarah tanah perkuburan. Malahan dikatakan bahawa membaca al-Quran atau bertahlil di kuburan merupakan perbuatan bidaah dan sesat.
Menurut mereka perbuatan tersebut tidak dianjurkan oleh agama, tidak pernah dilakukan oleh Nabi s.a.w. Perbuatan ini boleh membawa kepada perbuatan syirik yang sangat berbahaya kepada keutuhan tauhid umat Islam.

Sedangkan pada hakikatnya dari segi adab menziarahi kuburan kita disunatkan membaca al-Quran seperti surah al-Fatihah, al- Ikhlas, al-Mauzatain atau membaca surah Yasin dan pahala bacaan itu dihadiahkan kepada ahli kubur kata Imam Ahmad r.a.
Pahala bacaan tersebut akan sampai kepada ahli kubur. Semakin ramai ahli keluarga yang membaca surah Yasin sudah tentu akan semakin banyak cucuran rahmat yang diberikan kepada orang yang diziarahi.
Mereka dianjurkan membaca surah Yasin seperti dikatakan Nabi s.a.w. bermaksud: Barang siapa berziarah ke kuburan kedua-dua orang tua atau salah satu di antara mereka pada hari Jumaat dan membacakannya surah Yasin, maka dia akan diampuni dosanya dan dihitung sebagai kebaikan.

Satu-satunya amalan yang sangat baik ketika menziarah kubur ialah membaca (sebahagian) al-Quran dan berzikir kepada Allah s.w.t. Banyak ulama yang menegaskan bahawa pembacaan al-Quran itu dapat sampai kepada arwah orang yang telah meninggal dunia.

Dalam fadilat surah Yasin, diterangkan hadis Nabi s.a.w. yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam masnadnya oleh Abu Daud, An-Nasai dan disahkan oleh Ibnu Hiban, Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: Bacalah Yasin bagi orang-orang yang (akan atau) telah wafat di antara kamu (Muslimin).
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahawasanya Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud, Barang siapa yang berziarah di kuburan, kemudian ia membaca al-Fatihah, Qul Huwa llahu Ahad dan Alhakumut takasur, lalu ia berdoa “Ya Allah, kuhadiahkan pahala pembacaan firman-Mu pada kaum Mukminin penghuni kubur ini, maka mereka akan menjadi penolong baginya (pemberi syafaat) pada hari kiamat. Hadis-hadis inilah dijadikan dalil oleh ulama mengenai dibolehkan membaca al-Quran bagi orang yang telah wafat.

Keafiatan
Ziarah kubur juga bertujuan berlaku ihsan terhadap penghuni kubur, lebih-lebih lagi kepada roh kedua-dua ibu bapa kita dan menggembirakan mereka dengan memberi salam, memohon doa agar dilimpahi dengan rahmat, pengampunan dan keafiatan dari Allah s.w.t.
Bahawa permohonan doa anak yang soleh itu, yang sentiasa mendoakan kedua-dua ibu bapa mereka yang telah meninggal dunia akan diterima serta ditulis oleh Allah s.w.t. sebagai anak yang taat kepada ibu bapanya.

Sabda Rasulullah s.a.w. dalam hadis yang diriwayatkan oleh Iman Muslim yang bermaksud: Apabila seseorang manusia itu mati, akan terputuslah daripadanya segala amalan melainkan tiga perkara: Sedekah yang berterusan manfaatnya, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak yang soleh yang mendoakan baginya.
Selain itu, kita juga disunatkan untuk berdoa dengan cara berpaling ke arah kiblat serta mengangkat kedua-dua belah tangan dan mohon ke hadrat Allah s.w.t. semoga roh ahli kubur dilimpahi dengan rahmat, keselamatan, keafiatan dan sebagainya Inilah yang dilakukan Rasulullah s.a.w. ke atas kubur anaknya Ibrahim.

Ziarah kubur sememangnya disyariatkan bahkan disunahkan. Nabi s.a.w. sering berziarah ke kuburan kaum Muslim dan beristighfar memohon ampun bagi para penderhaka yang menjadi ahli kubur, sebagai bukti bahawa kedatangan Nabi adalah satu rahmat.

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari menyebut: Rasulullah s.a.w. melewati dua kuburan. Lalu beliau berkata. Kedua-dua ahli kubur ini sedang diazab Tuhan, meskipun bukan kerana dosa besar. Rasulullah s.a.w. lalu meletakan di atas kedua-dua kuburan itu pelepah kurma yang masih hijau sambil berdoa, Sesungguhnya kedua-dua pelepah kurma itu, insya-Allah, akan meringinkan azab mereka sehingga pelepah itu kering. Dengan berkat kehadiran Rasulullah ke kuburan itu, Tuhan meringankan azabnya.
Ziarah juga adalah cara kita untuk mendoakan orang yang telah mendahului kita. Al-Quran mencontohkan doa itu: Tuhanku ampunilah orang-orang yang telah mendahului kami dalam keimanan. (Maksud al-Quran surah Al-Hasyr:10).

Itulah perintah al-Quran agar kita mendoakan orang-orang yang telah lebih dahulu meninggal dunia. Doa itu kita baca ketika berziarah kubur. Menziarahi kubur berserta membaca ayat suci al-Quran sebenarnya dapat melembutkan hati yang keras kerana ketika seseorang menziarahi kubur ia sudah tentu akan teringat dengan firman Allah yang bermaksud: Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. (al-Anbiyaa ayat 35)
Begitu juga dalam firman Allah yang lain bermaksud: Setiap makhluk yang ada (di muka bumi ini) pastilah akan binasa dan kekallah zat Tuhanmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan. (Surah al-Rahman ayat 26-27).

Jika manusia sudah teringat dan menghayati ayat-ayat Allah ini sudah tentu dia akan merasa takut dan akan meninggalkan perbuatan jahat.
Sesungguhnya Islam menggalakkan umatnya supaya saling hormat-menghormati sesama manusia, dan tidak terkecuali dengan orang yang telah meninggal dunia.
Kerana itulah Islam menganjurkan umatnya supaya menghormati ahli kubur serta menjaga kehormatan persekitaran perkuburan.

Amat dikesali sekiranya amalan membaca al-Quran di kuburan yang diamalkan Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya ini dikata bidaah (sesat) dan sebagainya.
Umat Islam yang pulang kampung hanya sekali setahun sempena perayaan, maka amat digalakkan merebut peluang tersebut untuk menziarahi kuburan ibu bapanya dan secara tidak langsung juga mendidik kepada anak-anaknya (cucunya) dengan amalan kebaikan ketika berziarah kuburan.