Skinpress Rss

Sabtu, 28 April 2012

PAHLAWAN & PERLAWANAN

0


Membaca sebuah artikel yang cukup bagus untuk dikongsikan dari http://www.hasanalbanna.com dengan judul "KEKALAHAN" semoga bermanfaat..


Dalam sajak Aku, Chairil Anwar mengungkap sebuah obsesi tentang nafas dan stamina kehidupan, vitalitas, dinamika, dan yang jauh lebih penting: perlawanan. Dia ingin melawan ketidakmungkinan; dia ingin menembus masa; dia ingin mengabadi, maka dia berkata, “Aku mau hidup seribu tahun lagi.”
Akan tetapi, beberapa saat menjelang wafatnya, Chairil Anwar ternyata menyerah. Sakitnya parah. Ia mati muda. Namun, sebelumnya dia berkata. “Hidup hanya menunda kekalahan,”
Seorang pahlawan boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah. Akan tetapi, dia tidak boleh kalah. Dia tidak boleh menyerah kepada kelemahannya; dia tidak boleh menyerah kepada tantangannya; dia tidak boleh menyerah kepada keterbatasannya. Dia harus tetap melawan, menembus gelap, supaya dia bisa menjemput fajar. Sebab, kepahlawanan adalah piala yang direbut, bukan kado yang dihadiahkan.
Di bawah godaan keterbatasan dan kelemahan, di bawah tekanan realitas tantangan yang sering terlihat seperti kabut tebal dari ketidakmungkinan, semangat perlawanan seorang pahlawan teruji. Maka, di alam jiwa individu, selalu ada yang kalah, lalu ia menjadi pengkhianat: sebab dia mengkhianati cita-citanya. Maka, dalam sejarah sebuah bangsa, selalu ada noda yang diteteskan oleh pengkhianatan: ketika mereka menyerah kepada kodrat mereka sebagai bangsa yang lemah; ketika mereka merasa bangga bernaung di bawah ketiak bangsa-bangsa lain; ketika sekelompok pengkhianat dari bangsa itu melepaskan diri dari identitas dan harga diri bangsa, lalu menjual bang-anya, semata karena mereka kehilangan kepercayaan untuk melawan.
Perlawanan bukanlah keberanian, walaupun ia merupakan bagiannya yang terpenting. Keberanian adalah anugerah. Akan tetapi, perlawanan adalah keharusan. Ketika Hekmatyar bersama tiga puluh orang Mujahidin Afghanistan dikepung tentara Uni Soviet, mereka memutuskan untuk tidak menyerah.
Mereka tidak mau sia-sia. Mereka harus melawan tank-tank sadis itu, walaupun hanya dengan batu. Jihad pun dimulai, sampai empat belas tahun kemudian mereka menang, walaupun dengan dua juta syuhada. Uni Soviet pun runtuh. Begitulah sejarah kepahlawanan ditulis dari perlawanan. Satu setengah juta orang Aljazair syahid untuk melawan penjajah Perancis. Adapun Bangsa Indonesia mengusir penjajah Belanda dan Jepang hanya dengan bambu runcing.
Akan tetapi, perlawanan bukanlah kenekatan. Tidak ada pertentangan antara perlawanan dengan realisme yang mengharuskan kita mempertimbangkan semua aspek secara utuh. Perlawanan adalah ruh dan jasadnya adalah realisme. Maka, ketika ruh itu hilang dalam diri kita, segeralah membuat keranda jenazah unluk mengubur mimpi kepahlawanan.

Isnin, 23 April 2012

SURABI OMA

0


Serabi kadang disebut srabi atau surabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Serabi serupa dengan pancake (pannekoek atau pannenkoek) namun terbuat dari tepung beras (bukan tepung terigu) dan diberi kuah cair yang manis (biasanya dari gula kelapa). Kuah ini bervariasi menurut daerah di Indonesia.

Daerah yang terkenal dengan kue serabinya adalah Jakarta, Bandung, Solo, Pekalongan dan Purwokerto yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Ada juga surabi Arab yang terkenal karena keunikannya yang terdapat di kota bogor. Bahan utama pembuatan kue serabi adalah tepung beras atau terigu dan santan. Secara umum kue serabi berasa manis dengan aroma manis gula merah yang khas.

Meski berasal dari Pulau Jawa, masyarakat di Sulawesi turun tidak ketinggalan untuk menikmati keunikan makanan ini. Salah satu usaha yang terkenal dengan kelezatan surabinya di Makassar adalah Café Surabi Oma.Usaha Cafe Surabi Oma di bentuk pada tahun 2004 silam. Yang didirikan dan di kembangkan lewat jerih payah seorang Istri (Alm) purnawirawan TNI yang giat dan ulet dalam mengemas sendiri kuliner khas asal Bandung tersebut. Surabi Oma berada di tengah-tengah persaingan bisnis kuliner yang kita ketahui telah banyak dijumpai di kota makassar dikemas dalam tampilan yang menarik ini menjadi salah satu makanan tradisional favorit.

Usaha kuliner ini dibuka pada Tahun 2004 di Jl Cendrawasih 84 Makassar. Dengan konsep resto outdoor. Visi Oma adalah untuk mengembangkan bakat yang disalurkan melalui hobby, Agar kiranya dapat menghasilkan sesuatu yang menguntungkan. Untuk memperkenalkan  surabi kuliner sal bandung kepada khalayak. Surabi Oma yang dikemas dalam bentuk cita rasa yang khas kota Makassar. Kemudahan lain yang turut tersedia di café Oma ini adalah music unplug dan juga wifi gratis.

Tapi tidak tahu kenapa yah, keagx Oma galak sekali.. Ampunma’.. jadi takut nih mw bayarnya.. aduh, factor usia kale yah..huhu TT_TT

Ahad, 22 April 2012

RATU HATIKU

0




Kasihmu lembut membuai hangat masa kecilku
Darimu selalu isi hidupku hingga kudewasa nanti
Ingin rasanya kuselalu bersama jadi putri kecilmu
Tetaplah kau selalu disini
Saat perih, kumenangis.. semua sirna saat ku dipelukanmu
Sayang  ini, cinta ini kuserahkan kepadamu ibu
Tak mampu kuubah diriku untuk jadi yang terindah
Bagiku sayap agarku bisa terbang setinggi yang ku mahu…
Ingin rasanya kuselalu bersama jadi putrid kecilmu
Tetaplah kau selalu disini..

amni_shamrah
22 April 2012
12.12 am

Jumaat, 20 April 2012

HARI KARTINI

0




Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[1] adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judulMax Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, R.M. Soesalit, lahir pada tanggal 13 September1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan BuluRembang.
Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini diSemarang pada 1912, dan kemudian di SurabayaYogyakartaMalangMadiunCirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.
Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran, yang merupakan terjemahan oleh Empat Saudara. Kemudian tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terangversi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Armijn membagi buku menjadi lima bab pembahasan untuk menunjukkan perubahan cara berpikir Kartini sepanjang waktu korespondensinya. Versi ini sempat dicetak sebanyak sebelas kali. Surat-surat Kartini dalam bahasa Inggris juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Jawa dan Sunda.

Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.
 Belajar dari Ibu Kartini, meski dia seorang wanita yang terbelenggu dengan adat resam yang menunjang, dia membenarkan fikiran hebatnya meneroka angkasa. Bermula dari fikiran yang besar, tercipta gagasan yang besar pula. Meski terpenjara dalam pagar berhias menanti jodoh yang ditentukan, pemikiran-pemikirannya bebas menerobos langit lewat tulisan. Menyapa dunia dengan bangga “Hey dunia, akulah Kartini dan aku akan merubah dunia”. Belajarlah dari semangat Kartini untuk bermimpi kerna impian adalah titik mula kepada segalanya.

Rabu, 18 April 2012

MENGENALIMU

0


Adikku menuliskan puisi ini untukku hari ini.. buatku berfikir ulang, adakah aku benar-benar layak untuk mendapat penghargaan yang sebegitu rupa darinya. apapun semoga Allah terus mengalirkan kebaikan demi kebaikan buat dirinya. dan melunakkan hatinya untuk menerima pembelajaran dari kehidupan ini..dan seterusnya menjadi seorang wanita solehah yang tangguh... terima kasih adikku.. sungguh aku amat menyayangimu..

Mengenalimu..

Mengenalmu adalah anugerah..
Mengenalmu adalah keberuntungan hariku..
Mengenalmu adalah hidayah untuk waktuku..

Darimu ada ribuan kebaikan..
Darimu ku dapatkan setumpuk ilmu..
Darimu ku mengerti arti sebuah diam..

Tapi,tak mampu ku pungkiri..
Ku malu pada'mu,mengenal sosok terbaik yg ku tak pernah bisa belajar padamu.
Betapa bodohnya tak menjadikanmu pegangan akan kelemahanku.

Cukup dengan keluhan,cukup dengan goresan.
Kaulah yg memberiku sebuah pencerahan.

AUFKLARUNG..^_ _^

Isnin, 16 April 2012

LIFE'S A CLIMB

0


I Can Almost See It,
The Dream I'm dreamin'
But theres A voice inside my head sayin'
You'll Never Reach it
Every step I'm taking
Every move I made fells
Lost in no direction
My fate is shaking

But I gotta keep tryin'
Gotta keep my head held high
Theres always gonna be another mountain
I’m always gonna wanna make it move
Always gonna be a up-hill battle
Sometimes were ganna have to lose
Ain't bout how fast I get there
Ain't bout whats waiting on the other side
Its the Climb

The struggles I'm facing
The chances I'm taking
Sometimes might knock me down, But
No, I'm not breaking
I May Not Know it
But these are the moments that
I'm gonna remember most, yeah
Just gotta keep goin'

And I, I got to be Strong
Just keep pushing on
That, theres always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be a up-hill battle
Sometimes were gonna have to lose
Ain't bout how fast I get there
Ain't bout whats waiting on the other side
It's the Climb

Yaeh
There’s always gonna be another mountain
I’m always gonna wanna make it move
Always gonna be up-hill battle
Sometimes were gonna have to lose
Ain’t about how fast I get there
Ain’t about whats waiting on the other side
It’s the climb

Ahad, 15 April 2012

UJIAN ITU TARBIYAH DARI ALLAH

0


Sememangnya rasa lemah atau rasa ‘down’ atau rasa ‘futur’ itu kadangkala menyapa diri. Setiap yang bernama insan pasti akan berhadapan dengan ujian di dalam hidupnya. Kadangkala ujian dan diikuti dengan ujian yang datang bertimpa-timpa yang mungkin menyebabkan kita sukar untuk bangkit kembali.

Setelah ujian datang :

Ujian ini boleh membuatkan kita semakin kuat daripada sebelumnya. Kadangkala kita boleh pintas bangkit semula ke kekuatan yang sama. Kadangkala ujian ini boleh membuatkan kita rebah tersungkur. Kadang-kadang dengan satu ujian sahaja kita boleh hilang arah dan boleh membuat keputusan yang luar biasa.

Andainya kita bangkit semula, maka syukur kepadaNya kerana kita berjaya melepasi ujian ini dan bakal menyaksikan bahawa kita akan menjadi insan yang lebih tabah dan lebih berjaya di masa depan.

Namun jika gagal bangkit, kita bakal melalui jalan buntu mahupun membuat laluan baru yang penuh berliku dan tidak mustahil ianya mungkin bertentangan dengan arus perjalanan yang pernah kita lalui sebelum ini.

Adakah sinar mentari di hari esok? Bagaimana kita akan menghadapinya?

Kita harus menghadapi setiap ujian yang ditempuhi dengan bersangka baik kepada Allah. Sudah pasti di sana ada hikmah dan kebaikan di dalam setiap perkara yang berlaku yang mungkin tidak kita ketahui maksudnya.

Firman Allah yang bermaksud :

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [Surah Al-Baqarah, 2: 216]

Seterusnya kita boleh menghadapi ujian ini dengan:

Beristighfar dan berdoa memohon pertolongan daripada Ilahi
Bermuhasabah diri, ujian ini mungkin juga disebabkan kesilapan atau dosa-dosa kita sendiri
Menyuarakan rasa hati kepada ke dua orang tua kita atau ‘orang lama’ atau tokoh yang kita kenali
Berbincang dan meluahkan perasaan dengan pendidik atau ‘murabbi’ kita
Berkongsi permasalahan dengan teman atau kenalan yang rapat
Jangan ikutkan sangat perasaan down dan emosi diri
Menyibukkan diri dengan kegiatan dan aktiviti luar yang sihat

Masih bersedih ?

#Ambillah sedikit masa di sebelah keheningan malam untuk bertadabbur dengan ayat-ayat Allah sebelum tidur.
#Bersolat taubat dan menginsafi kesalahan diri
#Masuk tidur lebih awal di dalam keadaan berwudhu
#Bangun di awal pagi untuk mendapatkan ketenangan bermunajat kepada Ilahi
#Bersolat tahajjud sambil menyatakan rasa atau hasrat hati kepada Ilahi di dalam sujud yang terakhir dengan rasa penuh rendah diri dan berharap kepadaNya.

Ingatlah akan janji Allah di dalam al Quran yang bermaksud,

” … Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan membukakan jalan keluar bagiNya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” [Surah At-Talaq, 65: 2-3]

Masih adakah harapan untuk bangkit kembali?

Bukankah semua ujian ini datangnya dari Allah? Ada kemungkinan besar bahawa Allah menyimpan sesuatu yang lebih baik untuk kita yang tidak kita ketahui apa yang bakal berlaku selepas ini.

Jadi, kepada siapakah lagi yang harus kita harapkan jika tidak dikembalikan kepadaNya kerana Dia adalah yang Maha Berkuasa dan Penyelesai kepada semua masalah serta ujian-ujian kehidupan.

Jom ! Mari kita bangkit agar terus jadi kuat….!

[Dr. Zainur Rashid Zainuddin]

Sabtu, 14 April 2012

FOBIA

0


Treet.. bunyi telefon genggam putih model Samsung B3410 berdering. Mai sedang menunggu Prof.Akil SpD untuk visite pagi di lobi RS Ibnu Sina. Sudah 3 hari dia menjalani tugas luar Negeri di rumah sakit perifer ini sebagai salah satu dari program belajarnya di bagian interna. Langit agak mendung namun renik hujan belum menampakkan diri untuk turun. Mai menekan butang hijau untuk menjawab panggilan.

“Mai, temanmu kecelakaan!! Dimanako? Di Wahidinji toh? Cepatko ke UGD. Parahmi itu temanmu..” suara cemas Fadhliah diseberang telefon menghantarkan impulse-impulse kekhawatiran juga dihati Mai.
“Temanku, siapa Fad? Bicara yang jelas donk!” Mai gagal mengawal rasa khawatir dan penasaran yang menghujani fikirannya. Teman yang mana? Teman kuliah? Teman komuniti? Teman KKN? Teman liqo’? aduh pusing kepalanya menyenaraikan semua orang yang dikenali dalam satu list panjang yang berjuntai.
“Teman KKNmu, Abhe!”
“HUH?? Kamu pasti?” Mai berpinar. Serta merta rembesan adrenalin berhembur dipembuluh darahnya hasil interpretasi otak tentang kabar yang baru diterima. Masih mengharap agar kabar itu salah dengar atau salah cam orang.
“Iya aku pasti banget! Aku liat orangnya kok! Dia kecelakaan di perbatasan Maros-Pangkep. Kondisinya parah Mai. Fraktur basis cranii (patah tulang dasar otak yang biasanya menandakan kondisi medis yang jelek dan harapan terselamatkan yang sangat tipis) massif bleeding di rongga abdomen. Sebentar mau disorong ke OK Cito(operasi emergensi). Cepat moko ke sini!!” jelas Fadhilah panjang lebar sekaligus mendesak.

Kelu. Mai tahu kalau Fadhilah tidak mungkin salah lihat kerna Fadhilah kenal sama yang namanya Andi Abadi. Dia pernah ketemu lansung sama orangnya. Kenal dari sebelumnya. Ya Allah.. Hubungan Mai sama Abhe tidak begitu baik akhir-akhir ini. Sejak beberapa bulan terakhir saling tidak berhubung. Kenapa harus seperti ini untuk kedua kalinya. Mai masih belum mahu percaya penuh. Dia lansung mengirim sms kepada Abhe dan menyuruhnya untuk segera membalas andai sms itu diterima.

2menit berlalu. …4menit…. Tidak ada balasan.. mata Mai mulai berkaca-kaca… menguatkan tangan yang semakin kuat gementaran.. nomor ponsel Abhe ditelpon sambil kaki juga mulai melangkah menuju ke tempat parkiran motor. Tut…Tut…Tut… tidak diangkat. Alias menguatkan prediksi bahawa yang terlibat kecelakaan itu benar-benar adalah Abhe. Empangan airmata tidak mampu lagi ditampung. Ia jatuh berderai bersama titisan-titisan hujan yang mulai berjatuhan dari mendungnya langit. Segera motor dihidupkan dan dia memacu laju. Mai tidak peduli. Dia harus pulang ke RSWS secepatnya. Bukan dia mengharap keajaiban dengan kehadirannya akan membuatkan Abhe kembali membuka mata dan kembali ke sediakala seperti di cerita fairy tale Snow White atau Beuty & The Beast. Ini kenyataan yang mana hukum alam masih berlaku. Hukum medis masih mengambil tempat dalam menyempurnakan sunnatullah..Mai hanya berharap dia sempat untuk melihat Abhe paling, untuk terakhir kali sebelum didorong ke kamar operasi.

Sepanjang perjalanan Mai tidak henti berdoa. Semoga Abhe akan baik-baik saja. Semoga Abhe selamat. Semoga…semoga..hanya pada Tuhan Yang Esa pengharapan itu Mai gantung tinggi.

Terbayang kisah gurunya yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas 13 tahun lalu. Sewaktu itu Mai masih terlalu kecil untuk mengerti tentang kehilangan. Guru malang yang paling akrab dengannya sewaktu zaman kanak-kanaknya itu baru saja menelpon dirinya sehari sebelum kecelakaan. Dan dia adalah orang pertama yang ditelpon ulang oleh pihak polisi untuk mengkhabarkan bahawa gurunya meninggal dunia ditempat kejadian. Kerna menurut polisi, nomornya adalah yang terakhir yang dihubungi oleh almarhum. Mai pinar waktu itu. Tidak bisa mempercayai namun tetap dia menelefon keluarga gurunya untuk mengkabarkan. Sejak itu Mai trauma dengan yang namanya “sepeda motor”.

Pertama kalinya Mai menaiki motor sewaktu di tempat KKN. Kerna di perkampungan pedalaman itu, kenderaan yang bisa digunakan satu-satunya adalah sepeda motor. Dan Abhe adalah orang pertama yang memboncengnya. Abhe orang yang memberinya ‘bakhkat (semangat)’ untuk mengatasi fobianya pada motor. Ya sesederhana itu. Sampai-sampai dia sekarang berani untuk mengenderai sendiri yang namanya “sepeda motor” mengelilingi kota Makassar. Hal yang paling mustahil untuk dilakukan sepanjang 13 tahun sebelumnya. Namun kejadian yang menimpa Abhe hari ini sepertinya mencabut kembali semangat yang telah diberikannya sewaktu dulu.

Mario Teguh pernah berkata, kalau doa itu akan termakbul saat ada 40 orang yang mengaminkannya. 40 amin terlalu banyak dan panjang waktu yang diperlukan untuk dikumpul. Namun jika terpaksa Mai akan berusaha. Tapi Langit pula pernah berkata, doa itu akan dikabulkan saat pemohonnya meminta dengan penuh ikhlas. Penuh harap. Penuh butuh. Mai berdoa. Namun hatinya masih juga belum mahu untuk percaya. Entah itu instinct atau memang dia yang keras kepala. Abhe, cukuplah kau membuat aku takut. Ini tidak lucu. Sungguh ini tidak lucu. Semoga ini hanya mimpi ngeri. Abhe tolong balas smsku.. hanya untuk kali ini..aku mengerti kalau memang kamu tidak mahu membalas tapi ini penting… tolong..
Masih berharap..

Tiba di UGD RSWS. Fadhilah menerpa kearah Mai. “Untung masih sempat kamu sampai Mai.. sementara didorong pasiennya ke kamar operasi” Map hijau (status pasien) beralih tangan. Abadi…mahasiswa…Pangkep. Aduh hancur lagi hati Mai melihatnya. Kelibat Abhe yang terdampar diatas katil pasien dengan berdarah-darah dan lemas melintasi pandangan Mai. Mai memejamkan mata. Tidak sanggup. Tuhan aku tidak kuat. Sumpah!! Mai merasakan dunianya gelap. Ion-ion kalsium serasanya terblokir dari memasuki sel-sel ototnya hingga menyebabkan tubuhnya lemah tidak tertampung. Tiba-tiba…

“Preet..preet” sms masuk.
Bagai hiperrefleks, tangan menyeluk ke saku dan mengambil ponsel. Gesa-gesa membuka pesan “aku ada dikamar. Memangnya kenapakah?!” sms dari Abhe. Dingin.

HUH? Menyeka airmata. Gusar andai pandangan matanya tidak tajam gara-gara airmata yang bertumpuk. Benar-benar smsnya Abhe. Alhamdulillah.. Alhamdulillah. Hanya itu yang terdetik dihatinya. Antara percaya dengan tidak, Mai tahu kalau orang yang terdampar tadi bukan Abhe. Kadang apa yang kita lihat apa yang kita dengar tidak semestinya benar. Mai yakin itu. Keajaiban. Mahu rasanya dia melonjak kegirangan, atau teriak seperti orang gila yang hilang siumannya. Atau apa saja yang tidak mungkin. Sedetik baru pikirannya bisa mulus lagi. Biar smsnya Abhe masih tampak dingin, tak mengapa. Sms itu cukup membahagiakannya.

Aduh, buang airmata saja menangis. seperti barang murah yang tidak ada nilainya dibuang-buang seperti itu.. malu sendiri. Andai saja Abhe tahu kondisinya saat ini, pasti dia diketawai mati-mati. Cis!! Andai dia bisa menebus dari Abhe harga untuk tiap tetes air matanya, pasti sampai tua Abhe akan berhutang darinya. Itu juga jika dia meletakkan harga Rp2500 untuk satu tetes. Wah berapami itu? Haha..Mai melihat ulang map hijau tadi, diperhatikan baik-baik.. isk, orang lain. Abadi Hikmat Sari,19 tahun, mahasiswa Teknis Unhas.. Cuma kecelakaannya yang dipangkep bukan asli orangnya.. adoila..malu sendiri.. haha.. tadi tidak membaca dengan baik. Emosi duluan. Mungkin kerna fobianya membuat dia terhanyut dalam ketakutannya sendiri untuk melihat hakikat dari kaca mata yang lebih jelas. Ampun..konyol sekali..

Khamis, 12 April 2012

MENANTIMU PULANG

0



Antara sadar dengan tidak dua bulanpun berlalu
Kau telah pulang dari hibernasi panjangmu
Mengumpulkan kita kembali dalam satu jaras waktu
Aku ingin memelukmu lagi
Merenung pada redupnya sinar matamu
Mendengar celoteh mulutmu berbicara
Kali ini tentang apa lagi? Pasti cakupan kisahmu akan lebih banyak
Marilah mendekat adikku.. aku ingin mendengarkan ceritamu…

Adikku,
Aku percaya perjalanan itu telah mendewasakanmu
Memberikan nilai estetika tersendiri dalam lembar sejarah hidupmu
Mungkin juga ia telah mengubah sudut pandangmu
Tentang bagaimana melihat dunia dari jendala yang lebih luas terbuka
Apapun adikku,
Aku berharap semoga ia merubah dirimu menjadi seorang yang lebih baik
Lebih dewasa dan tangguh untuk menghadapi hari ke depannya..

Adikku,
Disatu sisi, pasti hatimu dilanda duka
Saat perpisahan dengan warga dan siswa kecil yang sedang mekar menjulur tiba
Saat teman-teman baru mendapat tempat dihatimu sebagai saudara
Saat rutinitasmu setiap hari dalam dua bulan ini sebentar lagi akan jadi kenangan semata
Saat bayu pagi tak lagi bakal menyentuh wajahmu pada besok hari

Namun disisi yang lain,
Ada jiwa yang bahagia menanti kepulanganmu
Mengundang senyum untuk mengakhiri sebuah penantian
Membalas segala dendam kerinduan yang mengasak rongga dada

Itulah adikku yang dinamakan dengan lumrah kehidupan
Ditiap pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan
Dihujung permulaan akan disudahkan dengan pengakhiran
Akan tapi, percayalah bahawa disetiap pengakhiran itu, akan ada lagi permulaan yang baru
Ibarat senja yang berlabuh tiap dinihari
Ia melambangkan pengakhiran bagi hari tersebut dan permulaan bagi hari yang berganti
Menjanjikan pengalaman yang baru dan cerita yang baru
Jalanilah dan nikmatilah prosesnya..
selamat kembali adikku.. aku senantiasa menunggumu..

Amni_shamrah
12 April 2012
10.00pm