Skinpress Rss

Jumaat, 30 Mac 2012

JANGAN MENANGIS

0


Hujan masih turun rintik-rintik
Saat aku meredah pekatnya malam untuk menemuimu
Kata temanku, hujan itu cuma tetesan-tetesan air
Meski ia kadang bisa melemahkan sistem pertahanan tubuh
Namun siapa juga peduli?
Rasa cintaku padamu lebih dari itu
Aku ingin menyintaimu dengan sederhana namun dengan cara yang sempurna

Setelah sekian lama terpendam rindu dendam
Kasih tersulam pudar dek debu waktu yang membungkus
Kau bercerita itu ini dengan riang
Menyembunyi kegalauan yang menekan perasaan
Benar temanku, aku bukanlah yang paling akrab denganmu
Namun asal kau tahu, aku selalu ada saat kau memerlukanku

Akhir dari ceritamu baru terlerai rahsia hatimu
Luka berdarah yang kau sembunyikan sekian lama
Matamu berkaca tapi tetap kau tahan dari tumpah menyembah bumi
Dan kau.. masih saja berusaha menahannya saat dipelukku
Ingin sekali membisikkan “tidak mengapa temanku, menangis saja semahumu
Tidak perlu kau berpura-pura kuat dihadapanku”

Kau memaksa senyum waktu menghantarku pulang
Meski tidak sanggup tapi aku harus tetap melepaskan
Tolong… tolong jangan menangis
Setidaknya jangan dibelakangku
Kerna aku ingin meminjamkan bahuku untukmu
Ingin menghiburmu dalam galaumu
Kerna kau adalah temanku….

amni_shamrah
30 mac 2012
01.06 am

Ahad, 25 Mac 2012

SUKSES

0


ada perjuangan yang perlu diputuskan dan dikerjakan. ada titik-titik dimana begitulah mimpi harusnya dititi. mimpi butuh perjuangan. mimpi butuh kerja keras. kerja cerdas. namun bukan tabiat perjalanan namanya bila ia tanpa halangan..merumus tujuan dan caranya adalah 2 perkara, menghadapi rintangan adalah perkara ke3.kesuksesan meraih mimpi sangat erat kaitannya dgn cara kita mengatasi hal2 menjerat dan berdiri ditengah jalan perjuangan!! Fighting!!

proses merupakan bayaran untuk sebuah pencapaian, yang kadang terasa begitu pahit. manusia harus selalu diuji dengan usahanya untuk menggapai kesuksesannya. dan Allah tidak pernah tidur. DIA tidak alpa dengan setiap usaha yang kita lakukan utk meraih cita-cita. perlu ada ikhtiar yang dilakukan secara bersungguh2 dan maksimal. sesuai dgn kemampuan. Man Jadda Wa Jada! ~OSD~

Jumaat, 23 Mac 2012

ORANG BAIK

0


khatam makna, rabithah kata, menyerah menjadi orang baik adalah gerbang menuju kekalahan besar. maka, sangat penting bagi kita untuk terus bertahan. bukankah didalam diri kita, ada sesuatu yang harus selalu kita cintai dan perjuangkan?

menjadi baik itu sulit sebenarnya.. bahkan teramat sulit.harus menjalani jalan ketaatan soalnya.. tapi haruskah kerna ia sulit, kita sama sekali tidak mau mencobanya? tidak ada yang mengatakan itu tidak mungkin. ia hanya sulit. dan "sulit" tidak sama maknanya dengan "tidak mungkin". dari dulu. sampai kapanpun..

matahari tak selamanya ada untuk kita..mungkin secara tidak sedar, kita terlalu banyak menuntut.. kadang kita harus belajar untuk akur pada kegelapan.. tunduk pada hakikat, senyum pada takdir.. pasti, takdir akan tersenyum pada kita...

Selasa, 20 Mac 2012

ORTHOPEDIC & TRAUMATOLOGY DEPARTMENT

0



Bagian pertama untuk tingkat 2. Alasannya adalah untuk masuk bersama dengan teman KKN ku Amel ke bagian ini. Daripada sendiri menjadi lone ranger amat melelahkan. Akhirnya kami berlima bersama Rahma, Pute dan Catherine yang masuk bersama ke bagian ini.

Hari pertama amat kaku. Dengan mengikuti visite besar Orthopedic, bagai diberi sentrum listrik yang besar saat melihat pasien-pasien dibangsal yang telah dioperasi dengan kondisi kaki tercacak beam acralid (external fixation) yang digunakan untuk menahan tulang yang patah dengan pelbagai model. Ada yang besi tertanam ke dasar tulang belakang dan tulang tangan serta pelbagai lagi kengerian yang tak layak pandang. Pasti sakit sekali!! Gertak hati. Kebanyakan pasien di sini adalah korban kecelakaan lalu lintas mahupun mesin-mesin elektronik yang harusnya diciptakan untuk mempermudahkan kehidupan manusia namun sebaliknya yang terjadi saat takdir tidak berpihak.

Minggu pertama ini kami akan ditugaskan untuk menjadi observer di bangsal (ward) orthopedic. Selain kewajiban mengikuti aktivitas akedemis: diskusi singkat morning coffee setiap jam 7.00am, pembacaan journal dan case-report, co-ass minggu 1 juga dibebani dengan tanggungjawab membaca semua status pasien dibangsal, membacakan bed-side teaching dalam bahasa Inggeris sewaktu visite besar supervisor, dan menulis status co-ass, kami juga diwajibkan mengikuti ujian setiap minggu. Di setiap waktu luang, kami diberikan diskusi tentang penyakit-penyakit yang wajib hukumnya untuk kami ketahui di Ortopedik oleh dokter-dokter residen. Kami dibimbing dari “head to toe” “A sampai Z” alias “Cara menghapal anatomi hingga mendiagnosis penyakit-penyakit congenital yang diatasi oleh orthopedic”.

Minggu ke-2. Tanggungjawab bertambah. Kami ditugaskan untuk stase di Poliklinik Orthopedic. Di sini kami dipertemukan dengan pasien-pasien yang dating untuk control penyakit-penyakit tulang yang telah lama mereka hadapi. Antaranya pasien scoliosis, kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Sebanyak 75-85% kasus skoliosis merupakan idiofatik, yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan 15-25% kasus skoliosis lainnya merupakan efek samping yang diakibatkan karena menderita kelainan tertentu, seperti distrofi otot, sindrom Marfan, sindrom Down, dan penyakit lainnya. Berbagai kelainan tersebut menyebabkan otot atau saraf di sekitar tulang belakang tidak berfungsi sempurna dan menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi melengkung, selain itu ada juga pasien yang datang Osteomyelitis, penyakit infeksi yang bersarang dalam tulang bermula dari adanya port de entry atau dari hematogen hinggalah berpuaka di dalam tulang belulang yang menopang tubuh. Dan banyak lagi penyakit-penyakit yang memerlukan pasien untuk dating control. Sekalian kami diajarkan pemeriksaan fisik yang penting untuk kami ketahui seperti pemeriksaan neurologis yang mencakupi motorik, sensorik dan reflex, pemeriksaan Patrick counter Patrick, Tromen, Scuffner dan pemeriksaan yang asli Orthopedic seperti pemeriksaan varus valgus pada kaki, leg length discrepancy sebagainya lagi.

Minggu ke-3, kami ditugaskan pula di Unit Gawat Darurat (UGD) RSWS selama 1 minggu. Alias standby 7x24 jam. Pindah sementara di rumah sakit. Nah, inilah titik pembelajaran paling kritis dan inti kepada pembelajaran kami di Ortopedi. Di bawah bimbingan Dr.Rangga Arieza, dokter residen semester 3 asli Surabaya, kami dilatih untuk mempraktikkan ilmu ATLS yang telah dikuliyahkan dan didiskusikan dimeja-meja pertemuan. Kami benar-benar dihadapkan dengan pasien yang masuk dengan penurunan kesadaran, atau korban kecelakaan yang benar-benar butuh pertolongan pertama. AIRWAY…BREATHING…CIRCULATION.. DISABILITY.. EXPOSURE!! Setiap hari didoktrin dengan prinsip tersebut. Pertama, gagap!! Kedua, cemerkap!! Ketiga, bolehlah!! Keempat kelima dan seterusnya semakin cekap. Kami juga diajarkan skill untuk bisa hecting (suturing), skill untuk memasang back slab, skin traction, casting dan sebagainya. Ada juga kemahiran membaca foto cervical, foto tulang, foto pelvic dengan pelbagai posisi. Ternyata foto Rontgen bisa diminta bukan hanya posisi anterio-posterio, tapi juga posisi inlet outlet, Judet view, axillary view dan lain-lain.Perkerjaan yang bersifat tough guy macho! Meski melelahkan namun sangat dinikmati waktu-waktunya. Dengan dokter-dokter residen junior yang seru dan seperti teman sejawat yang saling membantu, dr.Rustam, dr. Indra, dr.Lutfi, dr.Hendra, dr.Arnold, dr.Syarif, dr.Denal, dr.Wanderlin, dr. Rico dan dr. Choco.

Pasien-pasien Orthopedic sangat banyak. Dan kebanyakannya korban kecelakaan lalu lintas. Semakin menginjak ke tengah malam, semakin berpusu-pusu orang dating seperti halnya pasar tengah malam. Kadang stress juga dibuatnya. Berperang menahan kantuk dan kepenatan tubuh untuk menyelamatkan nyawa orang lain yang butuh. Biasa kami akan bersekang mata sampai jam 3 atau 4 untuk menyelesaikan semua pemeriksaan dan immobilisasi pasien dengan spalat atau slab. Bayangkan ditengah malam harus melipatkan gips sona sampai 16-18 lapisan untuk upper extremity fracture dan 23-24 lapisan untuk lower extremity,mencampurkannya ke dalam larutan dan meratakan ulang sebelum dibungkus menggunakan kapas halus dan elastic verban.

Belum lagi pasien yang masuk dengan luka terbuka daerah shaft of femur atau humerus(tulang peha dan tulang lengan), lansung didept (ditekan dengan kasa untuk menghentikan perdarahan) sambil dilakukan primary survey (untuk tujuan live-saving). Kadang pasien yang datang dengan complication compartment syndrome (limb-threatening. Terjadi peningkatan tekanan intrakompartment berikutan perdarahan atau udem di ekstremitas), harus segera dipersiapkan untuk OK CITO!( emergency operation). Dan kami juga harus mengikuti operasi tersebut. Kadang sampai tertidur-tidur diruang OK CITO tersebut. Dokter-dokter residen juga seperti ini. Senasib.

Minggu ke-4. Stase OTC (central operation theater). Setiap hari kami harus mengikuti operasi yang dioperatorkan oleh supervisor sendiri. Banyak operasi setiap hari yang dilakukan. Baik dari debridement luka, operation spine correction, spinal tumor excretion, implant internal fixation bagi pasien yang patah tulang femur, tibia, humerus, dan radius ulna. Disini kami diberi kesempatan untuk belajar sterilisasi yang sebenarnya, minor surgery yang harus kami ketahui juga. Sambil mengikuti operasi kami masih dibimbing tentang indikasi operasi, apa yang penting kami ketahui sebagai calon dokter umum nantinya. Nah disitu jelas terlihat apa pentingnya ilmu anatomi dan fisiologi yang sangat ditekankan dibagian ini bagi kesejahteraan dan menjaga quality of life si pasien.

Dari bagian ini, diri amat terkesan dengan keakraban dokter-dokter residennya baik dari residen senior hingga residen junior. Mereka sangat pemurah berbagi ilmu tidak pernah ditolak saat diminta diskusi bahkan merekalah biasanya yang terlebih dahulu menawarkan. Mereka menjunjung tinggi nilai keilmuan dan berbuat baik sesama demi sebuah nilai kemanusiaan dan kehidupan yang lebih baik. Sangat luar biasa. Dokter-dokter disini banyak mengubah pola fikir kami untuk menguasai ilmu untuk digunakan bagi menyelamatkan orang lain.

Teringat kata-kata salah seorang dokter senior, dr. Michael John, “tubuh kita telah di'design'kan Tuhan untuk berbakti dan bermanfaat bagi orang lain. Tangan kita dijadikan runcing untuk menahan lidah orang dari jatuh mengikut hokum gravitasi, mulut kita berfungsi sebagai sungkup untuk menyalurkan oksigen ke paru orang lain, paru kita berfungsi sebagai ambu bag yang memberikan ventilasi positif untuk meransang paru orang lain. Betapa hebatnya Tuhan. Coba saja lihat anjing, mulut muncungnya tidak bisa dijadikan sungkup. Tangannya yang dangkal tidak akan mampu menolong yang lain.” Teringat juga kata-katanya dr. Adrian Khu, “kita harus berterima kasih kepada orang miskin. Kita bisa belajar kerana ada mereka. Mereka guru terbaik kita. Saat mereka datang kepada kita dalam keadaan menyerah dan pasrah, kita bisa pelajari banyak hal. Bisa belajar untuk mengubati. Makanya hargai mereka. They are human being, just like us”

Terima kasih buat dokter-dokter residen yang sabar mendidik. Dokter pembimbing, dr.Harianto Simbolon, dokter-dokter yang tak jenuh memberikan diskusi, dr.Micheal John, dr.Adrian Khu, dr.Henry, dr.Andi, dr.Rizal, dr.Irawan (meski sering dipanggil “monche”..huhu), dr.Helmi, dr.Rangga, dr.Eric (gebenur yang bersungguh-sungguh berusaha agar diri bisa ujian minggu depannya setelah pingsan sewaktu ujian), dr.Nanta yang sudi memberikan diskusi kasus malam sebelum ujian, dr. Yoga dan semua crew department Orthopedic & Traumatology..

Isnin, 5 Mac 2012

KERNA CINTA

0


Cinta adalah salah satu perkara ajaib dalam hidup. Setiap yang mempunyai roh khususnya insan dahagakan cinta. Manusia hidup dengan cinta. Hidup membela cinta. Bahagia kerana cinta. Derita kerana cinta. Bahkan sanggup mati kerana cinta. Segala perjuangan atau episod hidup yang diselit unsur cinta mempunyai rasa dan warna yang tersendiri. Derita kerana cinta ada kelazatannya yang luar biasa. Sakit kerana cinta ada rasa yang berbeza. Gembira meraikan cinta tidak sama dengan gembira biasa. Korban cinta, indah pada cerita dan rasa. Manifestasi itu muncul dalam kehidupan dan memberikan nilai dan rencah yang pelbagai rupa, warna dan rasa.

Sesiapa yang memusuhi dan memungkiri cinta dia merupakan pemilik jiwa kontang yang kering dari nilai insani yang sejati. Cinta itu fitrah. Ia satu keperluan. Bahkan mungkin suatu kewajipan ataupun rukun dalam menikmati kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Cinta mampu merubah segala yang ada dalam jiwa seorang insan. Telinga, mata dan segala anggota kadang-kala terpaksa tunduk kepada falsafah cinta. Tunduk kepada nilaian cinta. Pahit boleh menjadi manis. Manis boleh menjadi pahit. Indah boleh menjadi buruk. Usang boleh menjadi baru. Hodoh boleh menjadi cantik. Berat boleh menjadi ringan. Susah boleh menjadi senang. Segalanya terbalik dan berubah penilaian dan rasa hanya kerana cinta.

Ini mengingatkan kita kepada rangkap puisi yang disandarkan kepada al-Imam al-Syafi'e:Telah gering sang kekasih, maka daku menziarahinyadaku juga turut gering kerana risaukannyadatangnya sang kekasih menziarahikumaka daku pun sembuh kerana melihatnya(lihat: Ibn Muflih, al-Adab al-Shar'iyyah, 2/296).

KERANA CINTA

cinta itu cahaya sanubari
kurniaan Tuhan fitrah insani
dan di mana terciptalah cinta
di situ rindu bermula

cinta itu tak pernah meminta
tetapi memberi sepenuh rela
rasa bahagia biarpun sengsara
berkorban segala-gala

semua kerana cinta
yang pahit manis di rasa
menghibur nestapa
merawat duka
damai di jiwa
terpadamlah api benci permusuhan
terjalinlah kasih sayang begitulah cinta
yang diidamkan tanpa nafsu yang mencemarkan

dan jangan kita pula
kerana bercinta kita pun leka
dan jangan pula kerana bercinta
tergadai semua maruah agama

cinta yang sejati
hanya cintakan illahi
cinta ayah bonda
tulus suci selamanya
cintakan saudara

hanya sementara
serta sesama insan
suburkan dengan ketakwaan..

kerna cinta kenal pencipta
dengan cinta kenal RasulNya
kerana cinta kenal saudara
bahagia keluarga...oh indahnya cinta..