Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan, beruntung bagi yang mensucikan-Nya, merugi bagi yang mengotori-Nya ...
Dicatat oleh amni_shamrah | di 3:04 PG
Category : DOAKU UNTUKMU, HALAMAN AYAH BONDA
Dicatat oleh amni_shamrah | di 10:16 PG
Category : DOAKU UNTUKMU, HALAMAN AYAH BONDA
Dicatat oleh amni_shamrah | di 10:06 PTG
Category : DOAKU UNTUKMU, HALAMAN AYAH BONDA, MY PEN
Dicatat oleh amni_shamrah | di 10:49 PG
Category : DOAKU UNTUKMU, HALAMAN AYAH BONDA
Dicatat oleh amni_shamrah | di 8:56 PG
Category : HALAMAN AYAH BONDA

mungkin dapat mencapainya. Kita cenderung untuk melihat dan mengambil contoh dari sosok yang berada di depan kita (alias kakak/saudara yang lebih tua). Makanya, menjadi kakak juga sebenarnya tidak mudah. Bak kata teori Survival Of The Fittest, “Chosen by Fate”. Jadi terserah kita untuk membentuk diri kita menjadi teladan yang baik buat adik-adik kita atau sebaliknya menjadi teladan yang jelek untuk mereka contohi.
Kakak selalu menggunakan pendekatan psikologis. Walau tampak sederhana namun sebenarnya amat berbekas dihati. Selalu, jika dimarahi, kakak menjadi orang pertama yang akan membela. Pasti al sepele seperti itu, buat anak-anak akan menjadi suatu hal yang sangat berharga. Belum lagi, kebiasaan kakak yang membelikan hadiah buat kami. Meski jika dia hanya ke kota untuk membeli keperluan tanpa kami, pasti dia tetap akan membelikan sesuatu sebagai ole-ole. Diri yang semakin meningkat remaja, dan mulai punya pemikiran tersendiri, pernah bertanya pada kakak kenapa harus dia bazirkan uangnya untuk kami? Padahal uang tersebut bisa digunakan untuk perbelanjaan hariannya. Namun kakak hanya tersenyum dan menjawab tak mengapa. Kemurahan hati dan kasih sayang yang kakak tunjukkan mengajar diri bahawa kemurahan hati itu adalah suatu yang harus mendasar dalam diri dan indahnya kasih sayang jika diterjemahkan dalam perbuatan.
Kehalusan jiwa kakak dan sensitivitinya amat terserlah sejak kecil. Sewaktu adikku Afham masih ditingkatan 1 (SMP kelas 1) , pernah satu kejadian sewaktu adikku yang tinggal di asrama sekolah Tahfiz Sains, pulang bercuti (libur) di rumah. Suatu pagi, sedang diri sedang membersihkan kamar, kakak tiba-tiba masuk sambil matanya merah. Sisa air mata masih mengalir deras ditubir matanya menandakan hati yang gundah masih belum tenang. Hairan. Padahal baru setengah jam yang lalu beliau keluar dari kamarku untuk menggambil minuman dalam keadaan ketawa-ketawa.setelah diri bertanya, kakak mengatakan “sedih lihat adik menangis kerana susah menghafal Al-Quran. Tapi kakak tidak dapat bantu sedikitpun..” sebaik mendengar kata-kata kakak, semerta dada ini sebak. Ingin ikut menangis. Tapi harus dipendam. Memang seperti itu. Sejak kecil diri harus lebih pintar menyembunyikan perasaan kerana kakak sangat ekspresif orangnya. Saat kakak menarik tanganku keluar kamar dan mengintip dikamar adik, air mata ini tidak mampu lagi terbendung. Mengingat kata-kata kakak tadi dan melihat sendiri sosok adik yang sedaya upaya berusaha dengan keras untuk memantapkan hafalannya..kasihan adikku..
Ijah menonton kartun meski itu bukanlah kebiasaan kakak, sepertimana kakak mengajar diri untuk menyintai sepak bola gunag menembusi dunia satu-satunya adik lelakiku. Kakak juga sering membelikan sesuatu yang disukai adikku Ijah menjelang hari lahirnya. Kakak mulai suka menonton Barbie gara-gara adikku yang satu. Tiap kali Ijah bercerita tentang Barbie dan cerita tentang zaman kanak-kanaknya disekolah rendah, Kakak pasti menunjukkan perhatian penuh dan merespon cerita tersebut hingga adik semakin senang dan mulai cerewet dengan kakak..
Beberapa hari setelahnya, kakak yang kebetulannya selesai menjalankan liqa dengan adik-adik binaannya, bercerita, betapa pentingnya kita menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh orang tua kita. Ternyata banyak di kalangan adik-adik yang melakukan hal yang sama sekali dilarang oleh orang tua masing-masing. Ada yang berkata “saya disini saja masuk ke bioskop, kalau di Malaysia, parents tak bagi sebenarnya”. Ada anak ustaz, tapi di sini berpakaian seperti orang biasa. Bangga melilitkan pakaian ketat ditubuh, bangga memakai jilbab tapi mendedahkan aurat. Yang sekolah agama, bangga membawa perempuan bukan muhrim keluar berduaan dan melakukan hal yang sebagaimana dipandangan masyarakat sesuatu yang “normal” dan layak. Tanpa pernah diketahui oleh orang tua masing-masing.
To give the same feeling that makes your parents proud of you is that you have to shot a goal to be the best. Studying medicine is literally and factually uneasy. Seriously speaking. (as well as other field). But trying to give out your best effort toward it, is not impossible.. Parents send you off with a kind of hope to see that you can hold the thing you want to do in your whole life. That’s the spirit. Remember it. Catch it. Hold it. And move forward. Genius is a gift. Not everyone born with it. But intellegency can be learned by hardworking, that’s the effort ordinary people can put to be extraordinary. My teacher’s favorites word : “Success is 1% inspiration and 99% perspiration”. That’s how life goes. So just keep positive to move on your road, put your effort and pray.
Paling penting adalah hari ini, pasti selamanya akan terulang dan terkenang dalam minda, sebuah azimat pertama yang terukir dikanvas sejarah hidupku tentang hasil pertarungan hidup-mati seorang insan yang paling kucintai. Insan yang mengorbankan seluruh jiwa raga dan seluruh yang dia punya untuk kita dengan rela.. itulah Ummiku sayang.. tak dapat kubayangkan betapa kuat ummiku menahan kesakitan yang diberikan oleh tekanan yang Brixton Hitz hingga bermula the real stages of labor. Dicatat oleh amni_shamrah | di 10:38 PG
Category : DOAKU UNTUKMU, HALAMAN AYAH BONDA

All Rights Reserved. Blog Design by Articles
Bloggerized by Free Blogger Templates
