Skinpress Rss

Memaparkan catatan dengan label HALAMAN AYAH BONDA. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label HALAMAN AYAH BONDA. Papar semua catatan

Isnin, 22 April 2013

KASIH IBU

0



Ibuku kaulah pelita
Yang dulu kini selamanya
Kau beriku kasih kau beriku manja
Kasihmu kudambakan

Engkaulah ibu yang kusayangi
Kasihmu mekar harum mewangi
Menghiasi taman hati
Bak lilin membakar diri
Menyinari hidup ini

Sejak dulu ku dibelai dimanja
Bersarat cinta padat di dada
Walaupun penuh sengsara bertemankan air mata
Berkorban jiwa dan raga

Kasihmu ibu tiada duanya
Kasihmu ibu tiada bandingnya
Mendidik kami dengan kesabaran
Kepayahan dan keperitan ditanam di jiwa

Kasihmu ibu tiada nilainya
Tak rela aku melihatmu di dalam keadaan duka
Hapuskanlah air matamu
Kerana ia menyayat hati ini
Terasa bagai tertusuk sembilu
Hanya Allah yang tahu
Pedihnya hati ini

Kasihmu ibu bak mutiara
Pasti berkilau selamanya
Tidak seperti kaca
Jatuh hancur berkecai
Musnahlah segalanya

Kasihmu ibu yang kurindukan
Penawar hati di kala duka
Kupohonkan restumu setitis doa suci
Mengharap kasih Ilahi

Kasihmu ibu kusanjung selalu
Pengorbanan yang kau curahkan
Setulus hatimu
Sehingga kini kasih yang suci
Tetap bersemi di hati ini 
Seharum kasturi

Kini setelah dewasa
Masa dan detiknya telah tiba
Untukku membalas segalanya
Buat ibu tercinta 
Semoga kau bahagia

Rabu, 30 Januari 2013

PERSARAAN UMMI

0


hari ini hari persaraan ummiku sayang.. pencen dari karrier sebagai seorang pendidik disekolah Menengah Kebangsaan Agama Melor..SMKAM tercinta. SMA ku dulunya. tidak bisa pulang gara-gara masih sibuk menguruskan sisa kuliyah dan pekerjaan di rumah sakit. namun ummiku, meski sudah bersara, teruslah menjadi pendidik yang akan mendidik anak bangsa ini..

ummiku, kaulah pendidik yang terbaik yang mendidikmu sejak dari rahimmu.. sayang ummi.. selamat bersara..







Selasa, 18 September 2012

SELAMAT ULANGTAHUN ALONG

0




I am so glad I had 
You to grow up with me and 
To share the tears and the laughter. 
You made the tears easier 
And laughter more fun.
Wishing you all the best today
And throughout the coming year! 

Isnin, 16 Julai 2012

SAMPAI JUMPA LAGI AYAH

0



Ayah akan pergi lagi
Ini bukan pertama kalinya
Namun entah kenapa, rasa sedih itu tetap menggelayut
Padahal ayah pergi membawa misi ummah
Misi kemanusiaan kemboja.. untuk membantu saudara-saudara kita disana
Perpisahan selalu saja menyakitkan
Meski hanya untuk sebentar

Ummiku yang kuat
Selalu saja membenarkan dia pergi
Meski ummi sendiri kemana saja lebih senang ditemani ayah disisi
Tapi itulah kehidupan seorang pejuang

Hidup bukan hanya untuk diri kita sahaja
Ada ketikanya kita harus mengorbankan kesenangan kita untuk orang lain
Kadang kita harus memberikan apa yang kita punya
Kerna sungguh hidup itu lebih bermakna
Saat kita bisa bermanfaat buat orang lain
Saat kehadiran kita membawa senyum pada bibir orang lain
Itu yang sering ayah dan ummi ajarkan

Mungkin dewasa ini terlalu banyak fikiran
Khawatirkan kesehatan ayah keselamatannya
Tapi itulah.. ada Allah Yang Maha Menjaga yang akan menjaganya disana
Ada Allah yang Tidak Lengah yang selalu akan melindunginya..
Semoga ayah selamat dalam perjalanan pergi
Sepanjang disana dan pulang juga dengan selamat ke pangkuan keluarga
Ku tidak ingin mengatakan selamat jalan ayah,
Tapi sampai jumpa lagi, ayah…

Sayang ayah ^__^
Amni_shamrah
17 Julai 2012
12.49 pm

Khamis, 12 Julai 2012

LOVE YOU FOR A THOUSAND YEARS

0


It's 23.45 pm.. Mom call..."tomorrow is 13th July.. do pray for your father.. it's his birthday!!".. I almost forget!! not forgetting that 13th July is my dad's birthday vise versa, i'm forgetting that tomorrow is 13th July..huhu.. thanks mom for the reminder.. eventhough I'll find it out later, but mom give me some space to accomplish "my little card project" for an instant greeting out of thousand miles away..


Dad, I'm praying a birthday prayer for you,
Peace and happiness in all you do.
Lord, my father gave his all for me,
Please, Lord, hear my extra special du'a:
Keep him safe so he can still be near;
Lord, my father is so very dear.
Role model, an extraordinary man,
He's my dad and I'm his biggest fan.
Dad, I'm praying to the Lord for you
That He will give you all the good you're due...


Time has brought your age plus another
thousand words didn't enough to show how much I love you,but still want you to know that I have loved you for a thousand years
and will love you for a thousand more.. HAPPY BIRTHDAY my dear ayah.. you're the best part of my life!!

Ahad, 6 Mei 2012

MY BIRTHDAY

0



May 6 2012..It's my 24th birthday..

Sebenarnya menjelang ulangtahun, ia bukan kemenangan buat diri kecuali segunung penghargaan buat Ummi tercinta dan ayah yang tersayang kerna mendidik diri ini hingga aku bisa seperti sekarang..

Terima kasih Ya Allah kerna masih memberi diri kesempatan disela-sela ruas waktu yang berbatas.. masih memberi diri peluang untuk menikmati terbitnya fajar dipagi hari dan tenggelamnya senja dimalam hari..


semoga diri ini bisa menjadi anak solehah dan seorang yang bermanfaat bagi orang lain hingga penghujung nyawa..


Terharu saat teman-teman memberikan kue (kek) ulangtahun. bersusah payah rupanya mereka merancang sebuah kejutan untukku.. kek dari "Dapur Coklat" benar-benar enak dengan campuran buah-buah segar. tapi yang paling penting bukanlah keknya melainnya " a huge love behind it".. tambah pula masing-masing sebenarnya sibuk dengan dunia perkoasan.



Kad ulangtahun dari Shafa, Aimi dan Ain benar-benar mengharukan..hand-made dengan penuh kasih sayang adik-adik.. ^__^



kad dari Along juga sangat mengundang haru.. menangis saat membacanya.. missing home..

dan juga puisi dari seorang teman....

untukmu yg mencari jati diri..
yg sedang mencari arti kehidupan...

tetesan embun seolah berbisik memanggil asmamu..
dedaunan bertasbih menyebut asmamu..
mentari pun meneriakkan asmamu dengan sinarnya...
bahkan kicauan burung pun melagukan asmamu,,,

benang-benang merah kehidupan terlukis indah diraut wajahmu yang teduh...
kotak-kotak kehidupan menyapa beningnya hatimu...
seolah langit hendak mengucapkan syahadat cinta..
biarlah awan berlari mengejar dirimu...

mengubah kedengkian menjadi bait-bait puisi...
membuat amarah menjadi asmara di kehidupan
hingga jarak dan waktu...
membuat segalanya menjadi utuh...

Khamis, 22 Disember 2011

MEMBESAR DI BELAKANG BAYANGAN YANG HEBAT

4


Kali ini rasa ingin sekali berkongsi tentang “ Membesar di Belakang Bayangan Yang Hebat”. Pengalaman yang pernah dilalui sewaktu zaman kecilku. Dari kacamata seorang adik lebih tepatnya. Semoga bermanfaat. [mungkin bawaan hujan dan rindukan kakak membuatkan memori semalam berputar di minda sedar hingga memberikan ilham sebuah perkongsian]

Membesar sebagai seorang adik, pasti sosok sang kakak yang paling berperan dalam pembentukan peribadinya. Kerana sebagai anak-anak, pastilah didikan paling efektif itu adalah melalui contoh teladan yang baik ketimbang kata-kata semata. Kadang untuk anak yang berusia 6-7 tahun, mencontohi ibu bapa secara lansung boleh jadi terasa amat berat kerana pada pikiran dangkal kita, ibu dan ayah adalah sosok yang sangat sempurna dan tingga hingga kita tidak mungkin dapat mencapainya. Kita cenderung untuk melihat dan mengambil contoh dari sosok yang berada di depan kita (alias kakak/saudara yang lebih tua). Makanya, menjadi kakak juga sebenarnya tidak mudah. Bak kata teori Survival Of The Fittest, “Chosen by Fate”. Jadi terserah kita untuk membentuk diri kita menjadi teladan yang baik buat adik-adik kita atau sebaliknya menjadi teladan yang jelek untuk mereka contohi.

Meski terlahir bersaudara, tetap kita menjalani proses perkenalan dan kebersamaan yang tersendiri. Kebanyakan kita bisa lihat, hubungan bersaudara itu sangat jarang yang bisa diekspresikan. Kadang, meski sang kakak sangat menyayangi adiknya, namun sebaliknya mereka bersikap cuek (tidak peduli) atau bersikap usil (nakal). Mereka lebih selesa dengan menjadikan adik-adik mereka bahan ketawa, bahan ejekan dan sebagainya. Sang adik jua merespon sedemikian. Saat sang kakak dimarahi, mereka juga akan membalas dendam dengan mengetawai atau mengacungkan jempol sebagai tanda gembira atau “padan muka”!! Tak kurang juga yang acap menggunakan bahasa yang kasar dalam bertutur dan mengeluarkan caci maki dalam perbualan harian. Tanpa disedari, hal-hal ini mendarah daging dalam kehidupan dan menjadi bagian dari peribadi mereka.

Perbedaan usia diri dan kakak tidak jauh beda. 4 tahun. Tambahan diri dan kakak sama-sama perempuan membuat hubungan kami sangat akrab sejak kecil. Kakakku teman terbaikku. Teman bermainku. Teman ceritaku. Sepanjang akal ini masih mampu mengingat, selalu ada kakak yang menemani hari kecil dan hari remajaku.

Meniti-meniti hari remaja, kakak semakin mendewasa. Diri sangat kagum sewaktu melihat kakak mampu berbahas banyak hal dengan ayah dari isu semasa hingga kepada isu dunia. Kakak banyak membaca. Jadi pengetahuannya sangat luas. Diri masih ingat dalam 1 perjalanan pulang kampung ayah di Selangor di suatu musim cuti sekolah, seperti biasa ayah akan bercerita kepada kami tentang kisah sirah nabi dan para sahabat. Kakak banyak merespon. Kemudian dia bercerita kepada ayah tentang rencananya untuk menulis tentang Imam As-Syahid Hasan Al-Banna, pengasas gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Mujadid yang telah memberi nafas baru dalam perkembangan dunia dakwah. Nilaian pertama yang diri belajar dari kakak. Membaca jembatan ilmu. Seiring dengan ini, ayah dan ummi mengesyorkan (memberi saran) bahan bacaan yang sesuai dengan tahap kami dan berusaha menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk membantu proses pembelajaran dan pengetahuan kami.

Sewaktu pertama menjejakkan kaki ke alam sekolah menengah (SMP), diri masih lagi terperangkap dalam dunia kanak-kanak yang tidak begitu mempedulikan soal aurat dsb. Dan kemudian kakaklah yang mengajarkan diri untuk lebih prihatin terhadap pakaian yang menutup aurat. Tapi cara kakak mendidik diri jelas terasa seninya. Diri masih ingat sewaktu kakak meminta ummi membelikan kami jubah (gamis) yang serupa coraknya. Kakak mengajak diri untuk memakai baju yang sama dan menghadiahkan diri sepasang stoking (koas kaki). Beliau tidak lansung memarahi diri yang masih tidak menutup aurat dengan sempurna di usia 13 ku. Namun sebaliknya beliau mengajarkan diri dengan teladan yang baik dan cerita-cerita tentang wanita hebat zaman nabi.

Kakak selalu menggunakan pendekatan psikologis. Walau tampak sederhana namun sebenarnya amat berbekas dihati. Selalu, jika dimarahi, kakak menjadi orang pertama yang akan membela. Pasti al sepele seperti itu, buat anak-anak akan menjadi suatu hal yang sangat berharga. Belum lagi, kebiasaan kakak yang membelikan hadiah buat kami. Meski jika dia hanya ke kota untuk membeli keperluan tanpa kami, pasti dia tetap akan membelikan sesuatu sebagai ole-ole. Diri yang semakin meningkat remaja, dan mulai punya pemikiran tersendiri, pernah bertanya pada kakak kenapa harus dia bazirkan uangnya untuk kami? Padahal uang tersebut bisa digunakan untuk perbelanjaan hariannya. Namun kakak hanya tersenyum dan menjawab tak mengapa. Kemurahan hati dan kasih sayang yang kakak tunjukkan mengajar diri bahawa kemurahan hati itu adalah suatu yang harus mendasar dalam diri dan indahnya kasih sayang jika diterjemahkan dalam perbuatan.

Masih segar diingatan,hari pengumuman keputusan SPM (Sijil Peperiksaan Malaysia/ Ujian Nasional SMA), kakak tidak berada di rumah. Beliau sedang melanjutkan pelajarannya di kampus KUSZA, Terengganu. Sebaik mengetahui keputusan ujian, diri segera menelefon kakak untuk memberitahunya kabar tersebut. Jawaban kakak sewaktu itu “tahniah angah, kakak tau angah boleh..” kata-kata sederhana. Tapi buat seorang adik, ia memberi makna yang sangat mendalam. Kakak punya keyakinan yang tinggi pada kita meski dia terkesan lebih dewasa dan lebih berpengalaman. Ia menanam keyakinan diri dan rasa ingin berusaha dengan lebih keras. Kakak lansung menyuruh diri mengambil hadiah (kado) yan sudah disiapkan dari awal dikamarnya. Segera berlari ke kamar kakak setelah pulang dari sekolah. Kakak telah menghadiahkan sehelai jubah (gamis) berwarna pink muda dengan layer tipis berwarna peach. Baju yang kian lama diri impikan. Menangis terharu. Wah, kakak tau betul apa yang diri mau.. TERIMA KASIH KAKAK..

Kehalusan jiwa kakak dan sensitivitinya amat terserlah sejak kecil. Sewaktu adikku Afham masih ditingkatan 1 (SMP kelas 1) , pernah satu kejadian sewaktu adikku yang tinggal di asrama sekolah Tahfiz Sains, pulang bercuti (libur) di rumah. Suatu pagi, sedang diri sedang membersihkan kamar, kakak tiba-tiba masuk sambil matanya merah. Sisa air mata masih mengalir deras ditubir matanya menandakan hati yang gundah masih belum tenang. Hairan. Padahal baru setengah jam yang lalu beliau keluar dari kamarku untuk menggambil minuman dalam keadaan ketawa-ketawa.setelah diri bertanya, kakak mengatakan “sedih lihat adik menangis kerana susah menghafal Al-Quran. Tapi kakak tidak dapat bantu sedikitpun..” sebaik mendengar kata-kata kakak, semerta dada ini sebak. Ingin ikut menangis. Tapi harus dipendam. Memang seperti itu. Sejak kecil diri harus lebih pintar menyembunyikan perasaan kerana kakak sangat ekspresif orangnya. Saat kakak menarik tanganku keluar kamar dan mengintip dikamar adik, air mata ini tidak mampu lagi terbendung. Mengingat kata-kata kakak tadi dan melihat sendiri sosok adik yang sedaya upaya berusaha dengan keras untuk memantapkan hafalannya..kasihan adikku..

Begitu juga adikku Ijah, dari kecil, kerna perempuan bungsu, Ijah selalu adalah yang paling unik. Jadi sebagai yang bungsu, sering dimanjakan oleh kakak. Apapun maunya pasti kakak turuti. Setiap kali pulang dari kampus, kakak pasti akan membahagikan waktunya untuk menemani Ijah menonton kartun meski itu bukanlah kebiasaan kakak, sepertimana kakak mengajar diri untuk menyintai sepak bola gunag menembusi dunia satu-satunya adik lelakiku. Kakak juga sering membelikan sesuatu yang disukai adikku Ijah menjelang hari lahirnya. Kakak mulai suka menonton Barbie gara-gara adikku yang satu. Tiap kali Ijah bercerita tentang Barbie dan cerita tentang zaman kanak-kanaknya disekolah rendah, Kakak pasti menunjukkan perhatian penuh dan merespon cerita tersebut hingga adik semakin senang dan mulai cerewet dengan kakak..

Sepanjang akal ini mampu menyimpan memori, tidak pernah rasanya mendengar kakak mengeluarkan kata-kata yang kasar atau kesat. Sebaliknya kakak sering memberi motivasi dan paling penting, kakak adalah tempat mencurah masalah dan berkongsi pendapat. Kakak sangat rasional dan berfikiran terbuka serta berpandangan jauh. Setiap dia memberi pendapat pasti masuk akal dan bisa dipraktekkan. Bukan sekadar teori semata-mata. Berbicara dengan kakak itu menambah ilmu dan wawasan. Berbincang dengan kakak itu akan membenahi idea yang kreatif.

~kakak, saranghyeyo~

Rabu, 30 November 2011

BREAKING A TRUST

0


“Ayah bukan tidak mahu anak ayah belajar di luar negara, tapi ayah cukup takut, jika anak ayah nanti, balik sebagai seorang dokter yang berjaya tapi tidak lagi sebagai seorang manusia yang soleh”

Kata-kata ayah kembali terngiang-ngiang di telinga saat dihadapkan dengan 2 pilihan yang agak payah. Mengikut majority atau berkeras untuk pulang. Hari sudah malam benar. Teman-teman bersetuju sebulat suara untuk menonton wayang/bioskop bersama. Cerita larut malam setelah selesai acara farewell party tadi sebagai “nonton bareng” terakhir sebelum berpisah. Suatu tempat yang tidak pernah kaki ini jejaki sejak dulu. Tidak pernah dibawa ayah mahupun ummi. Serba salah. Menyertai mereka, menjejakkan kaki ke panggung wayang/bioskop berarti melanggar prinsip utama yang terbina, mengkhianati kepercayaan ayah dan ummi yang mengizinkan diri menuntut ilmu sejauh ini. Sementara pulang sendiri dikala jam sudah menginjak angka 11 berarti mengundang bahaya pada keselamatan diri. Buntu. Mana yang lebih aula(utama)?

Saat itu akal seakan berhenti berfungsi. Atma tiba-tiba berbicara: Ya Allah, ayah di tempat, sedang giat buat kerja Islam, takkan anak disini mahu melakukan hal yang maksiat? Dimana selarinya didikan ummi yang membisikkan “Allah Maha Melihat, Allah Maha Mendengar dan Allah Maha Menyaksikan” sejak kecil. MasyaAllah.. malu pada Allah jika Allah lihat kita yang mengaku taat padaNya sedang dalam waktu yang sama menderhaka padaNya dengan memasuki tempat yang lebih mengundang maksiat ketimbang amal soleh. Malu pada Allah jika Allah lihat kita yang melaungkan kalimat tauhid pada masyarakat dalam masa yang sama mengkhianati syiar agungNya dengan melakukan hal yang membelakangi syariat. Allahu Akbar!!

Hati telus dan terus berdoa semoga Allah memberikan jalan keluar. Diri meminta izin teman yang membonceng untuk lansung pulang. Betapapun resikonya setelah memberikan alasan yang tepat dan meluahkan hal yang sebenarnya. Alhamdulillah, sungguh Allah lah yang menggenggam hati-hati manusia. Teman yang kebetulannya anak seorang Ustaz, lansung mengerti dan meminta maaf. Dia lansung menemani diri untuk pulang. Meredah pekatnya malam berdua. Lebih aman. Percaturan Allah lebih indah dari yang kita perkirakan. Kadang kita terlalu takut dan terlalu bimbang akan pendapatnya manusia hingga kita mengabaikan perintah Allah dan mengetepikan apa yang Allah tuntut. Kita lebih menjaga perasaan manusia ketimbang “perasaan Allah” yang telah memberikan segalanya pada kita. Dari situ diri mengambil pelajaran bahawa apa jua masalah yang mendatang, Allah pasti ada solusinya. Hanya saja kita yang memutuskan jalan mana yang ingin kita tempuh. Jalan kefasikan atau jalan ketaqwaan. Pasti Allah akan memudahkan urusan kita, InsyaAllah..

Beberapa hari setelahnya, kakak yang kebetulannya selesai menjalankan liqa dengan adik-adik binaannya, bercerita, betapa pentingnya kita menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh orang tua kita. Ternyata banyak di kalangan adik-adik yang melakukan hal yang sama sekali dilarang oleh orang tua masing-masing. Ada yang berkata “saya disini saja masuk ke bioskop, kalau di Malaysia, parents tak bagi sebenarnya”. Ada anak ustaz, tapi di sini berpakaian seperti orang biasa. Bangga melilitkan pakaian ketat ditubuh, bangga memakai jilbab tapi mendedahkan aurat. Yang sekolah agama, bangga membawa perempuan bukan muhrim keluar berduaan dan melakukan hal yang sebagaimana dipandangan masyarakat sesuatu yang “normal” dan layak. Tanpa pernah diketahui oleh orang tua masing-masing.

Tidak sedar sama sekali bahawa kita datang dengan membawa maruah dan kepercayaan orang tua kita. Tapi disini kita menginjak-injaknya tanpa menyedari betapa jika mereka mengetahui apa yang telah kita perbuat, pasti mereka akan kecewa. Anak yang mereka didik bagai menatang minyak yang penuh akhirnya melupakan semua didikan mereka dan menjadi orang berbeda.

Bayangkan saudaraku, ibu yang siang malam mendoakan kesejahteraan kita, berkorban tanpa jemu untuk kita, namun kita menderhakainya dengan melakukan hal yang tidak disukainya. Alangkah kecewanya ibu. Ayah yang membanting tulang membesarkan kita dengan peluh keringatnya, ayah yang tak jemu mendidik kita menjadi anak soleh, kita membalasnya dengan menderhakai mereka lewat perbuatan kita yang telah sekian lama ditegahnya. Wajarkah?

Ayuhlah saudaraku, pecahkan tembok keegoan kita. Taatilah Allah.. Taatilah RasulNya dan taatilah ibu bapa yang telah mengasuh kita sejak dari kecil. kasihani mereka saudaraku.. Kita adalah amanah yang telah Allah SWT turunkan kepada mereka untuk dijaga. Sanggupkah kita melihat ibu dan ayah kita diazab di api nereka kerana perbuatan derhaka kita?

Break the siege!! Belajarlah untuk menderhaka pada maksiat!! semoga Allah mengampunkan dosa kita dan

Khamis, 27 Oktober 2011

DAD'S PRINCESS

2


It was a very hectic day in hospital. I just came out from one of the ward to exchange the branula set of chirrosis hepatic patient. He had a phlebitis on his hand due to the long-term infusion. Suddenly my mobile phone rang. “beep..beep” it’s sms sound. I took a look and found that it was from my dad. As long as I can remember, it was really a rare thing to get the sms from dad. Because he usually calls in or I’ll call him out. It makes me damn curious about the content of the sms.

Quickly I’d press the “OPEN” button and start reading. “Dear daughter and son (me and my brother who studies in Mesir), Now I’m in a Graduation Hall to see your big sister’s graduation event. If you want to give your words to her, better say it right now and I’ll pass it to her..” the tears suddenly drop out my eyes as the warm feeling crawls into my heart. Today is my sister’s big day. A Graduation Day. She had succeeded to become a lawyer as she always dream. A civil law degree and a syariah law degree.. for the first time in my life, I can feel how proud my dad is, having her as a daughter. My mom is also in the same way. To be called a “dad” and a “mom” to a succeeded daughter give a meaning that they are both superb..

To give the same feeling that makes your parents proud of you is that you have to shot a goal to be the best. Studying medicine is literally and factually uneasy. Seriously speaking. (as well as other field). But trying to give out your best effort toward it, is not impossible.. Parents send you off with a kind of hope to see that you can hold the thing you want to do in your whole life. That’s the spirit. Remember it. Catch it. Hold it. And move forward. Genius is a gift. Not everyone born with it. But intellegency can be learned by hardworking, that’s the effort ordinary people can put to be extraordinary. My teacher’s favorites word : “Success is 1% inspiration and 99% perspiration”. That’s how life goes. So just keep positive to move on your road, put your effort and pray.

My sister is a kind of inspiring person. She’d proved it to be the best in her life. Being a good daughter. A good wife. A great mom and a good student. We can make it the way we want as long as we have the hopes and chase for it..

I love you dad.. I love you mom.. I love you sis.. do pray for me to be the best!! For my lovely brother, Keep Fighting!!


“The words are so powerful. The path is too dangerous. Walk slowly. And be patient. Then you’ll know that you can go beyond your limit”

Jumaat, 6 Mei 2011

BIRTHDAY EVE

0



It’s My Birthday Eve.. Saengil Chukha Hamnida!!
Ramai orang tanya “kenapa Mahfuzah tak letak remainder di FB atau email tarikh lahir awak? Susah.. ramai orang tak ingat” begitulah, antara soalan yang dilontarkan buat diri entah ke berapa kalinya. Belum pernah rasa ingin menyingkap cerita disebaliknya sebelumnya kecuali hari ini. mungkin kerna lidah ini sudah malas menjawab apa adanya atau mungkin juga kerna telinga ini sudah bosan mendengar pertanyaan yang sama, maka ayuh kita berbicara dari hati ke hati,cuma untuk hari ini… pada hari yang penting ini….
Arti Ulangtahun buat diri..
Ramai orang mentafsirkan ulangtahun dalam versi masing-masing. Ada yang menyambutnya dengan gilang gemilang. Mengelar acara atau pesta ulangtahun, ada orang menyambutnya kecil-kecilan. Bahkan ada yang tidak pernah menyambutnya. Tergantung pada individu masing-masing. Bagi diri yang sangat menghargai nilai eksistensi diri, diri sangat menghargai tanggal 6 MEI 1988. Hari pertama Allah mengizinkan paru ini untuk mengembang setelah menyedut udara didunia, jantung ini berdegup menyambung kehidupan bermula dari detak pertama.
Paling penting adalah hari ini, pasti selamanya akan terulang dan terkenang dalam minda, sebuah azimat pertama yang terukir dikanvas sejarah hidupku tentang hasil pertarungan hidup-mati seorang insan yang paling kucintai. Insan yang mengorbankan seluruh jiwa raga dan seluruh yang dia punya untuk kita dengan rela.. itulah Ummiku sayang.. tak dapat kubayangkan betapa kuat ummiku menahan kesakitan yang diberikan oleh tekanan yang Brixton Hitz hingga bermula the real stages of labor.
1. The first stage starts from the latent phase of labor (progressive cervical dilatation associated with regular uterine contraction) and terminates at the time of full dilatation of the cervix.
2. The second stage starts from full dilatation of the cervix and terminates at the time of the delivery of the infant.
3. The third stage starts from delivery of the infant and terminates at the time of expulsion of the placenta.
Yang mana kesakitan yang ditanggung sang ibu saat memasuki Stage 1 sahaja merembat melalui afferent nerve supply pada uterus melalui symphatetic nerve yang mana impuls nya akan menjangkau segment tulang belakang dari T10-L1. Belum lagi berbicara tentang proses-proses seterusnya. Itulah dia kesakitan yang ditanggung ummi demi diri ini. Bermula saat mengandung hinggalah diri meningkat dewasa seperti hari ini, terlalu besar pengorbanan yang ummi berikan hingga walau untuk menghitungnya diri sudah tidak sanggup.
Sejak dari kecil, ummi dan ayah tidak pernah lupa hari lahir anak-anaknya. Setiap anak bagi mereka adalah asset yang amat berharga dan sangat istimewa. Ucapan “selamat hari lahir” dan solat hajat bersama bukan sekadar ritual yang dijalankan setiap ulangtahun. Namun ia adalah pemberdayaan dari kasih sayang yang tersalur dari kegiatan bersama. Diri pernah bertanya kenapa ulangtahun harus istimewa seperti itu? Padahal yang sakit melahirkan itu ummi, yang sibuk mencari nafkah itu ayah.. namun kemudian baru ku sadari bahawa hari lahir itu adalah bentuk penghargaan ayah dan ummi untuk meraikan keluarga baru dalam kehidupan mereka. Jadi diri juga mulai menghargai hari ulangtahun, kerana ulangtahun adalah penghargaan diri buat ayah, ummi dan ahli keluarga yang lain.
Dan yang paling penting, hari ini menjadi turning point kepada perubahan diri,untuk menjalankan muhasabah dan kembali menata hari untuk menjadi insan yang solehah. Ya paling penting juga untuk memasang azam baru dan memasang niat kembali pada landasan yang Allah tetapkan.
Hari lahir bukan setakat suatu tarikh tak bermakna yang layak diingat oleh mesin-mesin yang tiada perasaan, tapi ia adalah gabungan emosi yang menerbitkan memori jangka panjang. Ya, tarikh lahir adalah untuk diingati oleh orang-orang yang menganggap kita penting di episode kehidupannya. Intinya bukan pada ucapan selamatnya semata tapi pada ingatannya buat kita. Jadi tidak usah memaksakan mesin untuk mengingatkan kita pada hari lahir seseorang.. cukuplah kalau seseorang itu benar bermakna dalam kehidupan kita, memori kita akan merekam tarikh yang bermakna buat dia dihati kita… jangan merasa bersalah andai kita terlepas mengucapkan selamat kerna boleh jadi, orang itu belum cukup dekat dihati kita untuk kita ingati..tapi juga tak salah untuk mengingat hari lahir seseorang kerna hari lahir adalah hari yang sangat sensitive buat seseorang. Begitu kata seorang ahli psikologi.
*terima kasih Ya Allah kerna memberikan diri ini nikmat keluarga bahagia yang sentiasa bertakhta dijiwa, memiliki ibubapa yang hangat dengan kasih sayang, sabar mendidik diri dan memberikan contoh teladan paling berkesan, terima kasih Ya Allah, kerana mengurniakan kakak yang sangat memahami diri, dan memiliki sosok hebat dan membenarkan diri untuk membesar dibelakang bayangannya, terima kasih Ya Allah kerana mengurniakan adik-adik yang sangat mendukung dan bersahabat. Adik yang bisa menjadi teman untuk melakukan banyak hal bersama, menjadi sahabat saat bertukar cerita. Terima kasih Ya Allah kerana mengurniakan sahabat-sahabat serta adik-adik yang baik yang menemani setiap episode dalam kehidupan ini hingga pada saat ini. terima kasih Ya Allah kerna memberikanku teman KKN yang baik yang menjadi penyeri dalam salah satu fase hidup ini..
Thank You Allah… Thank You Allah…

Isnin, 25 Oktober 2010

TEGURAN KAKAK

0


Sejak kecil perwatakanku(karekter) sangat berbeza (beda) dari kakak. Kalau kakak suka permainan yang lasak, diri lebih suka permainan yang keperempuanan seperti masak-masak. Kalau kakak itu banyak bicara orangnya, diri lebih suka diam tak berkata apa.. Ibarat kata arwah nenekku, kalau kakak pulang dari sekolah, seisi rumah maklum tentang kepulangannya. Kerana kakak pasti akan menyapa semua orang. Bertentangan halnya apabila diri yang pulang dari sekolah, semua orang juga tidak tahu kerana diri lebih senang diam dan berada di bilik (kamar). Awalnya juga hairan kenapa diri bersikap begitu, tapi fikirku mungkin kerana diri anak kedua, makanya miliki sifat yang menyeimbangkan perwatakannya kakak.

Terkenang suatu peristiwa sewaktu diri berada di tingkatan 3 sekolah menengah rendah (kelas 3 SMP). Akan menduduki ujian penting Penilaian Menengah Rendah (PMR) pada penghujung tahunnya. Waktu itu kakakku berada di tingkatan 5 (kelas 2 SMA) dan juga akan menduduki ujian besar Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) (Ujian Nasional). Waktu itu, diri lebih banyak menghabiskan waktu belajar di kamar berikutan meja belajar yang terletak di kamar. Maklum belajar untuk mendapatkan keputusan yang cemerlang dalam ujian nanti (buru ranking). Hinggakan hanya keluar dari kamar sewaktu solat dan makan. Tidak peduli apa yang berlaku dalam rumah. Kalau hari cuti sekolah (libur sabtu minggu), diri akan menghadiri kelas tambahan. Kalau kakakku lebih banyak berada diluar kamar. Bermain dengan adik-adik, bersembang dengan ummi dan nenek dan sebagainya. Pokoknya kakak itu masuk ke kamar hanya waktu tidur.

Suatu hari sedang bersembang dengan kakak, dan kakak berkata “ awak ini bagus, selalu belajar sebab nak dapatkan keputusan yang cemerlang dalam pelajaran. Tapi satu hal yang awak harus ingat, sedang awak berusaha gigih untuk mengejar cita-cita di kamar, adik-adik kita juga sedang membesar diluar. Dan melalui usia-usia mereka sekarang, mereka memerlukan perhatian dari kita untuk membantu mereka, mendengarkan mereka. Janganlah ketekunan itu menghilangkan kepekaan dan sensitivity awak terhadap orang-orang lain. Belajar hingga cemerlang itu memang perlu.. tapi masih banyak hal yang penting harus kita titik beratkan di sekitar kita..”

Teguran yang benar-benar menusuk kalbu. Ya benar, diri terlupa akan hal itu. Terlalu banyak menghadap buku, terobses dengan latihan demi latihan yang memahirkan, diri ibarat tenggelam dalam dunia sendiri hingga tak sedar yang waktu tetap berputar. Banyak hal yang berlaku tapi tidak kuhiraukan. Bukan sahaja di rumah. Bahkan di sekolah. Hanya berbicara dengan teman-teman akrab serta kelompok belajar hingga terlupa masih banyak rakan sekelas yang tidak ku sapa. Hidup dalam komuniti kelas yang kecil namun masih ada yang belum ku kenali. Apatah lagi untuk membantu rakan-rakan yang kurang memahami setiap mata pelajaran yang diajarkan guru.. Seakan terlupa istilah ilmu itu untuk dikongsi bukan untuk di bolot sendiri. patutlah ada rakan yang menyatakan diri sombong.Astagfirullahal adzim..

Nasihat kakak sudah banyak mengubahku. Ya dari ulat buku menjadi makhluk sosial memang tak mudah pada awalnya. Namun seakan ada kebahagiaan yang tersendiri apabila menghabiskan waktu dengan keluarga. Melihat telatah adik-adik yang lucu, mendengar cerita-cerita persekolahan serta kegusaran anak-anak. Mendengar nasihat ibu yang tak pernah habis, imbauan kisah silam nenek yang penuh pengalaman. Di sekolah juga baru membiasakan diri untuk menyapa semua orang setiap pagi. Dan mengambil peduli tentang kegusaran rakan-rakan serta gossip-gosip terbaru yang beredar di sekolah. Kerunsingan tentang ujian PMR yang mendatang tidak lagi membelenggu fikiran. Baru dapat belajar dengan lebih tenang dan gembira. Benarlah kata kakak, jangan terlalu tertekan (stress) memikirkan kegagalan yang masih belum berlaku. Nikmatilah apa yang ada sekarang. Belajar dengan baik dan menghargai apa yang ada disekeling. Berusaha maksimal tanpa mengabaikan orang lain. paling penting itu menjaga hubungan dengan Allah, hubungan sesama manusia dan hubungan dengan alam.

Terima kasih kakakku..

Ahad, 20 Jun 2010

Selamat Hari Ayah!

2


buat ayahku yang tercinta,
selamat hari bapa ku ucapkan. semoga sahaja Allah mengurniakan segala kebaikan dan keberkatan usia padamu selalu..

ayahku,
saat aku dilahirkan, kau sudah berada di sampingku, mengendong tubuh kecil dengan penuh rasa kasih sayang. kau membesarkanku bagai menatang minyak yang penuh. setiap hari menghadapi kerenahku yang pelbagai tidak pernah menghilangkan kesabaranmu. kau tetap tersenyum walau dalam kepenatan. kau menggagahkan dirimu menemaniku bermain walau dalam dalam keletihan.

ayahku, pengorbananmu menggunung tinggi. takkan pernah mampu untukku balas. andai dapat ku petik bintang-bintang di langit, pasti akanku hadiahkan buatmu. andai dapat ku gapai bulan yang bersinar cemerlang, tentu akan ku hadiahkan buatmu..

AYAH
by:ae-man

ketika kejauhan
masihku rasa hangat kasihmu ayah
betapaku rindukan redup wajahmu
hadir menemaniku

terbayang ketenangan
yang selalu kau pemerkan
bagaikan tiada keresahan

walau hatimu sering terluka
tika diriku terlanjur kata
tak pernah sekali kau tinggalkan
diriku sendirian

ketikaku dalam kedukaan
kau mendakap penuh pengertian
disaat diriku kehampaan
kau setia mengajarku
erti kekuatan

terpancar kebanggaan
dalam senyummu
melihatku berjaya
bilaku kegagalan
tak kau biarkan
aku terus kecewa
dengan kata azimat
engkau nyalakan semangat
restu dan doa kau iringkan

tak dapatku bayangkan
hidupku ayah
tanpa engkau disisi
semua kasih sayang
yang kau curahkan
tersemat dihati.....

-terima kasih ayah..aku bangga menjadi putrimu-