Skinpress Rss

Selasa, 15 Oktober 2013

EID ADHA 10 DZULHIJJAH 1434H- BUKTI CINTA DAN KETAATAN

0


Terbaca satu artikel yang sangat menyentuh. lumayan merefresh kembali ingatan tentang pengorbanan Keluarga Ibrahim..

“Dan ketika Ibrahim diuji Rabbnya dgn beberapa kalimat lalu Ibrahim menunaikannya..” . Allah memerintah Ibrahim as berhijrah ke Mekah. Perintah ini bukan kali pertama bagi Ibrahim. Sebelumnya beliau telah menunaikan hijrah beberapa kali dari Babilon ke Palestina; dari Palestina ke Mesir; dari Mesir ke Palestina lagi. Semua beliau lakukan demi risalah suci. Hijrah ke Mekah kemudian menjadi peristiwa yg monumental di dalamnya syarat dgn pelajaran utk sebuah pengorbanan sejati. Sekurang-kurangnya ada tiga aktor yg berperan penting Ibrahim Hajar Isma’il. Ketinganya mewakili tiga unsur keluarga bapak istri dan anak. Adalah Ibrahim as yg sudah berumur mengharapkan keturunan. Allah kemudian memberinya Isma’il. Bukan main girang dan bersyukurnya Ibrahim ia mendapat karunia yg selama ini selalu dimintanya. Sampai akhirnya datang perintah hijrah ke tempat yg kini dikenal dgn Mekah. Ibrahim Hajar dan Isma’il pergi menuju padang gersang yg tak bertuan itu. Tiada penduduk tiada tempat tinggal tiada tanaman tiada air. Di tempat itulah Ibrahim rela meninggalkan istri dan bayinya. Semua ia lakukan demi perintah Allah. Tak banyak bekal yg beliau tinggalkan kecuali seteko air dan sekantong makanan.

Ibnu Katsir menceritakan saat Nabi Ibrahim hendak berlalu sang istri menarik tali kekang tunggangannya dan bertanya “Apakah Kanda akan meninggalkanku bersama anakmu di tempat yg tiada tanaman lagi ?” Ibrahim as terdiam. Hajar mengulangi pertanyaannya hingga tiga kali dan tetap saja Ibrahim diam. Sampai akhirnya Hajar mengganti pertanyaan “Apakah Allah yg memerintahkanmu melakukan hal ini?” “Benar” jawab Ibrahim. Hajar menimpali “Jika demikian Allah tidak akan mempersulit kami.” Sungguh sebuah dialog yg menusuk hati. Merefleksikan kedalaman iman. Tercermin ketundukan sekaligus pengorbanan yg menakjubkan. Berhijrah meninggalkan kemapanan dan barangkali rumah pekerjaan sanak keluarga serta nilai materi dunia lain menuju tempat yg gersang tak bertuan tak ada jaminan keamanan tidak juga makanan dan minuman apalagi sanak keluarga dan handai taulan. Sebuah sikap dan keputusan yg memancarkan nilai tawakal dan iman yg begitu tinggi bahwa hanya Allah yg Maha Menghidupkan Maha Mematikan Maha Memberi Rezeki. Meyakini dan mewujudkan keyakinan tersebut dalam praktik tentu tidak semudah meyakininya dalam teori. Tidak semudah menghafal lafaz-lafaz asmaul husna. Ibrahim beserta keluarga tidak sedang berteori tetapi tangah mengartikulasikan sebuah teori. Sampai akhirnya terjadilah peristiwa bersejarah. Perbekalan air dan makanan Hajar habis.

 Isma’il a.s. menagis kehausan krn ibunya tak lagi dapat mengeluarkan ASI. Sang ibu kelabakan ia berlari berusaha mencari air di antara Bukit Shofa dan Marwa. Usahanya tak menuai hasil. Terjadilah mukjizat isma’il menjejakkan kakinya dan terpancarlah air. Hajar berseru “Zummi? zummi? .” Sang air kemudian mengumpul jadilah ia telaga zam-zam. Dalam syariat haji kesabaran dan keyakinan keluarga Ibrahim diabadikan dalam amal sa’i. Selesaikah ujian? ternyata belum. Ketika Isma’il menginjak dewasa dan sampai pada umur sanggup berusaha bersama ayahnya Ibrahim mendapat wahyu utk menyembelih sang anak. Ibrahim berkata “Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Sungguh sebuah perintah yg tiada terkira pengorbanannya baik bagi sang bapak maupun sang anak. Keimanan keduanya ditantang. Pernyataan Isma’il sungguh memukau “Ia menjawab ‘Hai Bapakku kerjakan apa yg diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yg sabar’.” .

 Akhirnya perintah itu ditunaikan. Saat Ibrahim hendak menyembelih anak kesayangannya setan datang mengganggu. Ibrahim sadar akan gangguan maka dilemparlah setan dgn batu. Gangguan terjadi hingga tiga kali. Peristiwa ini diabadikan dalam syariat haji berupa “lempar jumrah”. Ketika mata pisau Ibrahim hendak menyentuh leher Isma’il Allah menahan mata pisau itu dan menggantikannya dgn seekor domba. Kisah ini dikenang dalam syariat penyembelihan hewan kurban pada tiap musim haji. Demikian Ibrahim as sang suri tauladan. Kecintaan yg purna terhadap Allah menghantarkan ia lulus ujian. “Dan ketika Ibrahim diuji Rabnya dgn beberapa kalimat lalu Ibrahim menunaikannya..” .

 Kisah di atas hanya salah satu bentuk ujian baginya. Sebelumnya Ibrahim juga menghadapi ujian-ujian yg luar biasa. Dan Ia selalu lulus. Para Mufassir banyak menyebutkan bentuk-bentuk ujian Ibrahim dan ia selalu sukses menjalaninya. Bukan hanya Ibrahim yg mencontohkan pengorbanan di atas. Istri dan anaknya demikian juga. Sungguh sebuah komposisi yg ideal ada teladan seorang bapak teladan seorang istri dan teladan seorang anak. Ketiganya adl pilar sebuah keluarga. Baik buruknya sebuah keluarga menjadi kunci utama baik buruknya sebuah masyarakat. Karena masyarakat terbangun atas sekumpulan keluarga demikian seterusnya. Sungguh tak terbayang betapa indah sebuah bangunan masyarakat jika unsur-unsur masyarakatnya adl manusia terdidik seperti terdidiknya keluarga Ibrahim? Manusia-manusia bertauhid yg meletakkan kecintaan terhadap Allah di atas segala-galanya? Kisah pengorbanan Ibrahim sekeluarga menjadi “monumen” sejarah. Ia selalu diperingati tiap tahun dalam syari’at haji dan kurban pada tiap Dzulhijjah. Bukan tanpa maksud melainkan utk ditauladani. Dari sini masing-masing dapat bermuhasabah sudahkah kecintaan kita terhadap Allah berada di atas segala-galanya melebihi cinta kita terhadap pekerjaan tempat tinggal dan harta? melebihi cinta kita terhadap anak istri bahkan kedua orang tua? melebihi cinta kita terhadap yg paling berharga dalam hidup nyawa kita?

Khamis, 10 Oktober 2013

SE-SEDERHANA MUNGKIN

0



sesederhana mungkin..
bertemu denganmu adalah takdir bagiku
berteman denganmu adalah pilihan bagiku
menjadi bagian dari kisahmu adalah hadiah istimewa bagiku

aku ingin menjadi seorang yang sederhana buatmu

sesederhana matahari dipagi hari yang menyinari bumi
sesederhana rembulan dengan keteduhan sinarnya
sesederhana angin yang berhembus menyejukkan jiwa
sesederhana hujan yang membasahi rerumputan

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita dipertemukan dengan caraNya
semudah kita berbicara tentang banyak hal
semudah kita bertatap muka untuk melepas rindu
semudah kita saling memberi kepercayaan dan menjaganya

aku ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita diam dan mengalah
semudah kita merajuk dan menikmati bait lagu
semudah kita meneka dan menebak silang kata
semudah kita menyembunyikan sakit hati untuk kebahagiaan
semudah kita membelakangi ego demi sebuah rasa tang melumpuhkan logika

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

seperti pertemuan kita..
seperti perpisahan kita..
seperti goresan kisah yang telah kita lalui bersama
seperti kenangan yang tiada bosan untuk tetap tinggal

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
seperti nasehat yang mengiringi curahan hati
seperti piutang yang menjadi sebuah budi
seperti teladan yang mempengaruhi perubahan diri
seperti tangisan yang menyayat hati ini

kita..
adalah sebuah kisah yang belum sampai pada cerita akhirnya
adalah perjalanan waktu yang dipisahkan oleh jalan kisah-Nya
adalah sebuah pulau yang siap utk dikunjungi namun tidak dikotori
adalah sekuntum bunga yang tidak mekar merekah dengan sendiri

kamu...
adalah bagian dari proses pencarian jati diri
adalah puzzle kehidupanku
jika tanpamu maka tidak akan pernah menjadi lengkap
adalah lukisan yang belum usai dengan segala warnamu di atas kanvas diri
adalah kehangatan dan kenyamanan saat berada disampingmu

aku...
adalah orang yang Allah kirimkan untuk bertemu dan menjalin kisah denganmu
adalah orang yang ingin mengingatmu dalam kesederhanaan
adalah orang yang peduli dan tidak lepas mendoakan kebaikan buatmu
adalah orang yang sederhana untuk menuliskan tulisan sederhana ini..

mahukah kamu berbagi kisah denganku?
mahukah kamu menyebut namaku dalam untaian doamu?
mahukah kamu mengingatku dengan sederhana?

walau..
entah sedalam apa dan bagaimana kamu menyimpan rasa kesal dan sebal padaku?
entah bagaimana kamu dapat memaafkan segala khilaf dan salahku?
entah sejauh dan sedalam apa kamu mengenalku?
entah sebesar apa pengorbanan dan rasa sayang
yang telah kamu lakukan dan berikan untukku..
entah kapan, dimana dan dengan cara apa kita akan dipertemukan-Nya kembali..

_hanin.jaliy_
adaptasi sajak hanya untukmu

Ahad, 1 September 2013

WARKAH PERPISAHAN

0



Kelibat Faiz muncul dari keramaian lautan manusia di Restoran Nelayan tersebut. Dia selalu terlihat tenang dan manis dalam kemeja biru kota-kotak dan celana hitam polos itu.

“Mai!!”

Seru Faiz sambil melambaikan tangan. Senyuman yang merekah dari bibir menjemput datang sinar kebahagiaan.

Mai melambai balas. Berusaha tersenyum biasa dan menyembunyikan kegalauan ritme jantung yang mulai berdetak dengan melodi yang tidak beraturan. Segera, tangan yang sebelah lagi menarik tangan Riska yang duduk melongo dikerusi tengah ruang menunggu. Dalam beberapa saat, Mai dan Riska sudah berlari-lari anak mengekori langkah Faiz.

        Bayu sudah ada disana. Dengan santai dan tanpa rasa bersalah menyantap makan malam duluan. Mai mengambil tempat paling hujung sementara Riska ditengah. Selalu begitu. Mai senantiasa berusaha mengambil tempat duduk ‘paling selamat’ antara teman-temannya. Adab dan adat menghalang Mai untuk terlalu bebas bergaul terutama dengan lawan jenis, meski dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga sendiri. mungkin Mai kedengaran kuno. Namun Mai yakin, setiap aturan syariat yang telah ditetapkan itu pasti demi kebaikan manusia itu sendiri kerna Tuhan mengenali diri kita lebih daripada kita sendiri. Faiz duduk di sisi meja yang bertentangan.

        Hari ini hari yang sangat spesial buat Faiz. Hari graduasinya. Hari dimana dia memperoleh gelar dibidang yang dia impikan selama ini. Sarjana Teknik Sipil, dari Universitas kebanggaan negri, Universitas Hasanuddin. Apalagi, saat namanya dipanggil naik ke podium Baruga Andi Petterani untuk dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik fakultas dengan indeks kumulatif di atas rata-rata. Kumlaude,3.98. satu prestasi yang sangat membanggakan. Faiz Ansari benar-benar anak nol satu.. Menurut kebiasaan orang Makassar, sang graduan akan menggelar acara makan-makan sebagai tanda syukuran atas nikmat tak terhingga itu. Faiz mengundang juga teman-teman kelompoknya sewaktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk turut berbagi bahagia.

        Entah kenapa, dada Mai berdegup kencang. Mai menempelkan telapak tangannya ke dinding dada. Jantung terasa mengganas menendang-nendang lapisan otot yang membaluti tulang belulang tepatnya diruang intercosta III dan IV, bagai meminta untuk dibebaskan dari ruang sempit mediastinum itu.

“Mati” getus hati Mai tidak percaya.

Mai pantas meraba pergelangan tangan kanannya sambil mata melirik kea rah jam tangan. Menghitung dalam hati. 135x/min. Di atas normal. Harusnya jumlah denyut nadi bagi orang dewasa sepertinya berkisar antara 60-100x/min saja.  Denyut nadi bisa meningkat pada kondisi tubuh yang mengalami stress fisik, emosional atau adanya gejala inflamasi. Mai tahu dia tidak sakit secara fisik.

“Huu..uhh!” menghela napas panang. Diagnosis kerjanya sudah pasti!!

        Mai tertular virus yang paling berbahaya dijagat raya. Mai sudah menduganya. Mai bisa membaca gejala-gejala dari “penyakit” yang dibawa oleh “virus berbahaya” tersebut. Namun Mai enggan untuk akur. Mai takut untuk mengakui bahwa dia juga telah terserang virus maha dahsyat itu. Mai juga tidak tahu sejak kapan virus itu menular di sel-sel hepatositnya. Yang dia tahu, saat ini, virus itu telah bermaharajalela disegenap penjuru urat darahnya. Virus itu sedang berpesta ria menghasilkan protein-protein steroid yang memberi kekuatan, protein euphoria yang membuatkan ‘hal sederhana juga terasa begitu indah’, dan ia telahpun membius akal sekaligus menyingkirkan kalimat ‘mustahil’ dari dalam mindanya. Itulah patofisiologi dari virus berbahaya di jagat raya ini. VIRUS MERAH JAMBU!!

        Faiz melirik Mai sambil bertanyakan menu yang mahu dipesan sebagai santapan makan malamnyaMai tersentak sontak membalas tatapan Faiz sebelum cepat-cepat menundukkan wajah. Berpura-pura sibuk memilih menu makan malamnya. Astagfirullah..Astagfirullahal adzim..Serta merta ingatan Mai melayang pada kejadian malam tadi.
------------------------x----------------------------------x-------------------------------x----------------
“Datang ke acaraku besok yah. Tunggu saja smsnya” pesan singkat dari Faiz.

Mai mengambil tempat dekat meja kerja. Baru sempat mahu menghela napas setelah penat meresusitasi bayinya yang sempat henti napas dua tiga menit lalu. Dia masih standby di kamar isolasi ruang perawatan intensif bayi baru lahir atau dalam bahasa medisnya Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Seminggu ini Mai diberi tanggungjawab untuk bertugas dibagian ini dengan waktu standby 7 kali 24 jam alias seminggu penuh. Dalam waktu seminggu ini, Mai tidak diperbolehkan keluar atau meninggalkan ruangan meski untuk makan solat dan tidur. Jadi biasanya Mai dan teman-teman sejawatnya akan memesan makanan dari restoran berdekatan rumah sakit yang menyediakan perkhidmatan pesan hantar. Rutinitas mahasiswa praktek atau klinikal. Hidup berantakan.

“Nanti diliat. Misalnya tidak dapat datang, diganti tuh traktirannya?”

 balas Mai setengah bercanda. Meski sebenarnya dia memang tidak pasti bisa hadir apa tidak.

“Tidak serunya.. Masa tidak datang? Tapi memang kalau tidak bisa, jangan dipaksakan. Iya diganti, tapi tidak tahu yah masih punya waktu atau tidak. “ balas Faiz.

Kata-kata terakhir faiz membuat Mai bingung. Penasaran.

“Apa maksudnya masih punya waktu atau tidak?” Mai membalas ulang.

“Saya mahu ke Surabaya Mai, lanjut kuliah”

Membaca jawaban sms Faiz, serta merta mata hangat dan airmata bertakung dipelupuk. Bagai embun yang menanti waktu untuk gugur, akur pada hokum gravitasi. Tak sampai 5 detik. Empangan mutiara luka itu pun pecah menjadi bah yang membanjiri dataran Himalaya yang kering kontang. Diluar, hujan juga turun dengan deras seakan mengerti pertarungan rasa yang bergejolak dalam dada Mai.

Perginya Faiz berarti akan adanya perpisahan buat selamanya. Mai tahu itu. Bahkan dari awal! Kerna dalam 1 tahun lagi Mai pasti akan meninggalkan kota Angging Mammiri ini untuk kembali berkhidmat kepada penaja biasiswanya. Perpisahan pasti terjadi. PASTI!! Namun Mai tidak menyangka akan secepat ini. Faiz akan pergi dalam waktu terdekat. Dan paling singkat satu tahun ke depan. Dan Mai juga Cuma punya satu tahun untuk diabadikan bersama teman-temannya untuk menghidupkan sang waktu. Mai paling benci dengan perpisahan. Apalagi dalam waktu yang tidak siap seperti ini.

“Kapan kamu berangkat?” Mai berusaha waras.

“5 Januari”

Mai mulai menghitung. Hari ini tanggal 31 Disember. . besok 1..2..3..4..5 Januari 2012. Cuma tersisa 5 hari sebelum Faiz berangkat. 5 hari tidak cukup untuk Mai membina tembok kukuh yang akan menahan badai tsunami airmatanya. 5 hari tidak cukup untuk dia mula belajar hidup tanpa kata-kata semangat Faiz. 5 hari tidak cukup untuk dia belajar mandiri tanpa mengganggu hidup Faiz. 5 hari tidak cukup…

“Faiz…sedihku..pasti kita tidak akan bertemu lagi”

Faiz, kenapa perkenalan kita begitu singkat? Kenapa kita terlalu banyak membuang waktu dengan episode-episode ‘berdiam diri’? kenapa aku sama sekali tidak pernah terfikir untuk kemungkinan yang ini? Sekurangnya aku sudah siap saat kamu mengangkat tangan tanda perpisahan. Airmata masih tak terbendung.

“Pertemuan itu tidak bisa kita duga atau raba. Berdoa saja moga aka nada lagi pertemuan yang selanjutnya. Saya pasti akan rindu sama kamu”

Balasan sms Faiz menyesakkan dada Mai. Menyambung napas cukup membuat jiwa terampas. Menyesakkan. No air. No air. Rasanya meneruskan hidup seakan menghitung mundur menuju hari kematian. Sepertinya dia yang bakal henti napas sebentar lagi. Untung disitu, Mai Cuma berdua dengan bayi mungil 1000 gram yang terkulai lemah, berjuang untuk hidup dibalik dinding tebal incubator.

Mai tidak tahu apa yang bakal terjadi besok. Tapi yang pasti, biar bagaimana caranya dia akan hadir di acara Faiz besok. Harus!! Mungkin ini untuk terakhir kalinya. Semoga Tuhan berpihak padanya.
Selesai visite pagi spesialis perinatologi, dr.Emma SpA, mai cepat-cepat menyelesaikan semua tugasannya. Dibersihkan si kecil Bayi Ati, mengganti popok dan memberinya susu serta memasukkan obat. Jam 11.00 pagi Mai sudah diijinkan untuk keluar. Alhamdulillah. Sepertinya ini hal yang paling gila yang pernah dia lakukan sepanjang hidup prakteknya, ‘Demi seseorang’..

-------------------------x------------------------------x----------------------------------------------x----
“Mai ini Santi..Santi itu Mai” suara Faiz kembali membawa Mai kea lam nyata.

“Oh Santi, salam kenal” Mai menyapa junior kelas Faiz yang kelihatannya masih malu-malu. 

Mereka sebelumnya telah berkenalan lewat Muka Buku. Teman-teman KKN mereka mulai mengeluarkan bunyi-bunyi sumbing, aneh saat Santi Cuma dikenalkan pada Mai. Tambah Mai dan Faiz pernah dijodoh-jodohkan sewaktu mereka praktek KKN dulu. Namun Faiz tidak terlalu peduli. Dia bahkan tidak pernah mengambil serius omelan anak-anak. Hanya dianggap angin lalu. Itu yang Mai suka tentang Faiz. Yang terus bersikap adil pada pertemanan mereka meski diganggui seperti itu.

        Acara hari itu berjalan mulus. Sampai waktu pulang, Faiz masih kelihatan ceria. Tidak menunjukkan kesedihan atas perpisahan yang bakal menjengah. Mungkin dia sama sekali tidak merasakannya. Entah apa yang membuat rasa Mai begitu dalam… meniti 5 hari yang semakin berkurang serasa menghitung sisa semangat hidup yang keluar satu persatu. Faiz hanya sebatas temannya meski dia suka. Cuma T-E-M-A-N.  Namun ia seperti cap permanen yang mampu menyalur semangat dihatinya tanpa padam.

        Mungkin Tuhan ingin mengujinya. Mungkin juga ini adalah ketentuan dari langit. Bahwa Faiz bukanlah ditakdirkan sebagai orang yang akan berada disisinya. Jika saja Faiz Ansari adalah nama yang telah dituliskan Tuhan tercantum dalam lingkaran yang sama dengan Syifa Rumaisa’ di Luh Mahfuz, pasti Tuhan punya caraNya yang tersendiri untuk mempertemukan mereka kembali dalam keadaan yang lebih baik. PASTI!!

        Sekarang bukanlah cinta itu hal yang wajar dimilikinya sedangkan ada yang lebih utama yang harus didahulukannya. Dia tidak boleh berdamai dengan virus-virus yang akan menjeratnya ini. Sebaliknya dialah yang harus menuntun cintanya ke jalan yang diredhai. Melepaskan cintanya ini untuk mendapatkan cinta yang lebih baik atau mendapatkan cintanya kembali dalam keadaan yang lebih baik. Dan satu-satunya antidote untuk membunuh viris-virus merah jambu itu adalah dengan jalan M-U-J-A-H-A-D-A-H. mujahadah itu pahit sewaktu menghadapi tapi manis setelah dilalui.

“Ya Allah seandainya dia ditakdirkan milikku, dekatkanlah hatinya dengan hatiku dan jauhkanlah kami dari perkara yang mungkar. Seandainya dia bukan milikku, jauhkanlah hatinya dari hatiku dan peliharalah kami dari rasa sedih dan dukacita..”
Amin..

Buatmu Faiz, 
Langit adalah arenamu terbanglah..aku tidak akan berkata apa-apa. kerna kamu akan selalu menjadi keajaiban bagiku..bahkan diammu dulu..

amni_shamrah 
1 Januari 2012

Ahad, 21 Julai 2013

PANTAI LOSARI, MAKASSAR-SULSEL

0



Sekian lama berada di Makassar, seakan lupa untuk memperkenalkan salah satu daya penarik kota daeng yang sangat luar biasa ini.. yakni PANTAI LOSARI..
Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.

Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).
Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.
Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari sunset.
Apa yang menjadikan Pantai ini spesial adalah  pemandangan laut lepas yang biasanya dihiasi dengan adanya kapal dan saujana mata memandng. Ditambah pula Losari setelah mengalami beberapa renovasi tampil sebagai dataran yang sangat luas dan cantik. Apalagi sebagai tempat wisata yang sangat sesuai bagi para foto hunter.

Pemandangan sunset yang sangat indah bisa disakikan dari sini. Memberikan nuansa yang harmonis dan romantic. Khusus buat pencinta kedamaian dan ketenangan. Waktu berhitung detik di Kota Daeng ini diri sempat mengabadikan pemandangan matahari tenggelam yang menyihir jiwa itu bersama denganmu yang membuat sunset itu menjadi scene yang terbaik dalam ingatanku..

Apalagi dengan keberadaan Mesjid Terapung atau Mesjid Amirul Mukminin yang menjadi salah satu daya tarik baru Pantai Losari berserta Taman Pahlawan yang memperkenalkan pahlawan-pahlawan pembela bangsa pada anak negeri ini..










Khamis, 18 Julai 2013

MUSEUM LA GALIGO, MAKASSAR- SULSEL

0




Museum La Galigo sendiri berada di area benteng Fort Rotterdam. Benteng peninggalan kolonialisme Belanda itu terletak di kota Makassar. Tepatnya di depan pelabuhan laut Makassar. Nah, beberapa bangunan dari gedung itu diperuntukkan sebagai museum.
 Nama La Galigo diambil dari nama karya sastra klasik Bugis. Konon, ini merupakan karya sastra terpanjang di dunia. Museum ini menyimpan ratusan koleksi warisan budaya kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan di masa lalu.

Museum ini dibagi dalam beberapa ruangan. Saya tidak tahu persis berapa jumlah ruangan yang diperuntukkan untuk museum ini. Koleksi itu dikelompokkan untuk beberapa kategori: arkeologi, etnografi, filologika, historika, keramologika, numismatika, dan karya seni rupa.

Jejak-jejak peradaban di Sulsel sejak zaman berburu (zaman paleolitik) hingga jaman modern bisa ditemui di museum ini. Anda bisa melihat berbagai jenis kapak kuno dan mata panah peninggalan masyarakat berburu. Anda juga bisa menyaksikan beberapa patung-patung peninggalan masyarakat Megalitik.
Juga, pada bagian lain museum, beberapa peninggalan kerajaan besar di Sulsel, khususnya peninggalan kerajaan Gowa dan Bone. Diantaranya: mahkota, keris, selempang, bendera, senjata dan naskah-naskah kuno.

Salah satu ruangan museum itu menyimpan koleksi peninggalan masyarakat pertanian. Di situ bisa dilihat alat pertanian tradisional: rakkala’ (bajak), lesung (tempat menumbuk padi), bingkung (cangkul), salaga (alat mengatur bongkahan tanah di sawah), parang, sabit, dan lain-lain.

Anda juga bisa melihat peninggalan masyarakat pesisir: bagang (perangkap ikan), lepa-lepa (perahu nelayan), dan lain-lain. Nah, salah satu yang paling mengagungkan adalah replika perahu Pinisi. Konon, perahu ini pertama kali diproduksi saat Sawerigading, putra mahkota kerajaan Luwu, guna dipergunakan berlajar menuju ke negeri Tiongkok untuk mempersunting seorang putri bernama We’cudai.
Perahu pinisi ini terbuat dari kayu, punya dua tiang utama, dan 7 helai layar. Pada masanya, pinisi merupakan simbol kejayaan pelaut-pelaut Bugis-Makassar dalam mengarungi lautan.

Ada juga koleksi rumah adat masyarakat sulawesi selatan: Saoraja (bugis) ballak lompoa (makassar), bola (bugis), ballak (makassar), Sao pitik (bugis), taratak (makassar), tongkonan (Toraja), dan lain-lain. Koleksi lain berupa dapur, alat tenun, tempat perkawinan, pakaian, kain tenun, alat musik dan lain-lain.
Di bagian lain, anda juga bisa menyaksikan koleksi alat transportasi darat masyarakat sulsel di masa lalu, seperti sepeda, bendi, dan lain-lain. Berbagai koleksi itu terlihat sangat unik dan kelihatan asli.
Memasuki museum La Lagaligo anda cukup mengeluarkan sumbangan sebesar Rp5000 untuk kepentingan perawatan gedung.







~best time with Ira.. it's really amazing to go somewhere she like with u around ~



Isnin, 15 Julai 2013

TAMAN SAFARI BOGOR

0




Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga yang berwawasan lingkungan dan berorientasi habitat satwa pada alam bebas. Taman ini terletak di beberapa lokasi. Taman Safari Indonesia I berlokasi di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman Safari Indonesia II terletak di lereng Gunung Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dan Taman Safari III di desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Provinsi Bali.

Taman Safari Indonesia I dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan teh yang sudah tidak produktif. Taman ini menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Taman ini terletak pada ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.
Taman ini telah ditetapkan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu. Lebih jauh, taman ini juga telah diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.

Bagaimana ke Taman Safari:

Dari Kota Bogor, anda harus mengambil angkutan umum yang menuju ke ciawi. Di Ciawi, anda harus menukar angkutan umum yang menuju ke cisarua. Dicisarua, turunlah di tugu satua yang besar terdiri dari gajah, zebra dan lain-lain dipertigaan ke puncak. Karna angkutan umum biasanya akan terus menuju ke puncak. Nah, ditugu ini, anda berjalan kurang lebih 100 meter ke tempat angkutan umum yang akan menuju ke Pintu masuk Taman Safari. Perlu diingat, jalanan disana menganuti system pipa yang mana dari jam 8.00-10.00 pagi arus jalanan yang ke Kota Bogor akan dibuka sementara jalanan ke puncak akan ditutup. Sementara antara jam 10.00 pagi-15.00/16.00 sore, jalanan ke puncak akan dibuka sebaliknya jalanan ke Kota Bogor akan ditutup. Menjadikan jalanan ini, jalan sehala. Oleh itu, anda yang merencanakan perjalanan harus mengambil kira factor ini supaya tidak meleset dari jadwal.

Biaya: 

Angkutan umum biasanya berlaku harga umum Rp4,000-5,000 sementara angkotan ke pintu masuk Taman Safari biasanya Rp5,000 kecuali anda berniat mencarter akan memakan biaya sebanyak Rp30,000. Biaya masuk ke Taman Safari adalah sebesar Rp140,000 per orang termasuk 9 jenis wahana yang bisa kita masuki tanpa biaya tambahan. Untuk bisa berfoto dengan satua seperti orang utan, harimau/macan dan burung parrot, anda akan dikenakan bayaran sekitar Rp5,000-Rp15.000. begitu juga untuk menunggangi satua seperti gajah dan kuda poney, anda akan dikenakan bayaran tersendiri. Berbeda dengan pertunjukan sarkas safari, pertunjukan gajah dan ikan lumba-lumba termasuk dalam paket yang disediakan.jadi anda tidak perlu membayar untuk itu.

Taman Safari memiliki koleksi satwa dari hampir seluruh penjuru dunia dan juga satwa lokal, seperti Komodo, Bison, Beruang Hitam Madu, Harimau Putih, Gajah, Anoa dan lain sebagainya.
Status penguasaan tanah di bawah wewenang Yayasan Taman Safari yang juga merupakan pemilik dan pengelola obyek wisata.

Fasilitas yang terdapat di Taman Safari Indonesia yaitu bus safari, danau buatan, sepeda air, kano, kolam renang dengan seluncur ombak, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman burung, baby zoo, kincir raksasa, gajah tunggang, kuda tunggang, komedi putar, pentas sirkus, area gocart, children's play ground, bom bom car, rumah setan, kesenian tradisional dan sulap di panggung terbuka Balai Ruyung Safari.
 kolam bebek Australi
 map Taman Safari..Rute perjalanan
 Tiger
 Kaca Baby Zoo..
 berfoto bersama harimau putih
 berfoto bersama parrot
 berfoto bersama orang utan
 pintu keluar baby zoo
 di tempat harimau putih dengan dekorasi taj mahal
 pertunjukan gajah menari
 transport yang lucu
 menunggu transport tour menjemput
di atas transport tour.. terdepan supaya seru liat satua