
Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan, beruntung bagi yang mensucikan-Nya, merugi bagi yang mengotori-Nya ...


Lebih kerna menyintai adalah kurnia, akupun memutuskan untuk tidak mengacuh seribu tanya mengapa kemudian memilihmu. Toh, tidak pernah ada jawaban tepat untuk itu. Juga tidak ada alasan pasti mengapa aku selalu murah bercerita meski dalam diammu. Sudah lama aku berhenti bertanya, berhenti juga menjawab. Semakin kucampak pesona rindu yang mengasak ke laut lepas, saat itu juga ia berubah menjadi bah yang kembali menenggelamkan aku. Melaut tanpa kendali. Dan aku…hanya bisa bertahan hidup didalamnya dan menanti ia surut sendiri.



~ntahlah cuma merindukan si dia yang jauh..~
Bunyi berisik dari samping kanannya. Bunyi mengganggu. Mai melirik ke samping. Teman-teman KKN nya sibuk bercerita sesama sendiri sambil ketawa. Dibelakangnya dibarisan mahasiswa laki-laki teman KKN poskonya ,kelihatan ada yang sibuk bermain rubik dan yang lain sibuk menyelesaikan soduku. Tidak ada satupun yang kelihatan tekun mencatat atau mendengarkan perkataan pembicara. Aduh, gawat.. kenapa begitu semua model teman KKN nya? Tidak ada yang kelihatan serius dan “muka buku” seperti yang diharapkan. Same type dengan dirinya. Mai tambah sebal. Segera dia kembali memfokus pandangan ke hadapan. Berusaha menghadam hal-hal yang dinyatakan oleh pembicara..
Mai tidak suka situasi-situasi itu. Namun dia lemah tanpa daya. Tidak ada sama sekali yang bisa dia lakukan melainkan melakukan pelarian diri dengan lebih banyak bergaul dengan anak-anak kecil dikampung itu. “teman kecilku” itu gelaran yang Mai berikan. Dia lebih rela berjalan mengelilingi kampong bersama mereka diwaktu sore ketimbang berada dalam posko. dia lebih rela kakinya tercalar dek duri-duri belukar dan batu-batu kasar sewaktu memanjat gunung bersama teman kecilnya. Atau bajunya basah kerna meredah sungai atau juga kotor terpalit lumpur sawah. Dia tidak peduli. Yang penting dia jauh dari suasana posko yang melemaskan.
Dari peristiwa yang sederhana itu Mai belajar untuk menerima temannya apa adanya. Baik jelek. Kelebihan dan kekurangan. Mengenali mereka sedalamnya. Mai baru tahu apa artinya kebersamaan. Kekompakan. Kepercayaan. Mai sudah jatuh cinta. Cinta pada teman-temannya yang dia butuh perang fikiran dan perang dalaman jiwanya hampir sebulan untuk rela dengan segalanya. Dari komunikasi, mereka saling melengkapi. Meski dari latar belakang yang cukup beda, pendidikan yang lain pula, mereka saling menyempurnakan. Kunci keberhasilan itu letaknya pada keterbukaan kita untuk menerima orang lain. mendengarkan sebelum menghakimi. Beranggap baik sebelum menjeleki orang lain. Dua bulan itu rupanya tidak lama. Dua bulan itu tidak cukup untuk dia menyatakan betapa dia bersyukur dan berterima kasih pada mereka semua. Ya..dua bulan itu ternyata sebentar sekali!!
Selain itu, teh bisa dicampur dengan susu. Teh yang dicampur susu atau sering dikenal teh susu bisa mengurangi efek stimulan dari teh karena kalsium susu akan mengikat zat-zat stimulan pada teh.
All Rights Reserved. Blog Design by Articles
Bloggerized by Free Blogger Templates
