
Bone adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menyimpan keanekaragaman daya tarik alam dan budaya yang patut untuk dikunjungi, seperti museum lapawawoi, bola soba dan lain sebagainya.
Museum Lapawawoi.
Merupakan bangunan tempat tinggal raja Bone XXXI Andi Mapanyukki. Museum ini berisi benda-benda seni dan budaya tradisional, foto-foto raja Bone beserta keturunan bangsawan Bone, berbagai jenis benda pusaka, pakaian dan aksesoris tradisional serta benda-benda yang biasa digunakan dalam upacara adat Bone. Terletak di pusat kota Watampone.
Bola Soba.
Merupakan rumah adat tempat tinggal panglima kerajaan Bone Andi Abdul Hamid Petta Panggawae yang dibangun pada masa pemerintahan raja Bone XXX sekitar tahun 1890. terletak di pusat kota Watampone.
Gua Mampu.
Gua mampu merupakan sebuah terowongan terpanjang dan terindah di sulawesi selatan yang dihiasi stalaktit dan stalagmit di dalamnya, konon relief stalagmit di dalam gua ini menyerupai sosok manusia. Kelebihan gua ini ialah memiliki ventilasi sehingga cahaya bisa masuk. Terletak sekitar 34 Km dari kota Watampone.
Tanjung Pallete.
Sebuah kawasan wisata yang terletak di sisi timur kab Bone yang berjarak kurang lebih 7 km dari pusat kota watampone. Lokasi yang sangat luas dan memiliki beberapa bagian yang unik dan eksotik. semua viewnya menghadap ke laut lepas teluk Bone. dengan tebing karangnya membuat membuat lokasi wisata ini bertambah menarik. Fasilitas lengkap, mulai dari Villa yang beraneka ragam dengan view menghadap ke laut membuat mata seakan te mampu berkedip, restoran dengan pelayanan yang tidak kalah dengan hotel bisa memanjakan lidah pengunjung. Ada juga kolam renang di atas bibir tebing laut, panggung terpung, perpustakaan dan berbagai fasilitas lainnya.
Perjalanan Kami
Lawatan ke Bone kali ini lebih singkat memandangkan kami berangkat agak siang. Jam 2. Tiba di Bone lebih kurang jam 6. Kasian Ros dan AA sudah lama menunggu di depan rumah kos Ros. Selesai solat Magrib dan Isya’ jama’ kami berenam duduk di beranda masjid besar Bone itu sambil berkelah makan nasi lemak yang sengaja dimasak dari Makassar siang tadi. Indahnya ukhuwwah walau hanya dengan makan bersama bisa merasai nilai kasih sayang yang terjalin. Malam ini kami memang tidak bercadang untuk keluar kemana-mana. Biarlah kami duduk-duduk di rumah meluangkan lebih banyak masa bersama Ros. Menggunakan masa secara efektif.
Terbaru mengenai Ros, dia sekarang sedang bergiat aktif dengan program liqa' yang diadakan oleh P** seperti yang kami ikuti di Makassar. baru saja habis menghadiri sambutan lebaran bersama yang diadakan di salah satu restoran makanan laut dekat sini. Padahal sahabat yang satu ini tidak pernah tahu menahu kalau kami berlima juga mengikuti program yang disusun oleh persatuan tersebut. MasyaAllah betapa peyusunan Allah itu sangat teliti. Kata sahabat yang seorang ini, dia merasa begitu sesuai (cocok) dengan mereka, merasai sentuhan tarbiyah mereka yang halus, menajamkan akal dengan ilmu yang sarat. Walaupun pada awalnya amat terkejut dengan berita tersebut, kami sangat bersyukur dengan nikmat Allah yang demikian besarnya.Subhanallah.Pagi menjelma. Sahabatku yang dari kelmarin mau merasai manisnya isi ketam (kepiting) kebanggaan Bone mengusulkan supaya kami ke pasar untuk mencari ketam. Yah, projek besar ke Bone kali ini adalah memakan ketam (kepiting) bukan berwisata seperti kedatangan kami pada waktu lalu. AA membawa kami membeli ketam(kepiting) dari pemborong/ penjual kepiting. Wah ketam (kepiting) nya lumayan besar. Harganya (biaya) juga terjangkau. Rp50,000 per kilo. Dalam perjalanan pulang sempat singgah di pasar untuk membeli bahan masakan seperti bahan tumis (bumbu) dan bahan lain yang diperlukan buat memasak masak lemak cili padi.
Memasak bersama ketam masak lemak cili padi dan sotong masak kunyit membina rasa kasih sayang yang amat mendalam antara kami. Walau tampak simple namun hal-hal sebegini sebenarnya sangat membantu mengukuhkan hubungan persahabatan. Sambil tangan ligat bekerja, sambil mulut riuh bercerita. Selesai masak, kami makan bersama. Ketam masak lemak dengan rencah khas kasih sayang mendalam adalah masakan yang paling enak dari chef(kepala masakan) yang tepat. Ketam tembakau yang besar dengan kulit yang keras tebal memaksa kami untuk menggunakan lesung batu buat memecahkan cengkerangnya. Tapi amat berbaloi rasanya apabila otak mentafsirkan rasa manisnya isi ketam yang berjaya meransang reseptor manis di permukaan lidah terutama papilla-papilla di bagian anterior superior lidah.
Berangkat pulang lebih kurang jam 2 sore. Walau lenguh-lenguh sendi yang kelmarin belum hilang sepenuhnya, kami terpaksa mengharungi perjalanan yang panjang untuk pulang semula ke Kota Makassar. Sebenarnya perjalanan ke Bone agak berbahaya dengan bengkang bengkok jalanan 1750. Namun perjalanan yang begini sanggup kami tempuhi semata-mata menziarahi sahabat kami yang dikasihi kerana Allah. Semoga saja hubungan yang terbina antara kami akan mendapat keberkatan daripada Allah SWT..

0 ulasan:
Catat Ulasan