
“ Nama akak, Maimanah. Panggil Kak Manah pun boleh. Adik siapa nama?” sapaan ramah seorang kakak senior benar-benar membuat diri merasa betah di sini.“Kalau ada sebarang masalah baik dari segi pelajaran (materi kuliah), mahu keluar jalan-jalan mahupun sebarang masalah lain sepanjang berada di sini, boleh contact akak anytime (bisa hubungi kakak kapanpun)” Luar biasa..“ tak sangka jumpa orang nama sama.. InsyaAllah moga kita boleh kenal lebih dekat nanti”.. kata kakak yang lain pula.. Itu memori hari semalam.. waktu-waktu pertama menjejakkan kaki ke Makassar, Kota Anging Mammiri.

Sedar tidak sedar 3 tahun telah berlalu. Saban tahun kakak-kakak senior yang sebelumnya menjadi tempat rujukan, teman curhat (curahan hati/ luahan perasaan), dan contoh panutan satu persatu pulang ke tanah air untuk memulakan perjuangan sebenar hidup masing-masing. Kali ini pula selesainya program perkuliyahan kakak senior angkatan 2005 menandakan mereka akan pulang buat selamanya ke tanah air mengundang badai kesedihan di pantai hati. Berat rasanya jiwa ini melepaskan mereka pergi meninggalkan kami yang masih memerlukan bimbingan dan tunjuk ajar dari mereka. Tapi inilah sunnatullah. Setiap pertemuan pasti akan diiringi dengan perpisahan. Setiap permulaan akan ada pengakhiran. Yang tua pasti akan digantikan dengan yang muda. Begitu juga setiap yang datang akan tiba masanya untuk pergi. Yang paling penting kita memaknai setiap hal yang kita pelajari dari mereka.
Kagum melihat peribadi-peribadi (sosok) kakak senior yang berjaya mengharungi dunia clinical (coass) yang tidak pernah surut dari taufan kesibukan. Kakak yang kukagumi, setiap detik dalam hidupnya penuh bermakna kerna dia tahu betul matlamat hidupnya. Dia tahu dirinya 5-10 tahun ke depan. Maka giat berusaha untuk merealisasikannya. Kakakku sering berkata, “hidup ini ada turun naiknya, apa jua perancangan Allah SWT pada kita, anggaplah sebagai ekstra marks yang Allah mahu berikan.. bersabar dan jangan pernah menyerah”. Kakak sangat berpegang pada konsep “5 star doctor” yang mengatakan kalau dokter adalah care provider, manager, community leader, decision-maker, dan communicator.

Study smart and hard boleh membantu dalam mencapai karekter care provider. Ilmu kedokteran yang dimiliki membolehkan seorang dokter mendiagnosis dan merawat sesuatu penyakit dengan benar. Ilmu yang mantap juga membolehkan dokter menjelaskan tentang penyakit yang dihadapi oleh penderita dengan benar pula. Sementara untuk karekter yang lain, hanya dapat diperoleh melalui penglibatan lansung dengan masyarakat. Contohnya berpersatuan, penglibatan dalam organisasi sosial dan sebagainya.
Kakak telah membuktikan bagaimana dicelahan kesungguhannya menuntut ilmu bekerja dan belajar sewaktu dunia klinikal, beliau masih sanggup menghadiri pertemuan-pertemuan dalam rangka kembali beriman kepada Allah. Duduk bersama untuk mendengarkan peringatan tentang hakikat kehidupan. Begitu juga kakak, masih sempat membagi waktu untuk tetap aktif dalam dunia persatuan dan aktiviti kemasyarakatan yang lainnya. Kata kakak.. “dunia klinikal (coass) adalah satu latihan amali/praktikal yang paling hampir dengan dunia sebenar. Nantinya kita bukan hanya seorang dokter professional di hospital/ Rumah sakit, kita bahkan adalah seorang anak kpd orang tua, isteri kepada seorang suami, ibu kepada anak-anak dan anggota kepada masyarakat. Ada tuntutan yang harus kita penuhi. Kalau kita tidak mampu untuk menjalankan peran kita, maka aka nada pihak yang akan terabaikan dan itu bermakna kita telah berbuat zalim. Makanya mulai latihan itu dari sekarang, supaya kita nantinya menjadi orang yang lebih baik”

Menyentuh permasalahan dan halangan serta cabaran di hospital/rumah sakit, perubahan hidup yang sangat kentara berbanding era perkuliahan yang ternyata sangat santai dan tiada apa-apanya. Bergelar clinical student/ coass saat membutuhkan pengorbanan waktu yang vtidak sedikit. Pendek kata menyita seluruh waktu yang kita punya. Makanya di situ memerlukan kebijakan kita untuk menguruskan waktu dan kekuatan dalaman kita untuk melawan keletihan dalam menghadiri aktiviti lain diluar. Teori yang dipelajari saat perkuliahan juga agak malu-malu untuk keluar dari kepala, seperti ais yang tersimpan kemas di kotak minda. Memerlukan usaha yang tidak mudah untuk menghangatkannya dan sekaligus lebih banyak belajar hal-hal yang baru. Untuk itu, kita harus mampu belajar dalam keadaan terdesak.

Reality kehidupan dunia clinical, kita akan bertemu dengan pelbagai ragam manusia. Di sini akan teruji batas pergaulan kita.. ya.. masalah ikhtilat. Dunia kedokteran benar-benar mampu menumpulkan sensitivity kita tentang masalah ini. baik dari segi hubungan dokter-penderita yang memang membutuhkan sang dokter untuk menyentuh dan melakukan pemeriksaan terhadap pasien/ penderita, hubungan dengan teman-teman sekerja yang ada waktu di mana bilik/ kamar yang dikhususkan untuk pelajar clinical/ coass Cuma 1 dan baik laki-laki mahupun perempuan harus menggunakan kamar yang sama meski sewaktu jaga malam (oncall). Belum menyentuh ragam dokter yang pelbagai, ada yang sengaja mengambil kesempatan dan sebagainya. Dalam situasi ini kita akan belajar banyak tentang dimana bisa fleksible dan di mana pula harus rigid. Bercermin kembali pada hubungan kita dengan Allah dan keyakinan kita bahawa Allah Maha Melihat apa yang kita perbuat.
Sebab itu banyak orang yang sebelumnya aktivis dakwah juga gugur, berpakaian dan berakhlak tidak layaknya seorang pendakwah..orang-orang yang menjaga pergaulan juga tidak lagi segan silu bertepuk tampar dengan kaum lawan jenis. Yang menjaga rapi auratnya bisa melayang jilbab, stoking, armsock entah ke mana. Yang sentiasa solat sunat sebelumnya, tidak lagi merasa canggung untuk meninggalkan solat wajib..Naudzubillah..naudzubillah..

Dalam mengatasi masalah seperti ini, kakak menyarankan supaya kita memasuki bagian (daftar department) bersama. Kerna adanya sahabat yang membantu iman akan menguatkan kita dan menjaga kita dari suasana yang tidak baik. Ada sahabat untuk saling mengingatkan. Ada sahabat yang akan menghulurkan tangan memimpin langkah kita kembali ke landasan. Bak kata seseorang “lone ranger tend to fall hundred time easier then multiple ranger all together” Pengalaman kakak, setiap mendaftar ke bagian baru, dia akan menghantar sms kepada teman-temannya untuk saling memperbaharu niat dan berdoa pada Allah agar membimbing langkah mereka dan menjaga mereka dari segala hal yang tidak sesuai keinginanNya. Dan sms itu disimpan buat membakar kembali semangat tatkala lemah, dan mengobarkan langkah tatkala mulai kepenatan. Dalam menghadapi masalah komunikasi juga, kata kakak, kita harus tegas untuk menunjukkan pendirian kita. Jaga jarak dan tunjukkan betapa kita tidak suka dengan pergaulan yang tidak syar’i.

Semoga pengalaman dan suka duka kehidupan kakak sepanjang berada di bumi Makassar ini akan menjadi pengajaran dan pelajaran buat kami agar lebih berhati-hati meniti hari esok yang penuh cabaran. Kata orang bijak “belajarlah dari pengalamanmu dan pengalaman orang lain”..
buat kakak seniorku yang amat bermakna dalam hidupku.. Kak Maimanah, Kak Iman, Kak Fuzah, Kak Nusaibah, Kak Aisyah, Kak Hala, Kak Umi, Kak Ainul, Kak Faizah, Kak Sarah dan semua kakak-kakak yang telah memberi warna dan tunjuk ajar yang tidak pernah mungkin untuk ku balas, selamat menempuh perjuangan baru dan moga kita sama-sama terus istiqamah berada di atas jalanNya.. amin Ya Rabb.. SAYANG KAKAK-KAKAK KERANA ALLAH SWT!!