Skinpress Rss

Rabu, 30 Mac 2011

HARI LAHIR IDA

2

Alhamdulillah, 28 Mac lalu, genaplah usia sahabatku Ida 24 tahun. Usia pemuda yang mengalir di dalamnya darah semangat dan kecekalan yang tinggi. Mengimbau hari-hari semalam yang ku lalui bersama Ida sangat memberi kesan yang tersendiri. Jujur, diri ini banyak belajar dari ketelusan, kecekalan serta sifat sensitive yang menyelimuti diri srikandi tersebut.

Melihat kelibat gadis yang terbungkus litup dalam jubah hitam dan tudung ala gadis arab sambil mata tersenyum simpul di bawah payungan pelangi akibat gerimis soreitu, serta merta otak ligat menghemburkan kisah-kisah pertemuan semalam yang unik dan aneh. Dari pertama kehadiran Ida di tanah Makassar ini hujung tahun 2009, diri lebih banyak mengenalinya lewat nama. Ya pelbagai hal yang mengejutkan berkenaan dirinya yang menyapa halwa telinga. Tanpa pernah secara tepat bicara lansung sama empunya badan.

Antara hal yang sangat terkesan pada diri sewaktu Ida menyatakan hasratnya untuk memakai niqab (purdah/hijab/cadar). Sewaktu itu, bagai satu dunia menentangnya. Tapi Allah mencampakkan keyakinan di hati ini bahawa dia akan sanggup untuk mengharungi badai tentangan yang menghadang. Dan tanpa mempedulikan pendapat-pendapat yang tidak membantu, dia melangkah gagah, menjadikan niqab sebagai suatu turning point atau nokhtah bidayah yang baru untuk berubah total menjadi seorang yang lebih baik. Annajah buat keimanan. Subhanallah.. diri belajar banyak dari gadis itu bahawa jangan pernah bertangguh untuk melakukan kebaikan. Apabila kita mulai melangkah untuk merubah kejahilan kita menuju cahaya Allah yang terang, insyaAllah walau kita tak punya kekuatan ilmu dan kaedah, Allah pasti akan membantu kita dan memguatkan pendirian kita. Harus yakin itu.

Banyak orang kata, takut pakai niqab tidak mampu untuk istiqamah, tapi Ida jelas kenapa identiti niqab yang dipilih untuk menjadi identiti peribadinya. Dia tahu betul kelemahan dan kekuatan dirinya dan itulah yang membantu dia untuk istiqamah. Pengetahuannya tentang niqab telah lama dibangun sebelum ia menunjahkan sebuah kekuatan guna di aplikasikan ke dalam reality hidupnya. Namun, identity seperti itu tidaklah menjadikan pola pemikirannya rigid terhadap sesuatu hal hingga membataskan seluruh kehidupannya, sebaliknya dia menggunakan segala kekuatan yang dipunya untuk membangun kualiti komunikasi dan jaringan persahabatan yang luas.

Hakikatnya semua orang tidak sempurna. Tiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun kebanyakan manusia lebih suka untuk menyingkapi kelemahannya orang lain daripada banyak belajar dari kelebihannya.

Bahagia rasanya masih diberikan Allah peluang untuk keluar bersama adik-adik 09. Walaupun hanya sekadar makan-makan dan tazkirah ringkas, namun sebenarnya ia merupakan sebuah makan malam yang tarbawi. Makan malam yang masih dalam lingkungan untuk menguatkan taaruf (perkenalan) dan membina rasa kasih yang lebih dalam terhadap sesama sahabat. Contohnya diri baru tahu malam ini kalau kegilaan Ida terhadap sushi hingga suka sekali pada yang namanya sushi mentah. Mengambil peluang untuk mencicipi sedikit makanan kegemaran Ida tersebut walaupun rasanya masyaAllah tidak sanggup esophagus menjalankan peristalsis untuk menolak makanan tersebut ke jihat perut yang menggelodak tanda protes.

Dari makan malam ini juga baru mengetahui kalau makanan berasaskan beras Jepun (Jepang) dan berlauk ini tidak mampu melalui tekak Natrah dan Fini untuk menelannya sampai ke perut (lambung). Namun mereka tetap hadir untuk melengkapkan kebersamaan. Aine, Ima, Azurin, Fatimah, Najwa, Nini, Aqilah berkondisi sebaliknya apabila terpancar dari sinar mata mereka yang teruja untuk mencuba sesuatu yang baru (sushi dan menu jepun/Jepang yang jarang ditemui).. pelbagai menu dipesan guna melunaskan deria rasa yang semakin ingin tahu (penasaran).

Semoga sahaja Allah memelihara diri ini, si Birthday Girl Ida serta adik-adik semuanya dalam rahmat dan kasih sayangNya..




RABITHAH HATI

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Selasa, 29 Mac 2011

PEMBEKALAN RUMAH SAKIT

0


Menghadiri program pengenalan (pembekalan) Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, rumah sakit utama pendidikan yang akan menjadi medan amal kami nantinya. Materi ditekankan berkaitan dengan profile rumah sakit dan penanganan alat pelindung diri (APD) sepanjang menjalankan tugas sebagai dokter muda. Penggunaan alat seperti mask, sarung tangan dan cara-cara mengamankan bahan berbahaya ditekankan.

Dalam materi juga ada disampaikan tentang perubahan sikap yang harus dilakukan oleh dokter muda dari sikap mahasiswa kuliyah kepada sikap calon dokter. Kerna calon dokter itu akan berurusan dengan banyak pihak dari masyarakat baik dengan penderita dan keluarga penderita, rakan setugas yang berada dalam profesi yang sama, dokter residen (dokter yang sedang menjalani pendidikan dokter spesialis), dokter specialist dan professor-professor yang ahli dalam berbagai bidang, perawat-perawat (suster), petugas am dan semua pegawai yang berada di rumah sakit.

Tidak ada istilah dokter yang paling pintar dan paling penting di rumah sakit. Kerna semua orang sebenarnya adalah komponen yang penting. Kalau tiada tukang steril, biar dokter specialist yang paling hebat juga takkan mampu menjalankan pembedahan. Wujudnya peran saling lengkap melengkapi dalam struktur yang terorganisasi ini. makanya disitulah pentingnya peran kasih sayang dan saling menghargai antara satu sama lain. menghargai dalam arti kata kita memperlakukan orang lain sepertimana kita ingin diperlakukan dan menjauhi layanan yang buruk sepertimana kita tidak ingin dilayani.

Begitulah juga Islam menunjukkan kita dan mengarahkan kita untuk saling menghormati dan saling menghargai kerna setiap orang memainkan peran yang berbeza dalam hidup dan kita akan saling lengkap melengkapi, takmil wa istikmal dalam mengharungi hidup ini.

Isnin, 28 Mac 2011

SUMPAH DOKTER

0

Acara yang paling penting sebelum menjejakkan kaki ke dalam dunia kepanitraan klinik. Iaitu akur janji atau sumpah kedokteran yang mengikat seseorang dokter atau dokter muda dengan kode etik tertentu hingga seorang dokter itu mampu untuk menggalas tanggungjawabnya sesuai dengan apa perikemanusiaan dan norma kehidupan. tanggal 28 Mac/ Maret 2011 menyaksikan.

LAFAL SUMPAH DOKTER UNIVERSITAS HASANUDDIN

1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan
2. Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara terhormat dan bersusila
3. Saya akan menjalankan tugas saya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat
4. Saya akan merahsiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan kerana keilmuan saya
5. Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan sekalipun di ancam.
6. Saya akan menghormati setiap hidup insane mulai dari saat pembuahan.
7. Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita dan atau masyarakat sesuai aturan yang berlaku.
8. Saya akan berikhtiar dengan bersungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, perbedaan kelamin, politik kepartian atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, dan atau masyarakat.
9. Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.
10. Saya akan menghormati dan memperlakukan mereka yang ikut berperan dalam pendidikan profesi kedokteran saya.
11. Saya ikrarkan janji sebagai sarjana kedokteran ini dengan bersungguh-sungguh dan dengan memperlakukan kehormatan diri saya.

Membaca dan melafazkan janji dokter benar-benar menimbulkan suatu persaan yang berat dalam atma. Kerna di situ ada tanggungjawab dan ada komitmen. Harus belajar untuk menjadi dokter yang baik. Kata seseorang “ if you want to be a doctor, start to behave like one”.. Memikul amanah ini bukanlah sesuatu yang mudah namun kita harus melayakkan diri kita untuk menggalasnya dengan kelakuan dan ilmu pengetahuan.

Semoga Allah senantiasa mengiringi diri dan sahabat-sahabat serta membantu jalan kami. Sungguh, manusia itu tidak punya daya upaya apapun kecuali semuanya pertolongan dari Allah..


Khamis, 24 Mac 2011

PERSAHABATAN via "MENGAPA HARUS BERTERIAK?"

0


Pernah membaca satu artikel yang ditulis oleh temanku, Fitrah. “Mengapa harus berteriak?” dalam artikel itu ada menyatakan betapa pentingnya hubungan hati yang terbina dalam membangun sebuah binaan yang dipanggil sebagai “persahabatan”.

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya,

“Mengapa ketika seseorang sedang marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”


Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”

”Tapi...” sang guru balik bertanya,”lawan bicaranya justru berada di sampingnya.
Mengapa harus berteriak? Apakah ia tidak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata :

”Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara dua hati mereka menjadi amat jauh walaupun secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu, mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”


Sang guru masih melanjutkan,


”Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara, suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkan dengan begitu jelas. Mengapa demikian?”

Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban :


”Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya, sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”


Sang guru masih melanjutkan :


”Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin disaat itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu kita.”

Jagalah cinta dan pupuklah kasih sayang.. Jangan pernah mbiarkan dia berjarak dan pergi..

sMoga ukhuwah kita terus terjaga cika'... ^^,

_FZM_


Benarlah dalam bersahabat juga begitu. Terkadang perasaan kita terlalu halus dan sensitive terhadap sahabat kita. Apa yang dibicarakan, walaupun hanya ucapan yang biasa ada waktunya bisa mengguris rasa atau mencipta makna. Kerna hati kita terlalu dekat. Hampir tidak berjarak. Ada orang kata, apabila sudah lama berteman tidak perlu terlalu menjaga perkataan, sikap dan sebagainya kerna teman terbaik adalah orang yang paling memahami diri kita. Namun sebaliknya, kerna dia adalah teman terbaik maka kita harus ekstra sensitive dalam menjaga perasaannya kerna kita terlalu dekat. Jangan sampai perselisihan yang kecil nantinya akan menciptakan jarak antara kita.

Dalam mengenali hati dan sifat masing-masing, tak lain kita membutuhkan yang namanya proses memerhati dan memahami. Dari situlah terciptanya kedekatan dan keserasian. Asasnya dalam persahabatan adalah saling percaya, telus dan jujur dalam kata dan tingkah, kesetiaan dan saling menghargai. Apa maknanya sebuah persahabatan yang tidak disulami dengan saling percaya dan ketelusan? Dalam setiap lafaz tersimpan curiga dan buruk sangka kerna tidak mampu membangun percaya..Setiap kata yang terungkap adalah kebohongan. Sungguh, kebohongan itu takkan mampu untuk menembusi dimensi hati.

Jika tidak ada setia, mana mungkin kita menutupi aib teman kita dihadapan yang lain. Mana mungkin kita menjadi cerminannya. Tidak mustahil, kita tidak teragak-agak untuk berbuat khianat dan sebagainya. Kalaulah persahabatan tidak disertai sifat saling menghargai, maka tidak ada yang istimewa di dalamnya. Saling menyakiti, saling mencari kesalahan. Hasilnya tiada lagi perasaan sayang yang harusnya tumbuh dan memekar di taman hati. Tiada lagi keindahan yang layak untuk dikenangi..

Rabu, 23 Mac 2011

BEGINNING A NEW CHAPTER OF MY LIFE

0


Baru sahaja selesai salah satu proses rasmi jenjang pendidikan yang harus dilalui sebagai mahasiswa. Hari ini rasmi kami diiktiraf sebagai sarjana kedokteran, S.Ked dalam majlis konvokesyen (wisuda) periode Mac/ Maret 2010-2011 yang membolehkan kami beranjak ke jenjang pendidikan seterusnya yakni dunia praktikal. Segala ilmu yang didapatklan sebelumnya diharap akan dapat digunakan saat kami menjalankan tugas di hospital (Rumah Sakit) nanti.

Mengingat hari-hari memulai tugas sebagai mahasiswa praktikal merangkap Dokter Muda benar-benar memerlukan stamina yang kuat dan ketahanan mental yang cukup tinggi. Melihat kondisi teman-teman yang sudah lebih dahulu terjun ke bidang ini, sempat juga khawatir bagaimana nanti diri pula harus menjalani kehidupan yang super sibuk seperti itu. Namun itulah roda kehidupan. Mahu tidak mahu kita harus tetap melaluinya. Inilah permulaan kepada proses aplikasi keilmuan, psikologi dan kekuatan hubungan sosial secara kompleks dan komprehensif.

Kata orang, perubahan hidup ke alam klinikal (koas) memerlukan waktu untuk penyesuaian. Kerna kalau di sewaktu pre-klinik masih ada waktu hujung minggu untuk istirehat, belajar hanya lewat buku-buku teks dan journal terbaru, tapi memasuki alam klinikal, kita akan berhadapan sendiri dengan pelbagai ragam masyarakat dan melihat gejala-gejala klinis yang timbul ada penderita penyakit tertentu. Itu pasti akan menjadikan pembelajaran makin mudah difahami dan ilmu yang diperoleh selama ini akan digunakan untuk memberi manfaat kepada orang banyak.

Gusar juga diri andai kesibukan dalam menuntut ilmu nantinya akan menyibukkan diri dari mengingati Allah dan menjalankan ibadah harian secara rutinnya, namun hakikatnya setia amalan kita yang disertai niat baik dan hanya kerna Allah, maka ia adalah ibadah. Kata senior-senior, justeru masuk kea lam klinikal inilah, terbukanya ruang-ruang untuk beribadah dan meningkatkan ubudiyah kepada Allah. Kerna kita dibangunkan tidak mengira waktu untuk merawat pesakit/pasien, nah dari situ atas alasan apa kita susah sekali mahu tunduk bersujud kepada Allah SWT barang beberapa rakaat sedang kita tahu bahawa Allah sangat menyintai hambaNya yang mengerjakan solat malam. Begitulah juga hal yang lainnya.

Hidup ini sentiasa berubah. Dan manusia juga akan berubah seiring dengan waktu dan keadaan. Kerna hakikatnya manusia itu mudah beradaptasi dengan persekitarannya. Pola fikir akan berubah, gaya hidu akan berubah. Yang bisa kita berusaha adalah untuk memandu dan memastikan bahawa perubahan yang berlaku pada diri kita adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Bak kata seorang cerdik, hidup ini adalah perjuangan.. diri dan hati musnah tak penting. Tapi andai perjuangan terkubur, alangkah kecewanya dunia…



our photos..

Isnin, 21 Mac 2011

DI BALIK AWAN ADA HUJAN

0


Terkadang langit biru, terkadang hitam. Terkadang bintang, terkadang awan tebal. Mungkin, tatkala awan, ia ingin menurunkan hujan yang menyejukkan dan menggemburkan. Namun terkadang, awan menggumpal pekat dan membawa badai yang memporandakan ikatan. Begitulah manusia ditakdirkan. Ibarat langit dengan segala keadaan.

Maka tidak selamanya hitam itu menakutkan. Bahkan bisa jadi ia keindahan. Hanyalah harapan yang membuatkan kita berbeda dalam menafsirkan hitam. Toh, pada akhirnya ketika ia memang benar-benar badai, kita telah berusaha tegar. Tak terhempas. Tidak terkapar. Ketika kita selalu menisbahkan hitam dengan badai, hanyalah ketakutan-ketakutan yang kita rasakan. Energi kita habis untuk memikirkan segala hal yang akan terjadi dengan badai yang mengancam itu. Padahal segalanya belum tentu berjalan seperti yang ada dalam pikiran kita. Namun kita telah menjustifikasikan keadaan sesuai dengan informasi yang kita terima dari indera.

Juga jika kita sering mengharap kebaikan dari biru sang langit, maka kita tak akan menemukan malam dengan segala bintangnya. Atau kita tak akan mendapatkan hujan dari mendung yang menyelimuti badannya. Bagaimanapun, kita harus sedar bahawa harapan yang kita lekatkan pada sesuatu yang fana tak selamanya sempurna. Kalaupun harapan itu tak sesuai dengan kenyataan, itulah harga yang harus kita terima dari sebuah perbedaan.

Kita tak boleh kecewa! Karena kecewa hanya boleh tumpah, tak boleh menjadi bah. Ketika periuk (panci) jiwa tak mampu menampung kuah harapan, yang bisa kita lakukan hanyalah memperbesar periuknya (pancinya). Agar kuah itu tidak tumpah menjadi bah yang membuat kita tenggelam dan hanyut. Kita boleh mengharap, namun jangan sampai harapan itu membuat kita kecewa (ambruk) ketika kita menemukan kenyataan yang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Ahad, 20 Mac 2011

8 PARAMETER ISTIQAMAH DI JALAN DAKWAH

0


Mustafa Masyur telah menggariskan 8 parameter supaya kita tetap berada dalam jalan dakwah dan tarbiyah ini.

1) Pandangan yang jelas mahu dibawa ke mana dakwah ini?

Kita ingin melahirkan insan soleh dan musleh. Soleh yakni baik dan taat dalam beragama. Menanamkan agama kuat dalam dirinya dan mengamalkannya dalam kehidupan. Musleh dalam arti menyebarkan Islam kepada persekitarannya hingga lingkungannya itu turut merasa keindahan islam dan turut bergabung ke dalam ketaatan. Walau di mana kita berada, kita harus terhitung sebagai orang yang berpengaruh kepada persekitaran. Dan lingkaran pengaruh kita juga hendaklah beriring dan proporsional dengan lingkaran peduli kita supaya potensi “pengaruh” yang kita miliki tadi tidak hanya berhenti sebatas kita mampu menarik orang lain kepada kita bahkan kita menggunakan potensi itu untuk mencetak peribadi-peribadi yang hidup dalam Islam. Hidup mengamalkan Islam.

2) Kesinambungan

Dakwah adalah long life revision. Ia berlaku sepanjang hidup. Tiada istilah bersara (pensiun) dalam dakwah. Dakwah madal hayah. Dalam menegakkan dakwah, kita perlu kepada elemen tarbiyah yang cukup utuh. Marilah semak kembali bagaimana Rasulullah SAW membina kekuatan melalui tarbiyah.

3) Ada pertemuan

Kalau kita tidak membina atau tidak berlakunya tasnit (pengkaderan) maka kita akan menuju kepada sta’nan. Membina atau mencetak manusia bukanlah tugas yang mudah. Membina itu memerlukan kesabaran yang sangat tinggi. Kerna proses memasukkan iman dalam hati merupakan proses yang cukup payah dan panjang. Namun proses untuk menyebatikan iman serta mendasarkan iman dalam dada bahkan lebih payah. Dari itu kuncinya hanyalah sabar, terus bersabar dan kuatkan kesabaran. Hanya kesabaran yang mampu menjalankan proses tersebut.

4) Menjaga originalitas (keaslian)

Untuk menilai sesuatu hal dengan jernih kita perlu pula kepada pemikiran yang jernih. Untuk memiliki fikiran yang jernih dan tidak terpengaruh oleh hal yang bertentangan dengannya maka di situlah tugas murabbi. Dakwah Rasulullah SAW takkan terjaga keasliannya jika Allah tidak menurunkan para ilmuan dan alim ulama’ yang mengambil Islam dengan cukup cermat dan hati-hati. Maka dari itu kita ketahui bahawa ulama’ pewaris nabi.

5) Perencanaan dan Perkembangan

Kita sebagai indivudu dan kesatuan dalam menjalani hidup ini memerlukan perencanaan yang rapi. Tanpa perencanaan kita takkan mampu melakukan perubahan dan anjakan yang besar pada dunia. Seperti kata ulama’ “kebenaran tanpa perancangan akan mampu dikalahkan oleh kebatilan dengan perancangan”. Maka dari itu, kita sebagai orang muknin harus memiliki perancangan dan target.

6) Kesatuan Pandangan dan Tujuan

Ketika dakwah memasuki wilayah yang tersendiri akan memberi bias yang tertentu yang berdampak pada dakwah itu sendiri nantinya. Maka kita perlu kepada institusi yang boleh menentukan hukum dan kaedah yang tertentu dalam pelaksanaan gerak kerja dakwah itu tadi. Dan hal ini hanya bisa tercapai kalau kita yakin dan berada dibawah satu kepimpinan. Setiap individu memiliki potensi yang besar dan potensi-potensi ini jika disatukan dalam 1 wadah akan membantu mempercepatkan kebangkitan Islam.

7) Bekerja dalam ladang dakwah

8) Perwarisan per generasi

Tidak ada yang namanya mantan murabbi. Kerna sekali murabbi, selamanya tetap murabbi. Maka walau sekecil apapun peranan murabbi tetap akan memberikan kesan pada proses tarbiyah yang kita jalani. Persolannya adalah bagaimana caranya kita menjadi spora yang dimana juga kita berada, kita akan membangunkan sebuah komuniti yang mengenal Allah, yang tetap berada pada landasan Islam dalam menjalani kehidupan mereka. Kita bukan sekadar mahu bergerak secara lonjakan tapi kita mahu bergerak secara eksponensial dengan tetap menjaga kualiti tarbiyah dan menitik beratkan hubungan dengan Allah. Nahnu du’at qabla kulli syai’in. kita adalah penyeru sebelum segala yang lain. Kita membawa cahaya yang mempunyai kekuatan untuk menerangi kegelapan. Maka tugas kita untuk memastikan cahaya kita tetap akan menyala di mana juga kita berada. Tetap istimrar dan istiqamah dengan dakwah ini..

Sabtu, 19 Mac 2011

KETIKA CINTA MENJELMA VIRUS BERBAHAYA

0

Sering meniti di halwa telinga kita tentang kisah Virus Merah Jambu. Virus yang banyak melanda kawula muda. Virus ini adalah jelmaan cinta yang tak tepat porsinya, bukan pada tempatnya. Sebenarnya sebelum menjadi virus, ia adalah satu fitrah indah yang wajar sekali bergejolak dalam dada seorang pemuda perkasa mahupun gadis belia. Ia adalah sebagai sebuah petanda bahwa kita tetap berada pada kudratNya.

Cinta hadir memenuhi hari-hari kita. Tumbuh. Merekah. Indah. Lalu kita merasakan cinta itu semakin menyiksa. Bayangan si Dia selalu ada di setiap detak jantung dan segala aktiviti (aktivitas) kita. Kerinduan untuk bertemu dengannya semakin menjadi. Hati kita telah terbeli oleh cinta. Perasaan bahagia hanya ada ketika kita berada dekat dengannya. Selebihnya, hanya rindu yang menusuk-nusuk relung jiwa. Rasa cinta itu telah meraksasa.

Bahkan dzikir kita terhadap wajahnya telah mengalahkan dzikir harian kita dalam mengagungkan asma-Nya. Makan pun teringatkan si Dia, seakan hambar dan tidak berselera, tidur pun jaga tanpa lena. Bahkan parahnya dalam solat (sholat) kita juga, bayangan sang kekasih hati pengarang jantung tetap menjelma.
Sungguh menyiksa. Cinta semula yang adalah sesuatu yang jernih berubah keruh. Kita mengalahkan cinta padaNya terhadap cinta fana. Maka cinta telah menjadi virus berbahaya.

Virus yang membuatkan segala aktivitas kita sia-sia. Kita tidak bisa berkosentrasi dengan apa yang kita lakukan. Hanya si dia yang berada dalam benak kita. semangat kita beribadah semakin lemah seiring semakin menyebar luasnya pengaruh virus itu dalam tubuh kita, ternyata juga berdampak buruk terhadap orang-orang dekat kita. Dan virus itu akan lebih berbahaya lagi ketika ditularkan pada orang lain.

Bisa jadi mereka akan terjangkit (terinfeksi) virus yang sama. Hanya saja masih mengkristal sempurna. Hingga kemudian ketika aktiviti (aktivitas ) mereka lemah, daya tahan iman mereka berkurang, maka virus itu menjadi hidup. Cinta dalam jiwanya berkembang pesat menjadi penyakit. Lalu hari-harinya akan terasa sangat merana. Aduh, betapa berdosanya kita. Menularkan virus maha zalim kepada orang lain pula.

Seharusnya cinta menjadi obat jiwa. Peneduh dikala gundah. Seharusnya cinta menjadikan kita semakin dekat denganNya. Bukan menjadikan kita semakin lemah dan lalai dalam mengingatiNya. Inilah yang berbahaya dari cinta jika kita tidak pandai mengelolakannya. Cinta bisa menghancurkan hidup kita menjadi keeping-keping tanpa makna. Tapi cinta juga bisa mendatangkan semangat bergelora untuk menujuNya. Menuju syurga…

Khamis, 17 Mac 2011

BELAJAR DARI SENIOR

0


“ Nama akak, Maimanah. Panggil Kak Manah pun boleh. Adik siapa nama?” sapaan ramah seorang kakak senior benar-benar membuat diri merasa betah di sini.“Kalau ada sebarang masalah baik dari segi pelajaran (materi kuliah), mahu keluar jalan-jalan mahupun sebarang masalah lain sepanjang berada di sini, boleh contact akak anytime (bisa hubungi kakak kapanpun)” Luar biasa..“ tak sangka jumpa orang nama sama.. InsyaAllah moga kita boleh kenal lebih dekat nanti”.. kata kakak yang lain pula.. Itu memori hari semalam.. waktu-waktu pertama menjejakkan kaki ke Makassar, Kota Anging Mammiri.

Sedar tidak sedar 3 tahun telah berlalu. Saban tahun kakak-kakak senior yang sebelumnya menjadi tempat rujukan, teman curhat (curahan hati/ luahan perasaan), dan contoh panutan satu persatu pulang ke tanah air untuk memulakan perjuangan sebenar hidup masing-masing. Kali ini pula selesainya program perkuliyahan kakak senior angkatan 2005 menandakan mereka akan pulang buat selamanya ke tanah air mengundang badai kesedihan di pantai hati. Berat rasanya jiwa ini melepaskan mereka pergi meninggalkan kami yang masih memerlukan bimbingan dan tunjuk ajar dari mereka. Tapi inilah sunnatullah. Setiap pertemuan pasti akan diiringi dengan perpisahan. Setiap permulaan akan ada pengakhiran. Yang tua pasti akan digantikan dengan yang muda. Begitu juga setiap yang datang akan tiba masanya untuk pergi. Yang paling penting kita memaknai setiap hal yang kita pelajari dari mereka.

Kagum melihat peribadi-peribadi (sosok) kakak senior yang berjaya mengharungi dunia clinical (coass) yang tidak pernah surut dari taufan kesibukan. Kakak yang kukagumi, setiap detik dalam hidupnya penuh bermakna kerna dia tahu betul matlamat hidupnya. Dia tahu dirinya 5-10 tahun ke depan. Maka giat berusaha untuk merealisasikannya. Kakakku sering berkata, “hidup ini ada turun naiknya, apa jua perancangan Allah SWT pada kita, anggaplah sebagai ekstra marks yang Allah mahu berikan.. bersabar dan jangan pernah menyerah”. Kakak sangat berpegang pada konsep “5 star doctor” yang mengatakan kalau dokter adalah care provider, manager, community leader, decision-maker, dan communicator.

Study smart and hard boleh membantu dalam mencapai karekter care provider. Ilmu kedokteran yang dimiliki membolehkan seorang dokter mendiagnosis dan merawat sesuatu penyakit dengan benar. Ilmu yang mantap juga membolehkan dokter menjelaskan tentang penyakit yang dihadapi oleh penderita dengan benar pula. Sementara untuk karekter yang lain, hanya dapat diperoleh melalui penglibatan lansung dengan masyarakat. Contohnya berpersatuan, penglibatan dalam organisasi sosial dan sebagainya.

Kakak telah membuktikan bagaimana dicelahan kesungguhannya menuntut ilmu bekerja dan belajar sewaktu dunia klinikal, beliau masih sanggup menghadiri pertemuan-pertemuan dalam rangka kembali beriman kepada Allah. Duduk bersama untuk mendengarkan peringatan tentang hakikat kehidupan. Begitu juga kakak, masih sempat membagi waktu untuk tetap aktif dalam dunia persatuan dan aktiviti kemasyarakatan yang lainnya. Kata kakak.. “dunia klinikal (coass) adalah satu latihan amali/praktikal yang paling hampir dengan dunia sebenar. Nantinya kita bukan hanya seorang dokter professional di hospital/ Rumah sakit, kita bahkan adalah seorang anak kpd orang tua, isteri kepada seorang suami, ibu kepada anak-anak dan anggota kepada masyarakat. Ada tuntutan yang harus kita penuhi. Kalau kita tidak mampu untuk menjalankan peran kita, maka aka nada pihak yang akan terabaikan dan itu bermakna kita telah berbuat zalim. Makanya mulai latihan itu dari sekarang, supaya kita nantinya menjadi orang yang lebih baik”

Menyentuh permasalahan dan halangan serta cabaran di hospital/rumah sakit, perubahan hidup yang sangat kentara berbanding era perkuliahan yang ternyata sangat santai dan tiada apa-apanya. Bergelar clinical student/ coass saat membutuhkan pengorbanan waktu yang vtidak sedikit. Pendek kata menyita seluruh waktu yang kita punya. Makanya di situ memerlukan kebijakan kita untuk menguruskan waktu dan kekuatan dalaman kita untuk melawan keletihan dalam menghadiri aktiviti lain diluar. Teori yang dipelajari saat perkuliahan juga agak malu-malu untuk keluar dari kepala, seperti ais yang tersimpan kemas di kotak minda. Memerlukan usaha yang tidak mudah untuk menghangatkannya dan sekaligus lebih banyak belajar hal-hal yang baru. Untuk itu, kita harus mampu belajar dalam keadaan terdesak.

Reality kehidupan dunia clinical, kita akan bertemu dengan pelbagai ragam manusia. Di sini akan teruji batas pergaulan kita.. ya.. masalah ikhtilat. Dunia kedokteran benar-benar mampu menumpulkan sensitivity kita tentang masalah ini. baik dari segi hubungan dokter-penderita yang memang membutuhkan sang dokter untuk menyentuh dan melakukan pemeriksaan terhadap pasien/ penderita, hubungan dengan teman-teman sekerja yang ada waktu di mana bilik/ kamar yang dikhususkan untuk pelajar clinical/ coass Cuma 1 dan baik laki-laki mahupun perempuan harus menggunakan kamar yang sama meski sewaktu jaga malam (oncall). Belum menyentuh ragam dokter yang pelbagai, ada yang sengaja mengambil kesempatan dan sebagainya. Dalam situasi ini kita akan belajar banyak tentang dimana bisa fleksible dan di mana pula harus rigid. Bercermin kembali pada hubungan kita dengan Allah dan keyakinan kita bahawa Allah Maha Melihat apa yang kita perbuat.

Sebab itu banyak orang yang sebelumnya aktivis dakwah juga gugur, berpakaian dan berakhlak tidak layaknya seorang pendakwah..orang-orang yang menjaga pergaulan juga tidak lagi segan silu bertepuk tampar dengan kaum lawan jenis. Yang menjaga rapi auratnya bisa melayang jilbab, stoking, armsock entah ke mana. Yang sentiasa solat sunat sebelumnya, tidak lagi merasa canggung untuk meninggalkan solat wajib..Naudzubillah..naudzubillah..

Dalam mengatasi masalah seperti ini, kakak menyarankan supaya kita memasuki bagian (daftar department) bersama. Kerna adanya sahabat yang membantu iman akan menguatkan kita dan menjaga kita dari suasana yang tidak baik. Ada sahabat untuk saling mengingatkan. Ada sahabat yang akan menghulurkan tangan memimpin langkah kita kembali ke landasan. Bak kata seseorang “lone ranger tend to fall hundred time easier then multiple ranger all together” Pengalaman kakak, setiap mendaftar ke bagian baru, dia akan menghantar sms kepada teman-temannya untuk saling memperbaharu niat dan berdoa pada Allah agar membimbing langkah mereka dan menjaga mereka dari segala hal yang tidak sesuai keinginanNya. Dan sms itu disimpan buat membakar kembali semangat tatkala lemah, dan mengobarkan langkah tatkala mulai kepenatan. Dalam menghadapi masalah komunikasi juga, kata kakak, kita harus tegas untuk menunjukkan pendirian kita. Jaga jarak dan tunjukkan betapa kita tidak suka dengan pergaulan yang tidak syar’i.

Semoga pengalaman dan suka duka kehidupan kakak sepanjang berada di bumi Makassar ini akan menjadi pengajaran dan pelajaran buat kami agar lebih berhati-hati meniti hari esok yang penuh cabaran. Kata orang bijak “belajarlah dari pengalamanmu dan pengalaman orang lain”..

buat kakak seniorku yang amat bermakna dalam hidupku.. Kak Maimanah, Kak Iman, Kak Fuzah, Kak Nusaibah, Kak Aisyah, Kak Hala, Kak Umi, Kak Ainul, Kak Faizah, Kak Sarah dan semua kakak-kakak yang telah memberi warna dan tunjuk ajar yang tidak pernah mungkin untuk ku balas, selamat menempuh perjuangan baru dan moga kita sama-sama terus istiqamah berada di atas jalanNya.. amin Ya Rabb.. SAYANG KAKAK-KAKAK KERANA ALLAH SWT!!

Rabu, 16 Mac 2011

QUDWAH FI THARIQU DAKWAH

0


Teladan sepanjang jalan dakwah. Dalam menelusuri jalan dakwah ini kita amat memerlukan kepada figure-figur yang boleh kita contohi untuk terus thabat (tetap) dan istiqamah di atasnya. Sepertimana Allah memberikan kita satu figure yang amat sempurna dalam mempelajari Islam itu sendiri yakni Junjungan Agung, Rasulullah SAW..

Al-Quran telah mengarahkan Rasulullah S.A.W. supaya mendidik hati, fikiran, perasaan, tingkahlaku dan akhlak manusia ke paras yang lebih tinggi dan mulia. Seterusnya, membentuk ummah dan membina daulah. Itulah hakikat Rasul diutuskan. Itulah contoh yang terbesar.

Hasilnya, dengan kurniaan Allah S.W.T. jua, Rasulullah S.A.W. telah berjaya mengubah corak hidup manusia yang serba pincang kepada corak hidup yang sempurna, aman, damai, bahagia dan bercahaya di bawah sistem yang ditanzilkan(diturunkan) Allah S.W.T. Akhlak dan keperibadian Rasulullah S.A.W. memainkan peranan utama dalam perlaksanaan tanggungjawabnya. Firman Allah S.W.T.:

Terjemahannya:
"Adalah pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi sesiapa yang berharap untuk bertemu dengan Allah dan Hari Akhirat, dan mengingati Allah sebanyak-banyaknya".

(Surah Al Ahzab ayat : 21)

Kepimpinan dan contoh yang dibawa oleh Rasulullah S.A.W. telah memperlihatkan 'Amal Kulli dan Mutawazin. Amal yang merangkumi semua aspek kehidupan baik dari sudut fikri mahu pun dari sudut siasi. Natijahnya, lahirlah satu ummah yang terpimpin dengan roh al-Quran. Al Qur'an sentiasa mengalir di dalam jiwa-jiwa mereka dan memimpin hati-hati mereka hingga tunduk dan patuh kepada Allah S.W.T. dan rasulNya sahaja. Natijahnya juga, mereka tidak memilih nilai-nilai yang lain selain daripada nilai yang telah diajar oleh Rasulullah S.A.W.. Mereka telah mempersaksikan keperibadian yang agung dan tinggi hingga keperibadian itu tidak terjejas apabila bertembung dengan berbagai-bagai suasana. Mereka tetap beradab dengan Allah S.W.T. dan Rasul-Nya samada sewaktu senang atau susah, aman atau damai, bahkan dalam suasana perang dan genting.

Sepertimana Rasulullah SAW yang ditarbiyah secara lansung oleh Allah SWT hingga melahirkan suatu akhlak yang agung yang menjadi contoh panutan seluruh alam, para sahabat yang melihatnya lantas menjalani proses tarbiyah di bawah bayangan Rasulullah SAW hingga yang terhasil adalah generasi Al-Quran yang unik. Generasi para sahabat ini kemudiannya menjadi contoh teladan terhadap generasi tabien yang tidak pernah menatap wajah Rasulullah SAW. Tetapi dengan model akhlak dan contoh teladan yang menghiasi peribadi para sahabat hingga generasi tabien juga merasai betapa dekatnya mereka dengan Rasulullah. Begitulah seterusnya dan seterusnya hingga kepada kita hari ini. Kerna adanya orang yang rela dididik untuk kemudiannya mendidik orang lain, maka aqidah Islamiyah dan akhlak yang mahmudah (terpuji) tersebar dari generasi ke generasi.

Itulah kuncinya. Melahirkan generasi yang hebat harus bermula dengan mewujudkan peribadi (sosok) yang hebat. Kita sebagai kakak, harus menjadi teladan kepada adik-adik di rumah. Kita sebagai senior, harus menjadi teladan pula kepada junior-junior di bawah kita. Nantinya kita sebagai ibu, menjadi teladan pula kepada anak-anak kita. Begitulah seterusnya dan seterusnya. Ibarat mata rantai yang takkan terputus sampai kepada generasi yang akan datang. Segalanya bermula dari diri kita.

Menjadi kakak atau senior yang lebih tua bukanlah pilihan. Kerna kita hanya mematuhi sunnatullah yang telah tercatat di Loh Mahfuz. Menjalani kitaran hidup yang senantiasa bergerak. Namun menjadi kakak/ senior yang baik dan soleh/ah itu adalah pilihan. Memang tidak mudah. Kerna hakikatnya kita manusia lemah yang cepat lupa. Sering perlukan bimbingan dan petunjuk untuk tetap berada di atas jalan yang benar. Namun tiada salahnya jika kita berusaha sekuat tenaga dan memeras akal fikiran kita untuk menjadi teladan yang terbaik. Adik-adik, junior-junior mahupun anak-anak kita adalah medan amal kita. Orang-orang yang suci yang menunggu corakan dari kita. Maka jika kita masih ragu untuk menyimbahkan warna yang terang pada mereka, pasti mahu tidak mahu warna suram akan mewarnai hidup mereka. Mereka akan belajar dari orang lain dari sekeliling dan akhirnya dipengaruhinoleh nilaian yang tidak baik lagi melanggar corakan Allah.

Maka untuk menjadi teladan yang baik pada adik-adik dan junior-junior, kita yang pertama harus siap untuk menerima didikan. Siap mencontohi orang-orang yang memiliki ilmu serta keperibadian yang hebat. Dan senantiasalah bermuhasabah, menilai kembali diri kita dan berusaha untuk membina sifat-sifat yang diinginkan Allah pada diri seorang hamba. Jagalah diri dan hiasi peribadi dengan akhlak mahmudah dan jauhilah akhlak yang mazmumah. Semoga Allah sentiasa redha pada kita.

“ Seorang mukmin, menangis lemah disisi Allah, maka Allah menguatkannya disisi manusia..”

Jumaat, 11 Mac 2011

ASK ONE PERSON TO ALLAH

0


“ Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal soleh dan berkata :sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri”

[QS Fushilat : 33]

Berbahagialah, jika hingga saat ini engkau masih hidup bersama dakwah. Berbahagialah, jika detik ini tugas mulia itu masih kau jaga dan menjadikannya mutiara dalam setiap nafasmu. Ketika engkau pergi membawa cahaya dan memasuki lorong-lorong gelap dan terjal, maka itulah dakwah. Ketika engkau menyapa semua warna dan mensibghahnya dengan warna putih yang kau punya, maka itulah dakwah. Semua warna ada dengan segala keunikannya. Bahkan warna hitam pun akan menjadi coklat jika kau sibghah dengan warna putihmu.

‘Nahnu du’at qobla kullu syai’in’. kita adalah penyeru sebelum yang lain. seperti yang difirmankan Allah dalam ayat di atas. Betapa jelas, bahawa tidak ada seruan yang lebih baik daripada seorang yang menyeru kepada Allah. Karena setiap kata-kata yang keluar dari mulut mereka adalah cahaya. Setiap kebaikan yang diucapkan dan dilakukan adalah cinta. Maka, bisa jadi seruan itu akan mengantarkan orang-orang yang diseru pada hidayah. Begitulah dakwah.

Dakwah adalah sebuah perjalanan yang tak akan berakhir kecuali nafas terakhir yang kau punya meninggalkan raga. Dakwah adalah kehidupan yang selalu dan setiap saat menempel ditubuhmu, menjadikanmu wangi disisiNya. Memang, perjalanan dakwah bukanlah perjalanan yang menyenangkan. Terjal, penuh rintangan. Tapi, ingatlah bahawa ketika tugas berat itu telah selesai kau rampungkan, ada sebuah hadiah istimewa dariNya, ada kado syurga untukmu, ada kebahagiaan yang belum pernah terpikirkan selama engkau hidup di dunia. Maka, biarkan dakwah membalut setiap gerak gerimu, setiap kata, setiap tulisan-tulisanmu.

Tapi jangan lupa bahawa pada akhirnya perjalanan dakwah yang kita lalui memerlukan sebuah kepasrahan jiwa, ketundukan hati untuk menyerahkan hasil sepenuhnya pada Rabbul Izzati. Tawakal! Karena hanya DIA yang mengetahui, segala hal yang terbaik bagi hambaNya.

Khamis, 10 Mac 2011

SEGALANYA TENTANG RINDU

0


Rindu adalah sesuatu yang lahir dari kalbu. Rindu adalah wujud cinta yang tertanam dalam. Tidak ada yang salah dengan rindu, jika rindu itu menancap di hatimu, biarkan ia mengalirkan darahmu kepada yang paling dirindu, kepada Allah dan Rasul-Nya. Maknailah kerinduan dengan sebuah taman yang akan menyuburkan keimanan, yang akan menumbuhkan buah-buah segar dalam pohon bernama “kehidupan”. Tetapi jangan biarkan rindu itu menjadi hama yang akan menjauhkanmu dari agama, jika itu yang terjadi, maka tumbangkanlah dan buanglah sejauh engkau bisa.

Rindu terbit dari rasa cinta. Ketahuilah bahawa rindumu pada-Nya adalah rindu yang di dalamnya tersimpan kekuatan Maha Dahsyat, bahkan jikalau rindu itu ditikam lawan, maka ia akan tetap bersemayam dalam jiwamu. Tetap mengisi hari-harimu, tetap melekat dalam jiwamu. Kerna inilah sebenarnya hakikat rindu. Kerinduan yang sampai pada taraf keinginan yang kuat untuk bisa berjumpa dengan-Nya. Untuk bisa menatap wajahNya. Rindu adalah kekuatan, dan kekuatan akan melahirkan ketaatan.

Rindu adalah bongkahan batu yang harus kau pecah! Harus kau hancurkan! Menjadi butir-butir temu di titik beku. Karena sejatinya, jika engkau merindu, tidak ada yang lebih indah pada akhirnya daripada sebuah perjumpaan. Namun mungkin pada hari ini engkau masih belum bisa menemukan perjumpaan besar. Hanya menemukan perjumpaan kecil dalam rakaat-rakaat panjang. Tapi ketahuilah bahawa perjumpaan kecil itu yang akan mengukuhkan rindumu untuk kemudian pecah saat perjumpaan besar digelar. Itulah puncak kenikmatan. Ketika rindu yang dipendam bertahun-tahun menjelma keterpesonaan dan keindahan disinggahsana Tuhan…

Isnin, 7 Mac 2011

INVESTMENT SAHAM AKHIRAT

0


Wang.. Wang.. Wang..

Berbicara masalah dunia hari ini pasti takkan pernah terlepas dari membahaskan masalah kewangan. Majoriti dari masyarakat hari ini menjadikan wang sebagai subjek utama kehidupan. Ungkapan “kalau tak de duit, macam mana nak hidup?” “ ingat beli beras pakai pasir ke?” selalu terdengar. Hasilnya semua orang sibuk mengendalikan perniagaan (business) yang boleh menghasilkan wang.

Dari yang tak punya modal pusingan hinggalah yang berkelulusan professional. Dari anak sekolah rendah (SD) hinggalah yang sudah menjawat gelar doctor pHD. Yang jurutera (engineer) sibuk dengan business di internetnya, yang sudah jadi dokter pakar kecemasan dsb (spesialis gawat darurat) sibuk dengan direct sellingnya. Yang medical student juga ikut sibuk dengan business makanan buat minda, supplemen dan sebagainya. Pokoknya semua orang sibuk dalam menghitung dan mengumpul keuntungan dunia.

Bukan salah untuk mencari harta dunia namun harus kita waspada. Kerna takutnya dunia yang menjadi tujuan kita bukan lagi akhirat yang sepatutnya. Kata seorang bijak “jika kamu mengejar dunia, maka dunia akan lari. Tapi jika kamu mengejar akhirat, maka dunia akan mengejarmu.” Hidup kita bukan hanya didunia. Masih ada lagi kehidupan akhirat yang kekal abadi menanti. Sabda Rasulullah SAW:

“Orang yang paling pintar dikalangan umatku adalah yang paling banyak ingat mati dan yang paling bersedia menghadapinya”
[HR Abdullah Ibnu Umar]

Terkadang kerna wang, manusia lupa keluarga, lupa sanak saudara. Ini dibuktikan apabila ibu bapa meninggal, mulalah adik beradik bergaduh dan ada yang sampai sanggup saling berbunuh gara-gara merebutkan harta pusaka peninggalan orang tua. Padahal adik beradik itu harusnya berkasih sayang dan saling membantu.

Kerna wang, jarang yang mahu menghulurkan sedekah, membantu anak yatim, fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Kata mereka “ kenapa pula aku yang harus beri? sedangkan aku yang bersusah payah mencari harta siang dan malam”. Mereka lupa kalau dalam harta itu ada zakat yang menjadi hak fakir miskin dan anak yatim.

Harta benda itu sebenarnya adalah milik Allah. Ia dipinjamkan kepada kita sebagai nikmat dan ujian. Siapa yang bijak mengurusnya akan mengaut keuntungan dan siapa yang tamak haloba tidak lain hanya akan menanggung kerugian yang besar. Orang yang benar-benar kaya bukanlah orang yang banyak harta dunianya sebaliknya orang yang berjaya mentransferkan harta dunianya menjadi saham akhirat.

Ayah pernah menasihati, dalam memenangi hati mutarabbi perlu invest. Belanja mereka makan (traktir), belikan mereka hadiah (ole-ole/kado). Luangkan masa untuk lebih dekat dengan mereka. Sediakan diri untuk mendengar keluh kesah mereka. Semua dalam rangka untuk memenangi hati. Jangan pernah merasa berat dan kedekut untuk mengeluarkan harta di jalan dakwah ini kerna itu sebenarnya investment akhirat kita. Modal awal dalam urusniaga dengan Allah. Setiap sen yang kita laburkan itu insyaAllah akan ditukarkan oleh Allah SWT sebagai saham pahala yang berlipat ganda.

Menurut teori miroekonomi, harga sesuatu produk berkadar lansung dengan hubungan antara permintaan serta input dan output. Jika input dan output bergaris datar sedangkan permintaan meningkat, maka harga juga akan meningkat. Sedangkan jika output meningkat sedangkan permintaan menurun, harga juga akan menurun. Jika input dan output menurun sedangkan permintaan masih dalam garis datar, harga akan meningkat. Investment juga hanya membolehkan objek yang bernilai untuk dijadikan modal atau tukaran. Contohnya seperti wang ringgit, tanah, properties (rumah, kereta, emas dll). Modal dan saham juga akan mengikut kepada keadaan ekonomi semasa dan berkemungkinan untuk mengalami susut harga yang fatal dan merugikan. Kesimpulannya setiap perniagaan itu punya potensi dan resiko untuk mengaut keuntungan mahupun menanggung kerugian.

Berlainan halnya dengan peraturan perniagaan dengan Allah. Setiap investment pasti akan mendatangkan keuntungan buat pemodal. Tidak kira dalam suasana ekonomi yang bagaimana sekalipun keuntungan itu tetap terjamin. Kita juga boleh menggunakan sebarang object sebagai modal investment seperti harta benda, masa, tenaga, anggota badan, ilmu, kemahiran dll. Tiada batasan. Firman Allah SWT:

“ Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mahupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung”

[surah At-Taubah; 111]

Sabtu, 5 Mac 2011

KEMBALI

0


Harapan dari setiap insan
kesenangan serta ketenangan
menjalani hidup ini tanpa ada cobaan

Sayang harapan itu tak pasti
karna cobaan akan terjadi
‘tuk menguji sabar diri dan ketakwaan

Akankah kita tetap tegar
menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan?

Katakanlah, kami ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepada-Nya
kapan dan di mana saja

Dan berdo’alah, mohon ampunan
dari semua kesalahan
agar mendapat keridhoan dan pertolongan
dalam ujian
BY: Tashiru Kembali

Khamis, 3 Mac 2011

BAHAYA FUTUR

0


Futur adalah kemerosotan atau kemalapan yang berlaku pada keimanan atau keIslaman seseorang. Futur adalah satu penyakit. Seseorang yang dihinggapi penyakit ini akan lemah dalam melaksanakan tanggungjawab yang diamanahkan oleh Allah Subhanahuwata’ala. Antara bentuk-bentuk futur yang sering di alami oleh seseorang adalah:

1) Malas ber’ibadat.

2) Fenomena mati tidak memberi kesan kepada hati. Justeru itu kita digalakkan menziarahi kubur sebagai ‘ubat’ agar hati kita dapat mengambil pengajaran daripada peristiwa kematian.

3) Melakukan ma’siat samada kecil atau besar. Lebih teruk kefuturan seseorang jika kema’siatan menjadi kebiasaan. Dan lebih teruk lagi kefuturannya jika dia bergembira dengan ma’siat.

4) Suka melihat atau menyaksikan ma’siat. Orang beriman akan melihat dosa ma’siat umpama sebuah gunung yang akan menimpa dirinya, sedangkan orang munafik akan melihat dosa umpama lalat yang hinggap di hidungnya sahaja.

5) Ukhuwwah menjadi longgar.

6) Ghairah kepada dunia. Sebok dengan dunia hingga membuang masa dengan kerja-kerja yang tidak berfaedah. Dalam sistem yang ada, gagasan kecemerlangan yang disogokkan kerap menjerumuskan seseorang kepada sikap ghairah dengan dunia.

7) Berbangga dengan kemajuan duniawi. Atau merasakan lemah dengan kemunduran duniawi.

8) Lemah atau tidak bersedia untuk iltizam (patuh)

9) Menangguh-nangguhkan kerja.

Semua perkara di atas melemahkan keperibadian seseorang. Kadangkala seseorang itu futur hingga tidak bermaya melaksanakan kerja-kerja Islam. Futur boleh membahayakan aspek rohani atau ruhy kita terutama kerana ia bisa memnyebabkan:

1) Tidak ikhlas dalam berkerja.
Ikhlas perlulah dibina dan dikawal supaya ia hadir dalam semua kerja yang kita lakukan. Ikhlas kepada Allah Subhanahuwata’ala dalam setiap kerja sangatlah berat, lebih-lebih lagi dalam suasana yang tidak Islamik.
Firman Allah Subhanahuwata’ala:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.”
(Al Bayyinah (95):5)

Hadis Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam:

( إنما الأعمال بالنيات ) رواه البخاري ومسلم
“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung kepada niatnya.”

2) Lemah dalam ilmu syara’ (iaitu ilmu dari masdar yang betul) dan penghayatannya.
Ilmu syara’ itu luas, merangkumi tafsir al-Qur’an, ilmu hadis, fiqh, tarikh, bahasa arab dan lain-lain. Antara yang penting ialah ilmu mengenai hukum-hukum taklifi (wajib, sunnat, haram, makruh, dan mubah)

3) Berkawan dengan orang yang tidak berhimah atau bercita-cita tinggi (yakni yang berhimah rendah).

4) Bersifat fardhiyah. Yakni bersifat individu atau lebih me¬mentingkan diri sendiri. Kita perlu mendidik diri sendiri supaya memperseimbangkan antara kepentingan individu dan kepentingan jamaah. Bila seimbang barulah elok segala kerja kita.

5) Lemah tarbiyyah (proses mendidik hati dengan keimanan).

6) Tidak tahu menyelaras atau memperseimbangkan antara kemampuan dan kerja.

7) Futur dalam mengubati futur. Lemah dalam mengubati kelemahan. Seseorang yang futur itu tahu bahawa dirinya lemah. Dia terus lemah untuk mengubati dirinya. Bagi kita, kalau kita rasa lemah, maka cepat-cepatlah kita mencari sahabat yang boleh menguatkan diri kita atau berusaha dengan cara yang sunnah untuk mengubati futur.

8) Berpenyakit dalam hati atau jiwa. Banyak terdapat penyakit hati seperti hasad, dengki, cemburu buta dan lain-lain.