Skinpress Rss

Memaparkan catatan dengan label DISKUSI. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label DISKUSI. Papar semua catatan

Jumaat, 8 Mac 2013

TERUSAN PANAMA, MAHAKARYA TERMAHAL DUNIA

0


Kemarin sempat bercerita.. salah satu judul yang paling menarik itu adalah terusan. ternyata masih ada satu terusan yang diri belum ketahui...itulah Terusan Panama (Panama Canal) atau mungkin tidak perhatian sewaktu guru menjelaskan dalam kelas geografi sekolah menengah dulu..huu -_-" but thanks anyway you had increase my knowledge..

TERUSAN Panama (Panama Canal) adalah sebuah kanal besar yang terletak di negara Panama, Amerika Tengah. Kanal Panama atau yang lebih dikenal dengan nama Terusan Panama lebih jelasnya adalah sebuah terusan yang membelah tanah genting Panama sepanjang 82 km, sekaligus juga membelah daratan Amerika Utara dan Amerika Selatan dan dengan demikian berhasil menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. Terusan ini memotong waktu tempuh kapal laut karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan. Sebagai contoh, jika sebuah kapal laut berlayar dari New York (Pantai Timur AS) menuju ke San Francisco (Pantai Barat AS) dan tidak melalui terusan ini maka jarak perjalanannya menjadi 22.500 km (14.000 mil), sedangkan jika memanfaatkan terusan maka jaraknya hanya menjadi 9.500 km (6.000 mil) saja!

Rencana pembangunan terusan ini sudah mulai muncul di abad ke 16 namun baru berhasil direalisasikan pada 15 Agustus 1914. Walaupun pembangunannya dilanda berbagai masalah seperti penyakit malaria, demam kuning, bencana tanah longsor, dan kekurangan air, terusan ini akhirnya berhasil didirikan dan telah membantu ratusan ribu kapal menyeberang sejak pembukaannya atau rata-rata 12.000 kapal per tahun.


Sejarah Pembangunan

Gagasan pembangunan Terusan Panama dicetuskan pertama kali pada tahun 1524 oleh raja Spanyol saat itu, Charles V. Raja berpendapat jika tanah genting di Panama dibelah maka akan meringankan perjalanan kapal-kapal kerajaan yang berlayar dari Ekuador ke Peru ataupun sebaliknya. Tahun-tahun berikutnya, sejumlah kerajaan lain di Eropa juga mengemukakan gagasan yang sama namun masih terbentur kendala teknologi dan sumber daya.

Pembangunan fisik terusan akhirnya baru berhasil dimulai pada tanggal 1 Januari 1880. Saat itu Pemerintah Perancis yang terinspirasi dari kesuksesan insinyurnya, Ferdinand de Lesseps, yang berhasil mendirikan Terusan Suez di benua Afrika, memutuskan memulai proyek mahasulit ini. Pembangunan terusan dipercayakan langsung pada de Lesseps. Sayangnya, karena terkesan buru-buru dan tidak melakukan studi geologi dan hidrologi yang memadai, proyek ini mulai banyak memakan korban jiwa dan dana. Wabah malaria dan demam kuning merebak dan sejumlah besar pekerja terjangkit dan bahkan meninggal dunia (tercatat sekitar 22.000 orang) sehingga proyek mulai terbengkalai. Peralatan yang terbuat dari besi dan baja mulai berkarat, sebagian pekerja angkat tangan dan kembali ke negaranya.

Melihat kondisi ini, pemerintah Perancis pada tahun 1893 memutuskan menghentikan sementara proyek ini. Selanjutnya pada tahun 1898, Perancis melobi Amerika Serikat (AS) untuk meneruskan proyeknya. Tahun 1902, Senat AS menyetujui pengambilalihan proyek ini. Tahun 1904, presiden AS masa itu, Theodore Roosevelt, memutuskan membeli sisa-sisa peralatan proyek dari Perancis dan meneruskan pembangunan terusan. Namun, hal ini dilakukan AS setelah berhasil memerdekakan Panama dari Kolombia. Sebagai kompensasinya, Pemerintah Panama memberikan hak pengelolaan terusan kepada AS.

Pembangunan Terusan Panama pun dilanjutkan kembali! Kali ini melalui persiapan matang dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Presiden Theodore Roosevelt menunjuk George Washington Goethals sebagai pimpinan proyek. Peralatan lama sedikit demi sedikit mulai diganti dengan peralatan baru yang lebih canggih. Tahun 1914, proyek Terusan Panama berhasil diselesaikan. Dua tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan yaitu pada 1 Juni 1916. Terusan Panama akhirnya dibuka secara resmi pada 15 Agustus 1914 yang bertepatan dengan mulai berkecamuknya Perang Dunia I di Eropa dan kapal laut pertama yang melintas adalah sebuah kapal kargo yang bernama, Ancon.

Pada 1930an, Terusan Panama disempurnakan dengan diciptakannya danau-danau buatan sebagai penampung air yang dibuka jika ada kapal yang akan lewat. Selain itu juga dibuat beberapa pintu air. Setelah Perang Dunia II, rakyat Panama mulai menuntut hak pengelolaan dan selain itu memprotes kehadiran militer AS yang semakin hari semakin bertambah banyak. Akhirnya pada 7 September 1977, Presiden AS, Jimmy Carter dan Presiden Panama, Omar Torrijos menandatangani sebuah kesepakatan yang mengizinkan Panama mengelola sendiri terusan itu namun tetap menjamin netralitas kawasan (Neutrality Treaty) dan AS diizinkan untuk kembali kapan saja. Akan tetapi, kesepakatan ini dikecam oleh sebagian besar rakyat AS. Selanjutnya, pada 31 Desember 1999, pengelolaan terusan diserahkan sepenuhnya ke Panama melalui Otoritas Terusan Panama/Panama Canal Authority (ACP).

Sebelum penyerahan ini, pemerintah Panama telah mengadakan tender internasional untuk 25 tahun kontrak pengoperasian pelabuhan kontainer yang dimenangkan oleh perusahaan Hutchison Whampoa, sebuah perusahaan asal Hong Kong yang dimiliki oleh taipan Li Ka Shing

Cara Pengoperasian

Berbeda dengan Terusan Suez, Terusan Panama mengandalkan sejumlah pintu air dan beberapa danau buatan. Dari Teluk Limon di Samudera Atlantik, kapal memasuki pintu air Gatun Locks yang mengangkat kapal setinggi 26 meter dari permukaan laut. Sejumlah lokomotif listrik kecil menuntun atau mendorong kapal melintasi pintu-pintu air tersebut. Kapal kecil mematikan mesin dan didorong, sedang kapal besar dituntun tapi tetap bergerak dengan kekuatan sendiri. Pintu air raksasa dari baja di belakang kapal ditutup dan pintu air di depannya dibuka untuk mengalirkan air pelan-pelan dari Danau Gatun. Ada tiga pintu air yang harus dilewati, yang akhirnya menaikkan kapal sampai sejajar dengan permukaan danau.

Kapal kemudian melepaskan diri dari lokomotif listrik dan berlayar melintasi danau buatan itu sejauh 22 mil atau 35 kilometer. Danau buatan ini semula adalah lembah Sungai Chagres yang dibendung dengan membangun dam raksasa Gatun. Sesampai di ujung tenggara Danau Gatun kapal memasuki Lintasan Gaillard (gill-yard) yang panjangnya 13 kilometer, lebar 150 meter dan kedalaman minimum 13 meter. Di ujung lintasan Gaillard kapal kembali memasuki pintu air yang juga dilengkapi lokomotif-lokomotif pendorong. Pintu air pertama Pedro Miguel Locks menurunkan kapal 9 meter ke permukaan danau Miraflores. Dari sini kapal kemudian berlayar melintasi danau Miraflores sejauh 2 setengah kilometer ke pintu air Miraflores atau Miraflores Locks. Disini dua pintu air menurunkan kapal sampai sejajar dengan permukaan Samudera Pasifik. Dan dari sini kapal berlayar memasuki Teluk Panama dan kemudian keluar ke Samudera Pasifik.

Diukur dari Teluk Limon di Samudera Atlantik ke Teluk Panama di Samudera Pasifik terusan ini memiliki panjang sekitar 82 kilometer dengan lama pelayaran sekitar 8 jam. Rata-rata ada 12.000 kapal melintasi terusan ini setiap tahun, atau sekitar 33 kapal sehari. Tetapi karena sempit, terusan ini tidak dapat dilewati kapal induk dan kapal tangki raksasa. Oleh karenanya kapal-kapal yang bisa melintas di terusan Panama disebut kapal-kapal Panamaz.

Tarif melewati terusan

Otoritas terusan menetapkan tarif untuk melintas Terusan Panama berdasarkan jenis kapal, ukuran, dan kargo apa yang dimuat dalam kapal. Tahun 2007, Otoritas telah menetapkan tarif terbarunya dan kapal Disney Cruise Line asal AS pada tahun 2008 mencatat rekor sebagai pembayar tarif termahal yaitu sejumlah USD 331.200.

Tantangan ke Depan

Terusan Panama menghadapi sejumlah persaingan sengit dari misalnya jawatan kereta api inter-samudra yang melintasi Amerika Serikat dan Meksiko, serta rencana negara tetangga Nikaragua untuk juga membangun terusan. Melihat tantangan ini Pemerintah Panama pada tahun 2006 lalu menggelar referendum untuk memperluas terusan. Untungnya referendum ini disetujui oleh sekitar 80% rakyat Panama. Secara kongkrit, perluasan terusan Panama akan dibarengi dengan pembangunan dua pintu air ekstra lebar, yaitu pada awal dan akhir terusan. Terusan Panama juga akan diperluas dan diperdalam di beberapa tempat. Proyek ini akan makan waktu paling sedikit delapan tahun dan biayanya mencapai lebih dari USD 5 milyar. Panama sendiri akan menyalurkan sekitar separuh ongkosnya yang bisa jadi diambil dari kantong Otoritas Terusan Panama yang tahun 2007 tercatat meraup pendapatan sekitar USD 1,76 miliar. Sisanya diambil dari pinjaman-pinjaman internasional.

Terusan Panama termasuk salah satu karya bangunan termahal di dunia. Seberapa besar jasa kanal yang menguras sekitar AS $ 387 milliar serta nyawa ribuan manusia itu? Inilah kisah suatu bencana yang berubah menjadi karya dunia yang mengagumkan dan sarat dengan kenekatan, korupsi  serta kebangkrutan.

Isnin, 4 Mac 2013

RED TIDE

0



Red tide is a common name for a phenomenon known as an algal bloom (large concentrations of aquatic microorganisms) when it is caused by a few species of dinoflagellates and the bloom takes on a red or brown color. Red tides are events in which estuarine, marine, or fresh water algae accumulate rapidly in the water column, resulting in coloration of the surface water. It is usually found in coastal areas.

These algae, known as phytoplankton, are single-celled protists, plant-like organisms that can form dense, visible patches near the water's surface. Certain species of phytoplankton, dinoflagellates, contain photosynthetic pigments that vary in color from green to brown to red.
When the algae are present in high concentrations, the water appears to be discolored or murky, varying in color from purple to almost pink, normally being red or green. Not all algal blooms are dense enough to cause water discoloration, and not all discolored waters associated with algal blooms are red. Additionally, red tides are not typically associated with tidal movement of water, hence the preference among scientists to use the term algal bloom.

Some red tides are associated with the production of natural toxins, depletion of dissolved oxygen or other harmful effects, and are generally described as harmful algal blooms. The most conspicuous effects of these kind of red tides are the associated wildlife mortalities of marine and coastal species of fish, birds, marine mammals, and other organisms.

Overview
Red tide (NOAA)

Red tides in the Gulf of Mexico are a result of high concentrations of Karenia brevis, a microscopic marine algae that occurs naturally but normally in lower concentrations. In high concentrations, its toxin paralyzes the central nervous system of fish so they cannot breathe. Dead fish wash up on Mexican gulf beaches. Dense concentrations appear as discolored water, often reddish in color. It is a natural phenomenon, but the exact cause or combination of factors that result in a red tide outbreak are unknown. Red tide causes economic harm and for this reason red tide outbreaks are carefully monitored. For example, the Florida Fish and Wildlife Conservation Commission provides an up-to-date status report on the red tide in Florida. Texas also provides a current status report.

Red tide is also potentially harmful to human health.Humans can become seriously ill from eating oysters and other shellfish contaminated with red tide toxin.Karenia brevis blooms can potentially cause eye and respiratory irritation (coughing, sneezing, tearing, and itching) to beachgoers, boaters and coastal residents.People with severe or persistent respiratory conditions (such as chronic lung disease or asthma) may experience stronger adverse reactions. The National Oceanic and Atmospheric Administration's National Ocean Service provides a public conditions report identifying possible respiratory irritation impacts in areas affected by red tides.

The debate over the cause of red tides is controversial. Red tides occur naturally off coasts all over the world. Not all red tides have toxins or are harmful.

Definition

Red tide is a colloquial term used to refer to one of a variety of natural phenomena known as a harmful algal blooms or HABs. The term red tide specifically refers to blooms of a species of dinoflagellate known as Karenia brevis.It is sometimes used to refer more broadly to other types of algal blooms as well.
The term red tide is being phased out among researchers for the following reasons:

-          Red tides are not necessarily red and many have no discoloration at all.
-          They are unrelated to movements of the tides.

    The term is imprecisely used to refer to a wide variety of algal species that are known as bloom-formers.

As a technical term it is being replaced in favour of more precise terminology including the generic term harmful algal bloom for harmful species, and algal bloom for non-harmful species.
The term red tide is most often used in the United States of America to refer to Karenia brevis blooms in the eastern Gulf of Mexico, also called the Florida red tide. These blooms occur almost annually along Florida waters. The density of these organisms during a bloom can exceed tens of millions of cells per litre of seawater, and often discolor the water a deep reddish-brown hue.

The term red tide is also sometimes used to describe harmful algal blooms on the northern east coast of the United States, particularly in the Gulf of Maine. This type of bloom is caused by another species of dinoflagellate known as Alexandrium fundyense. These blooms of organisms cause severe disruptions in fisheries of these waters as the toxins in these organism cause filter-feeding shellfish in affected waters to become poisonous for human consumption due to saxitoxin.The related Alexandrium monilatum is found in subtropical or tropical shallow seas and estuaries in the western Atlantic Ocean, the Caribbean Sea, the Gulf of Mexico and the eastern Pacific Ocean.

Causes

The occurrence of red tides in some locations appears to be entirely natural (algal blooms are a seasonal occurrence resulting from coastal upwelling, a natural result of the movement of certain ocean currents)while in others they appear to be a result of increased nutrient loading from human activities.The growth of marine phytoplankton is generally limited by the availability of nitrates and phosphates, which can be abundant in agricultural run-off as well as coastal upwelling zones. Coastal water pollution produced by humans and systematic increase in sea water temperature have also been implicated as contributing factors in red tides[citation needed]. Other factors such as iron-rich dust influx from large desert areas such as the Saharan desert are thought to play a major role in causing red tides. Some algal blooms on the Pacific coast have also been linked to occurrences of large-scale climatic oscillations such as El Niño events. While red tides in the Gulf of Mexico have been occurring since the time of early explorers such as Cabeza de Vaca, it is unclear what initiates these blooms and how large a role anthropogenic and natural factors play in their development. It is also debated whether the apparent increase in frequency and severity of algal blooms in various parts of the world is in fact a real increase or is due to increased observation effort and advances in species identification methods.

Subhanallah… Allah created something “in time”. Everything comes to occur just like what HE planned it to be. The microorganism that cannot be seen by naked eyes.. the sea, the blooms. The nature phenomenon that comes to elobrate the Power of GOD that control everything. Every single things in the world. And what suppose to be better that that? And what we ought to give our faith in?

Ahad, 20 Januari 2013

BIOETHICS

0


Prinsip-prinsip etika adalah aksiom yang mempermudah penalaran etik. Prinsip- prinsip tersebut harus spesifik. Pada prakteknya, satu prinsip dapat dipertimbangkan dengan prinsip lain. Pada beberapa kasus, satu prinsip dapat bersifat lebih penting dari prinsip lainnya. Masyarakat Eropah berpendapat, bahwa sumpah Hippocrates adalah suatu titik penalaran etis. Hal ini didorong oleh pandangan pada filosof dan pemikir Eropah untuk mengembangkan teori-teori etik yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Hal ini disebabkan tidak adanya teori hokum dan teori etika yang koheren pada budaya Eropah.
a)      Etika Kedokteran/ Kaidah Dasar Bioetik
Etika adalah disiplin ilmu yang mempelajari baik buruk atau benar-salahnya suatu sikap dan atau perbuatan seseorang individu atau institusi dilihat dari moralitas. Penilaian baik-buruik atau benar-salah dari sisi moral tersebut menggunakan pendekatan teori etika yang cukup banyak jumlahnya. Terdapat dua teori etika yang paling banyak dianut orang yaitu Teori Deontologi dan Teori Teleologi. Secara ringkas, dapat dikatakan bahwa Deontologi mengajarkan bahawa baik-buruknya suatu perbuatan harus dilihat dari perbuatannya itu sendiri (Immanuel Kant), sedangkan Teleologi mengajarkan untuk menilai baik-buruk tindakan adalah melihat hasilnya atau akibatnya (Dhume, J bentham, JS Mills) Deontologi lebih mendasarkan kepada ajaran agama, tradisi dan budaya. Sedangkan Teleologi lebih kearah Teleologi lebih kearah penalaran (reasoning) dan pembenaran (justifikasi) kepada asas manfaat (aliran utilitarian).

Beauchamp dan Childress(1994) menguraikan (Empat prinnsip etika Eropah) bahwa untuk mencapai ke suatu keputusan ETIK diperlukan 4 Kaidah Dasar Moral/ Kaidah Dasar Bioetik (moral Principle) dan beberapa rules atau kreteria dibawahnya. Keempat Kaidah Dasar Moral tersebut adalah: 

Prinsip Pertama: Autonomy (Self-determination). 
Yaitu prinsip yang menghormati hak-hak pasien, terutama hak otonomi pasien (the rights to self determination) dan merupakan kekuatan yang dimiliki pasien untuk memutuskan suatu prosedur medis. Prinsip moral inilah yang kemudian melahirkan doktrin Inform Consent. Kriterianya meliputi menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat pasien, tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (pada kondisi elektif), berterus terang, menghargai privasi, menjaga rahsia pasien. Menghargai rasionalitas pasien, melaksanakan inform consent, membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri, tidak mengintervensi atau menghalangi autonomi pasien. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat keputusan, termasuk keluarga pasien sendiri. sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus non-emergensi, tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien, menjaga hubungan (kontraK)

Prinsip kedua : tidak merugikan (Non-Maleficence) adalah prinsip menghindari terjadinya kerusakan atau prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini dikenal sebagai “primum non nocere” atau “above all do no harm”. Kreterianya meliputi: menolong pasien emergensi, kondisi untuk menggambarkan criteria ini, adalah; pasien dalam keadaan amat berbahaya atau berisiko hilangnya sesuatu yang penting (gawat). Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut, tindakan kedokteran tersebut terbukti efektif, manfaat bagi pasien lebih banyak, daripada kerugian dokter atau hanya mengalami resiko minimal. Mengobati pasien yang luka, tidak membunuh pasien (tidak melakukan euthanasia), tidak menghina atau mencaci maki atau memanfaatkan pasien, tidak memandang pasien hanya sebagai objek, mengobati secara tidak proporsional, mencegah pasien dari bahaya, menghindari mispresentasi dari pasien, tidak membahayakan kehidupan pasien kerana kelalaian, tidak memberikan semangat hidup, tidak melindungi pasien dari serangan. Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan yang merugikan pasien dan pihak keluarganya.

Prinsip ketiga : murah hati (Beneficence) yaitu prinsip moral yang mengutamakan tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien atau penyediaan keuntungan dan menyeimbangkan keuntungan tersebut dengan resiko dan biaya. Dalam beneficience tidak hanya dikenal perbuatan untuk kebaikan saja, melainkan juga perbuatan yang sisi baiknya (manfaat) lebih besar daripada sisi buruknya (mudarat) beneficence terbagi kepada general atau umum dan specific atau khusus. General beneficence adalah melindungi dan mempertahankan hak orang lain, mencegah terjadi kerugian pada yang lain dan menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada yang lain. Specific beneficence meliputi menolong orang cacat dan menyelamatkan orang dari bahaya. Kreterianya meliputi mengutamakan altruism yaitu menolong tanpa pamrih, rela berkorban untuk kepentingan orang lain menjamin niolai pokok harkat dan martabat manusia. Memandang pasien/keluarga/ sesuatu tak hanya sejauh menguntungkan dokter. Mengusahakan agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya.paternalisme bertanggungjawab dan berkasih sayang. Menjamin kehidupan baik-minimal manusia. Pembatasan goal-based. Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan atau preferensi pasien. Minimalisir akibat buruk, kewajiban menolong pasien gawat darurat, menghargai hak pasien secara keseluruhan. Tidak menarik honorium di luar kepantasan. Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan. Mengembangkan profesi secara terus menerus, memberikan obat berkhasiat namun murah. Menerapkan Golden Rule Principle.

Prinsip keempat: Keadilan (Justice) yaitu prinsip moral yang mementingkan fairness dan keadilan dalam bersikap maupun dalam mendistribusikan sumber daya (distributive justice) atau pendistribusian dari keuntungan, biaya dan resiko secara adil. Treat similar cases in a similar way (justice within morality) dan memberikan sumbangan relative sama terhadap setiap orang (keadilan sebagai fairness) yakni: memberi sumbangan relative sama terhadap kebahagiaan diukur dari kebutuhan mereka (kesamaan sumbangan sesuai kebutuhan pasien yang memerlukan/membahagiakannya) dan menuntut pengorbanan relatf sama,diukur dengan kemampuan mereka (kesamaan beban sesuai dengan kemampuan pasien).Prinsip keadilan akan dibahas dengan lebih detail setelah ini. 

Ahad, 6 Januari 2013

KEBENARAN, ANTARA REALITI DAN PROPAGANDA

0



MAKASSAR (voa-islam.com) - Densus 88 kembali melakukan aksi brutalnya dengan membunuh dua orang pemuda yang tidak melakukan perlawanan. Parahnya lagi keduanya ditembak di teras masjid usai shalat Dhuha.

Dua orang yang baru keluar dan berada di teras masjid Nurul Alfiyah RS. Dr. Wahidin Sudiro Husodo langsung ditembak dengan berondongan senjata oleh pasukan Densus 88, sekitar pukul 10.00 WIB, Jum’at (4/1/2013). Kedua pria yang menurut pihak Polri dituding sebagai DPO jaringan teroris Poso tersebut langsung gugur di tempat kejadian.

Keduanya diketauhi bernama Abdul Qodir alias Asmar alias Syamsudin alias Jundi alias Abu Uswah dan Hasan alias Kholil. Keduanya tinggal di Komplek Masjid Ridho Jalan Manuruki II kelurahan Sudiang kecamatan Biringkanayya Makassar dan rumah keduanya berdekatan.

"setelah keduanya selesai sholat Dhuha dan keluar dari masjid langsung diberondong tembakan oleh pasukan Densus 88"

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana peristiwa pembunuhan tersebut, istri dari Abdul Qodir alias Asmar alias Syamsudin alias Jundi alias Abu Uswah menuturkan kesaksiannya. Ibu tiga anak yang biasa disapa dengan nama Ati atau Ummu Uswah mengisahkan,"pagi itu suami saya bersama Hasan pergi ke Rumah Sakit Dr. Wahidin untuk menjenguk temannya yang sakit," ujarnya kepada voa-islam.com, Sabtu (5/1/2013).

Menurut Ummu Uswah bahwa peristiwa pembunuhan terhadap suaminya dan rekannya Hasan terjadi dalam perjalanan hendak pulang dari Rumah Sakit.


”Setelah dari Rumah Sakit suami saya dan Hasan pergi ke Masjid Nurul Afiyah untuk sholat Dhuha, setelah keduanya selesai sholat Dhuha dan keluar dari masjid langsung diberondong tembakan oleh pasukan Densus 88,” tuturnya.

Meskipun jenazah Abdul Qodir alias Asmar dan Hasan telah dibawa ke RS Polri Keramat Jati Jakarta untuk diautopsi  tapi sampai hari ini pihak keluarga belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi dari pihak Polri.

Sementara itu Hardin kakak kandung Abdul Qodir alias Asmar mengatakan bahwa keluarganya akan mengupayakan agar jenazah Abdul Qodir alias Asmar bisa segera diambil untuk kemudian dikebumikan.

Rencananya jenazah Abdul Qodir alias Asmar akan dimakamkan di kampung halamannya di desa Mulyosari Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Namun sampai hari ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polri kapan jenazah Hasan dan Abdul Qodir alias Asmar akan diserahkan kepada pihak keluarga. [AF]

[http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/01/06/22645/ummu-uswah-suami-saya-diberondong-tembakan-densus-usai-shalat-dhuha]

~benarkan ini sebuah penegakan keadilan? atau hanyalah semata-mata sebuah pembantaian atas nama anti-terorism? kita cukup banyak dikelirukan oleh media dan pihak-pihak tertentu hingga kebenaran itu menjadi abu-abu. pikiran kita dimanipulasikan untuk menerima doktrin yang mereka bawa sedangkan pernahkah kita bertanya kembali pada diri kita, inikah fakta yang terjadi? mereka bisa menipu kita. membutakan mata kita tapi mereka sebenarnya tidak dapat menipu fakta bahwa tubuh korban ini ditembusi oleh lebih dari 22 butir peluru dengan pelbagai ukuran.. TANPA PERLAWANAN!! suatu jumlah yang tidak manusiawi jika dipikir dengan akal sehat kita~


Ahad, 30 Disember 2012

MOUNTAIN HIKE

0



Akhir-akhir ini hiking atau panjat gunung kembali menjadi suatu hal yang fenomenal di kalangan muda mudi. Sukan mendaki gunung adalah salah satu aktiviti rekreasi yang mencabar. Mereka melihat sukan ini sebagai salah satu cabang untuk menyihatkan badan di samping mempunyai beberapa kelebihan tersendiri.
Sedari dulu, diri tidaklah termasuk dalam kalangan orang yang suka mendaki gunung. Namun kerna tiap kali cuti sekolah, ayah dan ummi akan menghantar diri ke kem-kem kerohanian, yang mana salah satu tentative wajibnya adalah “jungle trekking/hiking/dsb” hingga diri terbiasa dengan sukan lasak itu bahkan lama kelamaan menunbuhkan cinta pada aktivitas ini.

Pada mulanya diri tidak mengerti apa gunanya aktivitas ini dijalankan.. bersusah payah mengharung bahaya, mehnah dan tribulasi mendaki, sampai dipuncak, duduk-duduk, foto-foto, mendengarkan sedikit tazkirah dan menikmati sedikit makanan kemudian turun lagi dengan segala susah payah. Aneh rasanya mendaki hanya untuk mengundang sekelumit puas pada rasa. Padahal banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menghasilkan euphoria yang sama.

Tapi pada suatu hari tidak lama sewaktu diri berada di bangku Senior High School, diri pernah berjalan-jalan di pantai bersama ayah tercinta. Kerna kebetulannya disitu ada Bukit Keluang yang tersergam indah, kami memutuskan untuk mendaki ke atas. Dalam pendakian kami, ayah bercerita..

“Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Jika kita mengambil setiap perjalanan tarbawi kita ini sebagai suatu didikan, maka kita akan mendapati bahawa alam juga adalah guru kita. kakak tahu kenapa dalam tiap kem, pakcik-pakcik menyediakan tentative trekking/hiking?kerna trekking/hiking ini adalah padang latihan bagi melatih dan membina kekuatan dari tiga fakulti insane yang utama yaitu jasmani, mental dan rohani bagi membentuk modal insan yang berkualiti tinggi selari dengan apa yang telah digariskan oleh Islam seterusnya melahirkan generasi pewaris yang seimbang.

Kenapa kita memberi anak-anak ruang untuk dekat dengan alam? Supaya anak-anak bisa merasai sendiri kedamaian alam. Melihat fajar saat ia terbit dikaki langit, merasai dinginnya air sungai yang mencucuk tulang belulang. Melihat flora dan fauna yang tersimpan dibalik hutan yang melindungi. Melihat hamparan pantai dari atas laut. Semua itu tanda kebesaran Allah SWT yang menciptakan.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang belayar dilaut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu DIA hidupkan bumi setelah mati (kekeringan) dan DIA sebarkan dibumi itu segala jeneis hewan dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda keEsaan dan kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan”
 [Al-Baqarah:164]

“Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?”
(Q.S. An-Nabaa 78:6-7)

Begitu kata ayah sewaktu itu. Membuat diri kembali membaca-baca fungsi gunung sebagai pasak bumi seperti yang ayah katakan. Membuat diri mengerti bahwa kita hiking bukan saja-saja. Tanpa tujuan seperti orang lain pergi hiking. Tapi kita hiking untuk melihat bukti kekuasaan Allah.
Dan sekarang, keinginan untuk pergi hiking itu datang lagi. Setelah 6 tahun meninggalkan aktivitas itu. Maklum, sejak bersekolah di sekolah perubatan ini, jarang benar punya peluang mengikuti aktivitas seumpama itu lagi hingga diri kembali mencari-cari catatatan perjalanan dulu buat dibaca ulang. Tentang Gunung Sebagai Pasak Bumi.

Sepanjang sejarah, manusia selalu terpana oleh tinggi dan besarnya gunung. Mereka menganggap gunung adalah tempat suci, tempat bersemayam Tuhan. Orang Jepang mensakralkan Gunung Fuji. Dewa-dewi orang Yunani tinggal di Gunung Olympus.
Pegunungan Himalaya merupakan tempat dewanya orang India dan Tibet. Gunung Merapi dianggap angker oleh orang Yogyakarta. Gunung Bromo merupakan kahyangan penduduk Tengger. Gunung Agung tempat dewanya orang Bali. Semua mengaiskan gunung pada fungsi mistik supranatural. Hanya Islam yang menempatkan kembali fungsi gunung secara ilmiah.

Dalam Al Quran kita temukan kata gunung sebanyak 49 kali. Di antaranya, 22 ayat menyebutkan fungsi gunung sebagai pasak atau tiang pancang.
Pasak atau paku besar merupakan benda yang menancap ke dalam. Artinya, kepala pasak yang tampak di luar selalu jauh lebih pendek dibanding panjangnya pasak yang terhunjam.

Ketika agama-agama primitif selama ribuan tahun hanya takjub pada ketinggian gunung, Al-Quran mementahkan kekaguman sesat mereka itu. Ternyata bukan tingginya, tetapi kedalaman akar gunung yang menghunjam sampai 15 kali lipat dari tinggi di atas permukaan bumi, itulah yang lebih dahsyat.
Al-Quran menegaskan bahwa fungsi gunung adalah pasak bumi yang memancang ke bawah tanah dengan kokoh. Itu adalah sebuah konsep tentang gunung yang sangat mutakhir dan baru dikenal. Baru 20 tahun yang lalu para ahli geofisika menemukan bukti bahwa kerak bumi berubah terus. Ketika itu baru ditemukan teori lempeng tektonik (plate tectonics) yang menyebabkan asumsi bahwa gunung mempunyai akar yang berperan menghentikan gerakan horisontal lithosfer.

"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersama kamu,..."
 (QS. An-Nahl (161: 15)

Rasulullah SAW. bersabda, "Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi bergoyang dan menyentak, lalu Allah menenangkannya dengan gunung." Bagaimana mungkin Nabi SAW. yang buta huruf dan hidupnya di abad ke-6 di tengah masyarakat padang pasir, bisa mengetahui tentang gerakan horisontal lithosfer humi yang berfungsi menstabilkan goncangan? Subhanallaah.

Memang, sejak tahun 1620-an, para ilmuwan seperti Francis Bacon dan RPF Placer dari Prancis mengamati kemungkinan bahwa dahulu benua Amerika, Eropa, dan Afrika pernah menyatu. Pada 1858, Antonio Snider mengemukakan konsep Continental Drift, mengambangnya benua-henua. Kemudian menurut ahli geologi Austria, Eduard Suess, semua benua dulunya memang menjadi satu, diberi nama Godwanaland. Sedangkan ilmuwan Jerman, Alfred Wegener menamakannya Pangea.

Pada awal abad ke-20 seorang ilmuwan Jerman Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi. Namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915 menyatakan sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea, terletak di kutub selatan. Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk setelah terbelahnya Pangaea bergerak di permukaan bumi secara terus menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di bumi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980 yakni setelah 50 tahun kematiannya. Pergerakan kerak bumi ini ditemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di abad ke-20. Namun, teori-teori itu belum mendapatkan pengesahan, sampai tahun 1960-an saat ditemukannya bukti-bukti meyakinkan hahwa benua-benua memang bergerak.

Kecepatan pergerakan itu 1 cm per tahun di Laut Arktik, 6 cm per tahun di khatulistiwa, sampai 9 cm per tahun di jalur pegunungan. Dan itu adalah 1400 tahun setelah Al-Quran memberitahukan tentang konsep gunung kepada manusia! Allaahu Akbar

Teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi herupa 12 lempeng lithosfer setebal 5 sampai 100 km mengapung di atas substratum plastis (astenosfer), yang tebalnya sampai 3000 km. Lempengan itu bergerak secara horisontal dan saling bertabrakan dari waktu ke waktu dan terlipat ke atas dan ke bawah, melahirkan gunung-gunung.

Misalnya, tabrakan lempeng India dan lempeng Eurasia menghasilkan formasi rantai pegunungan Himalaya dengan puncak tertingginya Gunung Everest dgn ketinggian 8,848 km, terbentuk mulai 45 juta tahun yang lalu. Pose akhir terbentuknya glinting ditandai dengan akar yang jauh menancap ke dalam bumi. Hal ini menyebabkan melambatnya pergerakan lempeng lithosfer.

ltulah fungsi gunung. Tanpa gunung, gerakan lithosfer akan lebih cepat dan tabrakan antar lempeng akan lebih drastis dan mungkin membahayakan kehidupan.
Terdapat fakta yang menakjubkan bahwa ternyata gunung-gunung tersebut adalah laksana pasak yang menjaga stabilitas daratan dari pergerakan lempeng bumi yang massif. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip dibawah lempengan yang satunya, sementara yang diatas melipat dan membentuk dataran tinggi. Lapisan bawah bergerak dibawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah.

Gunung adalah lapisan yang melipat dan membentuk dataran tinggi. Dan gunung selalu mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi. Dengan kata lain, gunung-gunung menggengam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, gunung memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing diatas lapisan magma atau diantara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu. Fungsi pemancangan dari gunung disebut dengan istilah "isostasi".

Khamis, 27 Disember 2012

GAUDEAMUS IGITUR

0




Graduasi adikku Aine Rain..

Alhamdulillah adikku akan melangkah setapak lebih ke depan dalam dunia koass. Semoga ia menjadi pembakar dan pemangkin semangat untuk terus maju..

Adikku pernah bertanya tentang lagu yang sering dinyanyikan dalam baruga saat upacara graduasi dilaksanakan. Mungin diri bisa berkongsi sedikit tentang lagu ini.

De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan), atau lebih dikenal dengan judul Gaudeamus igitur ("Karenanya marilah kita bergembira") adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa. Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada. Gaudeamus ini pada zaman dahulu di jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi.

Liriknya sendiri mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti terangkum dalam bait pertama pada baris ke-4 dan yang lebih diperjelas lagi pada isi bait ketiga, yang mengandung arti kesadaran akan dekatnya kematian dengan kehidupan manusia di bumi ini.

Dengan demikian bukanlah sebuah 'ajakan' untuk hidup dalam hedonisme seperti yang sering dituduhkan, hal ini dapat dilihat dari bait kedua dari stanza ini yang secara tersurat dan tersirat berisi pengakuan akan keberadaan alam lain setelah kematian yaitu surga dan neraka
Meskipun sering dipakai sebagai 'lagu pembuka' acara, lagu ini sendiri bukan dimaksudkan untuk mabuk-mabukan namun lebih kepada perayaan atas segala keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang, misalnya berhasil menyelesaikan pendidikan. Itulah sebabnya Gaudeamus igitur banyak dipakai di hampir seluruh universitas di dunia dalam acara wisuda.

De Brevitate Vitae dikenal dengan sebutan "Gaudeamus igitur" atau "Gaudeamus", yang merupakan kata pembuka lagu ini. Di Britania Raya, lagu ini juga dikenal sebagai The Gaudie.
Di negara-negara seperti Italia, Jerman, Belanda, dan Swiss, lagu ini juga sering dinyanyikan sebelum acara minum (bir) bersama untuk merayakan kelulusan. Di negara Belgia dan Belanda, dimana aktivitas minum sambil bernyanyi dianggap lazim, lagu ini menjadi salah satu lagu yang sering dinyanyikan sebagai 'lagu pembuka' acara pada pesta para pelajar.

Tidak diketahui sejak kapan lagu ini menjadi pengiring 'pesta-pesta' tersebut, namun seringkali karena lagu tersebut merupakan lagu yang membuat mereka mengenang akan masa-masa sekolah dan kuliah menjadi alasan lagu tersebut selalu dipilih dalam menemani acara minum.
Kebiasaan ini berkaitan erat dengan acara minum bersama pada malam hari setelah acara kelulusan, setelah sekian lama mengikuti kegiatan akademis yang melelahkan, dan para pelajar tersebut mengulangi lagu Gaudeamus igitur yang dinyanyikan sebelumnya oleh paduan suara Universitas untuk merayakan keberhasilan mereka. Kebiasaan inilah yang akhirnya terbawa-bawa dalam acara-acara resmi publik dan acara privat lainnya yang membuat lagu ini dikenal sebagai lagu pesta.

Di Universitas Indonesia, sudah menjadi tradisi tersendiri untuk menyanyikan lagu ini saat Upacara Pelepasan Wisudawan dan Penyambutan Mahasiswa Baru. Mahasiswa Baru di bawah pelatihan seorang dosen komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Agustinus Sudibyo akan menyanyikan lagu Gaudeamus igitur saat petinggi universitas memasuki atau meninggalkan lokasi upacara di Balairung UI. Sedangkan di Institut Kesenian Jakarta ini adalah salah satu lagu wajib yang harus dihapalkan oleh semua mahasiswa baru.

Teks yang tertulis di bawah ini merupakan versi Christian Wilhelm Kindleben yang ditulis pada tahun 1781, dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Sebagai catatan, kata antiburschius ("anti-mahasiswa") sebenarnya bukanlah kata asli dari bahasa Latin, melainkan sebuah kata serapan dari bahasa Jerman Bursch atau Bursche, yang berarti "anak muda" atau "mahasiswa".
Selain itu dalam acara wisuda umumnya lagu ini 'dipersingkat' dengan hanya menyanyikan bait kesatu dan bait keempat saja.

Latin
Indonesia
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Ubi sunt qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos
Transite in inferos
Hos si vis videre.

Vita nostra brevis est
Brevi finietur.
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.

Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quod libet
Vivant membra quae libet
Semper sint in flore.

Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae, amabiles
Bonae, laboriosae.

Vivant et res publica
et qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit.

Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores.

Mari kita bersenang-senang
Selagi masih muda.
Setelah masa muda yang penuh keceriaan
Setelah masa tua yang penuh kesukaran
Tanah akan menguasai kita.

Kemana orang-orang sebelum kita
Yang pernah hidup di dunia ini?
Terbanglah ke surga
Terjunlah ke dalam neraka
Bila kau ingin menjumpai mereka

Hidup kita sangatlah singkat
Berakhir dengan segera
Maut datang dengan cepat
Merenggut kita dengan ganas
Tak seorang pun mampu menghindar

Panjang umur akademi!
Panjang umur para pengajar!
Panjang umur setiap pelajar!
Panjang umur seluruh pelajar!
Semoga mereka terus tumbuh berkembang!

Panjang umur para gadis!
Yang sederhana dan elok
Juga, hidup para wanita!
Yang lembut dan penuh cinta
Jujur, pekerja keras

Hidup negaraku!
Dan pemerintahannya
Hidup kota kami!
Dan kemurahan hati para dermawan
Yang telah melindungi kami

Enyahlah kesedihan
Enyahlah kebencian
Enyahlah kejahatan
Dan siapa pun yg anti mahasiswa
Juga mereka yang mencemoh kami


 Penggunaan di Indonesia

Di Indonesia lagu ini di beberapa perguruan-perguruan tinggi yang memiliki tradisi paduan suara yang kuat, seperti di Makassar, Manado, Medan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Biasanya, lagu ini dimainkan untuk mengiringi kehadiran para anggota Senat Universitas pada awal upacara penerimaan mahasiswa baru dan pada awal upacara wisuda. dan juga menggunakan lagu-lagu lain seperti hymne atau mars universitas setelah lagu-lagu gaudemus dinyanyikan.
Ada beberapa juga yang tidak menyertakan lagu ini karena beberapa alasan yang salah kaprah, salah satunya karena mereka beranggapan lagu gaudemus sangat bernuansa hedonis padahal tidak demikian sebenarnya (karena kurangnya pengetahuan para penerjemah lagu latin ini dan juga kurangnya pengetahuan atas sejarah lagu gaudemus) yang adalah lagu perjuangan para mahasiswa di jerman.

Jumaat, 21 Disember 2012

BERTAHAN DI PUNCAK ITU LEBIH SULIT

0



Saudaraku,
Ternyata hanya mengetahui sesuatu kemaksiatan dan mengetahui bahayanya, tidak automatis menjadikan orang menjauhi maksiat dan meninggalkan kemaksiatan itu. Lihatlah, berapa banyak justeru orang berilmu yang melakukan kemaksiatan lebih besar daripada orang tidak berilmu.berapa banyak justeru orang yang mengetahui bahaya kemaksiatan itu, terjerumus di lumpur kemaksiatan yang sama.

Saudaraku,
Merubah diri dari lalai menjadi taat memang tak mudah. Mengangkat kaki dari suatu kekeliruan yang sudah lama dilakukan lalu memindahkannya ke atas jalan yang benar dan baik, itu sulit. Justru masalah inilah yang pertama kali harus kita sadari dalam-dalam. Seperti dikatakan Imam Ibnu Jauzi, “jangan sekali-kali engkau menganggap jalan (merubah diri menjadi baik)itu mudah.” Jalan itu dipenuhi sesuatu yang kita benci, banyak halangan, penuh duri-duri tajam yang akan membuat kita sakit. Hanya saja, jika kita sudah berhasil melewatinya, kita pasti akan melupakan seluruh rasa sakit seluruh keletihan itu. Jika telah melewatinya, kita akan merasakan kelezatan yang tak terbandingkan oleh kelezatan manapun dari kelezatan duniawi yang kita pernah rasakan.

Saudaraku,
Mari kita dengarkan indahnya uraian nasehat Imam Ibnu Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir tentang tahapan perjalanan yang harus kita lakukan untuk menjadi lebih baik.
Menurut Ibnu Jauzi, yang harus kita lakukan pertama adalah memperbanyak diam untuk melatih jiwa agar tidak banyak mengeluarkan komentar dan tidak mudah bergolak, sehingga lisan kita juga lebih banyak diam. “sesungguhnya lisan akan cenderung diam jika jiwa tidak bergejolak. Dalam diam itu, engkau akan lebih bisa meraba keburukan. Jika engkau sudah bisa merabanya, maka jiwa akan luluh dan hancur. Lalu menyedari bahwa dirimu berada di jalan yang berlawanan dari kehendak Allah. Setelah itu ingatkanlah jiwa dengan kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan, satu persatu. Kenalilah apa akibat dari setiap kekeliruan itu sampai benar-benar disadari.”

Lupakan ketaatan kita saudaraku,
“Jika engkau menyadari diri telah lalai dan melakukan dosa, jadikan dirimu bisa berlama-lama dengan mengingat dosa itu, dan besar-besarkan ingatan tentang akibat kelalaian itu. Munculkanlah anggapan seolah kita tidak melakukan ketaatan apa-apa kecuali kemaksiatan itu. Lupakanlah ketaatan yang pernah engkau lakukan. Sampai engkau yakin akan hancur bila tidak segera bertaubat. Sampai suara hati kita teriak dan menangis”
“Tapi, jika jiwamu tidak bangkit, dan air mata tidak mengacur juga, sampaikanlah pada hati dan jiwa bahwa engkau tetap harus melepaskan diri dari kemaksiatan itu. Dan langkah ini takkan terjadi kecuali jika engkau meninggalkan semua orang, semua teman, semua benda yang menjadikan sebab dan tangga maksiat. Beritakanlah pada jiwa, bahwa engkau tidak akan bisa bertaubat dengan benar kecuali dengan meninggalkan semua itu”

Langkah berikutnya,
Lemahkan jiwa dengan rasa lapar. Ibnul Jauzi mengatakan “Jika jiwamu masih belum bisa melakukan itu dan menolaknya, maka hancurkanlah kekerasan jiwa itu dengan memperbanyakkan puasa. Hinakanlah ia dengan rasa lapar. Kerna sesungguhnya, jiwa jika mengalami sakit kerna lapar, ia akan tunduk. Mahu mendengar dan cenderung pasrah untuk menerima apa saja”.
Perangi sikap menunda-nunda. Ini nasihat Ibnu Jauzi selanjutnya. Bahwa tekad meninggalkan kemaksiatan itu sangat rentan dengan gangguan menunda-nunda, dengan seribu alasa. “jika engkau mendapati jiwa ingin menunda-nunda untuk kembali, dan membayangkan waktu panjang atau pendek, bawalah ia secara paksa untuk mengingat tidak ada ajal yang bisa diperkirakan. Bahwa mungkin saja, ajal itu datang menghampiri sebelum ia menunaikan keinginan kembalinya. Lalu ulangi lagi…katakana pada jiwamu tentang hukuman dan kengeriannya”.

Saudaraku,
Jiwa yang sudah dikosongkan dari kemaksiatan harus  segera diisi dengan kebalikan apa yang telah ditinggalkan. Imam ibnu Jauzi menganjurkan kita untuk mencari teman untuk jiwamu yang bisa memberi petunjuk. Katanya “Ajarkan dia berzikir untuk menggantikan kelalaian dan kelupaan. Paksa dia untuk teliti dan berpikir daripada ceroboh dan terburu-buru. Beri dia kelezatan bermunajat kepada Allah, nikmatnya membaca kitabNya, serta mempelajari ilmu pengetahuan. Kenali dia dengan sirah-sirah orang shalih dan bagaimana akhlak mereka. Lakukan itu untuk mengisi kekosongan kerna ia telah meninggalkan suasana kebatilan,lingkungan orang-orang yang merusak”

Saudaraku,
Jika ini bisa kita lakukan, kelak cahaya ketaatan, pengganti kelalaian itu akan terus merasuki jiwa dan semakin bersinar-sinar mengusir kegelapan hawa nafsu. Kita akan menjadikan ketaatan sebagai tabiat dan hal yang biasa. Sebagaimana juga dahulu, kemaksiatan itu telah menjadi hal yang tabiat dan biasa bagi jiwa kita.

Saudaraku, 
Tapi jangan anggap ini adalah akhir dari jalan perubahan kita. kerna, seperti juga dinasihatkan Ibnu Jauzi, “sesungguhnya mencapai puncak itu sulit, tapi bertahan dipuncak itu lebih sulit”. Dan kita tetap bertahan untuk berada di sini, bersama-sama. Menarik dan mengangkat diri kita bersama-sama hingga keadaan kita semakin tinggi. Lalu saling berpegangan tangan saat dihempas ujian dan fitnah, agar tidak jatuh. 

Ahad, 9 Disember 2012

IKHTIAR DALAM KEIKHLASAN (FORMULA JIDDIYAH)

2



Ikhtiar adalah usaha seseorang dan  usaha yang benar adalah usaha yang sungguh-sungguh (jiddiyah). Usaha yang sungguh-sungguh ini ditandai dengan adanya pengorbanan (tadhiyyah). So, kalau kamu mau mengukur seberat apa sih usaha yang sudah kamu lakukan, jawabnya gampang.. sudah seberapa banyak pengorbanan yang telah kamu lakukan? Pengorbanan punya banyak jalan. Pengorbananmu bangun malam untuk shalat dan belajar, pengorbananmu untuk menahan rasa kantuk demi mengikuti pelajaran di kelas, dan banyak lagi. 
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
 (QS.Ash-Shaff:11)
Semestinya, kesungguhan ini dilakukan dalam berbagai keadaan. Artinya kesungguhan (jiddiyah) yang dilakukan secara terus-menerus (istimrariyah), baik dalam keadaan ringan ataupun berat, keadaan lapang maupun sempit,  di kala mudah maupun susah, dikala senang maupun sedih. So, belajar bukan Cuma di waktu luang aja... anggap saja belajar ketika kondisi mu lagi MALES BANGET adalah sebagai kesungguhan dan pengorbananmu ketika kamu sedang dalam keadaan berat.
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS.At taubah:41)
Kesungguhan (jiddiyah) yang disertai pengorbanan (tadhiyyah) apabila dilakukan secara berkesinambungan atau terus-menerus (istimrariyah) maka buahnya adalah KERJA yang PROFESIONAL (itqanul �amal) atau IKHTIAR maksimal yang bisa kamu lakukan. Ketiga elemen ini apabila dilakukan secara simultan makan akan menghasilkan suatu ENERGI besar bagi seseorang dalam berikhtiar.
Sudah berikhtiar, selanjutnya belajar untuk ikhlas...
Ciri-ciri dari orang yang memiliki keikhlasan diantaranya :

1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa,
Orang yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena ia yakin bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu berubah tetapi dia bulatkan seutuhnya hanya ingin mendapatkan penilaian yang sempurna dari Allah SWT.

2.Tidak tergantung / berharap pada makhluk
Sayyidina ’Ali pun pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk mendapatkan pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali tidak akan pernah mengharapkannya, karena setiap kita beramal hakikatnya kita itu sedang berinteraksi dengan Allah, oleh karenanya harapan yang ada akan senantiasa tertuju kepada keridhaan Allah semata.

3.Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil
Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah SWT.

4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia
Mungkin ketika kita mengaji dilingkungan orang banyak maka kita akan mengaji dengan enaknya, lama dan penuh khidmat, ketika kita shalat berjamaah apalagi sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi apakah hal tersebut akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita beramal sendirian ? apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih baik, lebih lama, lebih enak dan lebih khusyuk maka itu bisa diharapkan sebagai amalan yang ikhlas. Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada kemungkinan amal kita belumlah ikhlas.

5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, ras, atau organisasi
Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengakuan dan penilaian dari keberadaannya dan segala aktivitasnya, namun pengakuan dan penilaian makhluk, baik perorangan, organisasi atau instansi tempat kerja itu relatif dan akan senantiasa berubah, banyak orang yang pernah dianggap sebagai pahlawan namun seiring waktu berjalan adakalanya berubah menjadi sosok penjahat yang patut diwaspadai. Maka tiada penilaian dan pengakuan yang paling baik dan  yang harus senantiasa  kita usahakan adalah penilaian dan pengakuan dari Allah SWT.

Begitu besar pengaruh orang yang ikhlas itu, sehingga dengan kekuatan niat ikhlasnya mampu menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang dilakukan, diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah, mampu mempengaruhi kita semua walau beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu namun kita senantiasa patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan.

Bahkan orang yang ikhlas bisa membuat iblis (syaitan) tidak bisa banyak berbuat dalam usahanya untuk menggoda orang ikhlas tersebut. Ingatlah, apapun masalah kita kita janganlah hati kita sampai pada masalah itu, cukuplah hanya ikhtiar dan pikiran saja yang sampai pada masalah tersebut, tapi hati hanya tertambat pada Allah SWt yang Maha Mengetahui akan masalah yang kita hadapi tersebut.

Semoga Allah SWT membimbing kita pada jalan-Nya sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang ikhlas. Amiin. [
http://nezha.abatasa.com]