
Rindu adalah sesuatu yang lahir dari kalbu. Rindu adalah wujud cinta yang tertanam dalam. Tidak ada yang salah dengan rindu, jika rindu itu menancap di hatimu, biarkan ia mengalirkan darahmu kepada yang paling dirindu, kepada Allah dan Rasul-Nya. Maknailah kerinduan dengan sebuah taman yang akan menyuburkan keimanan, yang akan menumbuhkan buah-buah segar dalam pohon bernama “kehidupan”. Tetapi jangan biarkan rindu itu menjadi hama yang akan menjauhkanmu dari agama, jika itu yang terjadi, maka tumbangkanlah dan buanglah sejauh engkau bisa.
Rindu terbit dari rasa cinta. Ketahuilah bahawa rindumu pada-Nya adalah rindu yang di dalamnya tersimpan kekuatan Maha Dahsyat, bahkan jikalau rindu itu ditikam lawan, maka ia akan tetap bersemayam dalam jiwamu. Tetap mengisi hari-harimu, tetap melekat dalam jiwamu. Kerna inilah sebenarnya hakikat rindu. Kerinduan yang sampai pada taraf keinginan yang kuat untuk bisa berjumpa dengan-Nya. Untuk bisa menatap wajahNya. Rindu adalah kekuatan, dan kekuatan akan melahirkan ketaatan.
Rindu adalah bongkahan batu yang harus kau pecah! Harus kau hancurkan! Menjadi butir-butir temu di titik beku. Karena sejatinya, jika engkau merindu, tidak ada yang lebih indah pada akhirnya daripada sebuah perjumpaan. Namun mungkin pada hari ini engkau masih belum bisa menemukan perjumpaan besar. Hanya menemukan perjumpaan kecil dalam rakaat-rakaat panjang. Tapi ketahuilah bahawa perjumpaan kecil itu yang akan mengukuhkan rindumu untuk kemudian pecah saat perjumpaan besar digelar. Itulah puncak kenikmatan. Ketika rindu yang dipendam bertahun-tahun menjelma keterpesonaan dan keindahan disinggahsana Tuhan…

0 ulasan:
Catat Ulasan