Skinpress Rss

Ahad, 12 Disember 2010

SAAT DIRI DI UJI

0


Ujian datang menerpa bertubi-tubi tanpa sempat kita menghelakan nafas lega. Harus menguras segenap tenaga dan upaya buat menanganinya. Dalam menghadapi ujian ini, terkadang kita hampir jatuh, tersungkur dek batu kerikil yang menghadangi jalan perjuangan kita. Ada waktunya kita akan merasa lelah, merasa tidak kuat untuk menghadapinya.. kita terlupa..bahawa Allah berfirman dalam Al-Quranul Kareem..

Firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah yang bermaksud:

“demi sesungguhnya kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut, (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar (155) yaitu orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata “sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali “(156) mereka itu ialah orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya (157) [Surah Al-Baqarah:155-157]

Seorang sahabat menasihati..

Setiap orang punya ujian dan permasalahan yang berbeda-beda.. Ketika kita lapang, kita tidak pernah merasa menjadi orang yang paling lapang, tapi ketika kita di uji, kita selalu merasa menjadi ujian kitalah yang paling berat di antara semua orang dan itu sungguh-sungguh tidak adil. Meski nantinya akan sedikit berat dan tidak semudah teorinya tapi belajarlah dan berusahalah untuk kuat..

Wahai diri, singkaplah kembali tabir sejarah, saksikanlah betapa para nabi dan rasul telah dihadapkan dengan ujian dan dugaan yang maha berat lagi menguji keimanan.. saksikanlah kisah Nabi Yunus, yang menyeru kaumnya beriman beratus-ratus tahun namun hanya beberapa orang yang beriman. Ternyata Allah SWT masih mahu mengujinya, lantas baginda ditelan ke perut ikan nun, yang gelap gelita tiada terkira. Tetapi berkat kesabaran dan taubatnya yang tidak putus-putus.. Allah menyelamatkannya dan memberinya jalan keluar. Saksikanlah pula kisah Nabi Ayyub, yang hidupnya diuji Allah dengan penyakit sopak yang menguras segala kekuatan fisiknya, Allah mengujinya lagi dengan menarik darinya kekayaan dan kekuasaan, putera-puteri yang baik dan soleh serta isteri setia yang tetap berjaga di sisinya. Namun berkat sabar, tidak putus-putus memohon pertolongan Allah, maka Allah memberinya jalan keluar dan menggantikan semua yang pernah ia miliki dengan nikmat yang berlipat kali ganda.

Subhanallah.. wahai orang yang terlena, saksikanlah betapa dahsyatnya ujian yang menimpa mereka. Lihatlah betapa beratnya badai tarbiyah yang melanda diri mereka.. berbanding dengan apa yang kau hadapi hari ini, bukanlah apa-apa. Hanya sebatas debu yang berterbangan di kaki kuda di padang pasir.. Allah masih mengujimu dalam kadar yang kau mampu..

Allah SWT berfirman:

“patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata “kami beriman” sedang mereka tidak diuuji (dengan sesuatu cubaan)?” [surah Al-Ankabut:2]

Sesungguhnya ujian adalah tarbiyyah dari Allah..apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya.. ujian adalah tanda kasih sayang Allah pada kita. Ujian adalah pintu untuk meniti tangga taqwa. Kembalilah pada Allah. Muhasabah diri dan perbaiki peribadi. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah bantuan Allah dengan sabar dan solat, sungguh Allah bersama dengan orang yang sabar” [Al-Baqarah, ayat: 153]

Bantuan Allah itu amat dekat. Yakinlah padaNya. Bahawa setiap kesulitan itu pasti beriringan dengannya kemudahan..sepertimana firman Allah dalam surah As-Syarh :5-6 :

“oleh itu (maka tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan (5)(sekali lagi ditegaskan): bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan(6)” [As-Syahr :5-6]

saat menghadapi ujian, berdoalah “Wahai Tuhanku, jadikanlah ujian ini, sebagai ujian yang makin mendekatkan aku kepadaMu, dan janganlah Engkau jadikan ujian ini sebagai ujian yang menjauhkan diriku dari Mu..sesungguhnya hanya Engkau pemilik mutlak hati-hati ini..”

LA ILLA HA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZHOLIMIN

0 ulasan:

Catat Ulasan