by: Aa Gym
Semoga Allah yang Maha Menatap, Maha tahu perasaan yang ada di hati kita, mengaruniakan kita semua hati yang lembut, hati yang peuh dengan kasih sayang. Kerna ternyata manusia tanpa kasih sayang turun terus kemuliaannya, kehormatannya, harga dirinya. Ketika kasih sayang sudah hilag dari sesorang, maka dia akan menjadi makhluk terhina. Kita sering medengar kata biadap, keji dan kejam. Kata-kata yang tidak layak manusia menyadangnya. Bahkan binatang saja mempersona kita ketika ia memiliki kasih sayang.
Kenyataan yang ada, bangsa kita ini sedang diuji sifat kasih sayagnya. Al-Quran mengajarkan kita tentang kasih sayang. Untuk memulai bacaan saja kita di ajar untuk mengucap “Bismillahirrahmanirrahim” yang bererti dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dan ini sebenarnya tidak dikenali sebelumnya di seluruh alam. Dalam perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah SAW mengawali dengan kata “Bismillahirrahmanirrahim” .. Apa itu? Memang Allah SWT mengajarkan kita untuk memulai kehidupan ini dengan selalu meneliti sifat kasih sayang yang ada pada diri kita.
Mother Therasa, kenapa kedudukannya terangkat di kalangan masyarakat? Bukan kerana kecantikannya, bukan kerna kekuatan fisiknya atau kerna kekayaannya tetapi kerna kekuatan bagaimana beliau mengunjungi lorong-lorong di mana orang-orang India yang berpenyakit kusta tergelatak bergelimpangan. Dipungut bersama teman-temannya, dibersihkan dan dirawat. Hingga seorang penderita kusta itu menyatakan “selama saya hidup, saya diperlakukan seperti binatang. Namun kini saya akan mati sebagai manusia..”. Marilah kita belajar dari kebaikannya. Jadilah orang yang berani mengakui kebaika orang lain. Kerna adakalanya kita masih belum termasuk orang yang mampu berkasih sayang dengan baik. Buktinya sanggup tidak jalan melihat orang miskin kita santuni. Mungkin belum tumbuh. Jangankan dengan manusia, melihat pada kucing tak bersalah yang kelaparan, padahal kita takkan mati kelaparan dengan memberi sebagian kepala ikan yang kita miliki kepada kucing tersebut. Namun berat sekali rasanya.
Silaturrahmi sebetulnya bukan perkara salam-salaman.
a) Salaman itu bisa terjadi saat sombong. Memperlihatkan kekuatan otot tangan hingga orang yang disalami merasa sakit
b) Salaman bisa menunjukkan status sosial. Dengan leher tangan (manus) sukar untuk ditekuk sedikitpun. Orang yang menyalami merasa tinggi dan dihormati sedang yang disalami lebih rendah dan hina.
c) Salaman juga bisa menjadi lading maksiat. Sengaja dicari tangan yang lembut dan dijiwai setiap sentuhan.
d) Salaman juga bisa menjadi tempat menunjuk-nunjuk cincin dan gelang.
Salaman tidak identik dengan berjabatan tangan walaupun berjabatan tangan bisa menjadi bagian dari cara menyambung kasih sayang kalau ikhlas, hangat dan proporsional.
Alangkah indahnya jika kita dapat programkan pada diri kita sejauh mana kita hidupkan hati kita dengan kasih sayang. Kerna ternyata orang yang betul-betul mulia itu adalah orang yang hidup hatinya. Rasulullah SAW adalah orang yang begitu sayang dan cinta pada ummatya. Imam Al-Ghazali melukiskan sifat rahman dan rahim yang dikurniakan Allah dalam beberapa kutipan (diterjemah oleh Dr.Kurai Syihab):
a) Sifat rahman pada diri seseorang dapat terlihat pada aktivitasnya. Ia akan merasa rahmat dan kasih sayang terhadap hamba-hamba Allah yang lengah hingga menghantar mereka untuk memimpin tangan orang-orang ini menuju kepada Allah dengan memberi nasihat secara lemah lembut tidak dengan kekerasan. Dia memandag orang yang berlumur dosa dengan pandangan kasih sayang bukan dengan pandangan gangguan dan kehinaan. Memandang setiap kedurhakaan yang terjadi di alam raya bagai kedurhakaan terhadap dirinya sehingga dia tidak menyisihkan upaya apapun untuk menghilangkannya sesuai dengan kemampuannya.
b) Sifat rahim: dia tidak membiarkan orang yang membutuhkan kecuali berupaya memenuhi kebutuhannya. Tidak juga membiarkan orang fakir disekelilingnya atau di negerinya kecuali dia berusaha membantu menguragka kefakiran itu. Setidak-tidaknya dengan doa dan sifat prihatin.
"Ayuh hidupkan hati kita dan tebarkan lah kasih sayang.."

0 ulasan:
Catat Ulasan