Skinpress Rss

Isnin, 10 Disember 2012

MENDIDIK KETAATAN

0



Mendapat sebuah sms dari murabbi pagi itu
 “Hadiri program Cinta Keluarga di Lapangan Karebosi Sabtu 08-12-12 jam 8 pagi dilapangan. Bawa mad’u/binaan anti”

Segera sms itu diteruskan buat adik-adik naqibah. Diri juga tidak tahu detail program. Namun begitulah. Kadang untuk taat tidak butuh alasan. Ya, seperti itulah taat.. dan ketsiqahan (keyakinan) terhadap pimpinan. Apalagi taat pada Allah dalam setiap suruhan dan laranganNya. Namun ketaatan itu harus diproses. Dibina. Dididik supaya kita siap meski dalam kondisi apapun. Meski mengorbankan waktu lapang, waktu sibuk. Dalam senang dan susah.

“Dan mereka berkata: Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami wahai Tuhan kami, dan kepada Mu tempat (kami) kembali” (surah al-Baqarah 2:285)

Ini adalah prinsip umat Islam bila menerima perintah dari Allah dan Rasul. Ketika menerima perintah untuk berpuasa selama sebulan di bulan Ramadhan. Maka, tanpa banyak soal, orang muslim taat dan patuh untuk berpuasa. Prinsip ini tidak sama dengan Yahudi, mereka dengan jelas berpendirian ‘kami dengar, tapi kami ingkar’. Sebab itu, walaupun ada ayat-ayat di dalam Taurat yang menceritakan tentang kenabian Rasulullah saw, tetapi mereka tetap menolak berita kenabian tersebut sedangkan mereka memahami benar ciri-ciri kenabian yang disebutkan itu.

Sebagai muslim, kita tidak wajar mempersoalkan apa-apa perintah dan larangan yang datangnya dari Allah. Kalau disuruh puasa, puasalah kita. Kalau dikatanya halal, maka halallah tapi kalau dah tetap haram, maka biar diputar terbalik bagamana pun, tetap haram. Puasa yang kita jalani hari ini adalah latihan pengukuhan ketaatan kita kepada Allah yang bukan sekadar pada ayat puasa sahaja, tetapi pada seluruh ayat dalam Quran dan Hadith untuk kita imani dan taati.

Tetapi saudara, keadaan ini agak berbeza bila dilihat kepada realiti umat pada hari ini. Ada sebahagian mereka secara terang-terangan mempersoalkan perintah dan hukum Allah. Ada sahaja yang tidak kena. Yang peliknya, tatkala perintah atau hukum itu datangnya dari manusia yang berkuasa, tidak berani pula mereka mempersoalkannya. Ketidakjelasan dalam beragama menyebabkan mereka tidak nampak kesempurnaan hukum dan perintah Allah berbanding hukum dan perintah manusia yang belum tentu sempurna. Yang sebenarnya, tiada ketaatan yang mutlak kepada manusia sekalipun manusia itu bergelar raja, menteri, ustaz dan sebagainya. Ketaatan kepada manusia akan terpakai tatkala suruhan dan perintah tersebut menepati kerangka syariat yang begitu luas dimensinya.

Begitu juga untuk taat pada pemimpin/ketua. Sepertimana firman Allah SWT:

“Wahai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan ulil Amri di antara kalian..” (QS. An Nisa (4): 59)

Melihat adik-adik yang sanggup bersusah payah meredah hujan, berkumpul dirusun untuk sama-sama menghadiri program umum ini membuat hati berbunga mekar. Alhamdulillah Ya Allah, meski “short-note”, tapi mereka-mereka yang telah Kau pilih untuk  menghadiri program ini adalah antara mereka yang jiddiyah dengan jalanMu ini.. dan adik-adik yang tidak dapat hadir mungkin kerna kesibukan yang tidak dapat dielakkan. Sungguh, dari mereka saja, banyak tarbiyah yang Allah sampaikan pada diri. Bagaimana Allah sungguh telah menguatkan langkah kita dijalan ini dengan sahabat-sahabat yang mengingatkan kita padaNya. Baik dari generasi manapun. Adik-adikku ini meski dari angkatan yang berbeda namun matlamatnya hanya satu.. menuju kepada Allah dan saff yang teratur dan mengajak orang lain untuk sama-sama dekat kepada Allah insyaAllah.

Sengaja menutuskan untuk menaiki pete-pete bersama. Padahal ada motor yang boleh memendekkan jarak perjalanan. Namun itulah, seperti kata pakcik, yang penting itu, kita mentarbawikan perjalanan. Paling dalam perjalanan bersama ini kita dapat duduk bersama dengan lebih lama, bertukar cerita dan paling penting menyuburkan kembali syu’ur (rasa hati) untuk thabat (tetap) dan taat di jalan Allah ini.. tambahan, kesibukan yang melanda sepanjang satu bulan di Anestesi ini benar-benar mengekang waktu dari banyak bersama mereka. Sedangkan adik-adik ini masih butuh dukungan.

Sesampai ditempat program, Alhamdulillah kami sama-sama mendapat pengalaman baru. Ternyata program ini adalah program ibu-ibu bersama calon gebenur Sulawesi selatan Ilham-Aziz. Judul yang diketengahkan adalah cinta keluarga memangkin semangat baru. Atau lebih ringkasnya bagaimana mendidik anak-anak dan bagaimana istri menjadi sumber kekuatan dan tulang belakang perjuangan suami. Sebelum itu ditampilkan anak-anak usia SD yang sudah berjaya menghafaz Al-Quran hasil didikan ibu perkasa. Begitu juga anak-anak yang mampu bersajak, bersyair, berpuisi memuji Allah sedangkan mereka adalah anak-anak yang lahir dari keluarga kader-kader dakwah yang ibu ayahnya adalah orang-orang perkasa yang memperjuangkan kalimah Allah di muka bumi. Sungguh luar biasa. Meski ada berunsur politik, namun kami mengambil setiap pelajaran yang bisa kami kutip sebagai bahan tarbiyah utk kami hari ini.

0 ulasan:

Catat Ulasan