Libur natal selama 2 hari. Membuat kami memutuskan wisata
dadakan (immediate vacation). Destinasi yang kami tuju adalah Malino. Salah
satu tempat wisata tanah tinggi di Kepulauan Sulawesi Selatan ini. Kali kedua
menjejakkan kaki ke sana setelah kali pertama pada 2007 yang lalu (baca:tahun
pertama kuliyah di Makassar). Bersma tasya, ainul, ain, ana dan ain nursalli,
kami menaiki mobil rental yang disetir oleh supir berbayar. Membawa bekalan
karipap dan roti goreng ana yang enak, kami merentas perjalanan 3 jam dari kota
Makassar ke Malino yang terletak di daerah Gowa.
Berangkat seawal jam 7 pagi dan tiba di sana jam 09.30
pagi. Ternyata ada tempat wisata yang baru di buka di sekitar situ. Malino
Highland. Untuk masuk ke dalam, kami dikenakan bayaran sebanyak Rp50,000 setiap
orang. Supir dan mobil dibenarkan masuk tanpa bayaran. Kerna penasaran dan
ingin tahu yang tinggi, seperti apa pemandangannya di dalam situ, kami sanggupi
untuk membayar masuk. Sebetulnya, masih banyak tempat yang masih dalam
pembinaan. Namun sudah ada paling kurang 5 tempat yang bisa kami lawati di
situ. Antaranya ladang the dan coffee house di puncak bukit, air terjun I dan
II, taman setwa yakni taman burung dan kebun binatang. Meski binatangnya masih
terbatas burung kasawari, kijang dan rusa, kaola, monyet dan aneka burung.
Dari atas bukit kami bisa melihat saujana ladang the yang
menghijau. Didukung dengan hawa dingin yang menyegarkan. Menikmati the panas
setelah penat berfoto di sela ladang the itu benar-benar refreshing. Kita juga
diberi peluang untuk mengutip the dan diajarkan teknik memetik the yang baik.
Setelah itu, kami juga berpeluang melihat penternakan kuda di puncak gunung
tersebut. Kuda yang gagah perkasa diberi makan dari rumput yang bugar dan air
yang berflorida. Setelah bermanja-manja dengan dinginnya puncak gunung, kami
turun ke tepat air terjan yang menuntut kami untuk turun melalui celah yang
curam beberapa kilometer sebelum sampai. Meski pemandangannya menyihir mata
yang memandang namun keletihan tetap memanjat memandangkan kami sama sekali
tidak bersedia atau tidak siap untuk hiking hari ini.
Pegal betis sedikit memanjat namun kesaktian alam tetap
memenangkan euphoria dalam diri. Puas hati benar melihat air terjun yang cantik
dan berbatu-batu. Masih terawat rapi disamping
bunga-bungaan yang sengaja ditanam di sepanjang trek perjalanan. Setelah
mengambil beberapa waktu di air terjun, kami berpindah ke taman setwa atau
taman burung. Di sini kami diperbolehkan untuk bercengkerama dengan lebih dekat
dengan pelbagai spesies burung dari merpati hingga burung merbuk. Merak dan
sebagainya. Diluar taman burung ada kebun binatang. Lucu melihat telatah
monyet-monyet dan kaola yang agresif meminta dan makanan. Disini pengunjung
dibenarkan untuk memberi makanan yang disediakan kepada para binatang yang ada.
Ada juga kijang bambi yang lucu dan
menggemaskan.
Keluar dari Malino Highland, kami bergerak menuju ke tempat
favourite kami di hutan Pinus. Di hutan ini kami bisa menunggang kuda
mengelilingi perbukitan dengan biaya Rp10.000 dan berfoto disekitar hutan terawatt itu. Sangat cantik pemandangan di
hutan ini. Sebelumnya kami sempat singgah makan bihun yang dibawa sebagai bekal
oleh cik Ain dan Cik Tasya sambil menikmati the susu hangat di warung pinggir
jalan. Menghangatkan tubuh yang sudah menggigil kedinginan gara-gara cuaca
puncak bukit ditambah hujan renai yang menyapa. Tak lupa jangung manis khas
tanah tinggi yang menghangatkan tenggorokan.
Selesai dari menunggang kuda, kami lanjut lagi ke air terjun
Takapala, salah satu air terjun tertinggi di Sulawesi Selatan ini. Kerna jalan
menuju ke tempat air terjun tersebut licin, kami terpaksa meredah beberapa
kilometer jalan hutan untuk turun ke tempat air terjun tersebut. Namun
perjalanan itu worth our while. Keindahan
air terjun yang memukau dengan percikan air yang sudah terasa sejak juahari,
kami benar-benar tidak bisa menahan diri dari terjun ke dalamnya. Melawan
perkasa dingin yang mencucuk tulang belulang dan mengkonstriksikan
pembuluh-pembuluh darah yang membawa cairan penghidupan itu.
Setelah puas berendam badak di dalam air terjun baru kami
malas-malas naik dan bersiap untuk pulang.
~there's also hiking tract~
~high tea at tea house~
~memetik daun teh di ladang~
~ladang teh, Malino Highland~
~pemandangan dari atas bukit~
~tangga ke air terjun~
~istirehat seketika~
~pemandangan di cafe~
~di taman setwa~
~Menunggang kuda di Hutan Pinus~
~memetik daun teh~
~Halaman depan Malino Highland~
~Air terjun dalam MH~
~nice view, seriously~
~Rusa Bambi~
~Riding at Pinus Forest~
~air terjun Takapala~
~great waterfall of Takapala~
~beli ole-ole sebelum pulang~

0 ulasan:
Catat Ulasan