Skinpress Rss

Isnin, 24 Disember 2012

MALINO HIGHLAND

0



Libur natal selama 2 hari. Membuat kami memutuskan wisata dadakan (immediate vacation). Destinasi yang kami tuju adalah Malino. Salah satu tempat wisata tanah tinggi di Kepulauan Sulawesi Selatan ini. Kali kedua menjejakkan kaki ke sana setelah kali pertama pada 2007 yang lalu (baca:tahun pertama kuliyah di Makassar). Bersma tasya, ainul, ain, ana dan ain nursalli, kami menaiki mobil rental yang disetir oleh supir berbayar. Membawa bekalan karipap dan roti goreng ana yang enak, kami merentas perjalanan 3 jam dari kota Makassar ke Malino yang terletak di daerah Gowa.

Berangkat seawal jam 7 pagi dan tiba di sana jam 09.30 pagi. Ternyata ada tempat wisata yang baru di buka di sekitar situ. Malino Highland. Untuk masuk ke dalam, kami dikenakan bayaran sebanyak Rp50,000 setiap orang. Supir dan mobil dibenarkan masuk tanpa bayaran. Kerna penasaran dan ingin tahu yang tinggi, seperti apa pemandangannya di dalam situ, kami sanggupi untuk membayar masuk. Sebetulnya, masih banyak tempat yang masih dalam pembinaan. Namun sudah ada paling kurang 5 tempat yang bisa kami lawati di situ. Antaranya ladang the dan coffee house di puncak bukit, air terjun I dan II, taman setwa yakni taman burung dan kebun binatang. Meski binatangnya masih terbatas burung kasawari, kijang dan rusa, kaola, monyet dan aneka burung.

Dari atas bukit kami bisa melihat saujana ladang the yang menghijau. Didukung dengan hawa dingin yang menyegarkan. Menikmati the panas setelah penat berfoto di sela ladang the itu benar-benar refreshing. Kita juga diberi peluang untuk mengutip the dan diajarkan teknik memetik the yang baik. Setelah itu, kami juga berpeluang melihat penternakan kuda di puncak gunung tersebut. Kuda yang gagah perkasa diberi makan dari rumput yang bugar dan air yang berflorida. Setelah bermanja-manja dengan dinginnya puncak gunung, kami turun ke tepat air terjan yang menuntut kami untuk turun melalui celah yang curam beberapa kilometer sebelum sampai. Meski pemandangannya menyihir mata yang memandang namun keletihan tetap memanjat memandangkan kami sama sekali tidak bersedia atau tidak siap untuk hiking hari ini.

Pegal betis sedikit memanjat namun kesaktian alam tetap memenangkan euphoria dalam diri. Puas hati benar melihat air terjun yang cantik dan berbatu-batu. Masih terawat rapi disamping  bunga-bungaan yang sengaja ditanam di sepanjang trek perjalanan. Setelah mengambil beberapa waktu di air terjun, kami berpindah ke taman setwa atau taman burung. Di sini kami diperbolehkan untuk bercengkerama dengan lebih dekat dengan pelbagai spesies burung dari merpati hingga burung merbuk. Merak dan sebagainya. Diluar taman burung ada kebun binatang. Lucu melihat telatah monyet-monyet dan kaola yang agresif meminta dan makanan. Disini pengunjung dibenarkan untuk memberi makanan yang disediakan kepada para binatang yang ada. Ada   juga kijang bambi yang lucu dan menggemaskan.

Keluar dari Malino Highland, kami bergerak menuju ke tempat favourite kami di hutan Pinus. Di hutan ini kami bisa menunggang kuda mengelilingi perbukitan dengan biaya Rp10.000 dan berfoto disekitar hutan  terawatt itu. Sangat cantik pemandangan di hutan ini. Sebelumnya kami sempat singgah makan bihun yang dibawa sebagai bekal oleh cik Ain dan Cik Tasya sambil menikmati the susu hangat di warung pinggir jalan. Menghangatkan tubuh yang sudah menggigil kedinginan gara-gara cuaca puncak bukit ditambah hujan renai yang menyapa. Tak lupa jangung manis khas tanah tinggi yang menghangatkan tenggorokan.

Selesai dari menunggang kuda, kami lanjut lagi ke air terjun Takapala, salah satu air terjun tertinggi di Sulawesi Selatan ini. Kerna jalan menuju ke tempat air terjun tersebut licin, kami terpaksa meredah beberapa kilometer jalan hutan untuk turun ke tempat air terjun tersebut. Namun perjalanan  itu worth our while. Keindahan air terjun yang memukau dengan percikan air yang sudah terasa sejak juahari, kami benar-benar tidak bisa menahan diri dari terjun ke dalamnya. Melawan perkasa dingin yang mencucuk tulang belulang dan mengkonstriksikan pembuluh-pembuluh darah yang membawa cairan penghidupan itu.
Setelah puas berendam badak di dalam air terjun baru kami malas-malas naik dan bersiap untuk pulang.

~there's also hiking tract~

~high tea at tea house~

~memetik daun teh di ladang~

~ladang teh, Malino Highland~

~pemandangan dari atas bukit~

~tangga ke air terjun~

~istirehat seketika~

~pemandangan di cafe~
~di taman setwa~

~Menunggang kuda di Hutan Pinus~

~memetik daun teh~

~Halaman depan Malino Highland~

~Air terjun dalam MH~
~nice view, seriously~
~Rusa Bambi~
~Riding at Pinus Forest~

~air terjun Takapala~
~great waterfall of Takapala~

~beli ole-ole sebelum pulang~



0 ulasan:

Catat Ulasan