Alhamdulillah akhirnya berjaya melewati satu bagian yang
Alhamdulillah yah mencabar banget. Revine…
Anestesi memerlukan kami untuk melapor ke gebenur pada hari
Jumat minggu sebelum masuk dan mendapatkan pengarahan tentang hal-hal yang
perlu kami persiapkan sebelum terjun ke bagian anestesi.
Antaranya:
1)Papan tulis
2) Pulpen (ballpen) 4 warna- biru, hitam, hijau, merah
3) Highlighter hijau
4) Marker (spidol) hitam, biru merah
5)Gunting
6) Plaster coklat
7) Pembaris (penggaris)
8) Status anestesi FK Unhas (bisa dibeli di Askulapius)
9)Lembar absen harian (turut bisa dibeli di Askulapius)
10) Statescope
11) Foto 3x4 dan 4x6
Semua perlengkapan ini harus dibawa serta selain alat-alat
TNPS yang biasa kita bawa ke mana-mana. Setelah melapor ke gabenur koas, kami
diarahkan untuk ke RSP lantai 5 untuk melapor kepada sekreteris bagian, Kak
Teti untuk menandatangani komitment dengan bagian anestesi dan menerima logbook
dan “pin keramat” anestesi.
Kami diwajibkan untuk mengikuti adaptasi pada hari minggu
untuk melihat sekaligus belajar apa yang harus dilakukan pada hari senin saat
sudah mulai dinas supaya kami agak lincah dan tidak terlalu “laload (lambat
loading)”. Pada hari ini kami diberi pre-test tentang beberapa pertanyaan mendasar
di anestesi. Untung, dokter yang memberikan pretest itu bermurah hati untuk
memberi kami peluang “open-book”. Katanya jika kami tidak bisa mencapai 70%,
kami tidak akan diterima masuk ke anestesi. Wajar. Namanya juga bagian yang
paling “life-saving”. 30% kesalahan lebih dari cukup berakibat fatal pada
pasien.
Setelah pre-test, dokter lansung mendiskusikan hasil pretest
kami sambil mengajarkan teori-teori anestesi seperti obat-obat yang akan dan
biasa digunakan, teori ventilasi, mekanisme nyeri dsb. Setelah itu kami
dituntun untuk mengisi status anestesi yang bakal menjadi pekerjaan asasi kami
di anesresi. Kami diharuskan untuk mampu membuat status yang baik sebagai bahan
pelajaran kami sekaligus sebagai bahan juga untuk para residen dan masukan buat
Rumah sakit. Wah besar benar tuntutannya ke atas “Koass Anestesi”. Setelah
diskusi, kami diarahkan ke Kamar Operasi CITO (emergency) untuk melakukan
penyesuaian OT (operation theater). Di
sini kami diajar apa yang harus dilakukan dari pertama pasien masuk hingga
terakhir pasien keluar dari kamar operasi. Pokoknya setiap hari sepanjang 4
minggu ke depan kami akan menghabiskan hidup kami di kamar operasi.
Bermula dengan STATICS
S-statescope & laryngoscope
T-tube (endotracheal
tube etc)
A-airway (gurdel/ orotracheal tube)
T-tape untuk fiksasi
I-introducer (mandarin atau stylet sebagai guider)
C-connector (penyambung antara pipe dengan alat-alat
anestesi)
S-suction (tabung, selang dan tabung suction)
Sebaik pasien masuk, co-ass bertanggungjawab menyediakan dan
memasang oksigen, (cannule/NRM), memasang electrode pre-cordial, statescope
precordial, tensi, infusion set, mengatur cairan, memasukkan premedikasi dan
mengosongkan urine. Setelah itu menjadi kewajiban co-ass untuk mencatat semua
obat-obat yang masuk, tensi, heart rate, pernafasan, dan input cairan serta
output urine, perdarahan dan sebagainya. Untung-untung diberi peluang oleh
dokter residen untuk melakukan intubasi dan memasukkan ETT ke dalam trachea.
Jika tugas dirumah sakit luar juga, co-ass yang bertanggungjawab untuk menyiapkan dan mencampurkan obat-obat dari premedikasi, seperti ondasentron, ketorolac, ranitidin dan dexametason, obat-obat induksi, sedasi dan analgesi seperti propofol, pethitidin, fentanyl, hinggakan obat-obat emergensi seperti atrophin sulfat, efedrin, epinefrin..





apa sudah itu semua?????
pusing2 sudah kepalanya kk baca, ckckckck
tuing...tuing...tuing...
hihihi
ahaha..ini kk ceritanya waktu adaptasi dirumkit sblm msuk ke anestesi. mungkin byk istilah medis yah disitu yg kk gk ngerti? sbnrx ini ceritax apa saja yg dilakukan swktuadaptasi tersebut.kerna tak semua bagian yg mengharuskan kami adaptasi..