Skinpress Rss

Selasa, 4 Disember 2012

ANESTHESY MODE: ON [BEGINNING OF A NEW JOURNEY]

2



Alhamdulillah akhirnya berjaya melewati satu bagian yang Alhamdulillah yah mencabar banget. Revine…
Anestesi memerlukan kami untuk melapor ke gebenur pada hari Jumat minggu sebelum masuk dan mendapatkan pengarahan tentang hal-hal yang perlu kami persiapkan sebelum terjun ke bagian anestesi. 

Antaranya:
1)Papan tulis
2) Pulpen (ballpen) 4 warna- biru, hitam, hijau, merah
3) Highlighter hijau
4) Marker (spidol) hitam, biru merah
5)Gunting
6) Plaster coklat
7) Pembaris (penggaris)
8) Status anestesi FK Unhas (bisa dibeli di Askulapius)
9)Lembar absen harian (turut bisa dibeli di Askulapius)
10) Statescope
11) Foto 3x4 dan 4x6

Semua perlengkapan ini harus dibawa serta selain alat-alat TNPS yang biasa kita bawa ke mana-mana. Setelah melapor ke gabenur koas, kami diarahkan untuk ke RSP lantai 5 untuk melapor kepada sekreteris bagian, Kak Teti untuk menandatangani komitment dengan bagian anestesi dan menerima logbook dan “pin keramat” anestesi.

Kami diwajibkan untuk mengikuti adaptasi pada hari minggu untuk melihat sekaligus belajar apa yang harus dilakukan pada hari senin saat sudah mulai dinas supaya kami agak lincah dan tidak terlalu “laload (lambat loading)”. Pada hari ini kami diberi pre-test tentang beberapa pertanyaan mendasar di anestesi. Untung, dokter yang memberikan pretest itu bermurah hati untuk memberi kami peluang “open-book”. Katanya jika kami tidak bisa mencapai 70%, kami tidak akan diterima masuk ke anestesi. Wajar. Namanya juga bagian yang paling “life-saving”. 30% kesalahan lebih dari cukup berakibat fatal pada pasien.

Setelah pre-test, dokter lansung mendiskusikan hasil pretest kami sambil mengajarkan teori-teori anestesi seperti obat-obat yang akan dan biasa digunakan, teori ventilasi, mekanisme nyeri dsb. Setelah itu kami dituntun untuk mengisi status anestesi yang bakal menjadi pekerjaan asasi kami di anesresi. Kami diharuskan untuk mampu membuat status yang baik sebagai bahan pelajaran kami sekaligus sebagai bahan juga untuk para residen dan masukan buat Rumah sakit. Wah besar benar tuntutannya ke atas “Koass Anestesi”. Setelah diskusi, kami diarahkan ke Kamar Operasi CITO (emergency) untuk melakukan penyesuaian OT (operation theater).  Di sini kami diajar apa yang harus dilakukan dari pertama pasien masuk hingga terakhir pasien keluar dari kamar operasi. Pokoknya setiap hari sepanjang 4 minggu ke depan kami akan menghabiskan hidup kami di kamar operasi.



Bermula dengan STATICS
S-statescope & laryngoscope
T-tube  (endotracheal tube etc)
A-airway (gurdel/ orotracheal tube)
T-tape untuk fiksasi
I-introducer (mandarin atau stylet sebagai guider)
C-connector (penyambung antara pipe dengan alat-alat anestesi)
S-suction (tabung, selang dan tabung suction)

Sebaik pasien masuk, co-ass bertanggungjawab menyediakan dan memasang oksigen, (cannule/NRM), memasang electrode pre-cordial, statescope precordial, tensi, infusion set, mengatur cairan, memasukkan premedikasi dan mengosongkan urine. Setelah itu menjadi kewajiban co-ass untuk mencatat semua obat-obat yang masuk, tensi, heart rate, pernafasan, dan input cairan serta output urine, perdarahan dan sebagainya. Untung-untung diberi peluang oleh dokter residen untuk melakukan intubasi dan memasukkan ETT ke dalam trachea.

Jika tugas dirumah sakit luar juga, co-ass yang bertanggungjawab untuk menyiapkan dan mencampurkan obat-obat dari premedikasi, seperti ondasentron, ketorolac, ranitidin dan dexametason, obat-obat induksi, sedasi dan analgesi seperti propofol, pethitidin, fentanyl, hinggakan obat-obat emergensi seperti atrophin sulfat, efedrin, epinefrin..


2 ulasan:

Catat Ulasan