Sahabatku,
Aku rindu pada lingkaran kecil kita
Lingkaran yang kita ratib di awal temu
Saat kaki menginjak dibelahan bumi terasing ini
Taaruf itu membuatku yakin
Bahwa Tuhan tidak pernah membiar kita sendiri
Sahabatku,
Bagai putaran video di layar minda
Waktu-waktu indah dalam lingkaran kecil kita
Kau memperbaiki tilawahku
Dan aku mencubit kecil lengan halusmu membantu mujahadah
Melawan nafsu kantuk itu
Kita mendengar, kita memberi, kita berkongsi
kita saling memperingatkan tentang iman..tentang taqwa
Sahabatku,
Masih kau ingat jaulah pertama kita?
jaulah sederhana yang amat mengesankan itu?
Kita mentarbawikan jaulah dengan ziarah
Ingin merasa “perjalanan” yang berbeza dari biasa
Berbeza kerna biah dan mahabbah
Melengkapi kata Rasul,
Sahabat itu adalah apabila kamu tidur bersamanya dan
bermusafir dengannya
Sahabatku,
Masihkah kau ingat saat-saat payah menyentak kesadaran
masyarakat
Tentang kepedulian pada sesama lewat Life-line For Gaza
Usaha kecil kita ternyata lebih berat dari perhitungan
Namun kita mengatur peran dalamnya
Dengan berbekal “yakin” dan “ saling membahu”
Hingga akhirnya kita berjaya menempuhinya…bersama
Sahabatku,
Masih segar diingatan
Kekompakan kita tinggal bersama dikamar sempit sewaktu di
Bira dulu
Meski terbatas ruang dan terkekang bekal air yang tercatu
Kita saling mengutamakan satu sama lain…
Tetap merona bahagia dalam dekapan ukhuwah
Sahabat,
Masih menari-nari diakal sedarku
Zaman yang menjerat waktu dalam ruang sempit
Kita bahkan tidak sempat mengambil jeda buat diri
Namun pertemuan itu tetap kita wujudnyatakan
Mengintip sela dicelah kepadatan rutinitas
Peringatan ringkas dimana saja kapan jua
Kerna kita sama-sama tahu, betapa pentingnya lingkaran kecil
kita
Sahabat,
Semakin hari, semakin kuat badai ujian yang datang menyergah
Mencoba untuk melantak-landaikan ikatan kita ini
Elnino fitnah dan la nina tohmah kian menggugah
Para syaitan beradu-adu membisikkan dendang neraka
Membanjiri ruang atmosfer wujud kita
Namun kita sama-sama sedar bukan?
Bahwa ini hanya sekadar “ujian” untuk meningkatkan debit
ukhuwah kita
Sahabat,
Hari ini, lingkaran kecil ini semakin meluas
Ada wajah-wajah baru yang duduk disamping kita
Ada nafas jadid yang berhembus meniup puing-puing semangat
tersisa
Syukur Alhamdulillah…
Tetap saja, aku masih merindu lingkaran kecil kita itu
Berharap kita sama-sama iltizam dengan ikrar kita
Untuk saling mengingatkan pada kebenaran dan kesabaran
Sahabatku,
Semoga kita akan terus bertemu
Dalam tiap episode kehidupan ini
Aku, sungguh ingin merengkuh ukhuwah kita
Hingga tangan bergaris tua, hingga kedutan renta memanjat
wajah mulus kita
Hingga kita dipanggil kembali ke sisiNya
Dan semoga DIA mengizinkan kita untuk bertemu lagi
disyurgaNya..
Amin..
~amni_shamrah~
16 Disember 2012
08.00pm

0 ulasan:
Catat Ulasan