
3 Ogos 2010. Pagi ini agak berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Walaupun hujan yang turun deras dari semalam menyajikan hawa dingin yang menyucuk tulang belulang, namun sedikitpun tidak mencacatkan keindahan pagi yang bersinar dengan kebaikan. Untuk kali pertama kalinya setelah sebulan berada di posko, kami menunaikan solat berjemaah secara “massal” (beramai-ramai : hampir setengah ahli posko) dengan berimamkan Tuan rumah kami Haji Tewa. Bukan selama ini tidak solat berjemaah tapi kali ini lebih meningkatkan syu’ur (rasa) untuk menghidupkan subuh. Tambahan kami bertujuh berpuasa secara jamaie hari ini.
Solat berjemaah.. mungkin bagi sesengah orang hal itu rutin dilakukan dirumah atau sudah menjadi suatu hal yang terlalu biasa hingga terkadang kita tak lagi merasa solat berjemaah itu adalah suatu nikmat yang tak ternilai harganya. Diri ini juga seperti itu. Mungkin sewaktu masih berada di halaman ayah bonda, amalan ini menjadi satu kebiasaan dari kecil (rutinitas yang tidak terubahkan) hingga memasuki era matrikulasi, masih menjalankan solat jamaie di masjid Nilai atau juga di asrama bersama teman-teman serumah : Kak Maryam, Izyan dan lain-lain. Hingga diri terbang ke Makassar, Allah masih memberi kesempatan nikmat dan peluang untuk menjalani ibadah solat secara jamaie dengan teman kamar, Nachia dan Kak Soolihah.
Melalui hari-hari bersama kakak memang sangat membantu iman. Walau masih terkadang jatuh, lagha dan lupa, nikmat Allah masih mengizinkan kami untuk menunaikan rutinitas solat berjemaah, membaca Al-Quran, Mathurat, bahan-bahan fikrah dan melakukan hal-hal lain yang bermanfaat bersama. Namun usai datang ke Jeneponto, iman semakin teruji. Diri terbelenggu dengan sifat jumud (tidak bekerja) yang harus segera dihakis. Solat sendiri-sendiri, mendengar bacaan Al-Quran dirumah pada awalnya jarang sekali. Tapi Allah masih menyayangi diri. Dimakbulkan doa yang dipanjat sehari-hari..
Ya.. doa supaya dikurniakan sahabat yang soleh yang bisa membantu iman.. di penjuru desa Jeneponto ini, Allah mengurniakanku sahabat sebaik Amel dan Rahmah yang bisa diajak berbincang tentang iman dan Islam. Memang sedikit memakan masa untuk perkenalan tapi kini, kekuatan itu ada untuk dikumpulkan. Paling seronok apabila dahulu, diri hanya bangun sendirian untuk solat tahjud hinggakan untuk menyalakan lampu diruang depan juga tidak berani, tapi kini ada temanku Rahmah yang berlumba denganku untuk saling membangunkan tahjud, mengingatkan untuk berjemaah dirumah dan masjid dan berlumba-lumba membaca Al-Quran. Amel juga sekarang sudah kerap menyertai. Hingga kita tak lagi segan untuk saling mengejutkan walau hingga benar-benar bagun segar.
Alhamdulillah pagi ini, kenikmatan berganda-ganda apabila dapat berjemaah dirumah bersama Haji Tewa, teman-teman cowok dan cewek. Selalunya teman poskoku yang laki-laki akan berjemaah di masjid subuh begini namun hari ini mereka berjemaah dirumah memandangkan hujan masih belum menunjukkan tanda-tanda mahu berhenti. Semoga saja hari ini berlalu dengan baik.amin..

0 ulasan:
Catat Ulasan