
Sering kita lihat kebiasaan anak-anak yang suka bermain saat solat terawih di masjid, tak kurang juga yang mengganggu temannya saat berjemaah. Tapi hari ini, Allah memberikan peluang pada diri untuk menyaksikan satu fenomena yang cukup mengagumkan.
Seorang anak sekitar usia 10 hingga 11 tahun berusaha menunjukkan qudwah hasanah (contoh yang baik) pada temannya yang tidak mahu mendirikan solat walaupun sudah berada di masjid. Mungkin di benak anak sekecil itu, sejadah adalah suatu syarat wajib yang menyebabkan sahnya solat. Jadi meski imam sudah selesai membaca surah, anak kecil tadi masih belum tergerak untuk mendirikan solat lantaran ketiadaan sejadah sebagai tempat sujud.
Pendakwah kecil tadi datang pada temannya dan menggosok ubun-ubunnya sebelum membersihkan lantai didepan mereka. Perlahan tangan teman yang tidak mau menunaikan solat ditarik. Kemudian mereka berdua menunaikan solat bersama beralaskan lantai yang dingin sebagai tempat sujud.
Usai solat terawih pertama, pendakwah kecil tadi kemudian mendekati seorang anak kecil berusia antara 4-5 tahun yang berada di saff depannya. Anak kecil itu dari tadi hanya menjadi pemerhati setia di tepi gelanggang. Pendakwah kecil itu mengusap ubun-ubun anak kecil itu sambil mengajarkannya cara mengerjakan solat. Sedang abangnya yang hampir sebaya dengan pendakwah kecil itu saja tidak berjaya mengajak adiknya solat. Anak kecil itu pun mengerjakan solat di samping pendakwah kecil. MasyaAllah. Sentuhan kasih sayangnya berjaya melunakkan hati-hati disekitarnya. Mampu mempengaruhi sekelilingnya untuk turut sujud menyembah Al-Khaliq, Pencipta Agung alam semesta yang terbentang tak bertepi.
Subhanallah.. siapa kata harus tunggu besar baru bisa mendakwahi orang lain, siapa kata harus tunggu sempurna baru bisa menyampaikan kebenaran? Dakwah itu tanggung jawab setiap insan sebagai khalifah. Dakwah itu mulai dari lahir hingga ke liang lahad. Tak semestinya dengan ceramah yang berapi-api. Tapi bisa juga hanya dengan teladan yang baik. Bisa dengan senyuman. Dakwah itu adalah saling berpesan pada kebenaran dan kesabaran. Yang penting, kita melihat masyarakat di depan kita sebagai peluang dakwah. Terus dan terus memberikan teladan yang baik untuk menyeru pada kebaikan.
“nahnu du’at qabla kulli syai’in”

0 ulasan:
Catat Ulasan