
Ahad, 22 Augustus 2010.
“Fitrah kecelakaan!!” kata-kata seorang temam posko ibarat halilintar yang menyambar bumi. Ibarat ombak keras yang memukul dermaga. Jantung seakan mau berhenti berdegup. Fikiran gelap..gelap bagai terpuruk ke lubuk yang terdalam. Satu posko berkabung dengan berita yang mengejutkan sekaligus menyedihkan itu. Pertanyaan bertubi-tubi menghujani temanku yang membawa berita. Namun tidak banyak juga informasi yang didapatkannya kerana keadaan masih kacau.
Teman-teman yang laki-laki, Adit dan Wawan sudah berkejar ke rumah sakit (hospital) kata tuan rumah kami, haji Tewa untuk memastikan keadaan Fitrah. Kata teman Fitrah yang berjaya dihubungi sebentar tadi, keadaan Fitrah parah, justeru dilarikan ke rumah sakit (hospital). Kaki dan tangannya dijahit, luka-luka mencalari segenap penjuru tubuhnya. Keadaannya juga antara sedar dengan tidak. Tangisan sendu yang terdengar di hujung talian menambahkan rasa khuatir teman-teman yang sudah sedia melangit tinggi.
Melalui beberapa jam ke depan tanpa sebarang khabar tentang Fitrah benar-benar menyiksa. Tidak tahu kondisi sebenar anak itu. Baikkah dia? Atau terlalu parah? “Ya Allah, selamatkan Fitrah..” hati hanya mampu berdoa. Namanya teman posko yang sudah hampir 2 bulan mengharungi hari-hari bersama, kemalangan yang menimpanya benar-benar terkesan pada kami semua. Kalau adikku, pasti sudah banjir tanah Sulawesi ini dengan air mata khuatir.
Kelibat Fitrah yang tersenyum sambil memakai helm (topi keledar) nya sebelum berangkat sore (petang) kelmarin menari-nari di ruang ingatan. Dosa-dosa ku pada Fitrah yang belum termaafkan datang satu per satu menambah rasa bersalahku pada anak itu. Maklum beberapa hari belakangan, diri yang mengalami depresi dan ketidak stabilan emosi tidak bertegur sapa dengannya, kalau pun ada, cuma sepatah dua kata. Satu yang ditanya satu juga yang di jawab seakan meletakkan teman itu dalam “posisi orang bersalah”.
Kebaikan-kebaikan nya bertamu di layar minda, satu per satu.. bagaikan rekaman layar berputar dalam minda sedar. Fitrah ZM, seorang teman yang baru ku kenali saat di KKN. Anak farmasi. Menurut Fazlina,(temanku di farmasi) Fitrah ini pintar dan cerdas anaknya. Itu saja maklumat awal yang ku terima tentang Fitrah. Pas mengenali Fitrah di posko, ternyata dia sebenarnya tipe (jenis) yang boleh juga bercanda (bergurau). Bahkan gara-gara jenaka nya lah yang menceriakan dan memeriahkan keadaan posko. lucu orangnya dan senang beradaptasi dengan semua lapisan masyarakat.
Di balik sifat humoris dan keanak-anakannya, Fitrah adalah seorang dewasa yang matang. Nasihat-nasihatnya menembus atma, fikirannya bernas, kata-katanya sangat inspiratif.. itulah Fitrah..
Berbalik pada kisah Fitrah hari ini, dia keluar berjalan-jalan dengan temannya dari posko lain sebelum asar petang tadi. Sudah lama hajat itu terpendam, baru hari ini bisa terlaksana. Selepas Magrib tadi, kami mendapat berita dia kecelakaan dalam perjalanan menghantar temannya ke posko Rumbia. Kecelakaan itu berlaku di Turatea, tidak berapa jauh dari posko kami.
Jam 8 malam, baru Fitrah di bawa pulang dari Puskesmas Tolo’ oleh Pak Desa Rumbia yang kebetulan datang mengambil teman boncengannya yang turut cedera dalam kecelakaan itu. Bergegas kami seposko keluar dari rumah untuk menyambut kepulangannya sekaligus melihat lansung keadaan sahabat yang satu itu. Temannya yang duluan keluar dari mobil (kereta) menyerahkan jaket, sandal dan obat milik Fitrah kepadaku sambil menerangkan aturan makannya. Melihat keadaan jaketnya yang robek-robek dan berlumuran dengan darah sangat menyayat hati.
Sejurus, Fitrah keluar dari mobil (kereta). Alhamdulillah masih bisa berjalan. Dia hanya menyatakan tiada apa-apa yang harus di khuatirkan. Teman-teman membantu dia merebahkan diri ke kasur (tilam). Kelihatan dia capek (penat) sekali. Pasti trauma dengan kecelakaan tadi. Pasti khuatir dengan teman yang diboncengnya. Boleh jadi juga rasa bersalah menjerat urat nadi.
Menurut cerita Fitrah, motornya hilang kawalan setelah menginjak (melanggar)satu lubang yang dalam di kawasan sawah. Di tambah kelajuan Jupiter MX yang agak tinggi kerana dia sebenarnya mengejar waktu untuk bisa solat isya’ dan terawih di posko kami memperparah keadaan. Dia sama sekali tidak perasan kalau ada lubang di situ lantaran suasana malam yang gelap di tambah lampu motornya yang malap dan penutup helm nya yang terpasang. Kesimpulannya itulah takdir yang tersurat di loh Mahfuz.
Rasa bersalahnya kepada temannya menggunung. Kasihan melihat tubuhnya yang luka-luka dan kesan jahitan di siku kanannya. Tangan kiri lebih parah dengan luka dalam. Begitu juga kaki kirinya. Baju toko biru muda yang dipakai berlumur dengan darah.
Walau dalam keadaan sakit parahnya itu, dia sempat bercanda untuk menenagkan semua orang.
Alhamdulillah, kesyukuran jua yang dipanjatkan ke hadrat Allah kerana masih memulangkan Fitrah dalam keadaan yang selamat. Selesai makan,Fitrah tidak dapat tidur lantaran rasa sakit yang mencengkam dan menjalar ke urat-urat nadi. Walaupun dipaksa mata untuk lelap tetap tidak berjaya. Diri memasangkan ayat-ayat suci Al-Quran bacaan Mashari Rashid Al-fasi yang memang tersedia dalam telefon genggamku (handphone). biar dia tenang terbuai dengan ayat-ayat langit tersebut.. biar damai kalbunya dengan huluran cinta Sang Pencipta..
gambar sekadar hiasanDalam 2-3 hari belakangan, sebelum penarikan (pulang ke Makassar), semua teman-teman berusaha memainkan peranan masing-masing untuk membantu Fitrah.. ada yang berusaha menyiapkan jurnalnya, ada yang membantu memcuci pakaiannya, ada yang memotong kuku dan menemaninya bercerita, ada yang mengemaskan dan menyiapkan tempat tidurnya, mengemaskan tas pakaian, tak lupa juga yang menyiapkan makanan dan obatnya, bahkan yang menyuapinya makan dan membantunya membersihkan luka-luka. Pokoknya semua melakukan dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan apapun kerana semua menyanyangi teman itu tanpa alasan apapun. seronok melihat persahabatan yang terbina dan bisa diandal saat susah dan senang.. gembira dan berduka.."Tidak ditimpakan kesusahan dan kesakitan ke atas seorang mukmin itu kecuali Allah mahu menghapuskan dosanya dan meningkatkan imannya.."
Ya Allah, sembuhkanlah temanku.. shafakallah..

0 ulasan:
Catat Ulasan