
Akan berangkat ke lokasi KKN-PK. Kuliyah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) adalah satu program wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa UNHAS yang akan graduan (wisuda). Tujuan KKN diadakan adalah sebagai salah satu upaya membina pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah masyarakat. Mahasiswa diharap dapat mengidentifikasi dan menangani masalah yang timbul pada masyarakat sesuai dengan profesi masing-masing.
Apa yang diharapkan dari peserta bak kata Pak Rektor “can be able to adapt to the pace of life, be able to anticipate events, provide an anticipatory kind of learning so that they are not always adjusting to events but they can master their own destiny.” Dalam pesanan yang lain, dikatakan “to initiate initiative, to engage in excitement of creating things, to discover new horizon & culture, to become independent & yet appreciate the independency between people”
-foto di dinding kantor kecamatan Kelara-
Diri ditempatkan di Kebupaten Jeneponto, Kecamatan Kelara, Keluruhan Tolo’ Barat. Bersama dengan 14 orang teman dari fakulti kesehatan yang berbeza-beza. Dari Fakultas Kedokteran ada 4 orang pelajar : Mahfuzah, Amel, Wawan dan Adit, sedang dari Fakultas Farmasi ada Fitrah dan Kiki, dari Fakulti Pergigian ada 2 orang teman yaitu Uul dan Ayong, seorang teman dari Kejururawatan yaitu Rahmah. Yang lainnya semua dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dari pelbagai subdivisi seperti keselamatan kerja (Ocik), Gizi,( Kak Ani), ada lagi Iyan, Winda, Kak Irfan selaku coordinator desa (Kordes)/ ketua kumpulan. Bertolak dari kampus jam 10.00 pagi. Bersama Amel, Lili dan Rahmat, menaiki kereta yang disewa khusus untuk menghantar kami ke sana.
Berdebar juga sebenarnya nak menghadapi KKN ini. Dengan suasana, komuniti, teman yang berlainan sudahlah hanya sendirian Malaysian. Dan yang lebih menakutkan bila mengingat kepada kemungkinan terburuk berlakunya pergaulan bebas memandangkan semua ahli kelompok akan ditempatkan di satu posko (rumah) tidak kira lelaki atau perempuan.Tapi harus positifkan diri. Tak mengapa. InsyaAllah,Allah kan sentiasa ada. Di penjuru manapun di dunia ini yang kita pergi, masih lagi berada dalam pengawasan Allah. Allah tak pernah tinggalkan kita.
Pasti, Allah susunkan proses yang begini untuk mendidik diri dengan lebih banyak hal. Bergaul dengan lebih ramai orang, untuk lebih mempertingkatkan bahasa Indonesia yang selama ini tak berapa bagus dan sebagainya. Mungkin, boleh jadi juga, KKN adalah satu tamrin dan kem persediaan barangkali. Allah berikan sedikit ruang masa berada di dimensi dunia yang berbeza. Jauh dari hiruk pikuk kenderaan bermotor, jauh dari kesibukan harian untuk berhempas pulas menelaah pelajaran, menghitung waktu menjalankan aktiviti dakwah umum dan usrah khusus hingga terkadang tak lagi punya waktu untuk meningkatkan diri. Mungkin di sini, diri bisa mengambil sedikit waktu untuk berhenti seketika ( take a pause) untuk menjalankan muhasabah diri, pertingkatkan ilmu pengetahuan dan fikrah, untuk meningkatkan ibadah amalan dan membaiki hubungan dengan Allah agar bisa merubah diri menjadi lebih baik. Anggap juga KKN ini sebagai “kuliyah pembekalan/kem jati diri” sebelum diri melangkah ke alam klinik/co-ass.
“boleh jadi apa yang kamu sukai itu tidak baik buatmu dan boleh jadi apa yang tidak kamu sukai itu lah yang terbaik buatmu.. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”

0 ulasan:
Catat Ulasan