
Nukilan buat ayahku pada hari lahirnya 13 July lepas.. tidak berjaya menongkah kepayahan untuk mencari tempat yang boleh mengakses internet tepat waktu..
keringatmu mulai kering melewati terik matahari
tampak jelas senyummu namun tak jelas kulihat duka selimuti keningmu yang mulai berkerut
kokoh bagai batu kedua tanganmu memegang rindu
jadikan surga atas semangatmu yang bergemuruh dalam kepekatan dunia
malam yang tersenyum malu malu, itulah saat kau lepas semua elegi hati
termenung menatap langit langit kamar yang setengah berhias jutaan bintang
menulis cerita esok hari...............dimana mendapat sebait kata mimpi
lalu lelaplah engkau dia atas permadani indah menunggu sang fajar...
ayah...........
tak sempat aku memandang jauh dan mengisi hatiku utuk kutuliskan prasasti
tak sempat aku meneteskan air mata,dan darahku......
namun sempat kau dengar tangisku walau tak panjang
sempat tertulis cerita indah tentang taman impian yang kau hiasi penuh bunga
saat aku masih putih dan bersih...........
jiwa jiwa dan rohku melingkari benang benang hidup dan aku bernafas melalui jantungmu...
kini ayah..oh...ayahku...
perjuanganmu telah hampir sempurna...tinggal aku
aku dan dewi dewi kecilmu yang akan menyambung kisah kisah kita
meneruskan cerita hati untuk kutuliskan syair kehidupan....
tentang cinta dan pengorbanan tanpa henti.............

0 ulasan:
Catat Ulasan