Menguruskan imigrasi adalah hal yang paling ribet (leceh)
yang harus dilakukan setiap kali mahu pulang kampung. Meski jarak sebenarnya tidaklah
terlalu jauh, 3jam 30 menit dengan menaiki direct flight, namun keharusan untuk
mengurus ERP (entrance re-entry permit), permit untuk masuk kembali ke
Indonesia membuat rentang jarak seakan berganda puluhan kilo batu.
Paling kurang, ERP memakan masa 1 minggu untuk diurus. Mulai
mendaftar nama di rektorat dan mendapatkan surat izin untuk membuat ERP,
hinggalah setor berkas (install document permohonan) di Kantor Imigrasi yang
berpusat di Sudiang, pembayaran permit (yang harus dilakukan setelah 2 hari
kerja dari tarikh pemasukan boring permohonan) dan mengambil passport dan
document lain yang telah selesai diproses juga 2 hari. Yang lebih ribet dari
itu adalah menguruskan kartu pendudukan sementara atau izin tinggal terbatas
(KITAS). Lebih banyak document dan proses yang harus dilakukan hingga menyebabkan
stress tingkat tinggi atau istilahnya “haunted by immigration”. Benar-benar
mimpi ngeri yang butuh kesabaran dan ketangguhan yang cukup tinggi.
Pengurusan kali ini tambah meningkatkan kadar stress yang
sudah cukup tinggi. Bayangkan saja diri akan pulang ke kampung hari senin 2
minggu lagi. Dijanji KITAS ku selesai hari Jumatnya supaya sempat memasukkan
berkas untuk ERP guna untuk pulang. Namun ternyata janji tinggal janji. Harusnya
urusan KITAS sudah selesai dari 2 minggu sebelumnya namun disebabkan alasan “yang
menandatangani KITAS pergi keluar negeri, maka tiada orang yang bisa
menandatanganinya. Hanya itu. Harus menunggu dengan ketidakpastian. Ridiculous..
sabar.. sabar dan kuatkan kesabaran. Dibilang hari Senin baru bisa diambil. Aduh,
menanti hari Senin benar-benar adalah sebuah penyiksaan..3 hari, banyak yang
tumpang melintas dibenak. Jangan-jangan tidak sempat siap.. jangan-jangan masih
belum ditandatangani.. jangan-jangan.. aisshh.. astagfirullahal adzim!! Kenapa keraguan
menggelayut saat akal lelah membuat pertimbangan. Padahal ada Allah yang
mengatur segalanya. Tawakkal saja.
Hari Senin pun tiba. Tapi sebuah penantian masih saja
sia-sia. Tiada kepastian membuat diri terpaksa lagi menunggu sampai sore. Alih-alih
jawaban yang diperoleh “datang lagi hari rabu”. Speechless. Mengecewakan. Baru selesai
KITAS pada hari Rabu berarti peluang untuk pulang Senin setipis kertas. Ya
Allah, mungkin tawakkalku yang belum total. Mungkin doa masih terhadang dek
dosa-dosa yang menggunung. Astagfirullahal adzim.. Hanya Allah yang mampu
menurunkan keajaiban sekarang.
Meski dijanji Rabu, tetap saja diri ke kantor imigrasi lagi
hari selasanya. Memang sepertinya harusnya lebih berusaha di samping pasrah
menyerah. Setelah menceritakan masalah diri kepada ibu yang bertugas, ibunya
bilang “nda bisa saya kasi jaminan tapi sa usahakan”.terima kasih ibu.. itu
sudah cukup membantu. Berusaha itu sudah cukup meringankan stress yang
menggunung seperti fenomena gunung es dalam mindaku. Beberapa jam menunggu,
akhirnya KITAS bisa diambil hari ini. Alhamdulillah.. Alhamdulillah benar-benar
bantuan Allah yang mengatur segalanya. DIA uji kita sekejap untuk melihat reaksi
dan cara kita merespon. Kemudian cepat-cepat DIA memberikan jalan keluar. Segera
memasukkan berkas untuk membuat ERP. Paling sudah ringan sedikit proses yang
akan dijalani.
Hampir saja menyusahkan ayah untuk membeli ulang tiket yang
harganya melambung tinggi disebabkan musim lebaran yang kunjung menjengah. Hari
Kamis dijanjikan untuk membayar ERP. Tapi itulah, ternyata Allah masih mahu
menguji sekaligus meninggikan ambang batas kesabaran diri ini. Hari Kamisnya,
tetap sama. Janji tinggal janji. Berkasnya belum selesai dikerja katanya. Aduh..
ini menyangkut pelayanan publik!!
Ya Allah kuatkanlah kesabaran. Sabar dan
kembali lagi besoknya, Jumat. Tetap saja sama. Belum selesai.. Masih berusaha
untuk menggesa bapak yang dikantor atas menyelesaikan berkas tersebut. Kerna hukum
sunnatullahpasti akan berlaku sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Jika diri
tidak Berjaya membayar KITAS pada hari ini bermakna tiada sudah harapan untuk
pulang kampung Senin nanti. Benar-benar sebuah ujian yang berat. Ya Allah,
bantulah.. kurniakan daku kesabaran dari kekuatan yang bersisa. Setelah menunggu
hingga sore, akhirnya, masih juga bantuan Allah menyelamatkan lagi kondisi. Berjaya
menyelesaikan proses pembayaran ERP dengan lancar.hari Senin pagi baru bisa
diambil KITAS dan passport.
Padahal hari Senin siangnya, diri bakalan berangkat pulang
ke tanah air. Critical time. Sempat berpikir, kalau saja nanti Senin kembali ke
kantor ini dan jawabannya “belum selesai” atau harus menunggu hingga sore baru
bisa mengambil passport, aduh.. tapi tiba-tiba sukma berbisik, Allah telah
membantuku 2 kali, kenapa masih meragukan kebaikan Allah untuk menyelesaikan
kebuntuan kita?? iya akhirnya pasrah dengan kekuatan tawakkal. Kerna Allah
lebih tahu mana yang terbaik. Tidak lagi mengharap bisa pulang 100%. Jika Allah
berkehendak, maka diri akan pulang kampung sebagaimana yang direncanakan sedang
jika Allah berkehendak sebaliknya, maka itulah yang terbaik buat diri.
“Kita merancang, Allah juga merancang dan Dia juga
menentukan. Dan ketahuilah keputusan Allah itu adalah yang terbaik. Yakin itu!!”.
Alhamdulillah akhirnya Senin berjalanan lancar sesuai
pengharapan yang terpanjat ke arasy Langit. Semuanya berlaku “just in time”.


0 ulasan:
Catat Ulasan