Buat adik-adikku.. saham akhiratku..
Hari ini, saat kaki menjejak ke tempat berlansungnya program, menatap
wajah-wajah polosmu.. hatiku tiba-tiba bergetar. Wajah yang rindu akan siraman
rohani, pengisian akal dengan ilmu dan fikrah islami.. wajah-wajah baru
pimpinan masa depan.. kau adalah amanahku. Investasi saham akhiratku. Mungkin diri
ini terlalu sibuk sebelum ini untuk mengenali kalian dengan lebih dekat satu
per satu. Kalian bersepuluh. Satu jumlah yang tidak sedikit untuk satu
angkatan. Alhamdulillah.. saat Allah memilih jiwa-jiwa kalian untuk turut naik
ke bahtera ini. Ingin sekali ku berkongsi apa yang terbersik dijiwa ini. Bukan berarti
aku banyak tahu. Hanya saja, aku lebih dulu menerimanya dari kalian. Dan hari
ini, ingin kukongsikan semuanya. Sebisaku..
Adikku..
Sungguh, aku belum mengenali kalian ”heart to heart” tapi
aku sudahpun menyayangi kalian “deep in my heart”. Semoga Allah memberiku
peluang dan kesempatan untuk lebih banyak bersama kalian. menempuhi hari-hari
kalian yang akan penuh mehnah itu.. Tamrin ini, meski sederhana, direncana
dengan sederhana, namun kita saling melengkapkan. Kamu tahu adikku, sangat
tersentuh diri ini melihat pengorbanan kalian dalam menjayakan program ini. Bersusah
payah memasak makanan seenaknya, mengorbankan privasi kamar, bersekang mata
mengerja tugas selesai dari pengisian. Tambah terharu saat melihat kalian
melantai tidur diluar, mengorbankan keselasaan tempat tidur kalian untuk
memuliakan tamu. Luar biasa menurutku. Pengorbanan yang lahir dari rasa cinta
pada agama Allah, semoga saja akan menjadi pengorbanan yang bernilai ibadah
disisiNya.
Adikku,
Aku bersyukur saat Allah memberi kita waktu untuk bersama. Menatap
wajahmu saja cukup meningkatkan iman didada. Jika boleh, inginku membeli lebih
banyak waktu.. Tahukah dikau, pertemuan ini direncanakan oleh Allah. Allah
memberiku peluang untuk lebih mengenalimu. Lebih mengetahui dirimu. Aku bahagia
untuk itu. Bahagia melihat ketangguhan dan tanggungjawabmu untuk memikul amanah
ini. Adikku, teruslah bertahan. Mendekatlah dan ceritakan semua yang ingin kamu
ceritakan padaku. Masalahmu. Kisah-kisah lamamu. Keluargamu. Semuanya. Aku ingin
mengetahuinya. Ingin lebih taaruf denganmu. Ingin mendengar kisahmu..adikku
terima kasih kerna sudah mahu makan didekatmu, tidur disampingku, solat
disebelahku. Aku menghargai setiap saat itu. Menghargai saat menatap wajah
polosmu tertidur pulas kerna keletihan mendengar materi yang mungkin agak berat
menurutmu. Biar hanya untuk beberapa ketika.
Hanya untuk 2 hari, ia sangat berharga. Kaulah adik-adikku.. yang insyaAllah
akan bersama-sama dalam bahtera yang menyelamatkan manusia dari badai jahiliyah
yang memekat dan mencengkam. Bahtera yang menuju kepada Allah.. ayuh kita
selamatkan seramai yang mungkin. Siapa saja yang kita kasihi fillah.. dan
berdoalah, semoga Allah menetapkan hati-hati kita dan membuat kita istiqamah di
jalan yang Allah redhai ini..
Pemilihan kalian adalah pilihan dari Allah. Kita tidak
pernah sempurna untuk memikul amanah ini. Tapi kita harus belajar untuk
melayakkan diri kita melaksanakannya. Kerna ia adalah bejana yang Allah
letakkan didada kita supaya disampaikan pada jiwa-jiwa lain diluar sana. Mereka
juga berpotensi untuk Islam. Pilihan ini bukan kebanggaan adikku.. tapi adalah
amanah yang akan Allah pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Tahukah dikau
adikku, mulai hari ini, hidup kita akan lebih serius. Ada jiwa yang memerlukan
belaian kita. sentuhan hati yang mengajak kepada hakikat ketuhanan. Jalan ini
payah adikku.. banyak duri didepan. Tapi aku berdoa semoga kita saling menguatkan.
Biar kami-kami pijakkan dulu durinya supaya jalananmu lebih lancar. Meski nantinya
akan tumbuh duri-duri baru dijalan ini, tapi semoga Allah akan menyiapkanmu
untuk menempuhnya juga nanti.
“Ya Allah, Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini… :-
(Sifat-sifat Hati)
berkumpul kerana mengasihiMu,
bertemu kerana mematuhi perintahMu,
bersatu memikul beban dakwahMu,
hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan
menyokong syariatMu;
(Didikan Hati)
maka eratkanlah ikatannya,
kekalkanlah kemesraan antara hati-hati ini,
tunjukkanlah kepada hati-hati ini jalannya yang sebenar;
(Bekalan Hati)
penuhkanlah hati-hati ini dengan cahaya RabbaniMu yang tidak
kunjung padam,
lapangkanlah hati-hati ini dengan limpahan iman,
dan keyakinan serta keindahan tawakkal kepadaMu;
(Amalan Hati)
suburkanlah hati-hati ini dengan pengetahuanMu yang hakiki,
jika Engkau takdirkan kami mati, maka matikanlah pemilik
hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agamaMu.
Engkaulah sebaik-baik sandaran dah sebaik-baik penolong.
Restuilah nabi kami, Nabi Muhammad S.A.W dan ahli keluarga
Baginda serta sahabat-sahabat Baginda seluruhnya.







0 ulasan:
Catat Ulasan