Adik-adikku yang dibanggakan…
Tahniah atas kejayaanmu meraih gelar sarjana hari ini..tidak
terasa cepatnya 3 tahun ini berlalu. Dari pertama kamu menjejakkan kaki ke bumi
Makassar dengan wajah polos dan perhatian yang terarah. Akhirnya pada hari ini,
kamu akan melangkah setingkat lagi dalam jenjang pendidikanmu untuk menyediakan
dirimu menjadi dokter umum yang akan mengabdi kepada masyarakat..
Kutuliskan warkah ini mewakili diriku yang tidak dapat menghadiri acara wisudamu. Padahal aku ingin
sekali melihat dirimu dalam pakaian “toga” dan jubah wisuda yang membanggakan
itu. Dapat kubayangkan perasaan ibu bapamu saat melihat dirimu yang dibaluti
jubah itu. Betapa bahagia dan bangganya mereka memiliki kamu. Jubah sederhana yang menjadi impian ramai
orang. Apalagi saat melihat kalian menyarungkan :”jas putih dokter” yang akan
kalian pikul bebanannya di atas pundak kalian. Tugas ini tidak mudah.. namun
kalian akan belajar banyak perkara darinya.
Adik-adikku yang akan merubah dunia masa depan..
Saat aku dulu sepertimu, baru disumpah dengan sumpah dokter,
banyak yang berlegar dipikiranku. Berbekal semangat yang berkobar-kobar aku
melangkah ke rumah sakit sebagai dokter muda yang tahan banting.. namun
menjalani setiap hari ke depan, ternyata energy yang kuhimpun belum cukup
tangguh untuk mengekalkan semangatku. Aku berharap, kalian bisa lebih baik dari
itu. Cari sumber cahaya yang bisa membekal benderang meski sepekat apa
kegelapan membaluti kalian. Kita bukan orang perkasa yang tidak akan rebah di
tengah jalan namun tetaplah bangkit saat kita rebah. Ambil jeda saat kita
lelah, namun jangan lama.. bangkit lagi dengan lebih perkasa dari sebelumnya. Saat
kau merasa lelah dan ingin menyerah, ingatlah wajah-wajah orang yang ingin kamu
perjuangkan. Ingatlah untuk apa kita berada disini kalau bukan pilihan Allah..
and Allah will always and always be at our side to help us.. to hear..jangan terlarut dengan suasana rumah sakit yang sangat bebas dan tanpa celah, sebaliknya jadilah agen perubah yang akan membina suasana yang lebih baik..
Adikku yang kusayangi fillah..
Aku bahagia saat melihat hubungan kalian yang akrab, yang
penuh kecintaan fillah. Wajah yang sarat mahabbah dan rahmah.. persahabatan ini
akan teruji saat kita melangkah kea lam latihan pekerjaan nanti. Ingin aku
berpesan padamu adikku, pertahankanlah rasa cinta itu kerana Allah.. ukhuwwah..
bukan bersahabat hanya kerna adat. Maksudnya disini, bersahabat yang
mengingatkan kita kepada Allah. Saling berbaik sangka dan saling memperingatkan
kepada kebenaran dan kesabaran. Saling menguatkan.. saling menguatkan.. itu
yang paling penting. Lingkaran cahaya ini, pertahankanlah.. dengan segala
kekuatan yang ada pada dirimu.. dan tebarkan gemerlapnya pada orang lain dan
orang baru yang kau ketemu. Merasa Izzah dengannya. Bangga memilikinya. Dan serve
the best.
Banyak hal yang kita hadapi dirumah sakit akan menumpulkan
deria kita, akan melumpuhkan rasa yang selama ini memagar, andai kita laluinya
dengan biasa, kita akan terperangkap dalam pusaran arus. Terjerat oleh
jerangkap samar yang selalu mengintip kelalaian kita. terbersik sekelumit
ketakutan untuk membenarkanmu menghadapi semua itu namun ku tahu, kau juga kan
berproses sepertimana diriku.. dan kita akan mencari kekuatan kita
masing-masing. Semoga Allah akan menjagamu di segenap penjuru dirimu dan memudahkan
setiap urusanmu..
Peluang yang ada ini, manfaatkanlah. Ambil sebanyak mungkin
yang kita boleh. Ini permulaan medan latihan tarbiyah kita. latihan
administrasi waktu, handle ikhtilat, mewujudkan suasana kerja yang harmonis..
nikmati prosesnya dan jalani dengan penuh positif. Pasien-pasien itu mereka
butuh perhatianmu. Latih diri untuk tidak melihat mereka sebagai objek uji
kajimu.. tapi lihatlah mereka sebagai saudara saudarimu tercinta yang tertuju
perhatianmu padanya. Melayani mereka dengan ikhlas dan terbaik. Sungguh, aku
juga masih belajar untuk itu..
Dan terakhir adikku,ayuh kita permantapkan ilmu yang pernah
kita pelajari.. semoga ia akan bermanfaat buat ummah.. masih kuingat pesan salah
seorang ahli bedah cardiothoracic, dr.Nuralim:
“ilmu itu 100% milik Tuhan, DIA meminjamkan kita 50%
darinya.. jika kita tidak belajar, tidak berusaha untuk mencari tahu, maka
Tuhan akan mengambilnya kembali dan ilmu kita akan terus menurun, saat itu, apa
ilmu yang masih ada cukup untuk kita menyelamatkan nyawa orang lain?”









0 ulasan:
Catat Ulasan