Kamu tiba-tiba muncul di ranah nyata
Tak percaya.. pasti ini hanya lestari cipta
Manifestasi rindu yang kian diam membeku
Ya.. merindu tapi tidak berharap untuk bertemu
Kerna pertemuan sepertinya sudah menjadi pajanan langka
Tidak tahu harus berkata apa
Bermula dari mana..
Bahkan untuk merasa.. semua tidak jelas..kelam abu-abu
Harus ada bahagia disitu.. tapi bahagia tetap terkunci
Kelu dalam bicara
Hanya ungkapan kebisuan yang melindungkan kalimah rahsia
Ia ternyata hanya sebatas mimpi
Aku tahu itu..
Tapi kenapa mimpi itu membekaskan garis airmata?
Atau sememangnya aku yang terlalu cepat menangis?
Mungkin kebersamaan ini yang mengundang rindu yang mekar
Rasa kehilangan beberapa element yang menyempurnakan jagat
raya
Seperti pelangi yang kehilangan beberapa warna
Kau adalah salah satu dari komponen itu pastinya…
Ini hanya mimpi yang panjang…
Aku tahu..
Kerna nyatanya, untuk berharap akan pertemuan semula,
Aku sama sekali tidak punya keberanian
Takut untuk seakan memaksa takdir dan menanti gerimis
ditengah kemarau
Mengharap bulan purnama disaat gerhana..
Mimpi ini menggangguku..benar..
Takut untuk memejamkan mata lagi
Angin masih terlalu dingin diluar
Namun mata tidak rela lagi memanja diri dalam lena
Hanya gelap yang menemani sepi menjadi saksi gelora ombak
dipersada jiwa
Sepertinya perlu kembali ke pangkuan sang danau
Mengadu kabar duka
biar ia tenggelam jauh ke dasarnya..
Ooh sang waktu, cepatlah berlalu!!
Berharap pagi cepatlah datang!!
~amni_shamrah~
05 September 2012
03.00 am.


0 ulasan:
Catat Ulasan