Aku mengenali seorang kakak yang menjadi pelangi hari-hariku
bagiku beberapa waktu ini. Ingin aku ceritakan kisahnya padamu.. Mahukah kamu
duduk sebentar dan membacanya??
Mengenali kak M lewat seorang teman, bukanlah hal yang luar
biasa mahupun pertama kali kuhadapi. Namun apa yang membuat kak M istimewa,
dari permulaannya seakan ada aura yang menarikku padanya. Mungkin banyak yang tidak
percaya. Ada kemiripan antara kak M dan kakak kandungku. Bukan dari tampilan,
bukan juga dari wajah mahupun sifat. Tapi mungkin dari rasa sayang mendalam seorang
kakak yang terlampias lewat peribadinya. Jika kakakku adalah anugerah yang
tidak terhingga, maka Kak M adalah keajaiban yang mewarnai kanvas
kehidupanku..Darinya, diri ini belajar mendewasa dalam lingkup kehidupan.
Memakir motor Honda Beat putih dibawah teduhan pohon cemara
di perkarangan Puskesmas Maradekaya. Itu satu-satunya teduhan yang bisa
menaungi transportasi dari bahang teriknya mentari siang nanti. Masuk ke dalam
PKM. Memeriksa jadual kegiatan harian melalui gadget hadiah dari ayah ummi yang
sangat bermanfaat. Hari ini kami akan turun ke lapangan untuk kegiatan
Puskesmas Keliling di daerah Maradekaya Induk Airway 1. Membuka catatan-catatan
kemarin tentang dosis obat dan penyakit-penyakit “common” yang biasa ditemukan
dilapangan seperti common cold, faringitis, infeksi saluran napas atas, batuk,
diare dan penyakit metabolisme seperti hipertensi dan diabetes mellitus.itulah
rutinitas yang diri jalani dalam dua minggu bertugas di PKM ini. Melirik jam.
10 menit menuju jam 8. Biasanya PKM ini mula beroperasi jam 8 pagi.
Sms kak M ah.. detik hati..
“assalamu’alaikum warahmatullah kakakku sayang lagi ngapain?”
“wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh adikku sayang.
Alhamdulillah kakak baru ajha selesai ngaji. Nih bau baca-baca lagi tafsirnya
sayang.. kalo adeknya kakak ini lagingapain?”
“ kakak gak masuk kerja hari ini?”
“yah kakak di PKM sudah.. Alhamdulillah kerna masih belum
begitu sibuk jadi masih sempat ngaji.. sengaja juga kakak datangnya agak cepat.
Jadinya sempat kasi selesai dulu surah Al-Saff nya..”
Subhanallah luar biasa sekali menurutku.
Diri yang selama ini sibuk dengan dunia ko-ass jarang-jarang
dapat peluang menitikberatkan bagian ibadah dirumahsakit. Apalagi saat stase
dirumahsakit luar. Padahal ada saja gadget yang bisa membantu mempermudahkan..
astagfirullahal adzim.
Pagi besoknya..
“assalamu’alaikum warahmatullah kakakku sayang lagi ngapain?”
“wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh adikku sayang.
Alhamdulillah baru selesai sholat dhuha nich..adeknya kakak udah dengar dzikir
nich pagi ini? Fuzah udah abis belajar dzikir apa lagi hari ini sayang?”
Subhanallah.
Setiap hari jadi madrasah ibadah meski sibuk tetap
menggelayut. Allah sedang mendidik diri supaya lebih istiqamah dalam beribadah
biar kesibukan apa yang menerpa. Ketimbang remaja hari ini, yang setiap hari
sibuk dengan urusan dunia, sibuk dengan artis, gossip tidak jelas, ghibah dan
hiburan melampau, kak M sepertinya tenggelam dalam dunia halwatul iman. Setiap hari
sibuk memikirkan ibadah apa lagi yang belum kukerja? Kebaikan apa lagi yang
belum kuperbuat?
Belajar dari kak M, tidak susah sebenarnya untuk keluar
sedikit lebih awal untuk kemudian singgah di mesjid pinggir jalan untuk
melaksanakan solat dhuha 2 rakaat, meskipun untuk sekadar membuka murratal
digital untuk menyimak ayat-ayat cinta dari langit. Ya, sangat sederhana
sebenarnya, Cuma butuh sedikit keazaman, usaha yang sederhana dan niat yang
diluruskan. Itu yang diri pelajari dari kak M. Alhasilnya kemanisan itu benar
membekas. Saat kita tahu, kita sedang berurus niaga dengan Allah. Sedang menginvestasikan
sedikit waktu yang kita punya dan sedikit kekuatan untuk menjana tenaga ATP yang
dipinjamkan buat bersyukur dan berhubung denganNya setiap hari. Disaat diri
berjuang setengah mati untuk istiqamah dengan ibadah sunat, Kak M justeru
memangkin jalan untuk terus meningkat dalam meratib anak tangga meraih cintaNya.
Dan beliau tidak pernah melepaskan tangan ini, meski diri masih bertatih,
belajar untuk menjadi insan taat dan istiqamah mengerjakan ibadah. Betapa baiknya
Allah telah memberiku kesempatan untuk mengenalinya dalam episode kehidupan
ini. Menjadi pembelajaran berharga buat diri.
Kak M bukan hanya memberi pelajaran akhirat buat diri,
beliau juga mendewasakan diri dalam bergaul dan bersilaturrahmi. Sejak pertama
mengenali kakak, di abegitu antusias untuk mengajak diri kerumahnya dan
memperkenalkan diri dengan orang tuanya. Pertama kali ke rumahnya sewaktu
beliau pulang untuk menguruskan kartu keluarga. Waktu itu diri disambut
layaknya keluarga sendiri. disediakan makanan yang enak-enak dari siang hingga
malam dan diperkenalkan ke keluarga dan tetangga lainnya. Termasuklah mertuanya
yang kebetulan singgah.
2minggu lalu, mama dan bapaknya kakak antusias untuk
menjemputku dikosan dan membawaku ke rumah. Kerna memang beberapa mingu
sebelumnya diri mahu berkunjung ke rumahnya untuk memberikan ole-ole yang
kubawa dari kampung untuk orang tuanya. Pertama, bingung juga apa yang bakalan
ku bahas dengan orang tuanya, tapi ujungnya tidak ada yang bisa merasa
canggung. Ayah dan ibu kakak sangat bersahabat dan baik hati. Ada saja yang
diceritakan. siangnya mengikuti mamanya dan tante-tantenya pergi jalan ke rumah
kenduri kawin hingga melamar. Sewaktu ditanya pasti ibu kakak menjawab singkat “adiknya
M”.. merasa keluarga sekali. Apa lagi saat berkongsi makanan dan pudding dengan
ibunya seperti saja ibuku, berjalan disaampingnya sambil dipegang tanganku
seperti anak perempuan kecilnya. Jadi rindu rumah.. tante-tantenya juga sangat bersahabat. Ada lagi
ponakan kecilnya yang lucu semua. Teman-teman baruku. Walid dan adik-adiknya. Jujur,
sebenarnya ini kali pertama pergi berjalan-jalan dengan keluarga besar. Dengan keluarga
besarku sendiri saja sangat jarang atau hampir tidak pernah. Tapi dengan
keluarga ini, merasa akrab meski baru pertama kali kenal.
Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. syukur padaMu Ya Allah..^_^v





Allohu Akbar...Allohu Akbar...Allohu Akbar...
Yaa Alloh... mohon ampunilah hamba...dan jauhkan lah hamba dari sikap ujub, aamiin...
Engkau-lah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengabulkan do'a-do'a...
Semoga kk benar2 bisa menjadi teladan yg baik utk Fuzah dan untuk saudari-saudara kk lainnya, aamiin
Mari kita bermuhasabah... semoga Alloh SWT berkenan menunjukkan jalan yg lurus untuk seluruh Ummat Muslim di muka bumi ini, agar bisa bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat... aamiin Yaa Alloh... Allohumma aamiin...