Skinpress Rss

Khamis, 27 September 2012

AKU KAGUM

1


Aku mengenali seorang kakak yang menjadi pelangi hari-hariku bagiku beberapa waktu ini. Ingin aku ceritakan kisahnya padamu.. Mahukah kamu duduk sebentar dan membacanya??
Mengenali kak M lewat seorang teman, bukanlah hal yang luar biasa mahupun pertama kali kuhadapi. Namun apa yang membuat kak M istimewa, dari permulaannya seakan ada aura yang menarikku padanya. Mungkin banyak yang tidak percaya. Ada kemiripan antara kak M dan kakak kandungku. Bukan dari tampilan, bukan juga dari wajah mahupun sifat. Tapi mungkin dari rasa sayang mendalam seorang kakak yang terlampias lewat peribadinya. Jika kakakku adalah anugerah yang tidak terhingga, maka Kak M adalah keajaiban yang mewarnai kanvas kehidupanku..Darinya, diri ini belajar mendewasa dalam lingkup kehidupan.

Memakir motor Honda Beat putih dibawah teduhan pohon cemara di perkarangan Puskesmas Maradekaya. Itu satu-satunya teduhan yang bisa menaungi transportasi dari bahang teriknya mentari siang nanti. Masuk ke dalam PKM. Memeriksa jadual kegiatan harian melalui gadget hadiah dari ayah ummi yang sangat bermanfaat. Hari ini kami akan turun ke lapangan untuk kegiatan Puskesmas Keliling di daerah Maradekaya Induk Airway 1. Membuka catatan-catatan kemarin tentang dosis obat dan penyakit-penyakit “common” yang biasa ditemukan dilapangan seperti common cold, faringitis, infeksi saluran napas atas, batuk, diare dan penyakit metabolisme seperti hipertensi dan diabetes mellitus.itulah rutinitas yang diri jalani dalam dua minggu bertugas di PKM ini. Melirik jam. 10 menit menuju jam 8. Biasanya PKM ini mula beroperasi jam 8 pagi.
Sms kak M ah.. detik hati..
“assalamu’alaikum warahmatullah kakakku sayang lagi ngapain?”
“wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh adikku sayang. Alhamdulillah kakak baru ajha selesai ngaji. Nih bau baca-baca lagi tafsirnya sayang.. kalo adeknya kakak ini lagingapain?”
“ kakak gak masuk kerja hari ini?”
“yah kakak di PKM sudah.. Alhamdulillah kerna masih belum begitu sibuk jadi masih sempat ngaji.. sengaja juga kakak datangnya agak cepat. Jadinya sempat kasi selesai dulu surah Al-Saff nya..”

Subhanallah luar biasa sekali menurutku.

Diri yang selama ini sibuk dengan dunia ko-ass jarang-jarang dapat peluang menitikberatkan bagian ibadah dirumahsakit. Apalagi saat stase dirumahsakit luar. Padahal ada saja gadget yang bisa membantu mempermudahkan.. astagfirullahal adzim.

Pagi besoknya..
“assalamu’alaikum warahmatullah kakakku sayang lagi ngapain?”
“wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh adikku sayang. Alhamdulillah baru selesai sholat dhuha nich..adeknya kakak udah dengar dzikir nich pagi ini? Fuzah udah abis belajar dzikir apa lagi hari ini sayang?”

Subhanallah.

Setiap hari jadi madrasah ibadah meski sibuk tetap menggelayut. Allah sedang mendidik diri supaya lebih istiqamah dalam beribadah biar kesibukan apa yang menerpa. Ketimbang remaja hari ini, yang setiap hari sibuk dengan urusan dunia, sibuk dengan artis, gossip tidak jelas, ghibah dan hiburan melampau, kak M sepertinya tenggelam dalam dunia halwatul iman. Setiap hari sibuk memikirkan ibadah apa lagi yang belum kukerja? Kebaikan apa lagi yang belum kuperbuat?

Belajar dari kak M, tidak susah sebenarnya untuk keluar sedikit lebih awal untuk kemudian singgah di mesjid pinggir jalan untuk melaksanakan solat dhuha 2 rakaat, meskipun untuk sekadar membuka murratal digital untuk menyimak ayat-ayat cinta dari langit. Ya, sangat sederhana sebenarnya, Cuma butuh sedikit keazaman, usaha yang sederhana dan niat yang diluruskan. Itu yang diri pelajari dari kak M. Alhasilnya kemanisan itu benar membekas. Saat kita tahu, kita sedang berurus niaga dengan Allah. Sedang menginvestasikan sedikit waktu yang kita punya dan sedikit kekuatan untuk menjana tenaga ATP yang dipinjamkan buat bersyukur dan berhubung denganNya setiap hari. Disaat diri berjuang setengah mati untuk istiqamah dengan ibadah sunat, Kak M justeru memangkin jalan untuk terus meningkat dalam meratib anak tangga meraih cintaNya. Dan beliau tidak pernah melepaskan tangan ini, meski diri masih bertatih, belajar untuk menjadi insan taat dan istiqamah mengerjakan ibadah. Betapa baiknya Allah telah memberiku kesempatan untuk mengenalinya dalam episode kehidupan ini. Menjadi pembelajaran berharga buat diri.

Kak M bukan hanya memberi pelajaran akhirat buat diri, beliau juga mendewasakan diri dalam bergaul dan bersilaturrahmi. Sejak pertama mengenali kakak, di abegitu antusias untuk mengajak diri kerumahnya dan memperkenalkan diri dengan orang tuanya. Pertama kali ke rumahnya sewaktu beliau pulang untuk menguruskan kartu keluarga. Waktu itu diri disambut layaknya keluarga sendiri. disediakan makanan yang enak-enak dari siang hingga malam dan diperkenalkan ke keluarga dan tetangga lainnya. Termasuklah mertuanya yang kebetulan singgah.

2minggu lalu, mama dan bapaknya kakak antusias untuk menjemputku dikosan dan membawaku ke rumah. Kerna memang beberapa mingu sebelumnya diri mahu berkunjung ke rumahnya untuk memberikan ole-ole yang kubawa dari kampung untuk orang tuanya. Pertama, bingung juga apa yang bakalan ku bahas dengan orang tuanya, tapi ujungnya tidak ada yang bisa merasa canggung. Ayah dan ibu kakak sangat bersahabat dan baik hati. Ada saja yang diceritakan. siangnya mengikuti mamanya dan tante-tantenya pergi jalan ke rumah kenduri kawin hingga melamar. Sewaktu ditanya pasti ibu kakak menjawab singkat “adiknya M”.. merasa keluarga sekali. Apa lagi saat berkongsi makanan dan pudding dengan ibunya seperti saja ibuku, berjalan disaampingnya sambil dipegang tanganku seperti anak perempuan kecilnya. Jadi rindu rumah..  tante-tantenya juga sangat bersahabat. Ada lagi ponakan kecilnya yang lucu semua. Teman-teman baruku. Walid dan adik-adiknya. Jujur, sebenarnya ini kali pertama pergi berjalan-jalan dengan keluarga besar. Dengan keluarga besarku sendiri saja sangat jarang atau hampir tidak pernah. Tapi dengan keluarga ini, merasa akrab meski baru pertama kali kenal.

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. syukur padaMu Ya Allah..^_^v

1 ulasan:

  • 8 November 2012 pada 3:20 PTG

    Allohu Akbar...Allohu Akbar...Allohu Akbar...
    Yaa Alloh... mohon ampunilah hamba...dan jauhkan lah hamba dari sikap ujub, aamiin...
    Engkau-lah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengabulkan do'a-do'a...
    Semoga kk benar2 bisa menjadi teladan yg baik utk Fuzah dan untuk saudari-saudara kk lainnya, aamiin
    Mari kita bermuhasabah... semoga Alloh SWT berkenan menunjukkan jalan yg lurus untuk seluruh Ummat Muslim di muka bumi ini, agar bisa bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat... aamiin Yaa Alloh... Allohumma aamiin...

Catat Ulasan