Hari ini digelar acara Resepsi Pernikahan teman KKN ku Ulfah Chaerani Saputri, UuL
dan pasangan hidup matinya Kak Ari. Pernikahan kedua antara teman posko kami. Mengurangkan
status bujang dalam keluarga kecil ini. UuL dan Kak Ari memang pasangan yang
terkenal sangat seru dan sporting. Dari zaman KKN, Kak Ari yang sering
bertandang ke posko menjadi mangsa tumpangan anak-anak untuk pulang ke
Makassar. Kadang hanya untuk datang berhujung minggu bersama-sama sambil
menikmati makanan yang dimasakkan oleh UUl diposko. Biasa juga jika nebeng
(tumpang) Kak Ari pulang ke Makassar, ada saja bahan bahasan yang dibawa. Kak
Ari yang kebetulan juga sudah terjun ke dunia ko-ass membuat perbualan senang
ajha nyambungnya..Pokoknya apa saja aktivitas yang anak KKN kami lakukan, tidak
canggung jika ada Kak Ari bersama. Kerna usahanya untuk tetap berbaur dengan
teman-temannya UuL..
Balik ke kisah acara resepsi UuL hari ini, dari keluarga
Tolbar hanya ada kami berlima yang hadir. Diri, Winda, Kiki, Wawan dan Irfan. Disana
ada juga Ayong yang sudah siap berperan sebagai pagar ayunya. Hanya kami
berenam. Tidak ada Iyan yang sudah tugas diluar kota. Ochy juga. Fitrah yang
lagi sibuk-sibuknya dengan PKPL di Bandung. Kak Annie yang sudah hilang kabar
semenjak pindah ke Kalimantan mengikuti suami. Amel yang sedang pusing sebagai
chief Obgyn WS, Adit yang tiba-tiba kedatangan tamu di rumah, Rahma yang
terpaksa menghadiri acara resepsi nikahan temannya yang lain. sempat winda berkata "aisshh.. kita-kita lagi..makin kurang anak Tolbar.. jangan nanti kalo saya nikah, cuman 1 orangji yang datang, TIDAK TERIMAKA!!" ya, tersimpan sedikit kecewa.
Kalau setahun yang lalu, masih sibuk-sibuknya setiap bulan
ada saja pertemuan yang dirancang. Biar bagaimana sibuknya pasti ada saja
alasan untuk bertemua. Ada saja ruang. Tapi itu seakan sebuah kisah lama sejak
sebagian dari keluarga ini mengepakkan sayap bertebar diluasnya cekerawala..dan
mungkin juga suatu hari nanti ia hanya akan menjadi lagenda yang entah masih
diingat kisah penuhnya. Masih mengira-ngira perjanjian anak-anak untuk
berkumpul lagi 10 tahun akan datang.. baru dua tahun berlalu seperti lama
sungguh.. mungkin begini saja pengakhirannya. Untuk apa lagi kembali 10 tahun
ke depannya? Mungkin hanya untuk membuka kembali peti kenangan yang pernah
tercipta.
Mungkin ini benar-benar PERSAHABATAN BUTUH PENGERTIAN.
“semoga keluarga yang terbina dikurniai mawadah, sakinah wa
rahmah..allohumma amin”











0 ulasan:
Catat Ulasan