“Teman-teman datang nah ke acara nikahanku Selasa, 11
September 2012 pukul 12.30 di Tongkonan Pangloko Mangangape Randan Batu,
Toraja. Maaf undangannya lewat SMS soalnya tidak ada waktuku lagi ke Makassar
untuk kasi undangan.. Ochy & Dion”
Sms dari Ochy sore Senin itu sangat mengejutkan jagat raya.
Memang kami maklum jika Ochy sudah ada pacarnya sejak zaman KKN. Juga kami
maklum jika 2 bulan lalu, baru lamaran di Toraja. Tapi majlis nikahan yang
mendadak ini benar-benar tidak mengizin kami untuk menghadirkan diri. Untuk
mengambil bis ke Tator malam ini tidak menjamin akan sempat untuk menghadiri
acaranya besok siang.
Apalagi dinas besok. Tetap meletakkan kami disituasi serba
salah. Dulu sewaktu acara wisudanya Ochy juga tiada satu pun dari kami yang
hadir. Padahal Ochy dalam setiap acara juga sangat menghargai teman-teman. Biar
acara apapun pasti dia akan berusaha untuk menghadirkan diri. Kecuali dia
benar-benar berhalangan.
Berbeda dari kami, Ochy adalah satu-satunya perempuan yang
beragama Kristian di posko kami. Dia taat dalam beragama namun itu tidak pernah
memberi senggang dalam pertemanan kami. Meski terpaksa mengambil lebih banyak
waktu untuk mencoba untuk memahami perbedaan itu, tetap saja Ochy orang yang
enak di temani. Teman cerita yang baik, pendengar yang setia dan gaul
orangnya.. darinya aku banyak belajar untuk menjadi seorang yang lebih baik.
Belajar untuk menghormati agama lain dan menanggapi suatu hal dengan lebih
rasional.
KKN yang memecah tembok perbedaan dan membina jambatan
toleransi itulah…
“Apapun semoga Ochy & Dion Bahagia.. wishing you guys
the best marriage..”



0 ulasan:
Catat Ulasan