Kalasi= menipu atau melakukan hal yang diamanahkan dengan tidak jujur.
Minggu 5 di bagian Pediatric (Anak). Diri dan teman-teman satu minggu ditemukan kembali di Rumah Sakit Labuang Baji untuk menjalani tugas Luar Negeri kami. Tapi sangat memilukan saat teman-teman minggu tidaklah supportive sepertimana yang diharapkan. Banyak sekali yang KALASI!!
Entah sejak kapan. Kalasi mulai membudaya ke dalam dunia koas. Mereka tidak datang jaga (onall) pada jadual yang ditetapkan, malah tidak juga datang saat jam kerja. Jika dicari dokter, meminta teman-teman lain menelefon dan baru bergegas untuk datang. Satu hal yang sangat tidak bertanggungjawab dan membahayakan nyawa orang lain. Bayangkan nasib anak-anak tak berdosa yang memerlukkan bantuan kita dengan penuh harap, dalam masa yang sama kita telah mengkhianati mereka. Sudahlah tidak ada dokter residen yang ditugaskan di Rumah Sakit tersebut. Hanya bergantung pada kudrat 4 orang supervisor (dokter spesialis/pakar) yang bergilir-gilir oncall. Ya, oncall berarti tidak standby ditempat. Bagaimana jika sang pesakit datang dengan keadaan yang gawat? Kejang, status konvulsif, syok? Tidak ada sama sekali tenaga medis yang kompeten yang standby dibangsal kecuali dokter-dokter muda yang telah disumpah untuk berkhidmat pada mereka yang tak berdaya ini.
Ada yang bilang,
“janmoko terlalu sok rajin, nanti diinjak kau itu (jangan terlalu rajin, nanti dipergunakan)”.
Ada lagi yang bilang
“ededeh, pusingka sama supervisor yang begitu,geje (gak jelas).. jangan pade dikerjakan (bingung dengan arahan dokter spesialis/pakar, jangan saja dikerjakan)”.
Yang lain bilang
“jangan terlalu polos (lurus) jadi koas, kalasi(tidak jujur) sedikit..nikmati jaman-jaman koasmu”.. “ndeeh cari mukami sedeng.. mw nasayang madam (berpura-pura rajin untuk menarik perhatian dokter spesialis/pakar)”..
A’udzubillahi minal syaithonirrajim… semua itu bisikan syaitan yang membisikkan kejahatan ke dalam hati manusia. Dan syaitan itu boleh jadi dari diri sendiri mahupun dari orang lain.
AMANAH. Barang langka yang mahal harganya dewasa ini. Kebanyakan orang hanya mementingkan kerehatan sendiri. Bersenang-senang untuk kepuasan sendiri. Tidak peduli yang namanya berkerjasama dengan rakan sejawat untuk kepentingan dan kesehatan orang lain. Tidak peduli lagi yang namanya belas kasihan, perikemanusiaan. Bukan permasalahan pura-pura rajin. Bukan masalah mencari muka. Tapi inti kepada permasalahan itu adalah bagaimana kita melaksanakan amanah yang diberikan. Bagaimana kita menghulurkan tangan pada orang yang memerlukan. Dunia koas bukan hanya dunia teori yang buta-buta ingin buru ranking (membaa terus), bukan dunia anak-anak yang hanya mempraktikkan skill pada manakin-manakin yang tidak bernyawa.. tapi jauh lebih dari itu…
Disini diri banyak belajar tentang protap penanganan kejang, terutama kejang demam yang banyak dialami oleh anak-anak yang dirujuk ke sini, diare (diarrhea), demam berdarah dengue (DBD/DHF), demam Thyphoid dan sebagainya. Memandangkan diri yang sebelumnya tugas Luar Negeri di RS Fatimah yang mentong hanya mengurusi bayi-bayi baru lahir, di Labuang baji ini diri harus lebih aktif progresif mengejar ketertinggalan ilmu yang telah diperoleh teman sejawat yang bertugas di luar daerah seperti di RS Syeikh Yusuf, Gowa, Maros, Faisal dan Ibnu Sina.
Dalam kesempitan dan tekanan yang menggunung itu, Alhamdulillah, dikurniai teman sejawat yang mahu untuk memikul tanggungjawab ini bersama-sama. Saling bahu membahu untuk membantu yang tidak upaya sekaligus mempertajam ilmu pengetahuan dan menguasai protap-protap pengobatan dan penanganan penyakit.

0 ulasan:
Catat Ulasan