Skinpress Rss

Ahad, 8 Januari 2012

JUNIOR OUTBOUND

0


Alhamdulillah sudah menyelesaikan ujian akhir bagian anak (pediatric). Hari ini mulai libur. Berkesempatan untuk mengikuti aktiviti Explorace Junior Outbound. Program ini dirancang oleh adik-adik junior 2009 dan 2010 dengan Faizah sebagai pengarah program dirancang untuk adik-adik junior angkatan baru 2011. Kerna cuaca langit Makassar yang tidak menentu, menyebabkan outbound itu dilaksanakan di sekitaran kampus merah saja. Padahal rencananya mahu mereka bawa adik-adik mereka ke pantai atau ke tempat yang lebih jauh. Jika beberapa tahun sebelumnya, kami yang harus turun tangan sendiri untuk menjalankan kegiatan ini, namun untuk tahun-tahun belakangan, Alhamdulillah sudah ada generasi penerus yang memberikan corak yang lebih indah untuk sama-sama bekerja.

Tapi bukanlah berarti adanya generasi muda membuatkan kita bisa istirehat. Tiada alasan untuk berhenti dalam melakukan kerja-kerja menyeru manusia kepada amal soleh dan kbajikan. Pernah membacakisah ubun-ubun putih dirambut Rasulullah SAW. Abu Bakar pernah bertanya kepada Rasulullah SAW “Wahai Rasulullah, sungguh rambutmu telah ditumbuhi uban. “ Rasulullah menjawab “Surah Hud dan saudara-saudaranya yang telah menyebabkan aku beruban” [HR Tarmizi]helai-helai rambut putih yang muncul di antara rambut hitam Rasulullah menandakan beban fikiran Rasulullah yang banyak terkuras untuk urusan keimanan.

Uban kerap diidentikkan dengan usia lanjut. Usia lanjut yang menandakan seorang itu sudah tidak bisa lagi berperan sperti mereka yang masih muda usia. Fisik yang menua lalu dianggap tidak mampu lagi memainkan fungsinya seperti mereka yang masih muda dan segar. Tidak sahabatku, lihatlah prestasi besar para tokoh lanjut usia yang penuh uban di kepalanya dalam lembar-lembar sejarahkita. Lihatlah bagaimana Abu Ayyub Al-Ansari, laki-laki penuh uban dirambutnya dalam usia 80 tahun tetap terlibat dalam ekspansi dakwah islam ke pelbagai wilayah. Saat jatuh sakit menjelang wafat, di antara pasukan muslimin yang tengah dalam perjalanan perang, ia dengan sepenuh keyakinan mengatakan “Jika aku mati, maka bawalah jenazahku. Jika kalian bertemu musuh, kuburkanlah jasadku disana. Aku ingin jasadku dikubur ditengah medan pertempuran atau yang dekat dengannya. Sehingga rohku bergerak di atas medan tempur” lihatlah betapa semangat orang tua masih standing semangat orang muda dalam urusan keimanan.. maka, janganlah kita berfikir untuk berhenti dari jalan ini sebaliknya tetaplah bertahan.

Kafilah ini seperti kereta api. Sewaktu kita menaikinya, ia sudah terisi dengan generasi senior dan orang-orang yang terlebih dahulu mengenal jalan ini. semakin bergerak ke hadapan, aka nada lebih ramai penumpang yang akan menaikinya di stasiun-stasiun selanjutnya. Orang yang lebih baru, lebih muda, bertenaga. Tapi tidak kurang juga orang yang akan turun di perhentian-perhentian yang belum sampai ke destinasinya. Entah itu kerna kematian yang menjemput, atau kerna tidak sanggup lagi untuk berada dalam kereta api yang lambat dan bersesak-sesak ini, atau juga terpesona dengan tawaran dunia yang menggiurkan. Tapi berdoalah… berdoa semoga Allah memberikan kita ketetapan, kesabaran untuk terus bersama dengan kafilah menuju kepada Allah..amin.. amin Ya Rabb..

0 ulasan:

Catat Ulasan