Skinpress Rss

Jumaat, 13 Januari 2012

Dr. NICE AND HAPPENING

0


Melewati bagian anak (pediatric) salah satu hal yang paling berkesan terhadap diri adalah berkenalan dengan salah seorang dokter residen anak yang sangat baik hati lagi tidak sombong. Meski banyak dokter anak yang tak kalah baiknya, namun Dr. Ery punya tarikan tersendiri. Wanita berusia 35 tahun ini sudah merangkap Dokter Madia (semester pertengahan) dalam pendidikan spesialisasi anak (pakar).

Pertama mengenali wanita ini, diri biasa-biasa saja. Tapi semakin menjalani hari, yang menarik dari Dr.Ery, beliau sangat cepat menghafal nama koas. Hal yang jarang dilakukan bagi dokter-dokter residen. Biasanya dokter lebih cepat memanggil “adik koas”!! hm.. dan begitu begitu. Biasanya dokter residen yang menghafal nama coassnya adalah dokter ruangan (dokter yang menjaga ward yang sama) atau dokter pembimbing (setiap koass akan diberikan pembimbing disetiap bagian bertujuan memberikan tunjuk ajar dan diskusi dari semasa ke semasa untuk mempertingkatkan ilmu dalam bagian tersebut). Tak kurang juga dokter yang banyak kali bertugas (oncall) bersama dengan coass dan dokter yang bertugas di distreet (LuaR Negeri) memandangkan coass yang bertugas di suatu rumah sakit daerah paling ramai Cuma 2 orang di satu rumah sakit.

Di antara teman mingguku, diri dan Anki adalah yang paling akrab dengan Dr.Ery. Uniknya Dr.Ery, beliau bukan sekadar mengingat nama, bahkan beliau juga senang menghulurkan bantuannya untuk coass. Baik dalam bentuk ilmu (sering diskusi), meminjamkan buku-buku, memberikan bantuan dalam bentuk apapun. Beliau yang menawarkan. Bukan menunggu hingga diminta. Diri masih ingat, antara hal yang menambahkan keakraban diri dengan Dr.Ery adalah sewaktu diri sedang tugas LN di Rumah Sakit Fatimah, waktu itu Dr.Ery jaga (oncall) disitu. Diri yang sibuk mengurus bayi-bayi kasian memang masih belum makan malam. Jam sudah menunjukkan angka 10. Makanan tadi sudah dibeli dari warung depan rumah sakit. Dr.Ery sudah tertidur dimeja perawatan. “Eh doc, tidurki dikamar..nanti saya bangunin kalo ada pasbar (pasien baru)”.. dengan muka bantal (mamai), Dr.Ery berkata “Fuza, ayomi makan, laparka.. dari tadi sa tunggui”.. Ya Allah, ternyata Dr.Ery menunggu diri untuk sama-sama menikmati makan malam kami yang sederhana itu. Terharu sekali. “Ayomi doc”.. menikmati makan malam sambil bercerita, banyak pelajaran yang bisa dari ambil daripadanya. Easy-going orangnya dan mudah diajak bicara.

Malam itu malam terakhirku di Fatimah. Agak tenang. Sudah stabil bayi-bayi yang ada hingga memberikan diri ruang untuk beristirehat. Istirehat pertama dalam minggu ini. “Tidurki Fuza, tidak ada pasien yang gawat tuh.. yuk, samaka tidur” wah, tidur sama dokter dalam kamar residen. Sungguh terlalu!! Besoknya Dr.Ery menawarkan untuk menghantar bagasi (beg besar) pulang ke rusun memandangkan diri memang mengenderai motor ke sana. Kata Dr.Ery, biar lebih nyaman untuk pulang.

Sepanjang mengharungi minggu-minggu atas di WS, menjelang ujian akhir bagian anak, Dr.Ery yang banyak membantu kami untuk memahami pelajaran di anak. Dimana kami berada, disitu ada Dr.Ery meski bukan tempat tugasnya. Waktu kami di subdivisi Hematologi, diruang itulah Dr.Ery nongkrong (duduk-duduk) bersama kami saat luangnya. Kadang hingga malam beliau menemani kami hingga selesai tugas. Waktu kami di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sewaktu subdivisi Perinatology, beliau juga ke sana diwaktu luangnya untuk duduk-duduk bersama kami meski jarak antara NICU dan bangsal (ward) anak, letaknya lumayan jauh.
Beliau lebih menciptakan suasana “teman-teman” dengan coass berbanding “Dr.Residen-Coass”. Adakalanya beliau memberi kami peluang untuk memberikan ilmu meski sebenarnya beliau lebih pintar, lebih tahu, lebih pengalaman dari kami. Tapi beliau berespon seakan itu hal yang baru dan sangat dihargainya hingga kami jadi percaya diri untuk saling berbagi. Begitu juga halnya, beliau sering meminta kami memberikan komentar dan membantunya menyelesaikan tugasan. Menasehatinya saat beliau salah dan banyak hal lagi. Setiap kami memberikan komentar, pasti beliau akan sangat menghargai dan memberikan suntikan semangat yang lebih pula.

Sewaktu Dr.Ery selesai pembacaan tugas, beliau sempat mengajak diri untuk keluar bersama. Makan-makan. Jalan-jalan. Setelah selesai dari Bagian Anak nanti. Rencana itu terlaksana sewaktu jaga terakhirku di Bagian Anak. Hari minggu waktu itu. Diri jaga (oncall) pagi. Selesainya jam 2. Padahal sebelumnya janji jam 10. Tapi terpaksa diundur. Dr.Eri sudah menunggu diluar sewaktu diri selesai dari jaga. Bersama Zalfa (anak kecilnya) kami pergi makan dan jalan di Mtos. Salah satu mall yang agak tidak jauh dari sini. Meski itu sebenarnya hal yang biasa, namun menjadi luar biasa saat yang mengundang itu adalah dokter residen@ atasan kita. Sebelum pulang, Dr.Ery siap memberikan diri ole2 dari tempat asalnya Gorontalo (Sulawesi Tengah) berupa kue khas Pia, dan kain ela untuk dijadikan baju. Subhanallah. Luar biasa kebaikannya.

Kata orang, dokter itu berkasta-kasta. Tidak ada dokter yang mau berjalan seiring dengan dokter yang lebih dibawahnya. Tapi Dr.ery membuktikan bahawa pernyataan itu tak selalunya benar. Ada dokter gaul(bergaul dengan anak-anak coass)tanpa menghiraukan statusnya. Efeknya biar apa yang mau diminta tolong sama Dr.Ery, kami akan lakukan dengan rela hati dan sebaik mungkin. Tidak seperti sesetengah dokter yang kadang cara menyuruhnya saja sudah membuat orang jengkel(tidak enak). Semoga lebih banyak lagi ada “Dr.Ery” didunia ini yang akan menukarkan persekitaran kerja di rumah sakit menjadi lebih harmonis dan menyamankan.

Dr.Ery, kadang sebagai pembimbing, kadang sebagai dokter, kadang sebagai ibu, kadang sebagai kakak, kadang sebagai teman.

Rabu, 11 Januari 2012

TRANS STUDIO MAKASSAR

0




Memenuhi ajakan junior angkatan baru untuk berkunjung ke Trans Studio Makassar. Sebenarnya, sejak pembukaan Trans Studio ini, diri sudah pernah 1x ke sana bersama teman jalan, Tasya,Ainul, Ezzah, Fazlina dan Mariam waktu tahun 3 dulu. Jika ke sana semata-mata untuk berseronok (bersenang-senang), pasti diri tidak akan menjejakkan kaki lagi ke sana. Namun oleh kerana ajakan adik-adik yang kelihatannya amat berharap, terpaksa diri penuhi. Sebenarnya untuk lebih dekat dengan mereka. Lagipula mereka sudah mengira-ngira waktu liburku supaya bisa jalan bersama. Kasihan..

Trans Studio Resort Makassar adalah kawasan wisata terpadu di Makassar, Indonesia. Trans Studio dibangun seluas 12,7 hektare dengan investasi mencapai Rp 1 triliun. Proyek ini diresmikan pada 9 September 2009 oleh Bapak Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Ia dibangun di area seluas 24 hektar dan akan menjadi area resor terluas dan terlengkap di Indonesia Timur. Trans Studio Theme Park Makassar adalah taman hiburan indoor terbesar ke-2 di Indonesia setelah Trans Studio Theme Park Bandung. Di atas lahan seluas 2.7 Hektar, Trans Studio Theme Park menyajikan 21 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 4 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik.

Trans Studio Makassar adalah taman hiburan indoor terbesar ke-2 di Indonesia setelah Trans Studio Bandung. Di atas lahan seluas 2.7 Hektar, Trans Studio Theme Park menyajikan 21 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 4 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik. Para pengunjung dapat merasakan bagaimana menjadi seorang bintang di depan kamera serta menjadi orang – orang di belakang layar dari tayangan – tayangan favorit Trans TV dan Trans7, seperti Dunia Lain, Jelajah, X-travaganza.

Antara Permainan yang disediakan disini adalah:

Magic Corner
* Dunia Lain
* Magic Thunder Coaster
* Dragon's Tower
* Putar Petir

Kids Studio
* Ayun Ombak
* Kids Studio
* Karosel
* Angin Beliung
* Kano Kali
* Mini Boom Boom Car
* Balloon House

The Lost City
* Safari Track
* Jelajah
* Si Bolang
* Rimba Express
* Sepeda Terbang

Studio Central
* Bioskop 4D
* Hollywood Bumper Car
* Grand Esia Studio View
* Studio Tour
* Trans City Theater

Di dalam Trans Studio Theme Park terdapat tempat-tempat makanan dan minuman seperti:
* The Coffee Bean & Tea Leaf
* Baskin-Robbin
* Studio Bento
* Studio Mie
* Studio Fried Chicken
* Snack and Sweet

Tiket dan Studio Pass
Tiket Masuk

Harga tiket masuk Trans Studio Theme Park adalah:
Hari Harga
Senin s/d Jumat Rp. 100,000
Sabtu - Minggu / Hari libur Rp. 150,000

Keterangan: Setiap pengunjung wajib menggunakan Studio Pass untuk masuk dan bertransaksi di dalam theme park. Harga Studio Pass adalah Rp. 10,000, yang berlaku seumur hidup
Studio Pass
Kartu Prepaid Studio Pass adalah Kartu Prepaid yang khusus diterbitkan oleh Bank Mega untuk dipergunakan di Theme Park Trans Studio Makassar.
Kartu Prepaid Studio Pass ini harus di isi dengan sejumlah Nominal tertentu sebelum bisa dipergunakan transaksi. Seluruh transaksi di Area Theme Park Trans Studio Makassar menggunakan kartu ini sebagai alat bayar.
Selain dipergunakan di Theme Park Trans Studio Makassar, Kartu prepaid ini juga bisa digunakan di merchant-merchant lain yang bekerja sama dengan Bank Mega.

Ahad, 8 Januari 2012

JUNIOR OUTBOUND

0


Alhamdulillah sudah menyelesaikan ujian akhir bagian anak (pediatric). Hari ini mulai libur. Berkesempatan untuk mengikuti aktiviti Explorace Junior Outbound. Program ini dirancang oleh adik-adik junior 2009 dan 2010 dengan Faizah sebagai pengarah program dirancang untuk adik-adik junior angkatan baru 2011. Kerna cuaca langit Makassar yang tidak menentu, menyebabkan outbound itu dilaksanakan di sekitaran kampus merah saja. Padahal rencananya mahu mereka bawa adik-adik mereka ke pantai atau ke tempat yang lebih jauh. Jika beberapa tahun sebelumnya, kami yang harus turun tangan sendiri untuk menjalankan kegiatan ini, namun untuk tahun-tahun belakangan, Alhamdulillah sudah ada generasi penerus yang memberikan corak yang lebih indah untuk sama-sama bekerja.

Tapi bukanlah berarti adanya generasi muda membuatkan kita bisa istirehat. Tiada alasan untuk berhenti dalam melakukan kerja-kerja menyeru manusia kepada amal soleh dan kbajikan. Pernah membacakisah ubun-ubun putih dirambut Rasulullah SAW. Abu Bakar pernah bertanya kepada Rasulullah SAW “Wahai Rasulullah, sungguh rambutmu telah ditumbuhi uban. “ Rasulullah menjawab “Surah Hud dan saudara-saudaranya yang telah menyebabkan aku beruban” [HR Tarmizi]helai-helai rambut putih yang muncul di antara rambut hitam Rasulullah menandakan beban fikiran Rasulullah yang banyak terkuras untuk urusan keimanan.

Uban kerap diidentikkan dengan usia lanjut. Usia lanjut yang menandakan seorang itu sudah tidak bisa lagi berperan sperti mereka yang masih muda usia. Fisik yang menua lalu dianggap tidak mampu lagi memainkan fungsinya seperti mereka yang masih muda dan segar. Tidak sahabatku, lihatlah prestasi besar para tokoh lanjut usia yang penuh uban di kepalanya dalam lembar-lembar sejarahkita. Lihatlah bagaimana Abu Ayyub Al-Ansari, laki-laki penuh uban dirambutnya dalam usia 80 tahun tetap terlibat dalam ekspansi dakwah islam ke pelbagai wilayah. Saat jatuh sakit menjelang wafat, di antara pasukan muslimin yang tengah dalam perjalanan perang, ia dengan sepenuh keyakinan mengatakan “Jika aku mati, maka bawalah jenazahku. Jika kalian bertemu musuh, kuburkanlah jasadku disana. Aku ingin jasadku dikubur ditengah medan pertempuran atau yang dekat dengannya. Sehingga rohku bergerak di atas medan tempur” lihatlah betapa semangat orang tua masih standing semangat orang muda dalam urusan keimanan.. maka, janganlah kita berfikir untuk berhenti dari jalan ini sebaliknya tetaplah bertahan.

Kafilah ini seperti kereta api. Sewaktu kita menaikinya, ia sudah terisi dengan generasi senior dan orang-orang yang terlebih dahulu mengenal jalan ini. semakin bergerak ke hadapan, aka nada lebih ramai penumpang yang akan menaikinya di stasiun-stasiun selanjutnya. Orang yang lebih baru, lebih muda, bertenaga. Tapi tidak kurang juga orang yang akan turun di perhentian-perhentian yang belum sampai ke destinasinya. Entah itu kerna kematian yang menjemput, atau kerna tidak sanggup lagi untuk berada dalam kereta api yang lambat dan bersesak-sesak ini, atau juga terpesona dengan tawaran dunia yang menggiurkan. Tapi berdoalah… berdoa semoga Allah memberikan kita ketetapan, kesabaran untuk terus bersama dengan kafilah menuju kepada Allah..amin.. amin Ya Rabb..

Jumaat, 6 Januari 2012

PEDIATRIC POSTING

0


Sudah terlalu banyak rasanya mencoret catatan sepanjang berada di Posting Pediatric (Anak). Dari rasa gembira, sedih, sebal (bête) hingga rasa kasihan dan sebagainya. 10 minggu yang memberikan pelbagai citra dalam kehidupan. Suka dan duka dalam menjalani dunia koas. Berapa kali semangat itu naik dan turun. Kemarin semagat, hari ini tidak. Besok semangat lusa tidak lagi. Wajar saja. Namun tiap kali semangat itu turun, Tuhan telah bermurah hati untuk menurunkan pertolongannya lewat sahabat-sahabat dan lewat persekitaran. Hingga berapa kalipun tubuh ini rebah, cepat-cepat akan bangkit kembali.

10 minggu di anak. Boleh terhitung sebagai 10 minggu tersibuk ditingkat ini. meski begitu, masih bisa mencari celah disamping kesempitan untuk berusrah, bersosial dan sebagainya. Kerna jiwa tetap butuh keseimbangan. Rohani meronta untuk dipenuhi.


Teringat saat pertama ingin follow up pesakit anak. Sebanyak 5 bagian yang telah diri lewati, semua pesakitnya terdiri dari orang dewasa. Jadi agak berdebar (dumba) juga saat pertama kali mahu follow up. Kaki mnjejak ke bangsal (wad) anak. Menghampiri tempat tidur (katil) mereka. Tatapan si kecil penuh curiga. Mempersiapkan energi untuk mulai menangis. Mata berkaca. “sudah” detik hati. Mudah sekali membaca pesan permusuhan dari mata kecil bundar tersebut. Diri cepat-cepat menyapa dengan wajah termanis “sayang, belum tidur yach? Eh liat tuh, teddy nya, lucu sekali”.. berbasa basi sambil mencuit teddy bear disampingnya. Kelip-kelip. Mata kecil itu hairan barangkali. “siapa namanya teddy ta’?” mulai membuka perbualan “antri” jawab suara mungil yang mulai reda stressnya. “nama kakak, kk Fuza.. siapa namata?” masih memancing. “Indah Riska” jawab si comel yang agak pucat tersebut. “bisa kakak periksa Riska? Gak sakit kok.. cuman pake ini dan ini (sambil menunjukkan alat tensi dan thermometer monyet yang lucu)” wajah Riska masih ragu. Mamanya tiba-tiba mencelah “periksa ajha doc.. gak apa-apaji itu..” ibu pasien sepertinya agak memaksa. Diri coba memujuk lagi “bisa tidak sayang? Diperiksa disini ama disini ajha (sambil menunjukkan ke lengannya dan ketiaknya)” lama. Berberapa detik, Riska menganggukkan kepala sambil menyerahkan tangannya untuk diperiksa tensinya (blood pressure). Alhamdulillah, Allah mempermudahkan jalanku. Kali kedua diri datang ke tempat Riska untuk memeriksa, Riska sudah tersenyum dan dengan rela menyerahkan tangan kecilnya untuk diperiksa.

Benarlah untuk meraih kepercayaan dari anak-anak ternyata lebih payah dari orang dewasa. Bagi mereka, orang berkot(jas) putih itu jahat, kerana menyuntik mereka, memberikan pengalaman rasa sakit pada mereka. Jadi minda kecil mereka akan mulai membenci dan ketakutan saat melihat jas putih. Untuk menembus masuk ke dunia mereka amat payah. Namun jika kunci yang kita gunakan tepat dengan anak-anak, maka mereka akan korperatif dengan kita. Itu petua yang Nabilah ajarkan pada diri. Bagaimana menemukan kunci keberhasilan tersebut berbalik pada kreativitas dan kebijaksanaan kita sendiri. Diatas adalah salah satu dari beribu pengalaman yang diri alami sepanjang di bagian Anak. Semoga ilmu, skill dan pengalaman yang telah diri rasai sepanjang 10 minggu ini akan mempersiapkan diri untuk melangkah ke depan.

Khamis, 5 Januari 2012

SAAT KAU PERGI

2


5 Januari 2011. Hujan rintik-rintik diluar. Mentari masih segan menampakkan diri. Bersembunyi disebalik awan pekat. Menyembunyikan juga harapan yang cerah untuk menjalani hari. Semenjak belakangan ini, langit Makassar sering sekali menangis. Menumpahkan tetes-tetes bening yang menghangatkan perasaan. Seperti saja hati yang acap kali gundah. Menyelak bait-bait kalimat dalam Galaksi Cinta Kinanti. Kini seakan bisa memahami. Iya.. rasa itu begitu hidup saat dihadapkan dengan perpisahan yang nyata. Saat perpisahan tak lagi jadi barang mainan yang biasa dipersendakan. Perpisahan itu hanya sejengkal lagi. Tidak sampai. Setengah jengkal mungkin. Cukuplah kau menangis. Sudah beberapa hari ini kau menangis terus. Untuk kali ini, tolonglah tersenyum. Iringi dia pergi dengan senyum termanismu. Biar dia bebas menggapai awan..biar dia tak lagi ragu untuk merentas petala langit.. Ya.. langit adalah arenamu..

"Januari yang ditunggu-tunggu. Saat itu para penghuni Galaksi Cinta akan duduk bergerombol di atas bukit yang ditumbuhi ilalang berbulu lembut. Angin memainkan musik yang menabuh sepi dalam kerinduan yang kronis. Mereka lalu saling bercerita tentang kisah yang sama. Diulang-ulang, tapi tak pernah mendatangkan rasa bosan. Ada yang tersenyum sambil membisikkan dendang langka. Lagu yang sudah tidak dikenali generasi kini. Punah dikunyah dek masa. Bibirnya tersenyum tapi matanya melelehkan air mata. Ia teringat tatapan mata pelengkap jiwanya saat ini. Jika engkau cinta, tatapan seperti itu tidak mungkin dusta. Seolah tidak cukup engkau serahkan seluruh hidup. Tatapan yang telah tertinggal oleh waktu, mustahil diulang. Sebab, pelengkap jiwanya terlanjur mengangkasa. Meninggalkan dia di Galaksi Cinta. Membiarkannya menunggu tanpa tenggat waktu. Rasanya, melanjutkan hidup sekadar menghitung mundur menuju hari kematian. Namun dia rela.

Ada yang menyendiri sambil menatap langit. Baginya menarik napas pun membuat nyawanya terampas. Rindu yang menyesakkan. Pada titik tertentu seakan mengosongkan paru-paru. No air…no air.. rasa yang sudah begitu renta, tapi tidak pernah menjadi kata-kata. Baginya tidak pernah ada waktu untuk mengatakan “setelah Tuhan, kaulah yang mampu memadamkan matahari.”

Dahulu, ketika jiwanya belum terbelah, ketika kebersamaan masih begitu mudah, dia menyemai bibit dalam hati. Begitu asyiknya. Saat pelengkap jiwanya pergi, sudah terlambat untuk mematikan tanaman hati ini. Hingga kini baginya, menunggu… tidak berarti harus bertemu. Ia melarikkan bait puisi tanpa berharap, pelengkap jiwanya akan kembali. Tetap menunggu.. tapi tidak berharap untuk bertemu. Dia menyedari, tidak semua cinta itu layak untuk diperjuangkan. Maka yang tertinggal adalah harapan yang memburam. Ia bersihkan setiap debu yang membuat jejak itu tidak gemintang. Mencoba untuk bergembira dengan apa yang pernah terjadi. Menyimpannya sebagai sekotak perhiasan."

Langit adalah arenamu.. terbanglah.. Aku tidak akan berkata apa-apa. Ini bukan sebuah pengorbanan. Kerna aku memang tidak pernah merasa berhak atasmu. Engkau akan selalu menjadi keajaiban bagiku. Bahkan diammu dulu…

Air mata jatuh lagi. Tapi kali ini bukan air mata kesedihan.. air mata kelemahan. Namun sebaliknya air mata kekuatan. Kuat kerna rela untuk melepas pergi.

~dedikasi buat teman terbaikku.. meski pertemuan tak bisa lagi menjengah namun saat kau pergi, tetap dengan harapan akan ada pertemuan semula..katamu pertemuan itu tidak bisa diraba dan diduga-duga~

Rabu, 4 Januari 2012

MOTHER OF PERINATOLOGY

0


Minggu Sembilan di Pediatric. Kali ini diri ditugaskan di bagian Perinatology atau lebih tepatnya di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Diri dan teman-teman seperjuangan yang lain harus standby disini 7x24 jam. Masing-masing diberikan satu/dua bayi yang harus dijaga. Dari bayi ini kami banyak belajar. Mulai dari penyakitnya, segala macam riwayat pengobatannya hinggalah kepada riwayat kehamilan dan persalinannya.

Bayiku, By.Agustina adalah bayi kecil berusia 13 hari yang lahir cukup bulan namun kecil masa kehamilan. Dia dirawat di NICU disebabkan adanya kelainan OMPHALOCELE. Omphalocele adalah sebuah cacat lahir di mana organ usus atau perut bayi keluar dari pusar (pusar). Pada bayi dengan omphalocele , usus keluar yang hanya ditutupi lapisan tipis jaringan dan dapat dengan mudah dilihat. Sebuah omphalocele berkembang saat bayi tumbuh dalam rahim ibu. Otot-otot pada dinding abdomen (cincin pusar) tidak menutup dengan benar. Akibatnya, usus tetap berada di luar tali pusat. Sekitar 25 - 40% dari bayi dengan omphalocele yang memiliki cacat lahir lainnya. Mereka mungkin termasuk masalah genetik (kelainan kromosom), hernia diafragma kongenital, dan cacat jantung.

Selain omphalocele, bayiku juga memiliki kelainan ATRESIA ANI. Istilah atresia berasal dari bahasa Yunani yaitu “a” yang berarti tidak ada dan trepsis yang berarti makanan atau nutrisi. Dalam istilah kedokteran, atresia adalah suatu keadaan tidak adanya atau tertutupnya lubang badan normal. Atresia ani adalah malformasi congenital dimana rectum tidak mempunyai lubang keluar (Walley,1996). Ada juga yang menyebutkan bahwa atresia ani adalah tidak lengkapnya perkembangan embrionik pada distal anus atau tertutupnya anus secara abnormal (Suriadi,2001). Sumber lain menyebutkan atresia ani adalah kondisi dimana rectal terjadi gangguan pemisahan kloaka selama pertumbuhan dalam kandungan. Jadi secara kesimpulan, atresia ani adalah kelainan congenital anus dimana anus tidak mempunyai lubang untuk mengeluarkan feces karena terjadi gangguan pemisahan kloaka yang terjadi saat kehamilan.

Etiologi secara pasti atresia ani belum diketahui, namun ada sumber mengatakan kelainan bawaan anus disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, fusi, dan pembentukan anus dari tonjolan embriogenik. Pada kelainan bawaan anus umumnya tidak ada kelainan rectum, sfingter, dan otot dasar panggul. Namun demikian pada agenesis anus, sfingter internal mungkin tidak memadai. Menurut peneletian beberapa ahli masih jarang terjadi bahwa gen autosomal resesif yang menjadi penyebab atresia ani. Orang tua yang mempunyai gen carrier penyakit ini mempunyai peluang sekitar 25% untuk diturunkan pada anaknya saat kehamilan. 30% anak yang mempunyai sindrom genetic, kelainan kromosom atau kelainan congenital lain juga beresiko untuk menderita atresia ani. Sedangkan kelainan bawaan rectum terjadi karena gangguan pemisahan kloaka menjadi rectum dan sinus urogenital sehingga biasanya disertai dengan gangguan perkembangan septum urorektal yang memisahkannya.

Atresia ani dapat terjadi disertai dengan beberapa kelainan kongenital saat lahir seperti :
1. Sindrom vactrel (sindrom dimana terjadi abnormalitas pada vertebral, anal, jantung, trachea, esofahus, ginjal dan kelenjar limfe).
2. Kelainan sistem pencernaan.
3. Kelainan sistem pekemihan.
4. Kelainan tulang belakang.

Secara fungsional, pasien atresia ani dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu :
1. Yang tanpa anus tetapi dengan dekompresi adequate traktus gastrointestinalis dicapai melalui saluran fistula eksterna. Kelompok ini terutama melibatkan bayi perempuan dengan fistula rectovagina atau rectofourchette yang relatif besar, dimana fistula ini sering dengan bantuan dilatasi, maka bisa didapatkan dekompresi usus yang adequate sementara waktu.
2. Yang tanpa anus dan tanpa fistula traktus yang tidak adequate untuk jalan keluar tinja.Pada kelompok ini tidak ada mekanisme apapun untuk menghasilkan dekompresi spontan kolon, memerlukan beberapa bentuk intervensi bedah segera. Nah, bayiku termasuk dalam klasifikasi ini.

Manifestasi klinis yang terjadi pada atresia ani adalah kegagalan lewatnya mekonium setelah bayi lahir, tidak ada atau stenosis kanal rectal, adanya membran anal dan fistula eksternal pada perineum (Suriadi,2001). Gejala lain yang nampak diketahui adalah jika bayi tidak dapat buang air besar sampai 24 jam setelah lahir, gangguan intestinal, pembesaran abdomen, pembuluh darah di kulir abdomen akan terlihat menonjol (Adele,1996)
Bayi muntah – muntah pada usia 24 – 48 jam setelah lahir juga merupakan salah satu manifestasi klinis atresia ani. Cairan muntahan akan dapat berwarna hijau karena cairan empedu atau juga berwarna hitam kehijauan karena cairan mekonium.
Untuk memperkuat diagnosis, dokter ruanganku meminta beberapa pemeriksaan penunjang sebagai berikut :
1. Pemeriksaan radiologis
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya obstruksi intestinal.
2. Sinar X terhadap abdomen
Dilakukan untuk menentukan kejelasan keseluruhan bowel dan untuk mengetahui jarak pemanjangan kantung rectum dari sfingternya.
3. Ultrasound terhadap abdomen
Digunakan untuk melihat fungsi organ internal terutama dalam system pencernaan dan mencari adanya faktor reversible seperti obstruksi oleh karena massa tumor.
4. CT Scan
Digunakan untuk menentukan lesi.
5. Pyelografi intra vena
Digunakan untuk menilai pelviokalises dan ureter.
6. Pemeriksaan fisik rectum
Kepatenan rectal dapat dilakukan colok dubur dengan menggunakan selang atau jari.
g. Rontgenogram abdomen dan pelvis
Juga bisa digunakan untuk mengkonfirmasi adanya fistula yang berhubungan dengan traktus urinarius.

Penatalaksaan
* Malformasi anorektal dieksplorasi melalui tindakan bedah yang disebut diseksi posterosagital atau plastik anorektal posterosagital.
* Colostomi sementara

Pokoknya bayiku tetap harus dioperasi. Cuma sekarang kondisi tubuh kecilnya tidak mampu untuk menjalani operasi makanya dia distabilkan terlebih dahulu disini. Satu lagi penyakit yang memperberat kondisi bayiku adalah INKOMPATIBILITAS DARAH.

Kelainan hemolitik ini dapat disebabkan oleh inkompentibilitas factor Rhesus. Factor Rhesus ini bersifat dominan, artinya seseorang yang memiliki satu saja copy factor rhesus dalam gennya digolongkan sebagai Rh + sedangkan yang tidak punya copy factor Rh dalam gennya digolongkan sebagai Rh -. Ibu dengan Rh – dan ayah Rh +, ada kemungkinan anaknya memiliki Rh+ kerana mendapat factor Rh dari ayahnya. Hal ini berarti darah ibu tidak punya factor Rh, sedangkan dalam darah janin ada factor Rh, dan hanya dalam kasus seperti inilah terjadi inkompitibilitas Rh.

Pada prinsipnya inkompitibilitas terjadi bila sel darah merah janin yang mengandungi satu antigen yang tidak dimiliki oleh ibu masuk ke dalam sirkulasi darah ibu. Antigen tersebut mensensitasi sistem imun ibu untuk membentuk antibody, yaitu suatu protein yang berfungsi menyerang dan menghancurkan sel-sel yang dianggap benda asing atau membawa benda asing (antigen), dan terjadilah destruksi sel darah merah janin. Meskipun prinsipnya hampir sama, inkompentibilitas Rh lebih berbahaya daripada inkompentibilitas ABO kerana anti-Rh yang terbentuk lebih mudah masuk ke sirkulasi bayi melalui plasenta dibandingkan anti-A atau anti-B.

Hemolisis menyebabkan bayi mengalami anemia. Tubuh bayi coba untuk mengkompensasi dengan melepaskan sel darah muda yang disebut eritroblast ke sirkulasi darahnya. Produksi besar-besaran eritroblast ini menyebabkan pembesaran hati dan limpa, dan dapat juga menyebabkan pembentukan jenis sel darah lain seperti trombosit dan factor pembekuan darah lain berkurang, akhirnya dapat terjadi perdarahan massif. Hiperbilirubinemia juga terjadi akibat hemolisis. Hemoglobin dipecahkan dan terbentuk bilirubin. Bayi menjadi jaundice, yaitu terlihat warna kuning pada kulit dan sclera matanya.

Pada bayiku, By.Agustina, dilakukan transfusi darah sebanyak 2 kantong untuk mengatasi anemia dan juga perdarahan. Fototerapi juga dilakukan untuk membantu mengatasi hiperbilirubinemia. Bayiku juga diberikan terapi oksigen ventilasi positif, CPAP (continuous positive airway pressure).

Disebabkan bayiku stop intake oral (baca: tidak perlu membuat susu) maka memberi ruang untuk diri berkenalan dengan lebih banyak bayi dengan penyakit-penyakit yang pelbagai.
Disamping ilmu pengetahuan yang didapat, hubungan antara rakan sejawat dan dokter-dokter residen juga sangat akrab. Ibarat sebuah keluarga yang saling membantu, berbagi ilmu dan sebagainya. Sama-sama gege (baca: gaduh gelisah) setiap paginya menanti visite Mother of Peri (baca;supervisor/dr specialis/dr pakar), menanti panggilan partus/SC (section Cessarian) dan menanti pesanan makanan bersama. NICU ibarat sebuah dunia biru terisolasi.. tersendiri.. namun disitu tercipta keakraban, kebersamaan dan saling mempercayai.. saling meringankan beban. Aseek sekali..

Selasa, 3 Januari 2012

K.A.L.A.S.I

0


Kalasi= menipu atau melakukan hal yang diamanahkan dengan tidak jujur.

Minggu 5 di bagian Pediatric (Anak). Diri dan teman-teman satu minggu ditemukan kembali di Rumah Sakit Labuang Baji untuk menjalani tugas Luar Negeri kami. Tapi sangat memilukan saat teman-teman minggu tidaklah supportive sepertimana yang diharapkan. Banyak sekali yang KALASI!!

Entah sejak kapan. Kalasi mulai membudaya ke dalam dunia koas. Mereka tidak datang jaga (onall) pada jadual yang ditetapkan, malah tidak juga datang saat jam kerja. Jika dicari dokter, meminta teman-teman lain menelefon dan baru bergegas untuk datang. Satu hal yang sangat tidak bertanggungjawab dan membahayakan nyawa orang lain. Bayangkan nasib anak-anak tak berdosa yang memerlukkan bantuan kita dengan penuh harap, dalam masa yang sama kita telah mengkhianati mereka. Sudahlah tidak ada dokter residen yang ditugaskan di Rumah Sakit tersebut. Hanya bergantung pada kudrat 4 orang supervisor (dokter spesialis/pakar) yang bergilir-gilir oncall. Ya, oncall berarti tidak standby ditempat. Bagaimana jika sang pesakit datang dengan keadaan yang gawat? Kejang, status konvulsif, syok? Tidak ada sama sekali tenaga medis yang kompeten yang standby dibangsal kecuali dokter-dokter muda yang telah disumpah untuk berkhidmat pada mereka yang tak berdaya ini.

Belum lagi bayi-bayi di NICU yang gawat. BBLR (bayi berat lahir rendah/ low birth weight), kejang, kernicterus (komplikasi dari Icterus neonatorum/ kuning), hipoglikemik dan sebagainya yang terlantar di incubator yang tidak berfungsi baik. Tidak ditutup, tidak juga disediakan secara rapi. Asal-asalan. Mereka butuh (perlukan) penjagaan dan perhatian yang teliti sekali. Kasihan.

Ada yang bilang,
“janmoko terlalu sok rajin, nanti diinjak kau itu (jangan terlalu rajin, nanti dipergunakan)”.
Ada lagi yang bilang
“ededeh, pusingka sama supervisor yang begitu,geje (gak jelas).. jangan pade dikerjakan (bingung dengan arahan dokter spesialis/pakar, jangan saja dikerjakan)”.
Yang lain bilang
“jangan terlalu polos (lurus) jadi koas, kalasi(tidak jujur) sedikit..nikmati jaman-jaman koasmu”.. “ndeeh cari mukami sedeng.. mw nasayang madam (berpura-pura rajin untuk menarik perhatian dokter spesialis/pakar)”..
A’udzubillahi minal syaithonirrajim… semua itu bisikan syaitan yang membisikkan kejahatan ke dalam hati manusia. Dan syaitan itu boleh jadi dari diri sendiri mahupun dari orang lain.

AMANAH. Barang langka yang mahal harganya dewasa ini. Kebanyakan orang hanya mementingkan kerehatan sendiri. Bersenang-senang untuk kepuasan sendiri. Tidak peduli yang namanya berkerjasama dengan rakan sejawat untuk kepentingan dan kesehatan orang lain. Tidak peduli lagi yang namanya belas kasihan, perikemanusiaan. Bukan permasalahan pura-pura rajin. Bukan masalah mencari muka. Tapi inti kepada permasalahan itu adalah bagaimana kita melaksanakan amanah yang diberikan. Bagaimana kita menghulurkan tangan pada orang yang memerlukan. Dunia koas bukan hanya dunia teori yang buta-buta ingin buru ranking (membaa terus), bukan dunia anak-anak yang hanya mempraktikkan skill pada manakin-manakin yang tidak bernyawa.. tapi jauh lebih dari itu…

Dunia koas adalah permulaan bagi kita untuk belajar mengenalpasti masalah dan coba untuk menguraikannya. Belajar berempati, berkomunikasi dengan pesakit dan keluarga pesakit, belajar memahami dan mengendalikan kerunsingan dan keraguan orang tua, belajar saling berkerjasama dengan para dokter, rakan sejawat, perawat, bidan dan staff rumah sakit.

Disini diri banyak belajar tentang protap penanganan kejang, terutama kejang demam yang banyak dialami oleh anak-anak yang dirujuk ke sini, diare (diarrhea), demam berdarah dengue (DBD/DHF), demam Thyphoid dan sebagainya. Memandangkan diri yang sebelumnya tugas Luar Negeri di RS Fatimah yang mentong hanya mengurusi bayi-bayi baru lahir, di Labuang baji ini diri harus lebih aktif progresif mengejar ketertinggalan ilmu yang telah diperoleh teman sejawat yang bertugas di luar daerah seperti di RS Syeikh Yusuf, Gowa, Maros, Faisal dan Ibnu Sina.

Dalam kesempitan dan tekanan yang menggunung itu, Alhamdulillah, dikurniai teman sejawat yang mahu untuk memikul tanggungjawab ini bersama-sama. Saling bahu membahu untuk membantu yang tidak upaya sekaligus mempertajam ilmu pengetahuan dan menguasai protap-protap pengobatan dan penanganan penyakit.