Pagi ini membuka halaman muka buku.. terbaca artikel yang baru ditagkan oleh adik kesayanganku.. Miftahul Jamilah.. tentang mutarabbi..
A’uzubillahiminassyaitonirrajim..Bismillahirrahmanirrahim..
Dengan namaNya,Ar-Rahman..Ar-Rahim..
Ar-Rahman atas segalanya..Ar-Rahim atas segalanya..
Adunan rasa yang disimpan,Jauh di sudut yang paling dalam
Buat jiwa-jiwa..yang berjiwa mutarabbi
Meski sudah jauh berjalan,Jiwanya masih jiwa mutarabbi
Mengharap sayang sang murabbi,Mengharap kasih sang murabbi
Wahai ‘ibadurrahman..
Dalam hatimu itu ada rasa sayang,Dalam hatimu itu ada rasa kasih
Sayang bukan sebarang sayang,Kasih bukan sebarang kasih
Cuma..cuma..,Ingin kuingatkan
Diriku dan kalian
Murabbi itu bukan malaikat,Murabbi itu bukan nabi yang maksum

Cuma..cuma..
Murabbi itu cuma seorang manusia,yang dengan sedayanya mencuba
menjadikan nabi itu qudwah terbaik dalam hidupnya
Dan kenapa, duhai pemilik hati ‘ibadurrahman
Perlu kalian mengeluh, berkeluh kesah
Resah menanti murabbi sepertinya malaikat,Menunggu murabbi sepertinya nabi
Tanpa ada cacat walau sedikit
Benar..benar..
Benar murabbi itu bagaikan ayah, bagaikan ibu,Benar murabbi itu seorang pemimpin
Benar murabbi itu seorang guru,Benar murabbi itu seorang sahabat
Benar, seharusnya begitu
Tapi..
Ingin diingatkan,Diriku dan kalian
Kita merancang,,Allah jua merancang,
dan Dia adalah sebaik-baik perancang
Sabar..sabar..sabar duhai pemilik hati ‘ibadurrahman..
Tarbiyah itu dari Allah..
Ada harinya tarbiyah itu lewat sang murabbi
Ada harinya tarbiyah itu lewat sang mutarabbi
Ada harinya tarbiyah itu, lewat diri kita sendiri
Tapi datangnya sama, dari Allah..
Kenapa harus ada masa berhenti?
Kenapa harus ada masa berhenti dari tarbiyah ini?

Kenapa..?
Yang miliki hatimu itu hatimu sendiri,Yang miliki jiwamu itu jiwamu sendiri
Yang miliki imanmu itu imanmu sendiri
Allah kan ada..,Allah ada..,Allah..
Duhai pemilik hati ‘ibadurrahman..
Ku katakan begini,
untuk kalian yang memiliki jiwa mutarabbi
untuk diriku yang jua seorang mutarabbi
dan murabbi kita..jua seorang mutarabbi
Sampai..Murabbi teragung..Tidak rindukah kita pada baginda?
Murabbi kepada murabbi teragung..?DIA pemilik nyawa kita..
DIA pemilik hati kita..DIA pemilik iman kita..Kembali pada asalnya diri.
Jadi kenapa harus lari?