Skinpress Rss

Rabu, 2 November 2011

SANTAPAN PAGI

0


Setelah melalui hari yang melelahkan, pulang ke rumah untuk isterehat sebentar sebelum menempuh lagi hari baru yang penuh cabaran sebaik 7.00 am nanti. Jam menunjukkan angka 4.30 pagi. Azan subuh sudah berkumandang sebagai penanda bagi hari baru yang penuh dengan sinar cahaya dan harapan. Kepala oleng (pening) sebagai manifestasi kelelahan, tidak cukup tidur dan lapar. Sebaik sahaja menunaikan solat subuh, diri lansung rebah di hamparan tilam.. Tidur pulas. Tidak ada lagi yang bisa difikirkan kecuali mahu sekali istirehat.

Terjaga jam 6.30 am. Kakak sudah menyiapkan makan pagi. Cucur kentang, kentang goreng bersama teh susu yang kelihatannya sangat enak. “Jom makan” ajak kakak. Wah, jarang sebenarnya kami makan pagi bersama di kamar kecuali hari libur (cuti) dan kami sama-sama berada di kamar.

Cucur kentang kakak benar-benar memberikan motivational support pada diri yang semakin lesu menghadapi hari-hari awal di bagian pediatric. Mungkin kerna kakak yang telah terlebih dahulu melalui department ini lebih memahami kesengsaraannya. Stress tingkat tinggi. Penat yang mengasak jasad.

Alhamdulillah puji dan syukur kehadrat Allah kerna dikurniakan sahabat seperjuangan yang mengerti situasi. Terharu. Jadi teringat pada satu tazkirah yang pernah diri baca:

Kita dididik menjadi ummat yang berakhlak. Kita selalu dituntun oleh Allah dan RasulNya menjadi orang-orang yang mahu berkorban dan memberi. Berkorban untuk memberi petunjuk kepada orang lain. Dengan cara apapun. Memberi untuk meringankan beban orang lain. Memberi apapun. Berusaha untuk menyampaikan kebaikan pada orang lain. Kebaikan apapun. Meski harus membebani, menyulitkan diri kita sendiri. Kita selalu diajarkan untuk menebar kebaikan di mana sahaja. Menjadi umat yang laksana lebah. Hinggap ditempat yang baik, menghisap yang paling baik, dan menyebarkan yang baik dan bermanfaat bagi manusia. Itulah akhlak kita. Itulah cirri khas dan jati diri ummat kita, sejarah kita.

Kita tidak diajarkan seperti lalat. Yang hinggap ditempat yang paling kotor, mengambil yang kotor dan menyebarkan kekotoran itu untuk merusak manusia.

Ini memang logika pahala, amal soleh, yang didorong oleh keimanan. Imanlah yang mendorong orang untuk berbuat baik, meski secara kasat, mungkin sia-sia, bahkan bisa berupa beban atau kesulitan. Kebaikan harus diberikan kepada siapa sahaja. Keadilan juga harus diberikan kepada siapa sahaja. Kezaliman harus dijauhkan dari siapa sahaja. Itulah sendi-sendi ajaran Islam yang diberikan kepada kita. Memberi tanpa mengharap balasan. Berkorban tanpa meminta hadiah.

Jangan mundur memberi pengorbanan untuk orang lain. jangan berhenti memberi dan berusaha untuk melahirkan kebahagiaan untuk orang lain. mungkin saja ada yang tidak setuju dengan bentuk pengorbanan yang kita berikan kepada orang lain kerana dianggap menyulitkan diri sendiri. Mungkin juga ada yang menganggap upaya kita untuk kebahagiaan orang lain itu, membebani dan tidak ada gunanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan, bila kita jujur dan tulus pada orang lain, orang mungkin akan mempergunakan kita dan menindas kita. Tapi tetaplah jujur dan telus. Jika kita mengalami kebahagiaan dan ketenangan, mungkin ada orang yang iri. Tapi tetaplah syukuri kebahagiaan kita. Kebaikan kita hari ini gampang dan sering dilupakan orang. Tapi jangan berhenti melakukan kebaikan. Kerna inti masalahnya, ada di antara kita dan Allah, bukan antara kita dengan manusia. Siapapun dia.

Terima kasih kakak untuk santapan pagi yang penuh dengan motivasi.. ^_^

0 ulasan:

Catat Ulasan