Asuhan Persalinan Normal (APN) adalah salah satu pelatihan
wajib yang harus kami, ko-assisten obstetric dan ginekologi ikuti sebagai
persyaratan wajib kepanitraan klinik. Pelatihan ini diadakan pada minggu 2
setelah minggu pertamanya kami diberi waktu “adaptasi” di rumah sakit.
Pelatihan ini sangat penting sebagai pembekalan kami membantu persalinan normal
di lapangan. Meski sebelumnya kami telah pun mendapatkan semua teori sewaktu
pre-klinik dulu, namun pelatihan ini bertujuan merecall atau merefresh
teori-teori tersebut guna membantu persalinan normal.
Dibimbing oleh dokter yang sedang melanjutkan pendidikan
dokter spesialis (PPDS) dr.Windy, kami menjalani pelatihan ini dengan santai
dan bersahaja. Lebih releks dan membantu proses pembelajaran yang efektif. Kami
berdiskusi bebas sambil berkongsi pengalaman yang berbeda yang kami dapat waktu
di rumah sakit masing-masing. Setiap hari ada juga sesi diskusi bersama
supervisor. Nah, disini kami lebih bebas untuk bertanya, mendapat penjelasan dan
mendengarkan pengalaman lansung dari para spesialis ONG yang lebih banyak
memakan garam dari kami. Apalagi bagian ini benar-benar mencabar kerna ia
membutuhkan kepekaan dan jam terbang kerna mata seorang dokter Obgyn terletak
dihujung jarinya. Jari yang menentukan pasien berada pada pembukaan berapa, mata
jeli untuk menentukan jenis kelamin anak melalui USG, dan sebagainya.
Pada pelatihan ini selain diskusi dan kuliyah, kami juga
ditayangkan video-video sebagai alat bantu untuk lebih mengerti dan clinical
skill lab di mana kami mempraktekkan sendiri apa yang telah kami pelajari. Nah
disini kami dipermantap dengan teori kala I atau fase pembukaan dimana serviks
membuka dari 1-10 cm. kala II: kala pengeluaran bermula dari pembukaan lengkap
hingga bayi lahir dari mulut vagina. Kala III: fase plasenta/ari-ari.sementara
kala IV: fase observasi. Setiap kala ini kami diajari teori, prmasalahan dan
penanganan yang harus kami lakukan untuk menghadapi setiap permasalahan yang
timbul.
Pelayanan Obstetri Dan Emergensi Dasar (POED), adalah
pelatihan yang wajib kami ikuti pada minggu ke 5/6. Diharapkan kami telah
mendapat membantu persalinan normal dengan baik sepanjang 2-3 minggu jeda yang
diberikan. POED ini adalah pelatihan tentang membantu persalinan tidak normal
atau lebih tepatnya mengatasi kasus emergensi dan patologis dalam bidang
Obstetri dan Ginekologi. Dengan dr.Reni sebagai pembimbing, POED ternyata lebih
seru. Disinilah inti dari menjadi seorang dokter. Kebiasaan masyarakat di
Sulawesi, persalinan normal jarang mereka ke dokter. Selain biaya yang mahal
(menurut kepercayaan orang tempatan) khawatir persalinan mereka akan
bermasalah. [Nah lorh?? Apa hubungannya coba?]. jadi selalunya kasus yang
bermasalah yang datang ke dokter. Entah itu memang kasus yang bermasalah atau
“hasil karya” dukun dan bidan yang kemudian menimbulkan “permasalahan” baru
buat persalinan tersebut.
Tapi itulah inti dari menjadi seorang dokter “Obgyn”. Pada
pelatihan ini kami diajarkan teknik-teknik membantu persalinan abnormal seperti
dystocia bahu, dengan menggunakan maneuver Mc Robert, Massanti, Hibbard,
Corkscrew Woods, Schwartz and Dixon. Setiap maneuver ini mempunyai teknik
tertentu dan membutuhkan jam terbang yang tinggi. Semakin sering dilihat dan
dilakukan semakin cekap dan berseni.
Selain itu juga kami juga diajarkan untuk melakukan kuret
(curratage) yang menjadi kompetensi kami serta penyakit-penyakit yang banyak
terkena pada ibu hamil seperti perdarahan antepartum, perdarahan post partum,
preeclampsia, eklampsia, infeksi nifas dan pertolongan seperti ekstraksi vakum
dan sebagainya.
Meski kami tetap tugas di rumah sakit masing-masing
(oncall). Kadang jaga malam. Kadang jaga siang. Tapi kami semakin terobsesi
dengan pembelajaran yang kami terima. Apalagi saat melihat sendiri kasus yang
kami pelajari dilapangan.







0 ulasan:
Catat Ulasan