Minggu ke 3 dan 4. Diri dan dua lagi teman lain, Ibu Aji
(idfa) dan Andi Inayah (Naya) ditugaskan di Puskesmas Maredekaya, Sg. Saddang,
Jln.Veteran. setelah melapor ke Dinas Kesehatan Kota dan makan pagi, kami
berangkat ke Puskesmas (PKM). Disambut hangat oleh pegawai-pegawai disana, kami
lansung cepat beradaptasi.
PKM Maradekaya diketuai oleh seorang dokter gigi yang
berkarismatik dan berwibawa, drg. Siti Maisarah, MARS yang mempunyai honor
dalam bidang managemen dan administrasi rumah sakit (MARS). Didukung oleh 23
orang tenaga kesehatan dari pelbagai bidang termasuk 2 orang dokter umum, 1
orang dokter gigi, 2 orang farmasi,5 orang perawat, 4 orang bidan, 1 orang ahli
gizi dan yang lain dari SKM, sarjana kesehatan masyarakat yang masing-masing
bertanggungjawab terhadap kesehatan
lingkungan, promosi kesehatan dan sebagainya. Semua dari mereka, meski ibu-ibu
tapi sangat ramah mesra dan mudah diajak bicara istilah sininya “gaul buangett”
ghitu..
Puskesmas ini memiliki wilayah kerja yang mencakupi 5 area,
kelurahan Maradekaya Utara, Maradekaya Induk, Maradekaya Selatan, Maricaya Baru
dan Maricaya Induk. Dalam setiap kelurahan pula terdapat beberapa unit lebih
kecil yang dikenali sebagai Airway, yang mana setiap airway mempunyai perwakilan
dari penduduk dan penanggungjawab dari PKM sendiri. PKM berfungsi sebagai
penanganan tingkat pertama untuk menentukan taraf kesehatan masyarakat dimana
PKM menyediakan pelayanan preventif, promotif dan kuratif. banyak program yang
dijalankan dalam rangka mewujudkan upaya-upaya ini termasuklah program promosi
kesehatan seperti kampenye (campign), mengadakan penyuluhan kesehatan
tergantung kebutuhan sewaktu. Diadakan juga control Kesehatan Ibu Anak, Puskesmas
keliling(Puskel), imunisasi missal dan sebagainya lagi.
Sepanjang 2 minggu disini, kami dituntut untuk mengikuti
semua aktivitas yang dijalankan dengan tujuan memberi kami pengalaman dan
pengetahuan bagaimana memberdayakan fungsi rumah sakit sebagai agen promoter
kesehatan yang turjun lansung ke masyarakat.sepanjang dua minggu ini kami
sebagai dokter muda diharuskan turun mengikuti
Puskesmas Keliling (PusKel) menggantikan dokter yang tidak bisa
meninggalkan puskesmas kerna melayani kebutuhan kuratif pasien yang lebih
membutuhkan. Jadilah kami, para dokter muda yang diandalkan untuk terjun ke
lapangan. Sebelumnya, menurut Ibu Yetti, tugas sebegini dilemparkan kepada
perawat memandangkan kekurangan tenaga dokter yang bisa. Oleh itu, semenjak adanya ko-ass
(dokter muda) yang ditugaskan ke situ, kerja merawat pasien dilapangan menjadi
tugas asasi para ko-ass.
Kami yang dipandang enteng dirumah sakit, dengan hireki terbawah, saat begini lebih diandalkan untuk tugas yang akan kami pertanggungjawabkan di kemudian nanti. Ilmu abal-abal (cincai) yang kami peroleh di rumah sakit ternyata bernilai tinggi untuk kami gunakan di lapangan.dari anamnesis, pemfis hingga penegakan diagnosis dan penatalaksanaan atau terapi semua terserah kami untuk meresepkan. Benar-benar menjadi dokter disitu. Meski tetap dibantu oleh Ibu Buby selaku apoteker(farmasis) tentang obat apa saja yang sering digunakan di PKM dan yang tersedia, kami cepat belajar. Biasanya kami akan membagi diri, 2 orang merawat pasien dan yang satunya akan memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang promosi kesehatan. Para bidan akan sibuk menimbang dan mengukur proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah sesi pemeriksaan selesai.biasanya kami dijamu makan oleh warga setempat sambil bercerita tentang hal-hal semasa. Ini benar-benar mengajar kami bermasyarakat dan mengajar untuk lebih pintar bergaul. Meski kami jauh lebih muda dari segi usia, mereka seakan akan sangat mendengar saat kami menyampaikan sesuatu. Satu pendekatan yang sangat baik untuk ke masyarakat. Puskel biasanya 3x perminggu dan di area serta airway yang berbeda pula. Ia bertujuan memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan yang diberi secara gratis dan ditempat tanpa memikirkan biaya dan transportasi yang memusingkan mereka.
Penyakit yang sering kami temukan dilapangan adalah common
cold, batuk, diare, asma, scabies, dermatitis, hipertensi,rhinitis alergi nyeri
kepala. Pernah juga diri dapatkan suspek TB, filariasis sinusitis kronik,
tonsillofaringitis dan ileus.obstruktif serta hernia scrotalis.
Hari yang kami tidak keluar ke lapangan akan kami gunakan
untuk mendampingi dokter Yuyun dan dr.Mida, dokter umum PKM yang baik hati,
ramah lagi tidak lokek membagi ilmu, dan pengalaman berharga sepanjang bergelar
dokter. Itu juga menjadi bekal buat kami. Selain itu juga kami akan menyibukkan
diri memerhati dan melakukan pemeriksaan antenatal care pada ibu hamil,
menyibuk dan mempelajari obat di battara (apotik), melihat dan melakukan
imunisasi pada hari imunisasi.
Hari-hari di PKM menjadi hari padat, full dengan ilmu namun
mengasyikkan..





0 ulasan:
Catat Ulasan