Skinpress Rss

Jumaat, 9 November 2012

PUBLIC HEALTH POSTING

0



PUBLIC HEALTH. Atau ILMU KESEHATAN MASYARAKAT (IKM) merupakan satu department yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak dunia perkoasan. Kenapa? Kerna bagian ini katanya adalah bagian paling “santai”. Paling yang membuat stress otak adalah penyusunan skripsi (thesis) yang harus dituntaskan layaknya mahasiswa tingkat akhir di fakultas lain. Bedanya adalah jika mereka diberi waktu 1 semester untuk melakukan penelitian, kami hanya diberi waktu 2 minggu untuk menyelesaikannya. Waktu yang sangat singkat. Makanya biasa mahasiswa akan mengambil jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder untuk menghemat waktu.

Minggu 1. Minggu orentasi/ adaptasi. Kami ditempatkan ke bagian IKM di fakultas yang mengembalikan zaman-zaman nostalgic pre-klinik. Disini kami dibekalkan dengan kuliah-kuliah pengantar yang akan menjadi panduan untuk mengerjakan skripsi. Kami juga diberi kebenaran untuk melihat-lihat hasil skripsi senior terdahulu untuk mencari ide judul apa yang bakal kami angkat sebagai judul skripsi. Selain itu juga kami juga diberi pendedahan bagaimana mempresentasi seminar proposal dan juga ujian meja. Menjadi pemerhati, moderator dan nokturlan (juru catat). Memasuki jam dinas 9.00 pagi benar-benar bedanya seperti langit dan bumi dengan kondisi di rumah sakit (hospital) yang mengharuskan kami untuk masuk kerja jam 7.30 pagi. Jadual longgar yang memberi ruang untuk berleha-leha dan membangun solat dhuha dan bacaan Al-Quran tanpa tenggat waktu. Dan tidur second round juga ^_^v

Minggu  2. Kedokteran Okupasi (occupational health). Kami ditugaskan ke rumah sakit Ibnu Sina untuk menuntut ilmu dari salah satu dokter spesialis unggul di Indonesia Timur, dr. Sultan Buraena, SpOK (K). Di RS Ibnu Sina beliau menjadikan pusat prakteknya. Kami berkumpul disini seawall jam 8.00 pagi dan menunggu kehadiran beliau. Hari pertama diberi pre-test/kuiz tentang kedokteran okupasi dan keselamatan kerja. Kami juga dibagi kedalam kelompok kecil untuk diberi tugasan tertentu. Hari kedua kami diberi judul masing-masing dan harus mempresentasi tentang latar belakang dan rumusan masalah yang akan kami teliti. Hari ketiga, kami dituntut untuk menyelesaikan proposal tentang permasalahan yang diberikan. Hari keempat kami disuruh menyelesaikan kuestioner dan checklist untuk penelitian. Hari kelima dan keenam kami diberi kesempatan untuk lansung meneliti ditempat yang telah kami tentuan dan yang telah diizinkan oleh beliau sekaligus menyeleaikan mini skripsi yang akan kami presentasi pada hari ketujuhnya. Diri bersama Anhy dan Colette berada dalam satu kelompok dan diberikan judul Efek Sinar Ultraviolet dan Bahayanya terhadap Tukang Becak.

Minggu 3 dan 4, kami diberi dalam kelompok kecil untuk bertugas di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat). Diri bersama Idfa Mu’idah dan Andi Inayah ditugaskan di Puskesmas Maredekaya, Sg.Saddang, Jln.Veteran. agak jauh dari rumah menyebabkan kami harus bangun agak pagi dan berangkat dari rumah untuk menghindar 3 titik macet (traffic jammed) untuk sampai di Puskesmas. Di Puskesmas banyak lagi pengalaman baru yang kami peroleh dalam rangka membekali diri kami dengan pelayanan masyarakat. Khusus berguna sewaktu internship nanti. Kami belajar tentang penyakit-penyakit yang paling sering didapatkan di masyarakat dan obat-obat apa saja yang sering diberikan. Dibimbing oleh dokter-dokter berpengalaman dan staff Puskesmas yang sangat bersahabat, kami mendapat banyak ilmu baru. Kami juga diberi kepercayaan untuk merawat orang sakit dan diberi penghormatan sebagai dokter muda untuk mengeluarkan jurus-jurus ilmu yang telah kami dapatkan sepanjang dunia koas. Bukan sekadar merawat, kami juga memberikan penyuluhan tentang isu tertentu sesuai dengan kebuutuhan setempat. Mungkin detailnya akan ku ceritakan dikesempatan lain.

Minggu 5 dan 6, sudah sibuk-sibuknya mengurus penelitian. Biasanya, bagi anak-anak Malaysia atau Indonesia akan mengambil peluang pulang kampung dengan alasan meneliti (meneliti dikampung sendiri) pada minggu0minggu ini. Tapi memandangkan diri baru-baru saja pulang lebaran lalu, ingin rasanya mengambil peluang untuk menjelajah ditanah Indonesia. Sesuai perjanjian dengan kakakku untuk menemaninya jalan ke Bandung, diri mengambil peluang satu minggu itu untuk menjelajah beberapa tempat di Pulau Jawa. Kata orang Makassar, takkala adama di Jawa sekalian jalanmi..itulah menyempatkan diri untuk meneroka tempat-tempat wisata alam dan belanja di Bandung dan Jogjakarta yang memakan masa 1 minggu. Satu minggu lagi berjalan penuh untuk mengurus penelitian. Maklum penelitian yang diri lakukan melibatkan kuestioner yang diberikan kepada siswa SMA. Detail peneliannya insyaAllah akan diceritakan dikesempatan lain.

Minggu 7 kami ditugaskan di Klinik Keluarga dan Nutrisi di jalan Perintis Kemerdekaan. Berhadapan dengan ayat Penyet yang terkenal di Makassar (baca:di Bandar) hingga memberi kami kesempatan untuk makan enak tiap harinya. Nah, yang menambah enakkan tugas kami disini adalah kami dibagi-bagi shift standby memandangkan kami ramai dan klinik tersebut kecil untuk memungkinkan kami dibimbing secara bersamaan disitu. Jadi yang dinas pagi dari jam 9-00-14.00 sedang yang dinas siang hanya akan datang jam 14-18.00 selanjutnya yang dinas malam akan hadir jam 18.00-21.00.  kami dibimbing tentang penyakit yang biasanya ada hubungan secara keturunan seperti penyakit kelainan tulang, metabolic dsb.dokter-dokter umum yang tugas disini kebanyakan masih muda-muda dan gaul. Ada diantara mereka yang ternyata senior kami angkatan beberapa tahun lebih tua.. angkatan2005. Bukan hanya sebatas penyakit dan pengobatan yang kami pelajari dari senior-senior ini, bahkan pengalaman hidup dan pengalaman internship mereka juga.

Minggu 8. Perjalanan IKM semakin seru (menarik). Disini kami ditugaskan kembali ke Puskesmas untuk memerhati tentang penyakit TB. Kami diharuskan mendatangi rumah penderita sesuai petunjuk dari Puskesmas, mewawancara, melihat sendiri kondisi lingkungan dan pekerjaan penderita. Meski kami ditugaskan di Puskesmas yang jauhnya 1 jam 30 menit dari rumah. Untung ada Ibu Aji (Idfa) yang bisa kami tumpangi pergi bersama-sama sambil berseru-seru di mobil (kereta) hingga perjalanan jauh itu tidak terlalu berasa. Melihat sendiri kondisi rumah pasien benar-benar menyedihkan. Suami kepada ibu tersebut telah terjangkiti kuman berbahaya itu 1 tahun yang lalu. Kerna menginginkan kesembuhan beliau taat mengikuti instruksi dokter untuk berobat selama 6 bulan full. Tapi tiada siapa bisa melawan takdir. Si istri dan adim penderita mendapat jatahnya dalam fase aktif penyebaran TB yang bisa menjangkiti lewat udara pernafasan. Setelah beberapa bulan dorman (berhibernasi) dalam tubuh gara-gara ditekan system imun yang bagus, akhirnya mereka yang lain menampakkan gejala 1 tahun kemudian secara hampir bersamaan.namun mereka juga taat berobat. Termasuk bulan ini, sudah 3 bulan pengobatan berjalan.

Minggu 9 dan 10. Kami kembali ke bagian IKM di fakultas untuk menyelesaikan skripsi dan persiapan untuk ujian meja. Pembimbing merangkap penguji telah ditentukan selain penguji III yang ditentukan dari bagian. Kebaikan hati KPM (ketua bahagian), dr.Sri Ramadhani benar-benar memperlancarkan urusan kami Alhamdulillah.

0 ulasan:

Catat Ulasan