PUBLIC HEALTH. Atau ILMU KESEHATAN MASYARAKAT (IKM)
merupakan satu department yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak dunia perkoasan.
Kenapa? Kerna bagian ini katanya adalah bagian paling “santai”. Paling yang
membuat stress otak adalah penyusunan skripsi (thesis) yang harus dituntaskan
layaknya mahasiswa tingkat akhir di fakultas lain. Bedanya adalah jika mereka
diberi waktu 1 semester untuk melakukan penelitian, kami hanya diberi waktu 2
minggu untuk menyelesaikannya. Waktu yang sangat singkat. Makanya biasa
mahasiswa akan mengambil jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data
sekunder untuk menghemat waktu.

Minggu 1. Minggu orentasi/ adaptasi. Kami ditempatkan ke
bagian IKM di fakultas yang mengembalikan zaman-zaman nostalgic pre-klinik.
Disini kami dibekalkan dengan kuliah-kuliah pengantar yang akan menjadi panduan
untuk mengerjakan skripsi. Kami juga diberi kebenaran untuk melihat-lihat hasil
skripsi senior terdahulu untuk mencari ide judul apa yang bakal kami angkat
sebagai judul skripsi. Selain itu juga kami juga diberi pendedahan bagaimana
mempresentasi seminar proposal dan juga ujian meja. Menjadi pemerhati,
moderator dan nokturlan (juru catat). Memasuki jam dinas 9.00 pagi benar-benar
bedanya seperti langit dan bumi dengan kondisi di rumah sakit (hospital) yang
mengharuskan kami untuk masuk kerja jam 7.30 pagi. Jadual longgar yang memberi
ruang untuk berleha-leha dan membangun solat dhuha dan bacaan Al-Quran tanpa
tenggat waktu. Dan tidur second round juga ^_^v

Minggu 2. Kedokteran
Okupasi (occupational health). Kami ditugaskan ke rumah sakit Ibnu Sina untuk
menuntut ilmu dari salah satu dokter spesialis unggul di Indonesia Timur, dr.
Sultan Buraena, SpOK (K). Di RS Ibnu Sina beliau menjadikan pusat prakteknya.
Kami berkumpul disini seawall jam 8.00 pagi dan menunggu kehadiran beliau. Hari
pertama diberi pre-test/kuiz tentang kedokteran okupasi dan keselamatan kerja.
Kami juga dibagi kedalam kelompok kecil untuk diberi tugasan tertentu. Hari
kedua kami diberi judul masing-masing dan harus mempresentasi tentang latar
belakang dan rumusan masalah yang akan kami teliti. Hari ketiga, kami dituntut
untuk menyelesaikan proposal tentang permasalahan yang diberikan. Hari keempat
kami disuruh menyelesaikan kuestioner dan checklist untuk penelitian. Hari
kelima dan keenam kami diberi kesempatan untuk lansung meneliti ditempat yang
telah kami tentuan dan yang telah diizinkan oleh beliau sekaligus menyeleaikan
mini skripsi yang akan kami presentasi pada hari ketujuhnya. Diri bersama Anhy
dan Colette berada dalam satu kelompok dan diberikan judul Efek Sinar
Ultraviolet dan Bahayanya terhadap Tukang Becak.

Minggu 3 dan 4, kami diberi dalam kelompok kecil untuk
bertugas di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat). Diri bersama Idfa Mu’idah
dan Andi Inayah ditugaskan di Puskesmas Maredekaya, Sg.Saddang, Jln.Veteran.
agak jauh dari rumah menyebabkan kami harus bangun agak pagi dan berangkat dari
rumah untuk menghindar 3 titik macet (traffic jammed) untuk sampai di
Puskesmas. Di Puskesmas banyak lagi pengalaman baru yang kami peroleh dalam
rangka membekali diri kami dengan pelayanan masyarakat. Khusus berguna sewaktu
internship nanti. Kami belajar tentang penyakit-penyakit yang paling sering
didapatkan di masyarakat dan obat-obat apa saja yang sering diberikan.
Dibimbing oleh dokter-dokter berpengalaman dan staff Puskesmas yang sangat
bersahabat, kami mendapat banyak ilmu baru. Kami juga diberi kepercayaan untuk
merawat orang sakit dan diberi penghormatan sebagai dokter muda untuk
mengeluarkan jurus-jurus ilmu yang telah kami dapatkan sepanjang dunia koas.
Bukan sekadar merawat, kami juga memberikan penyuluhan tentang isu tertentu
sesuai dengan kebuutuhan setempat. Mungkin detailnya akan ku ceritakan
dikesempatan lain.

Minggu 5 dan 6, sudah sibuk-sibuknya mengurus penelitian.
Biasanya, bagi anak-anak Malaysia atau Indonesia akan mengambil peluang pulang
kampung dengan alasan meneliti (meneliti dikampung sendiri) pada minggu0minggu
ini. Tapi memandangkan diri baru-baru saja pulang lebaran lalu, ingin rasanya
mengambil peluang untuk menjelajah ditanah Indonesia. Sesuai perjanjian dengan
kakakku untuk menemaninya jalan ke Bandung, diri mengambil peluang satu minggu
itu untuk menjelajah beberapa tempat di Pulau Jawa. Kata orang Makassar,
takkala adama di Jawa sekalian jalanmi..itulah menyempatkan diri untuk meneroka
tempat-tempat wisata alam dan belanja di Bandung dan Jogjakarta yang memakan
masa 1 minggu. Satu minggu lagi berjalan penuh untuk mengurus penelitian.
Maklum penelitian yang diri lakukan melibatkan kuestioner yang diberikan kepada
siswa SMA. Detail peneliannya insyaAllah akan diceritakan dikesempatan lain.

Minggu 7 kami ditugaskan di Klinik Keluarga dan Nutrisi di
jalan Perintis Kemerdekaan. Berhadapan dengan ayat Penyet yang terkenal di
Makassar (baca:di Bandar) hingga memberi kami kesempatan untuk makan enak tiap
harinya. Nah, yang menambah enakkan tugas kami disini adalah kami dibagi-bagi
shift standby memandangkan kami ramai dan klinik tersebut kecil untuk
memungkinkan kami dibimbing secara bersamaan disitu. Jadi yang dinas pagi dari
jam 9-00-14.00 sedang yang dinas siang hanya akan datang jam 14-18.00
selanjutnya yang dinas malam akan hadir jam 18.00-21.00. kami dibimbing tentang penyakit yang biasanya
ada hubungan secara keturunan seperti penyakit kelainan tulang, metabolic dsb.dokter-dokter
umum yang tugas disini kebanyakan masih muda-muda dan gaul. Ada diantara mereka
yang ternyata senior kami angkatan beberapa tahun lebih tua.. angkatan2005.
Bukan hanya sebatas penyakit dan pengobatan yang kami pelajari dari
senior-senior ini, bahkan pengalaman hidup dan pengalaman internship mereka
juga.

Minggu 8. Perjalanan IKM semakin seru (menarik). Disini kami
ditugaskan kembali ke Puskesmas untuk memerhati tentang penyakit TB. Kami
diharuskan mendatangi rumah penderita sesuai petunjuk dari Puskesmas,
mewawancara, melihat sendiri kondisi lingkungan dan pekerjaan penderita. Meski
kami ditugaskan di Puskesmas yang jauhnya 1 jam 30 menit dari rumah. Untung ada
Ibu Aji (Idfa) yang bisa kami tumpangi pergi bersama-sama sambil berseru-seru
di mobil (kereta) hingga perjalanan jauh itu tidak terlalu berasa. Melihat
sendiri kondisi rumah pasien benar-benar menyedihkan. Suami kepada ibu tersebut
telah terjangkiti kuman berbahaya itu 1 tahun yang lalu. Kerna menginginkan
kesembuhan beliau taat mengikuti instruksi dokter untuk berobat selama 6 bulan
full. Tapi tiada siapa bisa melawan takdir. Si istri dan adim penderita
mendapat jatahnya dalam fase aktif penyebaran TB yang bisa menjangkiti lewat
udara pernafasan. Setelah beberapa bulan dorman (berhibernasi) dalam tubuh
gara-gara ditekan system imun yang bagus, akhirnya mereka yang lain menampakkan
gejala 1 tahun kemudian secara hampir bersamaan.namun mereka juga taat berobat.
Termasuk bulan ini, sudah 3 bulan pengobatan berjalan.
Minggu 9 dan 10. Kami kembali ke bagian IKM di fakultas
untuk menyelesaikan skripsi dan persiapan untuk ujian meja. Pembimbing
merangkap penguji telah ditentukan selain penguji III yang ditentukan dari
bagian. Kebaikan hati KPM (ketua bahagian), dr.Sri Ramadhani benar-benar
memperlancarkan urusan kami Alhamdulillah.
0 ulasan:
Catat Ulasan