Skinpress Rss

Sabtu, 3 November 2012

MESKI SEKERDIPAN MATA

2


Saudaraku,
Cobalah perhatikan lebih seksama salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini:
“Ya Allah, rahmatMu lah yang aku harapkan. Maka janganlah engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri, sekejap matapun. Perbaikilah semua keadaanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau”
[HR Abu Daud]

Tampak jelas sekali bagaimana Rasulullah SAW, figure dan guru paling baik untuk kita dalam kebersihan dan kesucian jiwa itu , memohon dengan segala kesungguhan. Ia bermunajat dengan potongan-potongan kata yang begitu merajuk memohon kasih sayang Allah SWT. Rasul yang maksum itu meminta supaya Allah tidak membiarkannya sendirian menjalani hidup. Begitu kuatnya permintaan Rasulullah agar Allah tidak membiarkannya hanyut terbawa oleh keinginan nafsu. Meski hanya sekejap mata. Sekali lagi, MESKI HANYA DALAM SEKEJAP MATA!!

Saudaraku,
Penegasan kata ‘sekejap mata’ dalam doa Rasulullah itu menandakan bahwa hidup ini memang seharusnya tidak boleh sedikitpun tergelincir dalam kedurhakaan. Hidup ini, satu detikpun tidak boleh jatuh dalam kemurkaanNya.tidak boleh sejenakpun terbawa dalam arus kemaksiatan. Kita sangat memerlukan bantuan Allah disini. Seperti yang diungkapkan dalam bait-bait doa Rasulullah SAW

Saudaraku,
Begitu panjang rentang waktu yang harus kita lewati dalam hidup ini. Melangkahkan kaki, satu langkah demi satu langkah. Menata dan menyusun amal-amal dari waktu ke waktu. Melihat ke belakang, berapa jauh jarak yang telah kita tinggalkan. Lalu melihat ke depan, jarak yang tidak bisa kita terka seberapa jauh panjangnya. Sejauh dan sepanjang itulah kewaspadaan kita untuk tidak cenderung pada bisikan yang mengajak pada kemaksiatan. Sejauh dan sepanjang itulah kita harus memohon dan menghiba kepada Allah SWT agar benar-benar memelihara dan melindungi kita dari kesesatan yang membawa kesengsaraan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat kasih sayang Allah.

Saudaraku,
Nafsu keburukan itu tak pernah mati. Setiap kita berhasil mematahkannya, maka ia akan muncul kembali dalam bentuk yang lain. Hal ini disebutkan dalam perkataan Ibnu Ataillah
“setiap kali nafsu itu mati, maka Allah akan menghidupkan nafsu yang lain hingga ia mati dan pedangmu meneteskan darah mujahadah”
Begitulah.. tuntutan nafsu manusia akan terus menerus merayu manusia untuk dipenuhi. Ia bisa saja dipatahkan, tapi akarnya akan tetap ada dan suatu saat akan tumbuh dan hidup kembali dalam bentuknya yang berbeda.

Kerna itu kita memerlukan 2 bekal kesabaran. Sabar badany dan sabar nafsany.
“Kesabaran itu mempunyai dua bentuk. Pertama  disebut sabar badany,seperti menanggung beban secara fisik saat melakukan pekerjaan berat yang terkait urusan dunia atau agama. Kedua disebut sabar nafsany, seperti sabar dalam menahan diri dari keinginan hawa nafsu yang mendorong terus menerus”
[Ibnu Quddamah dalam Minhajul Qashidin]

Saudaraku,
Kuraslah semua potensi terpendam dalam diri kita untuk kebenaran. Habiskanlah waktu yang kita miliki untuk memepersembahkan amal-amal soleh yang banyak. Kerna, pasti, jika kebenaran menghabiskan potensi terpendam dalam diri kita, maka kebatilan tidak akan mendapat tempat untuk menggunakan potensi itu. Jika kebenaran telah menguasai hati dan sanubari kita, sudah pasti tidak ada tempat lai buat kerisauan, main-main, menjelek-jelekkan orang lain. Otak kita memang mustahil secara focus memikirkan lebih dari satu hal pada waktu bersamaan. Begitulah yang difirmankan Allah SWT
“Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya”
[QS Al-Ahzaab:4]

Kita tidak bisa mengumpulkan dua perasaan yang bertentangan dalam satu hati. Kerna salah satu dari dua perasaan itu akan mengusir yang lainnya. Imam Syafi’e rahimahumullah mengatakan:
“jika engkau tidak menyibukkan dirimu dengan kebenaran, maka dirimu akan disibukkan dengan yang batil.”
Jika kita tidak menyesuaikan diri dengan selalu mengisi waktu dan bergerak cepat melakukan kebaikan, berjuang dengan prestasi teratur, maka kita akan terbawa arus pikiran yang buruk, kesia-siaan senda gurau, kebohongan dsb.

 Saudaraku,
Terakhir disini, mari menghitung, berapa banyak waktu-waktu yang tidak kita lewati di jalan ketaatan? Berapa banyak jarak kesempatan hidup yang tak terisi dengan amal-amal soleh? Sering terjadi pada umur yang panjang tapi sedikit manfaatnya. Ada pula umur yang pendek waktunya tapi panjang manfaatnya. Berdoalah selalu saudaraku, agar Allah tidak melepaskan kita tanpa perlindunganNya meski hanya sekejap mata..

Foto-foto sewaktu program Spider Nevi  bersama adik-adik naqibah. Menyambut ulangtahun dan makan-makan bersama. 

2 ulasan:

Catat Ulasan