Mengikuti operasi koreksi Tetrology of Fallot. Operasi besar
yang dijalankan oleh Dr.M.Nuralim Mallapassi, SpB.SpBTKV. satu-satunya
spesialis bedah toraks kardiovaskuler (cardiothoracic surgeon) di Indonesia
Timur. Dr.NA dan tim khas yang diterbangkan dari Jakarta Dan Jepun ini
mengambil masa 5 jam untuk satu operasi. Dan hari ini berjalan 2 operasi. Dari
jam 10.00 pagi hingga 3.00 sore dan dilanjut lagi operasi kedua jam 05.00pm
hingga selesai jam 09.30pm. pasien pertama adalah anak laki-laki umur 11 tahun
yang sangat ramah dan berani. Sementara pasien kedua adalah seorang anak kecil
berusia 2 tahun. Anak laki-laki comel yang suka tertawa sebelum bertukar
menjadi baby blue dan diam.
Tetralogi fallot (TF) adalah kelainan jantung dengan
gangguan sianosis (kebiruan akibat kurangnya perfusi oksigen dalam darah) yang
ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi:
a- defek
septum ventrikel (terdapat lubang antara dinding jantung bawah sebelah kiri dan
kanan, hingga darah yang mengandungi oksigen dan darah yang mengandungi karbon
dioksida bercampur),
-- stenosis pulmonal (kekakuan pada katup/injap
jantung yang harusnya membuka sewaktu darah dari jantung kanan dipompa ke
paru),
c- overriding aorta (aorta bergeser hingga darah
dari ventrikel kanan juga masuk ke aorta sewaktu jantung memompa)
d- hipertrofi ventrikel kanan (otot jantung kanan
membesar sebagai akibat kompensasi)
Komponen yang paling penting dalam menentukan derajat
beratnya penyakit adalah stenosis pulmonal dari sangat ringan sampai berat.
Stenosis pulmonal bersifat progresif , makin lama makin berat.
Gejala Klinis
Anak dengan TOF umumnya akan mengalami keluhan :sesak saat
beraktivitas, berat badan bayi tidak bertambah, pertumbuhan berlangsung lambat,
jari tangan clubbing (seperti tabuh genderang), kebiruan. Kebiruan akan muncul
saat anak beraktivitas, makan/menyusu, atau menangis dimana vasodilatasi
sistemik (pelebaran pembuluh darah di seluruh tubuh) muncul dan menyebabkan
peningkatan shunt dari kanan ke kiri (right to left shunt). Darah yang miskin
oksigen akan bercampur dengan darah yang kaya oksigen dimana percampuran darah
tersebut dialirkan ke seluruh tubuh. Akibatnya jaringan akan kekurangan oksigen
dan menimbulkan gejala kebiruan. Anak akan mencoba mengurangi keluhan yang
mereka alami dengan berjongkok (squatting position) yang justru dapat
meningkatkan resistensi pembuluh darah sistemik karena arteri femoralis yang
terlipat. Hal ini akan meningkatkan right to left shunt dan membawa lebih
banyak darah dari ventrikel kanan ke dalam paru-paru. Semakin berat stenosis
pulmonal yang terjadi maka akan semakin berat gejala yang terjadi.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan diantaranya adalah foto
roentgen dada dimana didapatkan adanya pembesaran dari ventrikel kanan dengan
penampakan jantung seperti sepatu boot atau ‘boot-shaped’ heart. Pemeriksaan
penunjang lainnya adalah elektrokardiografi (EKG) atau alat rekam jantung,
kateterisasi jantung, serta ekokardiografi.
Tetralogi fallot hanya bisa disembuhkan melalui operasi. Pada
bayi dengan sianosis yang jelas, sering pertama-tama dilakukan operasi pintasan
atau langsung dilakukan pelebaran stenosis trans ventrikel. Koreksi total
dengan menutup Ventrikel Septal Defect seluruhnya dan melebarkan Stenosis
Pulmonal pada waktu ini mungkin sudah dilakukan. Operasi direkomendasikan pada
usia 1 tahun keatas guna mencegah komplikasi kembali saat dewasa nantinya. Umur
optimal pada saat ini adalah 7-10 tahun. TOF dengan absent pulmonary valve atau
tanpa adanya katup harus segera diatasi dengan operasi. Apabila tidak dilakukan
maka penekanan di jalan napas akan menimbulkan penyempitan jalan napas yang
permanen. Kebanyakan pasien dengan operasi yang sukses tidak mengalami keluhan
kembali sampai dewasa. Namun bagaimanapun juga antibiotik profilaksis
diperlukan untuk mencegah endokarditis.
Syarat operasi koreksi total ialah: Ukuran arteri pulmonalis
kanan dan kiri cukup besar dan memenuhi kriteria yang diajukan oleh kirklin
yang disesuaikan dengan berat badan. Ukuran dan fungsi ventrikel kiri harus
baik agar mampu menampung aliran darah dan memompanya setelah terkoreksi. Bila
syarat di atas tidak terpenuhi maka harus dilakukan operasi BTS dulu.
Tujuan pokok
dalam menangani Tetralogi Fallot adalah koreksi primer yaitu penutupan defek
septum ventrikel dan pelebaran infundibulum ventrikel kanan. Umumnya koreksi
primer dilaksanakan pada usia kurang lebih 1 tahun dengan perkiraan berat badan
sudah mencapai sekurangnya 8 kg. Namun jika syaratnya belum terpenuhi, dapat
dilakukan tindakan paliatif, yaitu membuat pirau antara arteri sistemik dengan
dengan arteri pulmonalis, misalnya Blalock-Tausig shunt (pirau antara A.
subclavia dengan cabang A. pulmonalis). Bila usia anak belum mencapai 1 tahun
atau berat badan.
Orang tua dari anak-anak yang menderita kelainan jantung
bawaan bisa diajari tentang cara-cara menghadapi gejala yang timbul:
- Menyusui atau menyuapi anak secara perlahan.
- Memberikan porsi makan yang lebih kecil tetapi lebih
sering.
- Mengurangi kecemasan anak dengan tetap bersikap tenang.
- Menghentikan tangis anak dengan cara memenuhi
kebutuhannya.
- Membaringkan anak
dalam posisi miring dan kaki ditekuk ke dada selama serangan sianosis.




0 ulasan:
Catat Ulasan