Skinpress Rss

Ahad, 13 Mei 2012

BIRRU WALIDAIN : MOTHER'S DAY MODE

0



“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan,sehingga apabila dia(anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai umurnya empat puluh tahun, dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada orang tuaku, agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau redhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada Engkau dan sungguh aku termasuk orang Muslim.”
[Al-Ahqaf 46:15]

Saudaraku……
Ibu kita, adalah orang yang telah melahirkan, mengasuh dan membesarkan kita. Bahkan yang telah menghantarkan kita kepada status sosial yang kita miliki saat ini; dengan untaian do’a-do’anya sepanjang usianya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Tiga macam do’a yang pasti terkabulkan (do’anya) yang tidak diragukan lagi; Do’a orang yang teraniaya; Do’a seorang musafir dan do’a buruk orang tua kepada anak-anaknya.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah. Syaikh al-Albani menilai hadits ini shahih).
Ibu kita, yang mungkin saat ini –sedang di tempat kerjanya, atau di rumah; mengisi hari tuanya, selalu dan senantiasa tulus untuk anaknya. Kalau ada kamus kehidupan yang harus menjadi acuan dalam menapaki kerasnya hidup ini; maka kamus itu adalah ibu kita.

Ibu kita, -sebagaimana layaknya orang tua bagi anak-anaknya- tentu tidak memiliki secuil asa pun untuk menelantarkan anaknya, ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik yang ia miliki. Dan ibu kita telah melakukan itu semua untuk kita.

“Kasih ibu sepanjang jalan; kasih anak sepanjang galah.” Demikian kata pepatah. Lalu, bagaimanakah sikap kita terhadap ibu selama ini?

Saudaraku……
Adalah Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu yang meriwayatkan dan menghafal lebih dari 5.374 hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seseorang yang menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya bertanya;
 “Wahai Rasulullah!, siapakah yang paling utama aku perlakukan dengan baik terhadapnya?. Beliau bersabda; “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “ibumu.” Lalu dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?.” Beliau menjawab, “bapakmu.” (Hadist Shahih; diriwayatakan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu al-Baththal rahimahullah berkata dalam syarah-nya terhadap hadits di atas, “Hadits tersebut mengandung pengertian bahwa hak berbuat baik kepada ibu tiga kali lipat dari hak yang sama terhadap bapak. Hal ini dikarenakan betapa sulitnya masa kehamilan, kemudian masa melahirkan, kemudian masa menyususi. Ini semua dilakukan oleh ibu sendirian, barulah kemudian ayah berpartisipasi dalam mendidik.”
Sebagian ulama berpandangan, “Ibu lebih didahulukan dalam hal berbakti kepadanya, berbuat baik dan kasih sayang, sedangkan ayah didahulukan dalam hal kepatuhan terhadapnya karena dia adalah tuan rumah dan nahkoda biduk rumah tangga.”

Saudaraku…
Seberapa pentingkah dalam anggapan kita, urusan yang kini tengah dihadapi oleh ibu dan bapak kita? Terhadap keduanya, sebagian kita lebih banyak “lupa”. Walau sekadar menyisipkan do’a untuk keselamatan mereka berdua, setiap seusai shalat.

Sungguh mengherankan, sebagian kalangan lebih memilih orang tuanya diserahkan pengasuhannya ke panti-panti jompo kemudian “dilupakan”. Sebab, bagi mereka, ibu atau bapak, di sisa-sisa usianya, tidak lebih hanya sosok yang membebani keluarga. Semoga fenomena ini tidak termasuk dari fenomena kita.

Saudaraku…
Untuk mengakhiri tulisan ini, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu layak untuk kita renungkan bersama. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai anak Adam, berbuat baiklah kamu kepada kedua orang tuamu dan sambunglah tali silaturrahim-mu, niscaya Allah akan mempermudah urusanmu dan memperpanjang usiamu, taatilah perintah Tuhan-Mu, niscaya engkau berakal sehat dan jangan engkau bermaksiat kepada-Nya, sebab engkau pasti akan menjadi bodoh.” (lihat. Birrul Walidaini, Jamaludin al-Jauzi)

Saudaraku….
Pandanglah sekali lagi, wajah ibu-bapak kita!. Perhatikan keinginan yang terpendam pada dirinya. Lalu berbuat baiklah untuk keduanya. Niscaya, hidup ini terasa damai, mudah dan tak ada beban yang menyesakkan diri. Dengan demikian, raihlah umur yang berkah. Semoga!

~Selamat Hari Ibu Ummiku.. semoga Allah tetap meyayungimu dalam rahmatNya~

0 ulasan:

Catat Ulasan