Bahwa aku terlalu berlebihan dalam mengekspresi rasa
Mengungkap penghargaan lewat kalimah bisu
Sungguh aku tidak pintar untuk menzahirkannya dengan nyata
Mungkin, kadang kamu hairan
Mengapa di antara berjuta orang
Hanya kepadamu puisi ini kutulis? Kenapa harus kamu?
Jujur aku juga tidak tahu persis jawabannya
Dan aku juga sudah lama berhenti untuk bertanya
Boleh jadi hanya disisimu aku lebih bebas…
Bebas untuk meluah rasa, berbagi ide
Bercerita apa saja dan bertanya apa yang tidak kuketahui
Dan kamu…
Selalu menanggapinya dengan caramu sendiri
Mendengar dan kadang mencueki
Menegur, menasehati tapi dalam waktu yang sama selalu memberi pilihan
Membuat aku berfikir dalam, sebelum memutus tindakan
Kamu tidak mengajarku untuk selalu bersandar padamu
Sebaliknya meneguhkan aku untuk tetap bertahan
Dan percaya pada diri sendiri untuk bangkit dari kejatuhan
dan keterpurukan
Lewat kamu, Tuhan mengujiku dengan banyak hal
Seterusnya dia mengajarkanku tentang banyak hal pula
Aku yang selalu tergolong tidak peduli dan malas menjelaskan sesuatu
kondisi
Keranamu aku belajar untuk lebih deskriptif
Dan belajar menghargai perasaan orang lain
Aku yang paling benci untuk mengatur diri dengan jarak
Tapi keranamu aku belajar untuk menjalaninya
Tidak pernah terlintas dipikiran untuk berpisah secepat ini
Namun keranamu aku belajar untuk merelakannya..
Sadar atau tidak,
Persahabatan ini meski rentang waktunya masih begitu singkat
Tapi ia telah melewati banyak musim
Saat perkenalan menjengah dan fase mencoba untuk mengerti
Ia seperti musim panas yang siangnya lebih panjang
Tunas-tunas buah dan bunga bertumbuh dari akarnya
Ia butuh proses yang panjang dan penuh kesabaran
Saat persahabatan ini teruji dengan kesalahpahaman
Dan tekanan dari persekitaran, sungguh itu ujian terberat
buat diri
Kamu lebih memilih untuk diam dari bertegang urat
Ibarat musim dingin yang membekukan segalanya
Oh, musim dingin…cepatlah berlalu!!
Saat keakraban menjahit celah yang terpisah
Hal yang sederhana juga, ternyata sudah cukup membahagiakan
Seperti musim bunga yang penuh warna warni
ditemani cahaya bulan yang gemintang dimalam hari
~amni_shamrah~
15 Mei 2012
12.30 am
menoleh ke belakang, ternyata, kita telah jauh berjalan..
meski di atas garis yang terpisah tapi tetap beriring.. ditengah selanya aku Cuma
ingin mengatakan….
“Selamat Ulangtahun-24 temanku.. semoga kebahagiaan
mengiringimu hingga penghujung waktu dan semoga impianmu bisa terwujud menjadi
nyata..”



suka banget puisinya kak,,, semoga ikatan persaudarran ini akan trus terjalin selamanya,,,
iya allohumma amin.. makasih.. padahal lamami ditulis..hihi.. sebenarx belum cukup 4 musim kerna gak ada musim gugur..