Didalam agama islam semua amal kita nantinya akan dihitung
dan ditimbang oleh Allah serta akan mendapat balasan yang setimpal.Kalau itu
baik maka kebaikan kita akan dibalas walau hanya sebesar zarah dan keburukan
kita akan dibalas walau hanya sebesar zarah. Firman Allah dalam surah
Al-Zalzalah:
“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah,
nescaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan
sebesar zarah, nescaya dia akan melihat balasannya”
[surah Al-Zalzalah:7-8]
Itu seperti hukum kekekalan energi. Masih ingat hukum kekekalan
energi? Energi tidak bisa diciptakan, tidak bisa dimusnahkan. Jadi jumlah total
energi, baik positif atau negatif, dalam bentuk apapun di seluruh semesta ini
akan selalu sama. Energi yang kita lepaskan, entah bagaimana caranya, akan
kembali lagi kepada kita dengan jumlah yang sama. Meski sebesar biji zarah pun itu.
Masing-masing kita ini seperti atom. Kecil, dengan jumlah
muatan positif dan negatif yang berbeda-beda. Pada waktu muatan negatif menyeimbangkan
muatan positif, atau sebaliknya, pada kondisi tertentu, atom akan netral. Cas positif
akan kembali pada kita sebagai cas positif sedang cas negative akan kembali
kepada kita sebagai cas negative. Berarti kebaikan yang kita lakukan akan
kembali kepada kita kebaikan juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, maka
balasan jahat juga yang akan menanti kita. itulah sunnatullah. Hukum alam yang berjalan sesuai ketentuan Allah agar alam ini terus bergerak. begitulah saat kita melakukan dosa atau kesalahan, segeralah imbanginya dengan kebaikan. supaya kebaikan atau cas positif ini akan menetralkan cas negatif atau kejahatan yang telah kita lakukan.
Ayuh kita kumpulkan cas-cas positif untuk menjalani hidup dengan lebih baik!!


0 ulasan:
Catat Ulasan