Wahai orang yang bersembunyi,
Mengapa harus berselimut kebencian
Sedang hati kaya dengan kasih sayang
Mengapa berlindung dibalik awan gelap
Sedang jiwa benderang dengan cahaya pelangi
Duhai orang yang bersembunyi,
Tahukah dikau betapa kebencian itu melelahkan
Betapa awan gelap itu mengundang ketakutan
Ia tidak akan pernah menyelesaikan apa-apa
Kecuali menancapkan luka didada yang tak berdosa
Dengarkan aku sebentar walau di balik persembunyian,
Mengenang hari-hari yang berlalu bersamamu
Cukup menata hati mengenang mengimbau memori
Betapa indahnya semalam yang berlalu
Bersama kebaikan dan santun pekertimu
Waktu itu kita bebas berbicara apa sahaja
Tawa senda bumbu ikatan persahabatan
Saat galau menyesakkan atma
Atau awan komulunimbus berarak menziarahi kota
Aku akan berpaling dan melihat, bahawa kau selalu ada
Tika memori memainkan melodinya sendiri
Dalam irama melankolis yang menyayat hati
Ingatan padamu berpadu kukuh
Benar, kerinduan yang mencengkam terasa amat menyakitkan
Betapa aku ingin menjalani hari-hari penuh arti disampingmu
Dalam tatanan masa yang kian menghimpit dan hampir mencapai hujungnya
Aku hanya ingin bersamamu dalam menghidupkan sang waktu
Biar bahagia it terus bernyawa dalam diri walau jasad dipisah samudera
Namun bagai tsunami yang melanda
menyapu pergi semua kenangan yang terbina
Kembali ku berpijak pada bumi yang nyata
Bahawa kita tak lagi seperti dulunya.
Setiap kata yang terungkap bagai api dalam sekam
Saling menyakiti dan berbalas lawan
Ibarat racun yang menjalar dalam urat saraf
Semakin menjarakkan dan semakin mematikan rasa
Hai sang pengamat sepi,
Mungkin benar katamu bahawa terkadang berdiam diri adalah jalan terbaik
Kerna barangkali kita lebih butuh waktu sendiri
Untuk mengintrospeksi sekaligus memperbaiki diri
Walau diam sebenarnya lebih menyiksa
Biarlah waktu yang mengobati segalanya
Cukuplah aku yakini bahawa dihatimu masih ada cahaya
Dijiwamu masih ada rasa kasih yang tersisa..
~mode: suasana hati lagi ambruk galau~
3 June 2011
2.30am
[jaga malam ditemani musik alam dari tangki oksigen]
Mengapa harus berselimut kebencian
Sedang hati kaya dengan kasih sayang
Mengapa berlindung dibalik awan gelap
Sedang jiwa benderang dengan cahaya pelangi
Duhai orang yang bersembunyi,
Tahukah dikau betapa kebencian itu melelahkan
Betapa awan gelap itu mengundang ketakutan
Ia tidak akan pernah menyelesaikan apa-apa
Kecuali menancapkan luka didada yang tak berdosa
Dengarkan aku sebentar walau di balik persembunyian,
Mengenang hari-hari yang berlalu bersamamu
Cukup menata hati mengenang mengimbau memori
Betapa indahnya semalam yang berlalu
Bersama kebaikan dan santun pekertimu
Waktu itu kita bebas berbicara apa sahaja
Tawa senda bumbu ikatan persahabatan
Saat galau menyesakkan atma
Atau awan komulunimbus berarak menziarahi kota
Aku akan berpaling dan melihat, bahawa kau selalu ada
Tika memori memainkan melodinya sendiri
Dalam irama melankolis yang menyayat hati
Ingatan padamu berpadu kukuh
Benar, kerinduan yang mencengkam terasa amat menyakitkan
Betapa aku ingin menjalani hari-hari penuh arti disampingmu
Dalam tatanan masa yang kian menghimpit dan hampir mencapai hujungnya
Aku hanya ingin bersamamu dalam menghidupkan sang waktu
Biar bahagia it terus bernyawa dalam diri walau jasad dipisah samudera
Namun bagai tsunami yang melanda
menyapu pergi semua kenangan yang terbina
Kembali ku berpijak pada bumi yang nyata
Bahawa kita tak lagi seperti dulunya.
Setiap kata yang terungkap bagai api dalam sekam
Saling menyakiti dan berbalas lawan
Ibarat racun yang menjalar dalam urat saraf
Semakin menjarakkan dan semakin mematikan rasa
Hai sang pengamat sepi,
Mungkin benar katamu bahawa terkadang berdiam diri adalah jalan terbaik
Kerna barangkali kita lebih butuh waktu sendiri
Untuk mengintrospeksi sekaligus memperbaiki diri
Walau diam sebenarnya lebih menyiksa
Biarlah waktu yang mengobati segalanya
Cukuplah aku yakini bahawa dihatimu masih ada cahaya
Dijiwamu masih ada rasa kasih yang tersisa..
~mode: suasana hati lagi ambruk galau~
3 June 2011
2.30am
[jaga malam ditemani musik alam dari tangki oksigen]

0 ulasan:
Catat Ulasan