Skinpress Rss

Isnin, 30 Mei 2011

BAKSOS DI TAKALAR

0

~bersama Dr.Asmiranda dan Dr.Fatma~

Baru kemarin menyelesaikan ujian di bagian Jiwa (Psychiatric). Cuma hari ini libur (cuti) menantikan esok harus melapor lagi dibagian baru yaitu Neurology. Berkesempatan mengikuti bakti sosial (baksos) anjuran PKS bersama 6 orang lagi sahabat seperjuangan dan dari pihak muslimin juga. Baksos ini telah dijalankan oleh PKS kebupaten Takalar dengan kerjasama dari rumah zakat. Diadakan di kantor (pejabat) PKS di Takalar.

Pada kegiatan baksos kali ini diadakan pemeriksaan kesehatan dan juga sunatan missal (berkhatan bersar-besaran). Diri memilih untuk melibatkan diri dalam pemeriksaan kesehatan memandangkan diri sudah sering terlibat dalam sunatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan hanya sebatas pemeriksaan yang umum memandangkan alatan untuk pemeriksaan darah dan gula terlupa untuk dibawa bersama.

Bertugas bersama kakak angkatan 2005 yang telah selesai dokter, Kak Fatmawati dan Kak Asmiranda benar-benar memberikan pengalaman baru. Kak Fatma yang kebetulan duduk disampingku banyak mengajarkan cara meresepkan obat (memberi ubatan), cara menggali gejala utama dari pesakit dan sebagainya. Kakak juga tidak lupa untuk menunjukkan beberapa kasus klinis (cases) daripada yang sering ditemui dimasyarakat seperti Parkinson,Sindrom nefrosis, dermatitis sebbaroid, elephant leg (cara membedakan elephant leg disebabkan nephropathy diabetes, atau filariasis atau disebabkan complication of infection. Ada banyak juga kasus (cases) penyakit mata yang ditemukan seperti ptyrigium (adanya selaput diatas anak mata) menyebabkan mata kabur dan sebagainya, katarak, dan banyak lagi.

Bermula dari jam 11 hingga hampir jam 5, kami berjaya menyelesaikan pemeriksaan kesehatan kepada 150 orang warga kampong tersebut. Hanya dengan 4 orang tenaga medis, Dr.Fatma dan Dr.Aida, diri dan Rahma, mengatasi pasien (patient) seramai itu tetap menimbulkan sedikit kelelahan namun ia amat bermakna. Selesai bertugas, kami dijamu dengan pelbagai makanan enak yang disediakan oleh tuan rumah sebagai tanda terima kasih. Waktu makan sempat lagi berkenalan dengan 2 orang apoteker (farmasis) yang sejak awal begitu cekap meracik (menyediakan) obat dan setia memenami kami bertugas di situ.

Subhanallah, walau lebih kepenatan dari hari kerja biasanya, namun merasa begitu puas hati. Kerna melakukan kerja sukarela seperti ini, diri merasa seakan kita melakukan hal yang kita inginkan.. membantu orang-orang yang tidak berupaya. Walau badan letih, namun bibir masih berukir senyum. Saat yang paling bahagia itu adalah apabila kita dapat menggunakan professional kita untuk membantu orang yang memerlukannya. Bukan hanya menggunakan professional tersebut untuk memenuhkan saku baju. Melalui program seperti ini juga kita dapat mendidik hati kita supaya lebih dekat pada orang dan menjadikan kebajikan sebagai sesuatu yang melunakakan hati kita.

0 ulasan:

Catat Ulasan