Skinpress Rss

Sabtu, 15 September 2012

WARKAH CINTA BUATMU DINDA

0



Buat adik-adikku.. saham akhiratku..
Hari ini, saat kaki menjejak ke tempat berlansungnya program, menatap wajah-wajah polosmu.. hatiku tiba-tiba bergetar. Wajah yang rindu akan siraman rohani, pengisian akal dengan ilmu dan fikrah islami.. wajah-wajah baru pimpinan masa depan.. kau adalah amanahku. Investasi saham akhiratku. Mungkin diri ini terlalu sibuk sebelum ini untuk mengenali kalian dengan lebih dekat satu per satu. Kalian bersepuluh. Satu jumlah yang tidak sedikit untuk satu angkatan. Alhamdulillah.. saat Allah memilih jiwa-jiwa kalian untuk turut naik ke bahtera ini. Ingin sekali ku berkongsi apa yang terbersik dijiwa ini. Bukan berarti aku banyak tahu. Hanya saja, aku lebih dulu menerimanya dari kalian. Dan hari ini, ingin kukongsikan semuanya. Sebisaku..

Adikku..
Sungguh, aku belum mengenali kalian ”heart to heart” tapi aku sudahpun menyayangi kalian “deep in my heart”. Semoga Allah memberiku peluang dan kesempatan untuk lebih banyak bersama kalian. menempuhi hari-hari kalian yang akan penuh mehnah itu.. Tamrin ini, meski sederhana, direncana dengan sederhana, namun kita saling melengkapkan. Kamu tahu adikku, sangat tersentuh diri ini melihat pengorbanan kalian dalam menjayakan program ini. Bersusah payah memasak makanan seenaknya, mengorbankan privasi kamar, bersekang mata mengerja tugas selesai dari pengisian. Tambah terharu saat melihat kalian melantai tidur diluar, mengorbankan keselasaan tempat tidur kalian untuk memuliakan tamu. Luar biasa menurutku. Pengorbanan yang lahir dari rasa cinta pada agama Allah, semoga saja akan menjadi pengorbanan yang bernilai ibadah disisiNya.

Adikku,

Aku bersyukur saat Allah memberi kita waktu untuk bersama. Menatap wajahmu saja cukup meningkatkan iman didada. Jika boleh, inginku membeli lebih banyak waktu.. Tahukah dikau, pertemuan ini direncanakan oleh Allah. Allah memberiku peluang untuk lebih mengenalimu. Lebih mengetahui dirimu. Aku bahagia untuk itu. Bahagia melihat ketangguhan dan tanggungjawabmu untuk memikul amanah ini. Adikku, teruslah bertahan. Mendekatlah dan ceritakan semua yang ingin kamu ceritakan padaku. Masalahmu. Kisah-kisah lamamu. Keluargamu. Semuanya. Aku ingin mengetahuinya. Ingin lebih taaruf denganmu. Ingin mendengar kisahmu..adikku terima kasih kerna sudah mahu makan didekatmu, tidur disampingku, solat disebelahku. Aku menghargai setiap saat itu. Menghargai saat menatap wajah polosmu tertidur pulas kerna keletihan mendengar materi yang mungkin agak berat menurutmu.  Biar hanya untuk beberapa ketika. Hanya untuk 2 hari, ia sangat berharga. Kaulah adik-adikku.. yang insyaAllah akan bersama-sama dalam bahtera yang menyelamatkan manusia dari badai jahiliyah yang memekat dan mencengkam. Bahtera yang menuju kepada Allah.. ayuh kita selamatkan seramai yang mungkin. Siapa saja yang kita kasihi fillah.. dan berdoalah, semoga Allah menetapkan hati-hati kita dan membuat kita istiqamah di jalan yang Allah redhai ini..

Pemilihan kalian adalah pilihan dari Allah. Kita tidak pernah sempurna untuk memikul amanah ini. Tapi kita harus belajar untuk melayakkan diri kita melaksanakannya. Kerna ia adalah bejana yang Allah letakkan didada kita supaya disampaikan pada jiwa-jiwa lain diluar sana. Mereka juga berpotensi untuk Islam. Pilihan ini bukan kebanggaan adikku.. tapi adalah amanah yang akan Allah pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Tahukah dikau adikku, mulai hari ini, hidup kita akan lebih serius. Ada jiwa yang memerlukan belaian kita. sentuhan hati yang mengajak kepada hakikat ketuhanan. Jalan ini payah adikku.. banyak duri didepan. Tapi aku berdoa semoga kita saling menguatkan. Biar kami-kami pijakkan dulu durinya supaya jalananmu lebih lancar. Meski nantinya akan tumbuh duri-duri baru dijalan ini, tapi semoga Allah akan menyiapkanmu untuk menempuhnya juga nanti.

“Ya Allah, Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini… :-

(Sifat-sifat Hati)
berkumpul kerana mengasihiMu,
bertemu kerana mematuhi perintahMu,
bersatu memikul beban dakwahMu,
hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syariatMu;

(Didikan Hati)
maka eratkanlah ikatannya,
kekalkanlah kemesraan antara hati-hati ini,
tunjukkanlah kepada hati-hati ini jalannya yang sebenar;

(Bekalan Hati)
penuhkanlah hati-hati ini dengan cahaya RabbaniMu yang tidak kunjung padam,
lapangkanlah hati-hati ini dengan limpahan iman,
dan keyakinan serta keindahan tawakkal kepadaMu;

(Amalan Hati)
suburkanlah hati-hati ini dengan pengetahuanMu yang hakiki,
jika Engkau takdirkan kami mati, maka matikanlah pemilik hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agamaMu.
Engkaulah sebaik-baik sandaran dah sebaik-baik penolong.
Restuilah nabi kami, Nabi Muhammad S.A.W dan ahli keluarga Baginda serta sahabat-sahabat Baginda seluruhnya.
Ya Allah, restuilah junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W, ahli keluarga dan para sahabat Baginda semuanya. Juga berikanlah kesejahteraan kepada mereka sebanyak-banyaknya.




Selasa, 11 September 2012

OCHY WEDDING DAY

0



“Teman-teman datang nah ke acara nikahanku Selasa, 11 September 2012 pukul 12.30 di Tongkonan Pangloko Mangangape Randan Batu, Toraja. Maaf undangannya lewat SMS soalnya tidak ada waktuku lagi ke Makassar untuk kasi undangan.. Ochy & Dion”

Sms dari Ochy sore Senin itu sangat mengejutkan jagat raya. Memang kami maklum jika Ochy sudah ada pacarnya sejak zaman KKN. Juga kami maklum jika 2 bulan lalu, baru lamaran di Toraja. Tapi majlis nikahan yang mendadak ini benar-benar tidak mengizin kami untuk menghadirkan diri. Untuk mengambil bis ke Tator malam ini tidak menjamin akan sempat untuk menghadiri acaranya besok siang.

Apalagi dinas besok. Tetap meletakkan kami disituasi serba salah. Dulu sewaktu acara wisudanya Ochy juga tiada satu pun dari kami yang hadir. Padahal Ochy dalam setiap acara juga sangat menghargai teman-teman. Biar acara apapun pasti dia akan berusaha untuk menghadirkan diri. Kecuali dia benar-benar berhalangan.

Berbeda dari kami, Ochy adalah satu-satunya perempuan yang beragama Kristian di posko kami. Dia taat dalam beragama namun itu tidak pernah memberi senggang dalam pertemanan kami. Meski terpaksa mengambil lebih banyak waktu untuk mencoba untuk memahami perbedaan itu, tetap saja Ochy orang yang enak di temani. Teman cerita yang baik, pendengar yang setia dan gaul orangnya.. darinya aku banyak belajar untuk menjadi seorang yang lebih baik. Belajar untuk menghormati agama lain dan menanggapi suatu hal dengan lebih rasional.

KKN yang memecah tembok perbedaan dan membina jambatan toleransi itulah…





“Apapun semoga Ochy & Dion Bahagia.. wishing you guys the best marriage..”

PENTAS WISUDA

0



Adik-adikku yang dibanggakan…
Tahniah atas kejayaanmu meraih gelar sarjana hari ini..tidak terasa cepatnya 3 tahun ini berlalu. Dari pertama kamu menjejakkan kaki ke bumi Makassar dengan wajah polos dan perhatian yang terarah. Akhirnya pada hari ini, kamu akan melangkah setingkat lagi dalam jenjang pendidikanmu untuk menyediakan dirimu menjadi dokter umum yang akan mengabdi kepada masyarakat..

Kutuliskan warkah ini mewakili diriku yang tidak dapat  menghadiri acara wisudamu. Padahal aku ingin sekali melihat dirimu dalam pakaian “toga” dan jubah wisuda yang membanggakan itu. Dapat kubayangkan perasaan ibu bapamu saat melihat dirimu yang dibaluti jubah itu. Betapa bahagia dan bangganya mereka memiliki kamu.  Jubah sederhana yang menjadi impian ramai orang. Apalagi saat melihat kalian menyarungkan :”jas putih dokter” yang akan kalian pikul bebanannya di atas pundak kalian. Tugas ini tidak mudah.. namun kalian akan belajar banyak perkara darinya.

Adik-adikku yang akan merubah dunia masa depan..
Saat aku dulu sepertimu, baru disumpah dengan sumpah dokter, banyak yang berlegar dipikiranku. Berbekal semangat yang berkobar-kobar aku melangkah ke rumah sakit sebagai dokter muda yang tahan banting.. namun menjalani setiap hari ke depan, ternyata energy yang kuhimpun belum cukup tangguh untuk mengekalkan semangatku. Aku berharap, kalian bisa lebih baik dari itu. Cari sumber cahaya yang bisa membekal benderang meski sepekat apa kegelapan membaluti kalian. Kita bukan orang perkasa yang tidak akan rebah di tengah jalan namun tetaplah bangkit saat kita rebah. Ambil jeda saat kita lelah, namun jangan lama.. bangkit lagi dengan lebih perkasa dari sebelumnya. Saat kau merasa lelah dan ingin menyerah, ingatlah wajah-wajah orang yang ingin kamu perjuangkan. Ingatlah untuk apa kita berada disini kalau bukan pilihan Allah.. and Allah will always and always be at our side to help us.. to hear..jangan terlarut dengan suasana rumah sakit yang sangat bebas dan tanpa celah, sebaliknya jadilah agen perubah yang akan membina suasana yang lebih baik..

Adikku yang kusayangi fillah..
Aku bahagia saat melihat hubungan kalian yang akrab, yang penuh kecintaan fillah. Wajah yang sarat mahabbah dan rahmah.. persahabatan ini akan teruji saat kita melangkah kea lam latihan pekerjaan nanti. Ingin aku berpesan padamu adikku, pertahankanlah rasa cinta itu kerana Allah.. ukhuwwah.. bukan bersahabat hanya kerna adat. Maksudnya disini, bersahabat yang mengingatkan kita kepada Allah. Saling berbaik sangka dan saling memperingatkan kepada kebenaran dan kesabaran. Saling menguatkan.. saling menguatkan.. itu yang paling penting. Lingkaran cahaya ini, pertahankanlah.. dengan segala kekuatan yang ada pada dirimu.. dan tebarkan gemerlapnya pada orang lain dan orang baru yang kau ketemu. Merasa Izzah dengannya. Bangga memilikinya. Dan serve the best.

Banyak hal yang kita hadapi dirumah sakit akan menumpulkan deria kita, akan melumpuhkan rasa yang selama ini memagar, andai kita laluinya dengan biasa, kita akan terperangkap dalam pusaran arus. Terjerat oleh jerangkap samar yang selalu mengintip kelalaian kita. terbersik sekelumit ketakutan untuk membenarkanmu menghadapi semua itu namun ku tahu, kau juga kan berproses sepertimana diriku.. dan kita akan mencari kekuatan kita masing-masing. Semoga Allah akan menjagamu di segenap penjuru dirimu dan memudahkan setiap urusanmu..

Peluang yang ada ini, manfaatkanlah. Ambil sebanyak mungkin yang kita boleh. Ini permulaan medan latihan tarbiyah kita. latihan administrasi waktu, handle ikhtilat, mewujudkan suasana kerja yang harmonis.. nikmati prosesnya dan jalani dengan penuh positif. Pasien-pasien itu mereka butuh perhatianmu. Latih diri untuk tidak melihat mereka sebagai objek uji kajimu.. tapi lihatlah mereka sebagai saudara saudarimu tercinta yang tertuju perhatianmu padanya. Melayani mereka dengan ikhlas dan terbaik. Sungguh, aku juga masih belajar untuk itu..

Dan terakhir adikku,ayuh kita permantapkan ilmu yang pernah kita pelajari.. semoga ia akan bermanfaat buat ummah.. masih kuingat pesan salah seorang ahli bedah cardiothoracic, dr.Nuralim:

“ilmu itu 100% milik Tuhan, DIA meminjamkan kita 50% darinya.. jika kita tidak belajar, tidak berusaha untuk mencari tahu, maka Tuhan akan mengambilnya kembali dan ilmu kita akan terus menurun, saat itu, apa ilmu yang masih ada cukup untuk kita menyelamatkan nyawa orang lain?”






Sabtu, 8 September 2012

UNKNOWNINGLY..

0

 
My soul was lost,
The time I entered the widest coast.
My heart was drowned,
The time I swam the deepest ground.
Darkness surrounds me, unknowingly…

How can I fight,
If I don’t see the light?
How can I go on,
If I feel that I’m all alone?
And how can I be me?
If I already loss myself, unknowingly…

In the middle of this difficulty,
God gave me a great opportunity.
To meet an angel in reality,
Who will stay beside me, till eternity.
I found this friend of mine, unknowingly…

I never thought that we will go like this,
We share our dreams, and do silly things.
I never thought that we will be as this close,
Like real sisters, till the river flows.
I never thought that you can change me,
Because of you, I was healed Unknowingly..

How can I thank God?
For this life time blessing,
It’s you my friend, that keeps my heart beating,
Our friendship that was build in remarkable way,
Hope we can keep it, till our hairs turn into gray…
Unknowingly.. We will still be the same and will never change.

"Happy Birthday Hana.. Love you as always"

Khamis, 6 September 2012

FAULT PENALTY

0



Aku telah lama memaafkanmu
Bahkan sejak pertama aku terluka kerananya
Meski kamu tidak menganggap kesalahan itu sebagai sebuah “kesalahan”
Mungkin dari awal kita sudah lain hala
Cara menginterpretasikan sebuah pertemanan mungkin jauh berbeda

Mungkin bagimu gurauan seperti itu hanya sekelumit bumbu
Dalam rancu sebuah perhubungan
Ia bukan apa-apa melainkan sebuah “gurauan”
Tapi bagiku, kejujuran dan ketelusan adalah segalanya

Aku tidak ingin mencipta jarak dalam persahabatan ini
Juga tidak ingin kalah dirasuk curiga tiap kalinya
Tapi mungkin benar katamu
Kadang kita benar-benar butuh jeda agar pikiran bisa jernih semula
"waktu akan mengobati segalanya"

Kau mungkin tidak tahu,
Hal yang paling menyakitkan itu adalah saat kamu mula kecewa dengan orang lain
Tapi lebih menyakitkan saat orang lain mula kecewa denganmu
Jadi saat aku merasa jengkel, aku akan segera memaafkanmu
Sepertimana kamu sudi untuk memaafkanku waktu khilafku
Aku sudah berjanji untuk berusaha yang terbaik
Jangan dulu buru-buru mengakumulasi kekecewaanmu terhadapku
Kerna sungguh, persahabatan itu tidak akan bangun dengan “kekecewaan”

Jeda ini bukan untuk menghukummu
Sebaliknya untuk aku gunakan untuk kembali mengintrospeksi diri
Aku tidak ingin melukaimu..bahkan terbersitpun tidak!!
Apalagi untuk membenarkan orang-orang yang bahkan tidak pernah mengenalimu
Untuk seenaknya berbicara jelek
Kerna kutahu, kamu orang baik meski tidak sempurna
Siapa juga tak sempurna termasuk aku

Ini bukan salah siapa-siapa 
Hanya saja keselarasan hati menyatukan persepsi
Ia akan butuh waktu
Saat memisah jarah emosi dari logika
Saat membuka lapangan hati sebesar-besarnya 
Hingga Fault Penalty tidak membekas darah pada permainan


~amni_shamrah~
06 September 2012
05.00pm

Rabu, 5 September 2012

MIMPI ANEH

0



Kamu tiba-tiba muncul di ranah nyata
Tak percaya.. pasti ini hanya lestari cipta
Manifestasi rindu yang kian diam membeku
Ya.. merindu tapi tidak berharap untuk bertemu
Kerna pertemuan sepertinya sudah menjadi pajanan langka

Tidak tahu harus berkata apa
Bermula dari mana..
Bahkan untuk merasa.. semua tidak jelas..kelam abu-abu
Harus ada bahagia disitu.. tapi bahagia tetap terkunci
Kelu dalam bicara
Hanya ungkapan kebisuan yang melindungkan kalimah rahsia

Ia ternyata hanya sebatas mimpi
Aku tahu itu..
Tapi kenapa mimpi itu membekaskan garis airmata?
Atau sememangnya aku yang terlalu cepat menangis?
Mungkin kebersamaan ini yang mengundang rindu yang mekar
Rasa kehilangan beberapa element yang menyempurnakan jagat raya
Seperti pelangi yang kehilangan beberapa warna
Kau adalah salah satu dari komponen itu pastinya…

Ini hanya mimpi yang panjang…
Aku tahu..
Kerna nyatanya, untuk berharap akan pertemuan semula,
Aku sama sekali tidak punya keberanian
Takut untuk seakan memaksa takdir dan menanti gerimis ditengah kemarau
Mengharap bulan purnama disaat gerhana..

Mimpi ini menggangguku..benar..
Takut untuk memejamkan mata lagi
Angin masih terlalu dingin diluar
Namun mata tidak rela lagi memanja diri dalam lena
Hanya gelap yang menemani sepi menjadi saksi gelora ombak dipersada jiwa
Sepertinya perlu kembali ke pangkuan sang danau
Mengadu kabar duka  biar ia tenggelam jauh ke dasarnya..
Ooh sang waktu, cepatlah berlalu!!
Berharap pagi cepatlah datang!!

~amni_shamrah~
05 September 2012
03.00 am.

Selasa, 4 September 2012

PERNIKAHAN UUL

0




Hari ini digelar acara Resepsi Pernikahan teman KKN ku Ulfah Chaerani Saputri, UuL dan pasangan hidup matinya Kak Ari. Pernikahan kedua antara teman posko kami. Mengurangkan status bujang dalam keluarga kecil ini. UuL dan Kak Ari memang pasangan yang terkenal sangat seru dan sporting. Dari zaman KKN, Kak Ari yang sering bertandang ke posko menjadi mangsa tumpangan anak-anak untuk pulang ke Makassar. Kadang hanya untuk datang berhujung minggu bersama-sama sambil menikmati makanan yang dimasakkan oleh UUl diposko. Biasa juga jika nebeng (tumpang) Kak Ari pulang ke Makassar, ada saja bahan bahasan yang dibawa. Kak Ari yang kebetulan juga sudah terjun ke dunia ko-ass membuat perbualan senang ajha nyambungnya..Pokoknya apa saja aktivitas yang anak KKN kami lakukan, tidak canggung jika ada Kak Ari bersama. Kerna usahanya untuk tetap berbaur dengan teman-temannya UuL..

Balik ke kisah acara resepsi UuL hari ini, dari keluarga Tolbar hanya ada kami berlima yang hadir. Diri, Winda, Kiki, Wawan dan Irfan. Disana ada juga Ayong yang sudah siap berperan sebagai pagar ayunya. Hanya kami berenam. Tidak ada Iyan yang sudah tugas diluar kota. Ochy juga. Fitrah yang lagi sibuk-sibuknya dengan PKPL di Bandung. Kak Annie yang sudah hilang kabar semenjak pindah ke Kalimantan mengikuti suami. Amel yang sedang pusing sebagai chief Obgyn WS, Adit yang tiba-tiba kedatangan tamu di rumah, Rahma yang terpaksa menghadiri acara resepsi nikahan temannya yang lain. sempat winda berkata "aisshh.. kita-kita lagi..makin kurang anak Tolbar.. jangan nanti kalo saya nikah, cuman 1 orangji yang datang, TIDAK TERIMAKA!!" ya, tersimpan sedikit kecewa.

Kalau setahun yang lalu, masih sibuk-sibuknya setiap bulan ada saja pertemuan yang dirancang. Biar bagaimana sibuknya pasti ada saja alasan untuk bertemua. Ada saja ruang. Tapi itu seakan sebuah kisah lama sejak sebagian dari keluarga ini mengepakkan sayap bertebar diluasnya cekerawala..dan mungkin juga suatu hari nanti ia hanya akan menjadi lagenda yang entah masih diingat kisah penuhnya. Masih mengira-ngira perjanjian anak-anak untuk berkumpul lagi 10 tahun akan datang.. baru dua tahun berlalu seperti lama sungguh.. mungkin begini saja pengakhirannya. Untuk apa lagi kembali 10 tahun ke depannya? Mungkin hanya untuk membuka kembali peti kenangan yang pernah tercipta.

Mungkin ini benar-benar PERSAHABATAN BUTUH PENGERTIAN.











“semoga keluarga yang terbina dikurniai mawadah, sakinah wa rahmah..allohumma amin”