Skinpress Rss

Selasa, 29 Mac 2011

PEMBEKALAN RUMAH SAKIT

0


Menghadiri program pengenalan (pembekalan) Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, rumah sakit utama pendidikan yang akan menjadi medan amal kami nantinya. Materi ditekankan berkaitan dengan profile rumah sakit dan penanganan alat pelindung diri (APD) sepanjang menjalankan tugas sebagai dokter muda. Penggunaan alat seperti mask, sarung tangan dan cara-cara mengamankan bahan berbahaya ditekankan.

Dalam materi juga ada disampaikan tentang perubahan sikap yang harus dilakukan oleh dokter muda dari sikap mahasiswa kuliyah kepada sikap calon dokter. Kerna calon dokter itu akan berurusan dengan banyak pihak dari masyarakat baik dengan penderita dan keluarga penderita, rakan setugas yang berada dalam profesi yang sama, dokter residen (dokter yang sedang menjalani pendidikan dokter spesialis), dokter specialist dan professor-professor yang ahli dalam berbagai bidang, perawat-perawat (suster), petugas am dan semua pegawai yang berada di rumah sakit.

Tidak ada istilah dokter yang paling pintar dan paling penting di rumah sakit. Kerna semua orang sebenarnya adalah komponen yang penting. Kalau tiada tukang steril, biar dokter specialist yang paling hebat juga takkan mampu menjalankan pembedahan. Wujudnya peran saling lengkap melengkapi dalam struktur yang terorganisasi ini. makanya disitulah pentingnya peran kasih sayang dan saling menghargai antara satu sama lain. menghargai dalam arti kata kita memperlakukan orang lain sepertimana kita ingin diperlakukan dan menjauhi layanan yang buruk sepertimana kita tidak ingin dilayani.

Begitulah juga Islam menunjukkan kita dan mengarahkan kita untuk saling menghormati dan saling menghargai kerna setiap orang memainkan peran yang berbeza dalam hidup dan kita akan saling lengkap melengkapi, takmil wa istikmal dalam mengharungi hidup ini.

Isnin, 28 Mac 2011

SUMPAH DOKTER

0

Acara yang paling penting sebelum menjejakkan kaki ke dalam dunia kepanitraan klinik. Iaitu akur janji atau sumpah kedokteran yang mengikat seseorang dokter atau dokter muda dengan kode etik tertentu hingga seorang dokter itu mampu untuk menggalas tanggungjawabnya sesuai dengan apa perikemanusiaan dan norma kehidupan. tanggal 28 Mac/ Maret 2011 menyaksikan.

LAFAL SUMPAH DOKTER UNIVERSITAS HASANUDDIN

1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan
2. Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara terhormat dan bersusila
3. Saya akan menjalankan tugas saya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat
4. Saya akan merahsiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan kerana keilmuan saya
5. Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan sekalipun di ancam.
6. Saya akan menghormati setiap hidup insane mulai dari saat pembuahan.
7. Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita dan atau masyarakat sesuai aturan yang berlaku.
8. Saya akan berikhtiar dengan bersungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, perbedaan kelamin, politik kepartian atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, dan atau masyarakat.
9. Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.
10. Saya akan menghormati dan memperlakukan mereka yang ikut berperan dalam pendidikan profesi kedokteran saya.
11. Saya ikrarkan janji sebagai sarjana kedokteran ini dengan bersungguh-sungguh dan dengan memperlakukan kehormatan diri saya.

Membaca dan melafazkan janji dokter benar-benar menimbulkan suatu persaan yang berat dalam atma. Kerna di situ ada tanggungjawab dan ada komitmen. Harus belajar untuk menjadi dokter yang baik. Kata seseorang “ if you want to be a doctor, start to behave like one”.. Memikul amanah ini bukanlah sesuatu yang mudah namun kita harus melayakkan diri kita untuk menggalasnya dengan kelakuan dan ilmu pengetahuan.

Semoga Allah senantiasa mengiringi diri dan sahabat-sahabat serta membantu jalan kami. Sungguh, manusia itu tidak punya daya upaya apapun kecuali semuanya pertolongan dari Allah..


Khamis, 24 Mac 2011

PERSAHABATAN via "MENGAPA HARUS BERTERIAK?"

0


Pernah membaca satu artikel yang ditulis oleh temanku, Fitrah. “Mengapa harus berteriak?” dalam artikel itu ada menyatakan betapa pentingnya hubungan hati yang terbina dalam membangun sebuah binaan yang dipanggil sebagai “persahabatan”.

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya,

“Mengapa ketika seseorang sedang marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”


Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”

”Tapi...” sang guru balik bertanya,”lawan bicaranya justru berada di sampingnya.
Mengapa harus berteriak? Apakah ia tidak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata :

”Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara dua hati mereka menjadi amat jauh walaupun secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu, mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”


Sang guru masih melanjutkan,


”Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara, suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkan dengan begitu jelas. Mengapa demikian?”

Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban :


”Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya, sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”


Sang guru masih melanjutkan :


”Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin disaat itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu kita.”

Jagalah cinta dan pupuklah kasih sayang.. Jangan pernah mbiarkan dia berjarak dan pergi..

sMoga ukhuwah kita terus terjaga cika'... ^^,

_FZM_


Benarlah dalam bersahabat juga begitu. Terkadang perasaan kita terlalu halus dan sensitive terhadap sahabat kita. Apa yang dibicarakan, walaupun hanya ucapan yang biasa ada waktunya bisa mengguris rasa atau mencipta makna. Kerna hati kita terlalu dekat. Hampir tidak berjarak. Ada orang kata, apabila sudah lama berteman tidak perlu terlalu menjaga perkataan, sikap dan sebagainya kerna teman terbaik adalah orang yang paling memahami diri kita. Namun sebaliknya, kerna dia adalah teman terbaik maka kita harus ekstra sensitive dalam menjaga perasaannya kerna kita terlalu dekat. Jangan sampai perselisihan yang kecil nantinya akan menciptakan jarak antara kita.

Dalam mengenali hati dan sifat masing-masing, tak lain kita membutuhkan yang namanya proses memerhati dan memahami. Dari situlah terciptanya kedekatan dan keserasian. Asasnya dalam persahabatan adalah saling percaya, telus dan jujur dalam kata dan tingkah, kesetiaan dan saling menghargai. Apa maknanya sebuah persahabatan yang tidak disulami dengan saling percaya dan ketelusan? Dalam setiap lafaz tersimpan curiga dan buruk sangka kerna tidak mampu membangun percaya..Setiap kata yang terungkap adalah kebohongan. Sungguh, kebohongan itu takkan mampu untuk menembusi dimensi hati.

Jika tidak ada setia, mana mungkin kita menutupi aib teman kita dihadapan yang lain. Mana mungkin kita menjadi cerminannya. Tidak mustahil, kita tidak teragak-agak untuk berbuat khianat dan sebagainya. Kalaulah persahabatan tidak disertai sifat saling menghargai, maka tidak ada yang istimewa di dalamnya. Saling menyakiti, saling mencari kesalahan. Hasilnya tiada lagi perasaan sayang yang harusnya tumbuh dan memekar di taman hati. Tiada lagi keindahan yang layak untuk dikenangi..

Rabu, 23 Mac 2011

BEGINNING A NEW CHAPTER OF MY LIFE

0


Baru sahaja selesai salah satu proses rasmi jenjang pendidikan yang harus dilalui sebagai mahasiswa. Hari ini rasmi kami diiktiraf sebagai sarjana kedokteran, S.Ked dalam majlis konvokesyen (wisuda) periode Mac/ Maret 2010-2011 yang membolehkan kami beranjak ke jenjang pendidikan seterusnya yakni dunia praktikal. Segala ilmu yang didapatklan sebelumnya diharap akan dapat digunakan saat kami menjalankan tugas di hospital (Rumah Sakit) nanti.

Mengingat hari-hari memulai tugas sebagai mahasiswa praktikal merangkap Dokter Muda benar-benar memerlukan stamina yang kuat dan ketahanan mental yang cukup tinggi. Melihat kondisi teman-teman yang sudah lebih dahulu terjun ke bidang ini, sempat juga khawatir bagaimana nanti diri pula harus menjalani kehidupan yang super sibuk seperti itu. Namun itulah roda kehidupan. Mahu tidak mahu kita harus tetap melaluinya. Inilah permulaan kepada proses aplikasi keilmuan, psikologi dan kekuatan hubungan sosial secara kompleks dan komprehensif.

Kata orang, perubahan hidup ke alam klinikal (koas) memerlukan waktu untuk penyesuaian. Kerna kalau di sewaktu pre-klinik masih ada waktu hujung minggu untuk istirehat, belajar hanya lewat buku-buku teks dan journal terbaru, tapi memasuki alam klinikal, kita akan berhadapan sendiri dengan pelbagai ragam masyarakat dan melihat gejala-gejala klinis yang timbul ada penderita penyakit tertentu. Itu pasti akan menjadikan pembelajaran makin mudah difahami dan ilmu yang diperoleh selama ini akan digunakan untuk memberi manfaat kepada orang banyak.

Gusar juga diri andai kesibukan dalam menuntut ilmu nantinya akan menyibukkan diri dari mengingati Allah dan menjalankan ibadah harian secara rutinnya, namun hakikatnya setia amalan kita yang disertai niat baik dan hanya kerna Allah, maka ia adalah ibadah. Kata senior-senior, justeru masuk kea lam klinikal inilah, terbukanya ruang-ruang untuk beribadah dan meningkatkan ubudiyah kepada Allah. Kerna kita dibangunkan tidak mengira waktu untuk merawat pesakit/pasien, nah dari situ atas alasan apa kita susah sekali mahu tunduk bersujud kepada Allah SWT barang beberapa rakaat sedang kita tahu bahawa Allah sangat menyintai hambaNya yang mengerjakan solat malam. Begitulah juga hal yang lainnya.

Hidup ini sentiasa berubah. Dan manusia juga akan berubah seiring dengan waktu dan keadaan. Kerna hakikatnya manusia itu mudah beradaptasi dengan persekitarannya. Pola fikir akan berubah, gaya hidu akan berubah. Yang bisa kita berusaha adalah untuk memandu dan memastikan bahawa perubahan yang berlaku pada diri kita adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Bak kata seorang cerdik, hidup ini adalah perjuangan.. diri dan hati musnah tak penting. Tapi andai perjuangan terkubur, alangkah kecewanya dunia…



our photos..

Isnin, 21 Mac 2011

DI BALIK AWAN ADA HUJAN

0


Terkadang langit biru, terkadang hitam. Terkadang bintang, terkadang awan tebal. Mungkin, tatkala awan, ia ingin menurunkan hujan yang menyejukkan dan menggemburkan. Namun terkadang, awan menggumpal pekat dan membawa badai yang memporandakan ikatan. Begitulah manusia ditakdirkan. Ibarat langit dengan segala keadaan.

Maka tidak selamanya hitam itu menakutkan. Bahkan bisa jadi ia keindahan. Hanyalah harapan yang membuatkan kita berbeda dalam menafsirkan hitam. Toh, pada akhirnya ketika ia memang benar-benar badai, kita telah berusaha tegar. Tak terhempas. Tidak terkapar. Ketika kita selalu menisbahkan hitam dengan badai, hanyalah ketakutan-ketakutan yang kita rasakan. Energi kita habis untuk memikirkan segala hal yang akan terjadi dengan badai yang mengancam itu. Padahal segalanya belum tentu berjalan seperti yang ada dalam pikiran kita. Namun kita telah menjustifikasikan keadaan sesuai dengan informasi yang kita terima dari indera.

Juga jika kita sering mengharap kebaikan dari biru sang langit, maka kita tak akan menemukan malam dengan segala bintangnya. Atau kita tak akan mendapatkan hujan dari mendung yang menyelimuti badannya. Bagaimanapun, kita harus sedar bahawa harapan yang kita lekatkan pada sesuatu yang fana tak selamanya sempurna. Kalaupun harapan itu tak sesuai dengan kenyataan, itulah harga yang harus kita terima dari sebuah perbedaan.

Kita tak boleh kecewa! Karena kecewa hanya boleh tumpah, tak boleh menjadi bah. Ketika periuk (panci) jiwa tak mampu menampung kuah harapan, yang bisa kita lakukan hanyalah memperbesar periuknya (pancinya). Agar kuah itu tidak tumpah menjadi bah yang membuat kita tenggelam dan hanyut. Kita boleh mengharap, namun jangan sampai harapan itu membuat kita kecewa (ambruk) ketika kita menemukan kenyataan yang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Ahad, 20 Mac 2011

8 PARAMETER ISTIQAMAH DI JALAN DAKWAH

0


Mustafa Masyur telah menggariskan 8 parameter supaya kita tetap berada dalam jalan dakwah dan tarbiyah ini.

1) Pandangan yang jelas mahu dibawa ke mana dakwah ini?

Kita ingin melahirkan insan soleh dan musleh. Soleh yakni baik dan taat dalam beragama. Menanamkan agama kuat dalam dirinya dan mengamalkannya dalam kehidupan. Musleh dalam arti menyebarkan Islam kepada persekitarannya hingga lingkungannya itu turut merasa keindahan islam dan turut bergabung ke dalam ketaatan. Walau di mana kita berada, kita harus terhitung sebagai orang yang berpengaruh kepada persekitaran. Dan lingkaran pengaruh kita juga hendaklah beriring dan proporsional dengan lingkaran peduli kita supaya potensi “pengaruh” yang kita miliki tadi tidak hanya berhenti sebatas kita mampu menarik orang lain kepada kita bahkan kita menggunakan potensi itu untuk mencetak peribadi-peribadi yang hidup dalam Islam. Hidup mengamalkan Islam.

2) Kesinambungan

Dakwah adalah long life revision. Ia berlaku sepanjang hidup. Tiada istilah bersara (pensiun) dalam dakwah. Dakwah madal hayah. Dalam menegakkan dakwah, kita perlu kepada elemen tarbiyah yang cukup utuh. Marilah semak kembali bagaimana Rasulullah SAW membina kekuatan melalui tarbiyah.

3) Ada pertemuan

Kalau kita tidak membina atau tidak berlakunya tasnit (pengkaderan) maka kita akan menuju kepada sta’nan. Membina atau mencetak manusia bukanlah tugas yang mudah. Membina itu memerlukan kesabaran yang sangat tinggi. Kerna proses memasukkan iman dalam hati merupakan proses yang cukup payah dan panjang. Namun proses untuk menyebatikan iman serta mendasarkan iman dalam dada bahkan lebih payah. Dari itu kuncinya hanyalah sabar, terus bersabar dan kuatkan kesabaran. Hanya kesabaran yang mampu menjalankan proses tersebut.

4) Menjaga originalitas (keaslian)

Untuk menilai sesuatu hal dengan jernih kita perlu pula kepada pemikiran yang jernih. Untuk memiliki fikiran yang jernih dan tidak terpengaruh oleh hal yang bertentangan dengannya maka di situlah tugas murabbi. Dakwah Rasulullah SAW takkan terjaga keasliannya jika Allah tidak menurunkan para ilmuan dan alim ulama’ yang mengambil Islam dengan cukup cermat dan hati-hati. Maka dari itu kita ketahui bahawa ulama’ pewaris nabi.

5) Perencanaan dan Perkembangan

Kita sebagai indivudu dan kesatuan dalam menjalani hidup ini memerlukan perencanaan yang rapi. Tanpa perencanaan kita takkan mampu melakukan perubahan dan anjakan yang besar pada dunia. Seperti kata ulama’ “kebenaran tanpa perancangan akan mampu dikalahkan oleh kebatilan dengan perancangan”. Maka dari itu, kita sebagai orang muknin harus memiliki perancangan dan target.

6) Kesatuan Pandangan dan Tujuan

Ketika dakwah memasuki wilayah yang tersendiri akan memberi bias yang tertentu yang berdampak pada dakwah itu sendiri nantinya. Maka kita perlu kepada institusi yang boleh menentukan hukum dan kaedah yang tertentu dalam pelaksanaan gerak kerja dakwah itu tadi. Dan hal ini hanya bisa tercapai kalau kita yakin dan berada dibawah satu kepimpinan. Setiap individu memiliki potensi yang besar dan potensi-potensi ini jika disatukan dalam 1 wadah akan membantu mempercepatkan kebangkitan Islam.

7) Bekerja dalam ladang dakwah

8) Perwarisan per generasi

Tidak ada yang namanya mantan murabbi. Kerna sekali murabbi, selamanya tetap murabbi. Maka walau sekecil apapun peranan murabbi tetap akan memberikan kesan pada proses tarbiyah yang kita jalani. Persolannya adalah bagaimana caranya kita menjadi spora yang dimana juga kita berada, kita akan membangunkan sebuah komuniti yang mengenal Allah, yang tetap berada pada landasan Islam dalam menjalani kehidupan mereka. Kita bukan sekadar mahu bergerak secara lonjakan tapi kita mahu bergerak secara eksponensial dengan tetap menjaga kualiti tarbiyah dan menitik beratkan hubungan dengan Allah. Nahnu du’at qabla kulli syai’in. kita adalah penyeru sebelum segala yang lain. Kita membawa cahaya yang mempunyai kekuatan untuk menerangi kegelapan. Maka tugas kita untuk memastikan cahaya kita tetap akan menyala di mana juga kita berada. Tetap istimrar dan istiqamah dengan dakwah ini..

Sabtu, 19 Mac 2011

KETIKA CINTA MENJELMA VIRUS BERBAHAYA

0

Sering meniti di halwa telinga kita tentang kisah Virus Merah Jambu. Virus yang banyak melanda kawula muda. Virus ini adalah jelmaan cinta yang tak tepat porsinya, bukan pada tempatnya. Sebenarnya sebelum menjadi virus, ia adalah satu fitrah indah yang wajar sekali bergejolak dalam dada seorang pemuda perkasa mahupun gadis belia. Ia adalah sebagai sebuah petanda bahwa kita tetap berada pada kudratNya.

Cinta hadir memenuhi hari-hari kita. Tumbuh. Merekah. Indah. Lalu kita merasakan cinta itu semakin menyiksa. Bayangan si Dia selalu ada di setiap detak jantung dan segala aktiviti (aktivitas) kita. Kerinduan untuk bertemu dengannya semakin menjadi. Hati kita telah terbeli oleh cinta. Perasaan bahagia hanya ada ketika kita berada dekat dengannya. Selebihnya, hanya rindu yang menusuk-nusuk relung jiwa. Rasa cinta itu telah meraksasa.

Bahkan dzikir kita terhadap wajahnya telah mengalahkan dzikir harian kita dalam mengagungkan asma-Nya. Makan pun teringatkan si Dia, seakan hambar dan tidak berselera, tidur pun jaga tanpa lena. Bahkan parahnya dalam solat (sholat) kita juga, bayangan sang kekasih hati pengarang jantung tetap menjelma.
Sungguh menyiksa. Cinta semula yang adalah sesuatu yang jernih berubah keruh. Kita mengalahkan cinta padaNya terhadap cinta fana. Maka cinta telah menjadi virus berbahaya.

Virus yang membuatkan segala aktivitas kita sia-sia. Kita tidak bisa berkosentrasi dengan apa yang kita lakukan. Hanya si dia yang berada dalam benak kita. semangat kita beribadah semakin lemah seiring semakin menyebar luasnya pengaruh virus itu dalam tubuh kita, ternyata juga berdampak buruk terhadap orang-orang dekat kita. Dan virus itu akan lebih berbahaya lagi ketika ditularkan pada orang lain.

Bisa jadi mereka akan terjangkit (terinfeksi) virus yang sama. Hanya saja masih mengkristal sempurna. Hingga kemudian ketika aktiviti (aktivitas ) mereka lemah, daya tahan iman mereka berkurang, maka virus itu menjadi hidup. Cinta dalam jiwanya berkembang pesat menjadi penyakit. Lalu hari-harinya akan terasa sangat merana. Aduh, betapa berdosanya kita. Menularkan virus maha zalim kepada orang lain pula.

Seharusnya cinta menjadi obat jiwa. Peneduh dikala gundah. Seharusnya cinta menjadikan kita semakin dekat denganNya. Bukan menjadikan kita semakin lemah dan lalai dalam mengingatiNya. Inilah yang berbahaya dari cinta jika kita tidak pandai mengelolakannya. Cinta bisa menghancurkan hidup kita menjadi keeping-keping tanpa makna. Tapi cinta juga bisa mendatangkan semangat bergelora untuk menujuNya. Menuju syurga…